Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIKA

RESPON TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP APLIKASI Trichoderma sp. PADA BEBERAPA MEDIA TANAM Kurniastuti, Tri; Puspitorini, Palupi
Agrika Vol 15, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v15i2.2598

Abstract

  ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara kombinasi media tanam dan dosis Trichoderma sp. cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawi. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdapat 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah kombinasi media tanam dengan 3 level yaitu M1=tanah; M2=tanah : arang sekam (1:1); dan M3=tanah : arang sekam : pupuk kandang (1:1:1). Faktor kedua yaitu dosis Trichoderma sp. cair dengan 3 level yaitu T1= 5 ml per tanaman, T2= 10 ml/tanaman, dan T3=15 ml/tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, total jumlah buah, dan total bobot buah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) dan tes lebih lanjut dengan uji duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat interaksi yang sangat nyata pada kombinasi media tanam tanah, arang sekam, pupuk kandang dan pemberian Trichoderma sp. cair, kombinasi terbaik yaitu perlakuan media tanam tanah, arang sekam, pupuk kandang yang ditambahkan larutan Trichoderma sp. cair 10 ml (M3T2) pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 14, 28, 42, 56, dan 70 HST, kombinasi terbaik yaitu perlakuan media tanam tanah, arang sekam, pupuk kandang yang ditambahkan larutan Trichoderma sp. cair 10 ml (M3T2) pada variabel total jumlah buah pertanaman sebesar 98,98 buah dan total bobot buah peranaman sebesar 104,31 gram. ABSTRACTThe aim of the research was to  determine 1.   interaction of the different planting media and the dose of Trichoderma sp. to the growth and yield of ot chili  plants, 2. the effect of planting media to the growth and yield of hot chili  plants production, 3) the effect of Trichoderma sp. to growth and yield of hot chili plant production. The design used was a Factorial Randomized Block Design (RBD) which contained 2 factors and was repeated 3 times. The first factor are the combination of planting media with 3 levels, namely soil, soil : husk charcoal (1:1), soil : husk charcoal : manure (1:1:1). The second factor are dosage of Trichoderma sp.  solution. with 3 levels namely Trichoderma sp. 5 ml per polybag of plant, Trichoderma sp. 10 ml / polybag of plant, Trichoderma sp. 15 ml/polybag of plant. Variables observed included plant height, stem diameter, total number of fruits, and total fruit weight. Data were analyzed using analysis of variance (F test) and further tests with duncan test (DMRT) level of 5%. The results showed that: there is a very real interaction in the combination of soil planting media, husk charcoal, manure and Trichoderma sp. liquid, the best combination is the treatment of soil planting media, husk charcoal, manure added with Trichoderma sp. 10 ml liquid (M3T2) at variable plant height and stem diameter at the ages of 14, 28, 42, 56, and 70 DAP (Day After Planting). The best combination was the treatment of soil planting media, husk charcoal, manure added with Trichoderma sp. 10 ml/polybag of plant (M3T2) in  variable of the number of fruits total was 98.98 and the total fruit weight was 104.31 grams.  
PENGARUH INTEGRASI BIOSLURRY DAN NITROGEN ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L) Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5848

Abstract

ABSTRAKPakchoy adalah sayuran yang banyak ditanam petani karena banyak diminati masyarakat dan memiliki nilai gizi tinggi. Pemupukan merupakan suatu upaya menambah kandungan hara dalam tanah dan selanjutnya meningkatkan produktivitas tanaman. Bioslurry yang berasal dari limbah biogas mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini menentukan kombinasi terbaik dari bioslurry dan nitrogen anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilakukan di kebun percobaan Unisba Blitar pada bulan April-Mei 2024. Ketinggian tempat penelitian 300 m dpl dengan suhu harian 30°C. Bioslurry yang digunakan berasal dari limbah cair dan padat biogas yang bahan dasarnya kotoran sapi perah. Starter menggunakan urea dengan kadar 46% N. Bioslurry dan urea diinkubasi selama satu bulan sebelum diaplikasikan pada media tanam. Tanaman indikator adalah pakchoy Varietas Green Rapid yang sebelumnya benihnya disemai selama satu bulan dan dipindah tanam pada media yang telah diaplikasikan dengan booster. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis bioslurry padat, terdiri dari S0:   tanpa pemberian; S1: pemberian bioslurry padat 64 gram/polybag; S2:  pemberian bioslurry padat 128 gram/polybag. Faktor kedua adalah dosis urea yang terdiri dari E0: tanpa pemberian; E1: pemberian urea 1.6 gram/polibag dan E2: pemberian pupuk urea 3.2 gram/polibag. Perlakuan terbaik adalah perlakuan S2E2 yaitu bioslurry 128 gram/polybag dan urea 3.2 gram/polibag. Interaksi perlakuan ini memberikan jumlah daun, luas daun dan bobot daun/tanaman pakchoy yang paling besar dibanding perlakuan lainnya, yaitu berturut-turut 15.96 helai, 95.65 cm2 dan 1326.56 mg/tanaman. ABSTRACTPakchoy is a vegetable that many farmers grow because it is in great demand by the public and has high nutritional value. Fertilization is an effort to increase the nutrient content in the soil and subsequently increase plant productivity. Bioslurry which comes from biogas waste contains nutrients that plants need. The aim of this research is to determine the best combination of bioslurry and inorganic nitrogen on the growth and yield of pakchoy (Brassica rapa L.). The research was carried out at the Unisba Blitar experimental garden in April-May 2024. The height of the research site was 300 m above sea level with a daily temperature of 30°C. The bioslurry used comes from liquid and solid biogas waste whose basic ingredients are dairy cow dung. The starter uses urea with a content of 46% N. Bioslurry and urea are incubated for one month before being applied to the planting medium. The indicator plant is the Green Rapid variety pakchoy whose seeds were previously sown for one month and transplanted into media that had been applied with a booster. The research used a factorial randomized block design (RAK). The first factor is the dose of solid bioslurry, consisting of S0: no administration; S1: giving solid bioslurry 64 grams/polybag; S2: giving solid bioslurry 128 grams/polybag. The second factor is the urea dose consisting of E0: no administration; E1: giving 1.6 grams of urea/polybag and E2: giving 3.2 grams of urea fertilizer/polybag. The best treatment is the S2E2 treatment, namely 128 gram/polybag bioslurry integrated with 3.2 gram/polybag urea. This treatment interaction gave the largest number of leaves, leaf area and leaf/plant weight of pakchoy compared to other treatments, namely 15.96 pieces, 95.65 cm2 and 1326.56 mg/plant respectively.Â