Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tradisi dan Reformasi Pesantren: Kurikulum dan Kewibawaan Kyai dalam Pemikiran Zamakhsyari Dhofier dan Nurcholish Madjid Ali Masdar Fahim; Muhammad Husni
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i3.138

Abstract

This paper analyzes the implications of the ideas of Zamaksyari Dhofier and Nurcholish Madjid on reforming pesantren education in Indonesian society. To this end, a critical document analysis is conducted using a qualitative approach, evaluating the ideas presented in Tradisi Pesantren and Bilik-bilik Pesantren, supplemented by secondary literature on pesantren modernization. From the findings, it is apparent that the ideas of the reform-minded thinkers present a comprehensive framework for the five main aspects of pesantren (dormitory, mosque, classical texts, students, and kyai leader); the learning of classical texts through "sorogan and bandongan disciplines"; and that the kyai is a quasi-absolute authority, molding the community's moral and social orientation. On the contrary, the ideas of the modernizers center on the futility of the explicitly formulated educational aims and goals; the limitation and weaknesses of the dualistic notions on the religious and "general" sciences; and the need for fundamental reforms in pesantren education in the curriculum, method, organizational, and socio-economic terms. The integration of the ideas on a conceptual framework presents a leadership and curriculum construct that is socially adaptive. This paper offers a new insight into the area of Islamic education as it attempts to reconcile the romance of tradition, as described by Zamakhshari's ideas, with the reformist ideas of Nurcholish.   Keywords: Curriculum, Kyai, Pesantren
Epistemologi Pesantren dan Integrasi Ilmu dalam Islam Kontemporer: Sebuah Tinjauan Literatur Agus Nuril Anwar; Muhammad Husni
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i3.140

Abstract

This article aims to formulate a pesantren epistemological framework as a model for knowledge integration in contemporary Islam. The study is motivated by the fragmentation of modern knowledge, which separates revelation, scientific rationality, and spirituality, resulting in a dichotomy between religious knowledge and modern science. This research employs a qualitative approach using a literature-based method in the form of a critical literature review. The data consist of scientific journal articles indexed in SINTA and Scopus published between 2020 and 2025, focusing on pesantren epistemology, Islamic epistemology, knowledge integration, and spirituality in Islamic education. Data analysis was conducted through thematic and comparative-conceptual analysis to identify dominant patterns, conceptual strengths, and epistemological gaps in previous studies. The research results indicate that Islamic boarding school epistemology has strong epistemological potential to be developed as an integrative knowledge system. It places revelation and Islamic scientific tradition as the primary normative sources, rationality as a methodological instrument, and spirituality as the ethical and epistemic foundation in the process of knowledge production and validation. However, previous studies tend to be fragmentary and emphasize implementation aspects. This article presents a conceptual synthesis that positions Islamic boarding schools as an integrative Islamic epistemological paradigm, capable of bridging the Islamic scientific tradition, modern science, and spirituality holistically and coherently. Keywords: Contemporary Islam, Epistemology of Pesantren, Islamic Education, Knowledge Integration, Spirituality
Pemberdayaan Santri Al-Rifa’ie Satu Melalui Ujian Kepesantrenan: Rekonstruksi Epistemologi Kepemimpinan Khidmah Intan Karisma Intan; Muhammad Husni
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.8616

Abstract

This community service program aims to empower final-year students (santri) at Al-Rifa’ie 1 Islamic Boarding School through the epistemological reconstruction of "khidmah" leadership. The primary issue addressed is the gap between textual Islamic literature mastery (Nalar Bayani) and the students' lack of self-confidence and courage in leading public religious rituals, such as tahlil, istighosah, and serving as prayer imams. The mentoring strategy was implemented by integrating a Sanad-Centric approach (spiritual connection to the founders' lineage) and strengthening self-efficacy using audio imitation methods of the original voice of the boarding school's founder. Systematic steps included the distribution of pocketbooks as unification instruments, sanad transmission (ijazahan), collective practice, and rigorous evaluation stages involving supervised exams and public assessments through a random lottery system. The results indicate a significant transformation in the students' identity, where psychological barriers such as nervousness were successfully converted into mental stability and social legitimacy. This program has successfully established uniform alumni competency standards that are spiritually authoritative and technically prepared to serve as religious ritual leaders within the community.
Penguatan Literasi Digital Siswa Melalui Manajemen Pelatihan Desain Edukatif Berbasis Canva di MTsN 2 Kayong Utara Siti Nur Azizah; Muhammad Husni
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.957

