Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TARBIYATUNA

Pendidikan Karakter Dalam Kitab Al-Hikam Al-Atha’iyyah Karya Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari Nurhafid Ishari; Ahmad Fauzan
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kajian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa di era yang semakin global ini tuntutan adanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan umum saja, tetapi juga harus didasari dengan karakter yang sempurna, sehingga mampu mengendalikan diri dari pengaruh budaya yang serba membolehkan mengiringi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Adapun fokus yang diteliti dalam penelitian ini meliputi bagaimana hakikat, metode dan tujuan pendidikan karakter dalam kitab Al-Hikam Al-Atha’iyyah karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hakikat, metode, dan tujuan pendidikan karakter dalam kitab Al-Hikam Al-Atha’iyyah karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pendidikan karakter yang dipaparkan dalam kitab Al-Hikam Al-Atha’iyyah adalah proses penanaman nilai agama dalam upaya menjadi pribadi yang dekat dan baik disisi Allah swt. Dan strategi yang dilakukan adalah dengan melalui tahap penanaman dan penyebaran. Hal ini dilalui dengan pembekalan lima konsep utama, yaitu : al-‘illah (keburukan), at-taqwa (keta’atan), al-ma’rifah (pengetahuan), al-hal (keadaan), dan al-‘amal (perbuatan). Sedangkan tujuan pendidikan karakter yang dikehendaki beliau adalah bertujuan untuk mencetak pribadi yang dekat dan baik di sisi Allah SWT.
Implementasi Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Choirul Mala Muzaky; Nurhafid Ishari
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v13i1.607

Abstract

Kitab kuning merupakan literatur pembelajaran yang menjadi khas pesantren, akan tetapi dalam mempelajari literatur tersebut membutuhkan pemahaman dari gramatika Arabnya. Metode al-Miftah Lil Ulum dapat mengantarkan para santri yang baru mengenal dunia pesantren untuk dapat lebih cepat dalam memahami kaidah-kaidah nahwu dengan mudah. Artikel penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskritif dengan pendekatan studi kasus. Kesimpulan penelitian ini membutuhkan banyak persiapan. Karenanya membutuhkan strategi untuk mencapai tujuan dimaksud. Untuk mencapai impact yang diharapkan berkenaan dengan pemahaman gramatika bahasa Arab, dibutuhkan persiapan-persiapan teknis dalam proses pembelajaran, antara lain guru harus diberikan pembinaan sebelum proses KBM, dan bagi santri diberikan tes dan pembinaan belajar tulisan pego arab. Beriutnya, dalam proses pelaksanaannya yang menggunakan sistem modul 4 jilid al-Miftah, para santri diwajibkan untuk menghafal nadzam yang ada dalam al-Miftah. Dari hasil implementasi yang dilakukan, dalam waktu yang relatif singkat santri dapat membaca kitab gundulan (tanpa harakat dan tanpa makna) beserta dengan tarkib (susunan) serta dalilnya (dasar-dasarnya).
Pluralisme Agama di Sekolah; Studi Implementasi Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Pendidikan Islam di Sekolah Menegah Nurhafid Ishari
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di sekolah adalah sarana pengembangan pribadi manusia untuk dapat menjadi manusia yang mampu bersanding dengan manusia lainnya dalam bingkai kedamaian.Harus diakui bahwa pendidikan umum, seperti lembaga pendidikan menengah yang merangkul berbagai macam peserta didik dengan berbagai macam latar belakang agama maupun etnis.Perbedaan latar belakang agama dan etnis yang terdapat pada masing-masing individu masyarakat sekolah tersebut kemudian disikapi, disadari serta diterima dengan ketulusan hati, sehingga melahirkan sebuah masyarakat sekolah yang harmonis.Salah satu perubahan dari pendidikan agama pada kurikulum 2013 adalah ditempatkannya budi pekerti sebagai bagian integral dari pendidikan agama. Sehingga, pendidikan agama dalam kurikulum 2013 bernama Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Sayangnya, tidak ditemukan alasan utama dari dimasukkannya kata “budi pekerti” dalam pendidikan agama. Namun, nampaknya ada keinginan yang sangat kuat dari penyusun kurikulum 2013 untuk memasukkan aspek etika dan perilaku dalam kurikulum 2013.
ISLAMISASI DAN EMBRIO INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Nurhafid Ishari
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2014): AGUSTUS (Terbit secara daring sejak Februari, 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamisasi di Indonesia membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bahkan hingga sekarang islamisasi belum selesai dan mungkin tidak akan pernah selesai. pada masa awal masuknya Islam, ilmu-ilmu agama yang dikonsentrasikan dengan membaca kitab-kitab klasik. Kitab-kitab klasik adalah menjadi ukuran bagi tinggi rendahnya ilmu agama seseorang. Pendidikan Islam yang sedeikian rupa amat kontras dengan pendidikan barat yang di bangun oleh pemerintah kolonial belanda yang mulai berdiri di Indonesia pada abad ketujuh belas. Pendidikan kolonial ini bersifat sekuler, tidak mengajarkan sama sekali ilmu agama di sekolah-sekolah pemerintah. Sama halnya dengan pendidikan Islam di kala itu tidak mengajarkan sama sekali ilmu-ilmu umum. Kenyataan ini membuat terpolanya pendidikan di Indonesia pada ketika ini dengan dua sistem yang paling kontras tersebut. Untuk mengetahui lebih jelasnya akan dipaparkan tentang proses awal islamisasi dan terbentuknya institusi-institusi Islam di Indonesia.