Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Aspek Teknis dan Non-Teknis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di RW. 01 dan RW. 02 Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo Fitria Apriliani Utari; Arqowi Pribadi; Shinfi Wazna Auvaria
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.142 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.217

Abstract

Masyarakat sebagai sumber timbulan sampah masih belum maksimal dalam penerapan sistem pengelolaan sampah. Desa Kenongo adalah salah satu desa di Kecamatan Tulangan yang masuk kedalam area beresiko sangat tinggi sampah. Desa Kenongo memiliki jumlah penduduk 5.772 jiwa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besar timbulan sampah di Desa Kenongo. Sehingga dapat direncakan pengelolaan sampah yang tepat dalam aspek teknis maupun non-teknis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah distribusi kuesioner dan pengukuran timbulan sampah di lapangan. Hasil distribusi kuesioner menunjukkan bahwa sebagian masyarakat RW. 01 dan RW. 02 Desa Kenongo masih melakukan pemusnahan sampah dengan cara dibakar (open burning). Dan hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah rata-rata yang dihasilkan adalah 1,32 liter/org/hari. Sehingga dilakukan perencanaan pengelolaan sampah yang meliputi pola pewadahan, pola pengangkutan, analisis aspek kelembagaan, analisis potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah.
Studi Komparasi Metode Pengomposan Secara Windrow, Bata Berongga Dan Vermikomposting Nailul Afifah; Shinfi Wazna Auvaria; Sulistiya Nengse; Teguh Taruna Utama; Yusrianti Yusrianti
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 19 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 19 No. 1, Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.44 KB) | DOI: 10.31964/jkl.v19i1.468

Abstract

Composting is a method of processing organic waste using the help of microorganisms to produce compost products. Compost quality must comply with SNI 19-7030-2004 so that it is safe to use for soil. The composting process can occur aerobically or anaerobically. Aerobic composting is composting with the help of aerobic microorganisms in sufficient oxygen conditions. While anaerobic composting is composting using the help of anaerobic microorganisms in conditions without oxygen. Windrow composting, brick bin composting, and vermicomposting are types of aerobic composting that are suitable for MRF (TPST) scale. Comparison test was conducted to determine the best composting method for TPST Banjarbendo. The comparisons made include parameters of pH, temperature, C-organic, N-total, C/N ratio, and the percentage of organic waste reduction. The composting method was chosen based on the results of the tests carried out on the compost product from the three composting methods.The best composting method is hollow brick composting which has a temperature of 27°C, C-organic 10.21, N-total 0.87, C/N ratio 11.74, and percentage reduction is 65,2%.
Analisis Aspek Teknis Pengelolaan Sampah di TPS 3R Desa Janti Kecamatan Waru Sidoarjo Nur Cholis Shofi; Shinfi Wazna Auvaria; Sulistiya Nengse; Abdillah Akmal Karami
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1: April 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.1.1-8

Abstract

Peningkatan penduduk skala perkotaan dapat meningkatkan jumlah sampah. Jika pengelolaan sampah tidak maksimal dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu tempat untuk mengelola sampah yaitu TPS 3R. TPS 3R mampu melakukan pengelolaan sampah dari sumber dengan metode dekomposisi dan pengelolaan sampah secara ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis aspek teknis pengelolaan sampah di TPS 3R Desa Janti. Analisis yang akan dilakukan diantaranya yaitu analisis densitas sampah, timbulan sampah, komposisi sampah, recovery factory sampah, mass balance sampah. Hasil dari penelitian kali ini menunjukkan timbulan sampah yang dihasilkan TPS 3R Desa Janti sebesar 3.822 kg/hari. Material sampah yang dapat diolah kembali (recovery factory) di TPS 3R Desa Janti sebesar 2.085 kg/hari. Total sampah yang tidak diolah dan dikirim ke TPA sebesar 1.912 kg/hari dengan persentase 45,44% dari total sampah yang masuk di TPS 3R Desa Janti. Hasil analisis aspek teknis pengelolaan sampah di TPS 3R Desa Janti yaitu perlu adanya perlakuan tambahan terkait Pemilahan sampah di TPS 3R Desa Janti yang harus dioptimalkan dengan penambahan jenis sampah yang dipilah. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dalam aspek teknis di TPS 3R Desa Janti.
Perencanaan Aspek Teknis dan Non-Teknis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di RW. 01 dan RW. 02 Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo Fitria Apriliani Utari; Arqowi Pribadi; Shinfi Wazna Auvaria
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.254