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan dampak penerapan manajemen pelatihan desain edukatif berbasis Canva yang diintegrasikan dengan nilai pendidikan agama Islam (PAI) sebagai Upaya pemberdayaan literasi digital produktif siswa MTsN 2 Kayong Utara. Masalah utama mitra adalah ketergantungan siswa pada konsumsi konten hiburan, padahal gawai yang dimiliki berpotensi digunakan kreatif dan edukatif. Pendekatan kualitatif deskriptif diadaptasi dari paradigma Service Learning dan siklus manajemen pendidikan, melibatkan 27 siswa kelas VIII yang terbagi menjadi dua rombongan belajar (Rombel 1 berjumlah 14 siswa dan Rombel 2 berjumlah 13 siswa). Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi lokakarya intensif (± 4 jam efektif). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi artefak visual, dianalisis seluruh partisipan berhasil menyelesaikan proyek poster edukatif bertema infak, sedekah dan adab menuntut ilmu, lebih dari 80% karya memenuhi indikator tata letak visual yang ditetapkan. Integrasi nilai PAI memperkuat internalisasi keagamaan melalui strategi dakwah visual kontemporer. Keberhasilan program sangat bergantung pada perencanaan matang, pengorganisasian tepat, serta strategi adaptif dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur. Penerapan prinsip manajemen pendidikan Islam terbukti efektif menjaga keberlangsungan dan mutu kegiatan. Model ini direkomendasikan sebagai praktik baik bagi penguatan literasi digital di madrasah di kawasan berkembang.
Implementasi TPACK dalam Pembelajaran Kitab Safinatun Naja di Musholla Dampaknya terhadap Pemahaman Keagamaan Remaja Farhan Muzakki Fakhridana; Muhammad Husni
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.958

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Kitab Safinatun Naja terhadap pemahaman substantif keagamaan remaja Musholla Al-Muttaqin Banjarsari Bojonegoro. Kondisi awal menunjukkan bahwa dari 12 santri aktif, hanya 3 yang memahami materi secara memadai, sementara pembelajaran berlangsung tanpa integrasi teknologi apa pun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test post-test. Subjek penelitian adalah seluruh 12 santri aktif dari jenjang SD kelas 5–6 dan SMP kelas 7–9. Instrumen penelitian terdiri atas tes tertulis untuk mengukur dimensi kognitif konseptual (α = 0,82) dan lembar observasi untuk mengukur dimensi aplikatif kontekstual (α = 0,79). Implementasi TPACK dilaksanakan selama empat pertemuan melalui integrasi platform gamifikasi Quizizz, media video pembelajaran digital, dan modifikasi metode sorogan berbasis teknologi. Post-test diberikan satu minggu setelah intervensi terakhir guna mengurangi testing effect. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman substantif keagamaan yang signifikan setelah penerapan kerangka TPACK (Z = -3,105; p = 0,001; r = 0,90; N-Gain = 0,60), baik pada dimensi kognitif konseptual maupun aplikatif kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa kerangka TPACK berpotensi diterapkan secara efektif dalam pendidikan Islam non-formal di lingkungan musholla dan dapat menjadi rujukan model pembelajaran alternatif bagi komunitas musholla lainnya
Efektivitas Storytelling dalam Meningkatkan Daya Ingat Siswi dalam Pembelajaran Tarikh Pada Siswi Kelas 6 Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Darul Maghfur Lombok Kulon Nurul Ma’rifah; Muhammad Husni
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.1042

