Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN USIA TERHADAP PENGATAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK VERBAL ABUSE DI MTS AN-NUR DESA PULAU PALAS Marlita, Lora; Cahyani, Aprilia Suci
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v8i1.4684

Abstract

Fenomena verbal abuse tidak ada habisnya terjadi pada lingkungan remaja. Verbal abuse (kekerasan verbal) merupakan kekerasan terhadap perasaan dengan mengeluarkan kata-kata kasar tanpa menyentuh fisik. Banyak yang tidak menyadari seberapa besar dampak buruk yang menimpa korban kekerasan verbal, baik dikalangan anak- anak, remaja dan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia terhadap pengetahuan remaja tentang dampak verbal abuse di MTs An-Nur di Desa Pulau Palas. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode crosectional yaitu adanya hubungan usia terhadap pengetahuan remaja tentang dampak verbal abuse pada remaja.Jumlah populasi sebanyak 240 orang dan besar sampel berjumlah 150 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan cara cluster sampling. Analisis data berdasarkan pengetahuan remaja tentang dampak verbal abuse menggunakan uji Chi-Square (p < 0,05) dan CI 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan usia terhadap pengetahuan remaja tentang dampak verbal abuse.
PENGARUH BLAST TERHADAP PERILAKU AGRESIF SISWA/I SMA Ainil Fitri; Lora Marlita; Putri Wulandini; Yafi Sabila Rosyad
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.397

Abstract

Fenomena BLAST (Bored, Lonely, Angry-Afraid, Stress, Tired) merujuk pada rapuhnya kondisi anak-anak diera digital akibat lemahnya sistem sosial terkecil yang paling utama dalam kehidupan anak dan remaja yaitu keluarga. Kejadian BLAST ini ditakutkan akan menimbulkan masalah lain pada remaja seperti perilaku agresif, emosional symptoms, conduct problem, hyperactivity dan peer problem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh BLAST terhadap perilaku agresif siswa/I SMA di Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sample dalam penelitian ini adalah siswa/I SMA Pekanbaru, dengan jumlah 904 remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah Brief Aggression Questionnaire dan kuesioner terkait dengan Bored, Lonely, Angry-Afraid, Stress, Tired. Hasil penelitian didapatkan P value = 0,000, yang artinya terdapat hubungan signifikan antara kejadian BLAST dengan perilaku agresif remaja. Sehingga, perlurasanya dilakukan edukasi atau sosialisasi kepada orang tua terkait hal – hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol kejadian BLAST dan  menurunkan perilaku agresif  pada remaja terutama siswa/I SMA di kota Pekanbaru.
PELATIHAN FIRST AID PADA GURU SERTA SISWA-SISWI SMA 5 AGUSTUS PEKANBARU Wulandini S, Putri; Febrianita, Yulia; Fitri, Ainil; Sukarni, Sukarni; Marlita, Lora; Faisal, Faisal; Putri, Retno
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5860

Abstract

Latar  belakang atau pentingnya topik pengabdian masyarakat: P3K    (First    Aid)    merupakan upaya    pertolongan     dan    perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari  dokter  atau  paramedik.  Berarti  pertolongan   tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa  pertolongan  sementara  yang  dilakukan  oleh  petugas  P3K  (petugas medik atau orang awam) yang pertama melihat korban. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan   P3K   dilakukan   tidak   baik   malah   bisa   memperburuk   akibat kecelakaan bahkan membunuh korban. Tujuan pengabdian masyarakat adalah Adapun tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk memberikan pelatihan first aid untuk mencegah kecatatan dan kematian. Mitra pengabdian adalah SMK 5 Agustus . Manfaat Kegiatan adalah Menurunkan Angka kecatatan dan angka Kematian. Metode dalam pengabdian adalah dalam pengabdian kali ini yaitu di Awali dengan  pemateri dan mendemostrasikan dapat memberikan rasa kepercayaan seutuhnya. Hasil pengabdian: Setelah mendapatkan pelatihan peserta dapat memberikan bantuan awal jika ditemukan kasus yang dapat diberikan pertolongan pertama. Kesimpulan: meningkatnya kemampuan peserta dalam memberikan bantuan first aid  Saran: Diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diterapkan pada diri sendiri maupun orang lain.
PEMBERDAYAAN SISWA SEBAGAI PEER EDUCATOR DALAM MENGOPTIMALISASI KEJADIAN GAWAT DARURAT roza, Andalia; Marlita, Lora; Fitri, Ainil
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5870