Abstract

Masyarakat sebagai sumber timbulan sampah masih belum maksimal dalam penerapan sistem pengelolaan sampah. Desa Kenongo adalah salah satu desa di Kecamatan Tulangan yang masuk kedalam area beresiko sangat tinggi sampah. Desa Kenongo memiliki jumlah penduduk 5.772 jiwa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besar timbulan sampah di Desa Kenongo. Sehingga dapat direncakan pengelolaan sampah yang tepat dalam aspek teknis maupun non-teknis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah distribusi kuesioner dan pengukuran timbulan sampah di lapangan. Hasil distribusi kuesioner menunjukkan bahwa sebagian masyarakat RW. 01 dan RW. 02 Desa Kenongo masih melakukan pemusnahan sampah dengan cara dibakar (open burning). Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah rata-rata yang dihasilkan adalah 1,32 liter/org/hari. Sehingga dilakukan perencanaan pengelolaan sampah yang meliputi pola pewadahan, pola pengangkutan, analisis aspek kelembagaan, analisis potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah.
Redesain Instalasi Pengolahan Air Lindi di TPA Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Achmad Mustafa Jauhary; Shinfi Wazna Auvaria; Sulistiya Nengse
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023) Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i2.3865

Abstract

Timbulan sampah di Indonesia mencapai 26,8 juta ton dalam setahun menurut data Kementerian Lingkungan Hidup 2021. Meningkatnya timbulan sampah berpotensi untuk mencemari lingkungan. Air lindi harus diolah terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke lingkungan untuk mencegah masuknya unsur unsur pencemar ke badan air. Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL) TPA Ngipik memiliki beberapa permasalahan terkait pengolahan air lindi. Tahun 2017 unit kolam aerasi dan wetland berhenti beroperasi dikarenakan berhentinya operasi. . kandungan air lindi pada unit pengolahan yang beroperasi telah melebihi baku mutu yaitu parameter BOD 178 mg/l, parameter COD 696 mg/l, dan parameter pH 9,01, sehingga diperlukan suatu upaya untuk menurunkan kandungan BOD, COD, dan pH yang belum memenuhi baku mutu. Setiap kegiatan TPA yang menghasilkan air lindi harus mengolahnya sebelum masuk ke badan air berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 59 Tahun 2016. Hasil perhitungan debit air lindi pada TPA Ngipik sebesar 237,75 m3/hari. Evaluasi kondisis eksisting pada TPA Ngipik yaitu pada unit bak ekualisasi dan bak anaerobic baffled reactor. Redesain pada TPA Ngipik yaitu bak ekualisasi, bak anaerobic, bak fakultatif, bak biofilter, dan bak desinfeksi. Hasil pengolahan air lindi mampu menurunkan kadar BOD sebesar 91%, kadar COD sebesar 93%, dan kadar TSS sebesar 97%. Total Rencana Anggaran Biaya pada perencanaan ini sebesar Rp. 3.891.004.000,00.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA TAMBAKRIGADUNG KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN Auvaria, Shinfi Wazna; Nisaul Fitrotul Jannah; Amrullah
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, APRIL ISSN 27
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v5i1.5686

Abstract

The increase in population affects the production of waste produced. However, in the last 4 years, waste management at the Tambakrigadung landfill has not manage well. This research aims to analyze the generation, composition of waste, analysis and evaluation of waste management in landfills based on PU Ministerial Decree NO. 03 of 2013, as well as optimizing waste management at Tambakrigadung landfill. Based on research results, the average amount of waste generated at Tambakrigadung landfill is 21,510 kg/day, the average density is 263.82 kg/m3, the largest waste composition is organic waste with a percentage of 65% of all types of waste. From the results of this analysis, optimizing the landfill requires increasing the land area in certain buildings, such as operational roads measuring 1 meter, adding a sorting building by building a TPST in the landfill, and recording the transportation of waste trucks, the source of the waste and the weight of the waste. Optimalization in Non-technical aspects, landfill requires an SOP for how to work and an SOP for using tools.
Redesain Instalasi Pengolahan Air Lindi di TPA Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jauhary, Achmad Mustafa; Auvaria, Shinfi Wazna; Nengse, Sulistiya
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 2 (2023): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i2.3865