Abstract

Belajar tarikh (sejarah) sangat penting untuk membentuk identitas, mengambil pelajaran dari masa lalu, dan memahami perkembangan suatu peradaban.Namun dalam memahaminya terdapat Kesulitan yang disebabkan oleh materi yang sangat luas, banyaknya nama tokoh dan tahun yang membingungkan, serta metode mengajar yang terasa monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model storytelling dalam meningkatkan pemahaman sejarah Nabi Muhammad pada siswi kelas 6 madrasah Diniyah Miftahul ulum pondok pesantren Darul maghfur Lombok kulon.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Mischeal Huberman meliputi reduksi data, pemaparan data dan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan tiga triangulasi yaitu triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan storytelling meningkatkan pemahaman siswi dalam pembelajaran sejarah. Peningkatan pemahaman siswa terlihat dari hasil tes evaluasi yang menunjukkan peningkatan nilai siswi. Meski demikian, metode storytelling memiliki beberapa faktor penghambat dan faktor pendukung.
Manajemen Program Tahfidz Al-Qur'an Berbasis Continuous Improvement di MI Nurul Huda 01 Pakis Muhammad Husni; Asmaul Khusnah
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Tahfidz Al-Qur'an merupakan salah satu program unggulan madrasah yang berperan penting dalam membentuk generasi Qur'ani yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta berkarakter Islami. Keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta didik dalam menghafal, tetapi juga oleh pengelolaan program yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan (Continuous Improvement). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan penerapan prinsip Continuous Improvement dalam manajemen Program Tahfidz Al-Qur'an di MI Nurul Huda 01 Pakis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, koordinator program tahfidz, guru tahfidz, dan orang tua peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan secara partisipatif melalui penyusunan visi, target hafalan, kurikulum, jadwal pembelajaran, serta pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan mulai dari tingkat PRA hingga Level 6. Pelaksanaan program dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis dengan menerapkan metode talaqqi, tikrar, murajaah, dan tasmi' yang didukung keterlibatan aktif orang tua. Evaluasi dilakukan secara harian, bulanan, dan semester sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penyempurnaan program. Penelitian ini menemukan bahwa prinsip Continuous Improvement telah diterapkan pada seluruh fungsi manajemen melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang berlangsung secara berkesinambungan. Temuan tersebut menghasilkan model Manajemen Program Tahfidz Al-Qur'an Berbasis Continuous Improvement yang dapat dijadikan rujukan bagi madrasah dalam mengembangkan program tahfidz yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan Islam.
PENDAMPINGAN PENGAJIAN RUTIN AHAD SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AJARAN ISLAM BAGI JAMAAH MASJID BAITUR ROHIM KASRI BULULAWANG Muhammad Husni; Kurnia Indrianti
Journal of Community Devation Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : CV. Arsy Persada Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63736/jcd.v3i1.1189

Abstract

Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan Islam nonformal yang berfungsi meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Namun, pelaksanaan pengajian rutin di Masjid Baitur Rohim Kasri Bululawang masih didominasi metode ceramah satu arah sehingga partisipasi jamaah dan internalisasi nilai-nilai keagamaan belum berlangsung secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan melalui pendampingan Pengajian Rutin Ahad yang sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (participatory approach) dengan melibatkan jamaah dan pengurus masjid sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Pendampingan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pengurus masjid, penyampaian materi keislaman secara interaktif, diskusi, tanya jawab, refleksi, pendampingan praktik pengamalan ajaran Islam, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan jamaah dalam proses pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi dan tanya jawab, bertambahnya pemahaman terhadap materi akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah, serta tumbuhnya kesadaran untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan dampak positif bagi jamaah, program ini juga memperkuat kapasitas pengurus masjid dalam mengelola pengajian secara lebih komunikatif, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pendampingan Pengajian Rutin Ahad berbasis pembelajaran partisipatif dapat menjadi model pembinaan keagamaan berbasis masjid yang efektif untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam dan pemberdayaan masyarakat.
MANAJEMEN SUPERVISI PENGURUS PUTRI DALAM PENGELOLAAN KEGIATAN PESANTREN LIBURAN (PESLIB) ANAK DI PONDOK PESANTREN AN-NUR 1 PUTRI INDUK BULULAWANG Ni’matul Mukaromah; Muhammad Husni
Journal of Community Devation Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : CV. Arsy Persada Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63736/jcd.v3i1.1190

