Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL : IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) JAMU PELANGSING YANG BEREDAR DI INDONESIA suada, renata aini; Handayani, Virsa; Dahlia, Andi Amaliah
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) Januari 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i4.244

Abstract

Jamu pelangsing merupakan ramuan bahan alam yang diracik dengan sedemikian rupa sehingga dapat membantu manusia dalam menjaga dan menurunkan berat badan. Adanya Bahan Kimia Obat (BKO) yang ditambahkan dalam jamu pelangsing dapat memberikan efek samping yang berbahaya bagi konsumen. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah salah metode pemisahan fisikokimia. Lapisan yang memisahkan yang terdiri atas bahan berbutir-butir (fase diam) ditempatkan pada penyangga berupa plat gelas atau logam. Campuran yang akan dipisahkan berupa larutan, ditotolkan berupa bercak. Kemudian plat dimasukan dalam bejana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok (fase gerak). Tujuan review artikel ini untuk mengetahui dan merangkum BKO apa saja yang terdapat pada jamu pelangsing dan penyebarannya. Penulis melakukan studi literatur melalui database elektronik seperti Portal Garuda, google scholar, PubMed, dll. Studi literatur dilakukan terhadap beberapa jurnal penelitian nasional dan internasional yang dipublikasi dalam sepuluh tahun terakhir. Pada jamu pelangsing, Bahan Kimia Obat (BKO) yang mungkin ditambahkan di antaranya adalah furosemid, sibutramin HCl, amphetamine, bumetanide, ephedra, orlistat, rimonabant, bisakodil dan fenoftalein.
Xanthine Oxidase Inhibitory and Antioxidant Activities of Kasumba Turate and Secang Extracts Combination Malik, Abd.; Dahlia, Andi Amaliah; Handayani, Virsa; Widiastuti, Harti; San, Htoo Tint; Ahmad, Aktsar Roskiana
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 8 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v8i1.8473

Abstract

Kasumba turate flower and Secang lignum have been commonly known as traditional medicinal widely grown in South Sulawesi. Both contain active constituents, including coloring agents such as carthamin in Kasumba turate and brazillin in Secang. These plants have been commonly used in traditional medicine to treat conditions such as high cholesterol, bacterial and viral infections, gout, and as antioxidants. Gout and high cholesterol are closely related. The combination of Kasumba turate and Secang extracts was intended to enhance activity. The evaluation of the xanthine oxidase inhibitor (XOD) and antioxidant activity (AO) was performed using the reducing uric acid and antioxidant FRAP methods. The XOD inhibitory study found that the extracts have activities as follow Sample A, B, C, and Allopurinol of 1.40; 2.1967; 2.24; and 1.39 μg/mL, respectively. The antioxidant capacity of Kasumba turate, Secang extract and their combination was 122.88; 17.36; and 197.31 μg/mL, respectively. We concluded that the combination did not increase the XOD inhibitory and antioxidant capacity. The Kasumba turate extract has the highest activity among the tested extracts.