Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BABAT KABUPATEN LAMONGAN Amala, Nahawanda Ahasanu; Auvaria, Shinfi Wazna; Nengse, Sulistiya
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2018): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v3i2.330

Abstract

Muhammadiyah Babat Hospital in Lamongan District is one of the hospitals producing hazardous solid waste. Hazardous solid waste from the hospital has the potential environmental impacts and disrupt the public health both within the environment of the Hospital and surrounding communities, if not managed properly. Hazardous solid waste management system in the Hospital needs to be implemented properly and correctly in accordance with Government Regulation No. 101 of 2014 and KEPMENKES No.1204 / MENKES / SK / X / 2004. This research method using qualitative descriptive method by collecting primary and secondary data. Primary data obtained from observation and treatment in the field by weighing the quantity of hazardous solid waste and documentation of existing hazardous solid waste management, and interview. While secondary data obtained through study of literaturs and hospital documents related to the management of hazardous solid waste. The results showed that management system of hazardous solid waste at Muhammadiyah Babat Hospital was quite good and in accordance with Government Regulation and KEPMENKES. However, there are still some facilities that are not available to support the management of hazardous solid waste. Unavailable facilities include drainage channels, spill reservoirs, easily accessible APARs, and first aid facilities in the temporary landfill of hazardous solid waste in hospital. Suggestions that can be submitted to the conclusion of this research is the need for additional supporting facilities in temporary landfill of hazardous solid waste, in accordance with the applicable regulations, such as drainage channels, spill reservoirs, etc. Keywords: solid waste, hazardous solid waste, management, hospital.
ANALISIS KEBISINGAN PADA INSTITUSI PENDIDIKAN DI FRONTAGE ROAD SISI TIMUR JALAN A.YANI SURABAYA Nilandita, Widya; Nurmaningsih, Dyah Ratri; Auvaria, Shinfi Wazna
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2018): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v3i2.331

Abstract

Noise can occur anywhere, including at educational institutions. Noise research at educational institutions began to be studied a lot because of the negative impact on the teaching and learning process and disrupt the performance of teachers and students. Some studies show that schools or universities located on the edge of the road, show noise levels that exceed quality standards. This research was conducted at educational institutions located along the east Frontage Road Jl A.Yani Road, Surabaya, by measuring noise levels at 3 locations, in daylighting measurements with 4 measurement times (L1-L4). Data collection and processing was carried out by referring to the quality standard of KEPMENLH No. 48 of 1996. Data was measured using a sound level meter for 10 minutes for each measurement, with a reading every 5 seconds to obtain 120 data. Data processing results are compared with the standard noise level. The noise value at SD Margorejo I / 403 is 82.2 dB, UIN Sunan Ampel Surabaya is 79.76 dB, and SMK 3 Surabaya is 80.06 dB. The noise level value has exceeded the established quality standard, which has maximum of 55 dB for the educational intitutions area. The source of noise comes from the activities of motorized vehicles in and around educational institution that is quite crowded. Another cause of the high noise value is the train activities along the east frontage road Jl A.yani Surabaya, as well as the distance of the noise source with research location that relatively close. Keywords: noise, educational institution, sound level meter
Studi Keberlanjutan IPAL Komunal di Kota Surabaya: Studi Kasus di RT 2 RW 12 Kelurahan Bendul Merisi Kota Surabaya nilandita, widya; Pribadi, Arqowi; Nengse, Sulistiya; Auvaria, Shinfi Wazna; Nurmaningsih, Dyah Ratri
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2019): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v4i2.484