Abstract

Program Pesantren Liburan (Peslib) Anak di Pondok Pesantren An-Nur 1 Putri Induk Bululawang memerlukan sistem supervisi yang efektif karena melibatkan peserta usia 7–13 tahun yang membutuhkan pendampingan intensif selama 24 jam. Namun, pelaksanaan supervisi sebelumnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP), lemahnya dokumentasi administrasi, belum adanya monitoring berbasis data, serta pembagian tugas pengurus yang belum terstruktur. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas manajemen supervisi pengurus putri melalui penyusunan SOP Supervisi Ramah Anak, pengembangan instrumen monitoring harian, serta pelembagaan evaluasi berbasis data. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan metode mentoring dan coaching melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, studi dokumen, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil pendampingan menunjukkan terjadinya transformasi tata kelola supervisi yang ditandai dengan tersusunnya SOP Supervisi Ramah Anak, tersedianya instrumen absensi formatif, lembar monitoring kesehatan dan psikologis, serta laporan harian pengurus. Implementasi sistem tersebut meningkatkan kejelasan pembagian tugas pengurus, mempercepat mobilisasi santri hingga sekitar 30 menit setiap sesi, mempertahankan kehadiran peserta pada seluruh kegiatan wajib, mempercepat respons terhadap kasus kesehatan ringan dan homesick, serta membangun budaya evaluasi berbasis data dalam pengambilan keputusan. Program ini berhasil memperkuat efektivitas supervisi, meningkatkan kualitas perlindungan anak, dan menghasilkan model tata kelola yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan Peslib Anak.
Deep Work ala Santri: Menemukan Fokus di Dunia yang Bising Melalui Epistemologi Tirakat Bisyarotul Masfufah; Muhammad Husni
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.730

Abstract

Fenomena distraction economy menjadikan perhatian manusia sebagai komoditas utama dalam ekosistem digital, sehingga berdampak pada menurunnya kemampuan fokus dan kedalaman berpikir. Literatur produktivitas modern merespons kondisi ini melalui konsep deep work, yaitu kemampuan bekerja dengan konsentrasi penuh tanpa distraksi. Namun, sebagian besar kajian deep work masih berangkat dari paradigma sekuler yang menekankan efisiensi dan produktivitas, tanpa mengaitkannya secara memadai dengan dimensi etis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep deep work melalui epistemologi tirakat dalam tradisi pesantren sebagai alternatif pendekatan pembentukan fokus yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan menelaah buku ilmiah, artikel jurnal, serta kitab-kitab klasik Islam, khususnya Ta‘līm al-Muta‘allim karya az-Zarnuji dan Bidāyatul Hidāyah karya Imam al-Ghazali. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi irisan konseptual antara deep work dan praktik tirakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa tirakat dalam tradisi pesantren memiliki kesepadanan konseptual yang kuat dengan prinsip deep work, terutama dalam aspek pengendalian distraksi, fokus tunggal, dan ketenangan batin. Tirakat dipahami sebagai metode epistemologis yang menata panca indera, hawa nafsu, dan kondisi batin agar layak menerima cahaya ilmu (nūr al-‘ilm). Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini menawarkan model konseptual “Deep Work Ala Santri” yang dibangun atas dua pilar utama, yaitu riyāḍah fokus dan mujāhadah melawan distraksi. Model ini menempatkan fokus sebagai kualitas integratif yang mencakup dimensi kognitif, etis, dan spiritual. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan wacana deep work dengan menghadirkan perspektif pendidikan Islam yang kontekstual. Model “Deep Work Ala Santri” diharapkan menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan pesantren dan pendidikan Islam kontemporer dalam menghadapi tantangan distraksi digital.