Abstract

Timbulan sampah di Indonesia mencapai 26,8 juta ton dalam setahun menurut data Kementerian Lingkungan Hidup 2021. Meningkatnya timbulan sampah berpotensi untuk mencemari lingkungan. Air lindi harus diolah terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke lingkungan untuk mencegah masuknya unsur unsur pencemar ke badan air. Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL) TPA Ngipik memiliki beberapa permasalahan terkait pengolahan air lindi. Tahun 2017 unit kolam aerasi dan wetland berhenti beroperasi dikarenakan berhentinya operasi. . kandungan air lindi pada unit pengolahan yang beroperasi telah melebihi baku mutu yaitu parameter BOD 178 mg/l, parameter COD 696 mg/l, dan parameter pH 9,01, sehingga diperlukan suatu upaya untuk menurunkan kandungan BOD, COD, dan pH yang belum memenuhi baku mutu. Setiap kegiatan TPA yang menghasilkan air lindi harus mengolahnya sebelum masuk ke badan air berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 59 Tahun 2016. Hasil perhitungan debit air lindi pada TPA Ngipik sebesar 237,75 m3/hari. Evaluasi kondisis eksisting pada TPA Ngipik yaitu pada unit bak ekualisasi dan bak anaerobic baffled reactor. Redesain pada TPA Ngipik yaitu bak ekualisasi, bak anaerobic, bak fakultatif, bak biofilter, dan bak desinfeksi. Hasil pengolahan air lindi mampu menurunkan kadar BOD sebesar 91%, kadar COD sebesar 93%, dan kadar TSS sebesar 97%. Total Rencana Anggaran Biaya pada perencanaan ini sebesar Rp. 3.891.004.000,00.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Pengolahan Minyak Jelantah Skala Rumah Tangga Untuk Perwujudan SDGs Alifia Putri Darmansyah; Shinfi Wazna Auvaria; Eva Agustina
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2024): September : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v2i5.1091

Abstract

The increase in population has an impact on increasing waste, including cooking oil waste known as used cooking oil. This used cooking oil is not always thrown away, but can also be reused. However, improper disposal of waste cooking oil can cause environmental problems. Used cooking oil is a type of waste that can pollute the environment by increasing COD (Chemical Oxygen Demand) and BOD (Biological Oxygen Demand) levels in the water. Apart from that, this oil can also cause an unpleasant odor due to the biological degradation process. Currently, used cooking oil is often thrown directly into the drain. This research was conducted in Wonorejo Village, Surabaya, with data collection methods in the form of questionnaires, field observations and interviews as primary data, as well as a general description of the area and related literature as secondary data. The results of the analysis show that there are variations in views and practices in managing used cooking oil among respondents. The level of public awareness about the importance of managing used cooking oil to support the zero waste concept varies. The majority of respondents (64%) stated that the main responsibility for managing used cooking oil lies with the users themselves.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Desa Ngaresrejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Firanita, Setiya Ririn; Utama, Teguh Taruna; Nengse, Sulistiya; Auvaria, Shinfi Wazna; Agustina, Eva
TEKNIKA SAINS Vol 9, No 2 (2024): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v9i2.3506

Abstract

Pengolahan air limbah adalah komponen krusial dalam manajemen lingkungan, terutama di tengah pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat. Perencanaan ini bertujuan merencanakan desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, guna menangani masalah limbah domestik dengan sistem pengelolaan yang belum memadai. Proses perencanaan mencakup empat tahapa: persiapan, pelaksanaan, analisis data, dan penyusunan laporan. Metode yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil analisis menunjukkan debit air limbah total sebesar 41.799 L/detik atau 3.611,473 m³/hari, dengan kualitas air limbah yang tidak sepenuhnya memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Alternatif pengolahan yang dipilih meliputi bar screen, sumur pengumpul, grease trap, oxidation ditch, dan sludge drying bed. Sistem pengolahan ini mampu menyisihkan TSS hingga 1,542 mg/L, TDS 152,1 mg/L, BOD 2,48 mg/L, COD 6,076 mg/L, dan minyak lemak 1,865 mg/L, semuanya memenuhi standar baku mutu air limbah. Implementasi sistem ini diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan negatif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Ngaresrejo.
THE The Role of EM4 (Effective Microorganisms) in Solid Waste-Powered Microbial Fuel Cells: Investigating Voltage Output and Electrical Conductivity For Bioelectricity Generation MUNFARIDA, Ida; AUVARIA, Shinfi Wazna
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 5 No. 5 (2024): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Sep
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v5i5.1164

Abstract

The increasing global demand for renewable energy and sustainable waste management solutions has inspired interest in microbial fuel cells (MFCs) as a dual-purpose technology for bioelectricity generation and waste treatment. This study explores the role of EM4, a consortium of effective microorganisms, in enhancing the voltage output and electrical conductivity of solid waste-powered MFCs. A batch system bioreactor assessed the impact of varying organic waste-to-zeolite ratios on MFC performance. The results demonstrated that a 1:1 ratio of organic waste to zeolite produced the highest electrical conductivity (3160 µS/cm) and the most substantial voltage output (777.5 mV) by day three of the experiment. Statistical analysis, including ANOVA and Kruskal-Wallis tests, revealed significant differences in voltage output across treatments, with a positive correlation between electrical conductivity and voltage production. These findings highlight the potential of integrating EM4 and conductive materials like zeolite to optimize bioelectricity generation in MFCs, contributing to the advancement of sustainable energy technologies.