Abstract

The increase in population is directly proportional to the increase in the amount of clean water. Nearly 80% of clean air becomes waste water. Before being discharged into an air body, waste water needs to be processed first. Operation of WWTP The goal is to treat wastewater to be safely disposed of into the environment. One area that has a communal WWTP is RT 2 RW 12, Bendul Merisi Sub-District, Wonocolo District, Surabaya City. The purpose of this study was to examine the sustainability of communal WWTP in RT 2 RW 12 Bendul Merisi Village, Wonocolo District, Surabaya City. This research is quantitative and quantitative. Communal WWTP at RT2 RW 12, Bendul Merisi Village, Wonocolo District, Surabaya City. Technical aspects have good sustainability status (83.48%), access features are included in a fairly sustainable category (71.38%), institutional aspects have a fairly sustainable sustainability status (56.54%) and economic aspects have a less sustainable sustainability status ( 50%). The results of the study showed that the sustainability status of communal WWTP in RT2 RW 12, Bendul Merisi Subdistrict, Wonocolo Sub-District, Surabaya City was included in the fairly sustainable category (63.85%).
Perencanaan Sistem Manajemen Lingkungan Pada Aspek Air Bersih, Limbah, Energi, Dan Penghijauan Di Pondok Pesantren (Studi Kasus: Pondok Pesantren An-Najiyah Surabaya) Auvaria, Shinfi Wazna; Nilandita, Widya; Nengse, Sulistiya
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2019): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v4i2.505

Abstract

Pondok pesantren (Ponpes) merupakan institusi pendidikan islam yang berperan menyiapkan generasi islam yang menjaga sebagian imannya dengan menjaga kebersihan. Ponpes An-Najiyah merupakan salah satu pondok tertua di Surabaya dengan manajemen lingkungan yang belum diterapkan. Penelitian dilakukan untuk merencanakan sistem manajemen lingkungan (SML) pada dua fase dan mengisi kekosongan penelitian SML di Institusi Pendidikan Islam (Ponpes). Metode penelitian merupakan kualitatif dengan komponen aspek lingkungan yang dikaji:air bersih, limbah, energi, dan penghijauan. Data primer:hasil kuisioner, observasi dan mapping kondisi eksisting. Data sekunder:luas wilayah, jumlah penghuni, serta literatur. Hasil penelitian menunjukkan untuk sumber air bersih menggunakan air tanah (37%) dan PDAM (63%). Air limbah dibuang ke badan air tanpa pengolahan dikarenakan tidak adanya instalasi pengolahan air limbah(IPAL). Pewadahan sampah masih sederhana, pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju ke TPS Pondok. Aspek Energi, kebanyakan ruang menggunakan lampu non LED. Sebanyak 97% responden menyatakan masih belum terdapat penggunaan sumber energi alternatif. Pondok minim taman, kebun dan ruang terbuka hijau (RTH). Perencanaan pada air bersih: pemasangan keran wudlu otomatis, pemanfaatan bekas wudlu, rainwater harvesting. Aspek limbah:IPAL domestik, penggunaan kembali air limbah untuk menyiram tanaman. Limbah padat, komposting dan bank sampah. Aspek energi: dengan lampu LED, pemanfaatan sinar matahari (panel surya). Aspek penghijauan: penyediaan RTH dan vertical garden.
Analisis Kebisingan Kawasan Permukiman di Sepanjang Frontage Road A. Yani Surabaya Nurmaningsih, Dyah Ratri; Auvaria, Shinfi Wazna; Nilandita, Widya
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2019): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v5i1.739

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang termaju perkembangannya diberbagai bidang, seperti bidang perekonomian, pendidikan dan transportasi. Pembangunan kota yang pesat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif berupa kemudahan, kelengkapan dan teknologi yang tinggi dari berbagai sarana prasarana transportasi, kesehatan, pendidikan, hiburan dan lain sebagainya yang mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat Kota Surabaya. Adapun dampak negatif yang dirasakan adalah kualitas lingkungan hidup yang menurun, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode deskripitif kuantitatif. Penelitian ini menganalisa kebisingan akibat lalu lintas yang terjadi di kawasan permukiman sepanjang frontage road A.Yani Surabaya (Menanggal I, Jemur Gayungan I dan Jemur Wonosari Gang Masjid). Nilai tingkat kebisingan diperoleh dengan alat sound level meter dan dianalisa dengan rumus statistik. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat kebisingan pada aktivitas siang hari (LS) di permukiman Menanggal I sebesar 79,96 dB(A), permukiman Jemur Gayungan I sebesar 80,28 dB(A) dan permukiman Jemur Wonosari gang Masjid sebesar 78,44 dB(A). Ketiganya telah melampaui baku mutu. Pengendalian kebisingan dengan penambahan barier tumbuhan/vegetasi di sumber kebisingan, permukiman dan sepanjang frontage road. Selain itu penggantian material dinding bangunan dengan kaca atau kombinasi kaca dan batu bata, karena kaca dapat mereduksi kebisingan hingga 20 dB
Fitoremediasi Menggunakan Variasi Kombinasi Tanaman Kiambang (Salvinia molesta M) dan Tanaman Kayu Apu (Pistia stratiotes L) dalam Menurunkan Besi (Fe) dengan Sistem Batch Maryana, Maryana; Oktorina, Sarita; Auvaria, Shinfi Wazna; Setyowati, Rr diah Nugraheni
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2020): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v6i1.976

Abstract

The increased industrial development can cause pollution and environmental damage. Iron metal (Fe) is an essential metal whose existence is a certain amount needed by living organisms, but in excessive amounts will cause toxic effects. To overcome this problem, an environmentally friendly technology is needed, namely phytoremediation technology using kiambang plants (Salvinia molesta M) and Kayu apu plants (Pistia stratiotes L). The purpose of this study was to determine the efficiency of reducing the concentration of iron (Fe) in ground water using a combination of kiambang (Salvinia molesta M) and a combination of Kayu apu plants (Pistia stratiotes L). This research method is experimental and the research approach used is qualitative analysis. The process of phytoremediation with a batch system using a Kiambang plant (Salvinia molesta M) and wooden apu (Pistia stratiotes L) as much as 300 grams (uses a variation of the amount different from the same weight (25:75) (150:150) (75:25)) in each reactor. The results showed a decline on the 12th day. In the reactor treatment group of 1 is 0.30 mg/l and efficiency at 47%, reactor 2 is 0.06 mg/l and efficiency of 93%, and reactor 3 is 0.49 mg/l and efficiency of 9%. The highest efficiency value in decreasing the concentration of iron (Fe) in groundwater using variations in the combination of Kiambang plant (Salvinia molesta M) and the wooded plant (Pistia stratiotes L) in the reactor treatment group 2 is 93% on the 12th day.
PERENCANAAN DESAIN TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA (TPS) LIMBAH B3 TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) PT. X: PERENCANAAN DESAIN TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA (TPS) LIMBAH B3 TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) PT. X Wazna Auvaria, Shinfi; Muhammad Andi , Ramadhan; rhenny, ratnawati
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v3i2.33346

Abstract

Hazardous Waste Management at PT. X is focused on the design of a Temporary Storage Facility (TSF) that complies with technical standards and regulatory requirements. The types of hazardous waste identified include used oil, used rags, grease, and hazardous waste packaging, all of which require special handling to prevent adverse impacts on human health and the environment. The objective of this study is to design a hazardous waste TPS at PT. X. The planning method refers to the Regulation of the Minister of Environment and Forestry (Permen LHK) No. 6 of 2021. Data were collected through interviews, observations, and logbook analysis to determine the characteristics, quantities, and sources of hazardous waste generation. Based on these data, a TPS design was developed with supporting facilities such as ventilation, fire extinguishers, first aid kits, and specific labeling according to waste characteristics. Hazardous waste is stored for a maximum of 90 days before being transported by an authorized third party, ensuring structured and environmentally sound management. The proposed TPS design measures 3 × 2 × 3 meters and is equipped with safety facilities, including ventilation, fire extinguishers, first aid kits, and labeling in accordance with waste characteristics. This design complies with regulations on maximum storage duration before transfer to a licensed third party. Therefore, the results of this study provide a TPS design that is not only spatially efficient but also ensures regulatory compliance, enhances occupational safety, and minimizes the potential risk of environmental pollution.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Fly Ash dan Bottom Ash dari Proses Produksi Energi Listrik PLTU Pacitan Abidin, Minhajul; Auvaria, Shinfi Wazna; Ratnawati, Rhenny
Composite: Journal of Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v4i2.16210

Abstract

Konsumsi energi listrik yang meningkat mengakibatkan Pembangkit tenaga listrik yang didirikan semakin banyak. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) termasuk pemasok listrik terbesar yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Limbah yang dihasilkan akan berpotensi mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Pengelolaan limbah harus dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan FABA PLTU Pacitan dan membandingkan dengan peraturan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dibutuhkan berasal dari studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil uji karakteristik ini menunjukkan terdapat parameter SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, dan Na2O yang kurang memenuhi standar kualitas pozzolan. Namun pada Bottom Ash, SiO2 telah memenuhi standar. Proses pengelolaan limbah yang diterapkan dinilai telah memenuhi standar atau regulasi yang berlaku untuk mendukung kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Produksi dan Karakteristik Briket Limbah Ampas Kopi dan Tempurung Kelapa sebagai Energi Alternatif Terbarukan Afifah, Fefi Nur; Rhofita, Erry Ika; Auvaria, Shinfi Wazna
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4331

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi dan isu lingkungan penyebab perubahan iklim, mendorong minat untuk memanfaatkan limbah perkebunan seperti ampas kopi dan tempurung kelapa sebagai briket. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perbandingan komposisi ampas kopi dan tempurung kelapa (25:75%, 50:50%, dan 75:25%) dan adalah jumlah molases sebagai perekat (5 dan 10%). Evaluasi eksperimental tersebut difokuskan pada karakteristik proksimat briket seperti kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, dan kadar karbon tetap, serta nilai kalor briket yang telah diproduksi. Hasilnya menunjukkan bahwa briket dengan komposisi 25% arang kopi dan 75% tempurung kelapa dengan perekat 5% menghasilkan nilai kalor tertinggi 30.02 MJ/kg; dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap kadar karbon briket. Sebaliknya, nilai kadar air, kadar abu, dan kadar zat volatil tertinggi pada komposisi bahan yang sama teapi menggunakan 10% perekat yaitu sebesar 2.74%, 4.68% dan 59.05%, secara berturut-turut. Temuan ini menyoroti kualitas briket secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah perekat tertentu. Dengan demikian, studi ini menunjukkan potensi briket limbah biomassa sebagai sumber energi yang layak dan berkelanjutan, menawarkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan yang efektif untuk mengurangi emisi karbon.
Analisis Pembentukan Sludge Granular dari Lumpur Anaerobik Pengolahan Limbah di Effluent Treatment Plant PT XYZ Ratnawati, Rhenny; Agustin, Dewi; Auvaria, Shinfi Wazna; Arida, Vera
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.395

Abstract

Limbah cair dari proses produksi minyak sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga pengolahan yang tepat untuk menghilangkan bahan organik adalah dengan proses anaerobik. Di PT XYZ pada proses anaerobik digunakan beberapa jenis reaktor, diantaranya Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. Bakteri yang digunakan umumnya berbentuk granular yang lebih cepat mengendap, tetapi pada kondisi lapangan bakteri yang digunakan untuk UASB adalah sludge powdering dimana cenderung washing out. Hal tersebut dapat menurunkan efisiensi pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan sludge granular dari sludge powdering pada reaktor UASB. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan reaktor dari gelas beker dengan pengoperasian selama 6 minggu. Digunakan prinsip koagulasi flokulasi dengan penambahan urea 0,3 gr/L/hr sebagai nutrisi bagi bakteri dan FeCl3 sebagai bahan pengikat. Tahapan penelitian ini diantaranya pengambilan sampel, operasi reaktor, pengamatan, dan pemberian perlakuan kemudian analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB tidak terbentuk sludge granular, karena sludge yang dihasilkan berbentuk flok halus. Penambahan bahan FeCl3 dan urea membuat nilai pH reaktor naik turun dan cenderung basa mengakibatkan terciptanya kondisi yang tidak optimal bagi aktivitas bakteri pembentuk granular. Sehingga belum didapatkan sludge granular dari percobaan menggunakan sludge powdering UASB dengan reaktor gelas beker.