Abstract

Guna mengurangi dampak kecacatan ketika kecelakaan di lingkungan sekolah, terdapat komponen UKS yang digalakkan oleh pemerintah yakni terdapat pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan. Salah satu bentuk program atau akses dalam pemberian informasi dapat dilakukan melalui peer education, yakni Pendidikan yang dipimpin teman sebaya merupakan suatu pendekatan dimana orang-orang muda, melalui kemitraan,dapat menentukan dan mengatasi kebutuhan remaja itu sendiri.Dalam konsep peer education, remaja yang berperan sebagai peer educator(pendidik sebaya) dan peer counselor (konselor sebaya), bekerja dalam tim berpasangan, laki-laki dan perempuan, untuk memberikan informasi, nasihat dan materi/ bahan yang sudah disediakan untuk sesama remaja. Tujuan darikegiatan pengabdian ini adalah Menambah pengetahuan siswa siswi tentang pertolongan pertama pada kasus kegawat daruratan dan dapat membentuk sebuah kelompok khusus yang paham tentang cara melakukan pertolongan pertama pada kasus kegawat daruratan dalam wadah UKS. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa siswi yang ada diSMK kota Pekanbaru. Pengabdian ini dilaksanakan dengan 2 tahap yakni memberikan pengetahuan kepada kelompokpeer dalam bentuk pelatihan kepada kelompok remaja yang dijadikan sebagai peer educator. Dalam pelatihan ini menggunakan metode diskusi, serta simulasi. Hasil dalam Pengabdian terhadap Kelompok Peer terdapat peningkatan pengetahuan dari pengetahuan awal rata-rata 70, menjadi rata 90, dan hasil yang dilakukan oleh kelompok Peer kepada teman sebaya nya mengalami peningkatan dari rata-rata awal 67 menjadi 93. Kegiatan ini sangat bermanfaat dilakukan di SMK ini karena menambah pengetahuan siswa dalam hal mengantisipasi kejadian gawat darurat disekolah serta penanganan awal untuk korban.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES PADA ANAK SEKOLAH DASAR X PEKANBARU Lora Marlita; Aprilia Suci Cahyani
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5838

Abstract

Pendahuluan Beberapa hal yang dapat mempengaruhi terjadinya karies gigi pada anak salah satu nya adalah jenis makanan yang mengandung kariogenik seperti coklat, permen, kue yang mudah menempel pada gigi yang diragikan oleh bakteri tertentu dan membentuk asam sehingga dapat menjadi plak dan merusak stuktur gigi jika dibiarkan begitu saja dalam kurun waktu yang lama. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Kejadian Karies Pada Anak SD X Pekanbaru. Metodologi Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 44 responden dengan menggunakan Teknik cluster sampling. Hasil  Hasil penelitian ini tidak ada hubungan mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies pada anak SD dengan uji korelasi chi- square didapatkan hasil 0,365 0,05. Diskusi pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk mengadakan pengecekan gigi  berkala.
Edukasi dan Pemberian Face Massage For Anti Aging Untuk Memberikan Pemahaman Bagi Siswa Tentang Fisioterapi Integument Serta Membantu Pengarahan Pada Minat Dan Bakat Setelah Lulus SMA Ismaningsih, Ismaningsih; Zein, Renni Hidayati; Marlita, Lora; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.896

Abstract

This service aims to provide education about face massage as an anti-aging technique to high school students, as well as introducing the basics of integument physiotherapy. This activity is expected to increase students' understanding of the benefits and techniques of facial massage as well as the field of physiotherapy, which is a branch of health science that focuses on skin and soft tissue care. Apart from that, this program also plays a role in helping students identify their interests and talents, as well as providing career guidance after graduating from high school, especially in the health and beauty fields. The methods used include counseling, demonstrations of facial massage practice, and interactive discussions. The results of the activity showed an increase in students' understanding of integument physiotherapy and a significant interest in careers in the health and beauty sector.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai face massage sebagai teknik anti-aging kepada siswa SMA, sekaligus memperkenalkan dasar- dasar fisioterapi integument. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang manfaat dan teknik face massage serta bidang fisioterapi, yang merupakan cabang ilmu kesehatan yang berfokus pada perawatan kulit dan jaringan lunak. Selain itu, program ini juga berperan dalam membantu siswa mengidentifikasi minat dan bakat mereka, serta memberikan pengarahan karir setelah lulus SMA, khususnya dalam bidang kesehatan dan kecantikan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik face massage, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang fisioterapi integument dan adanya minat yang signifikan terhadap karir di bidang kesehatan dan kecantikan.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU MANGGATA DAN PENJERNIHAN MINYAK JELANTAH KEPADA MASYARAKAT Wardaniati, Isna; Endrini, Susi; Nasution, Azlaini Yus; Pratiwi, Denia; Marlita, Lora
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.1146

Abstract

Kegiatan pengabdian yang diusulkan ini adalah kegiatan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga yang peduli tentang limbah minyak jelantah dan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat melalui pemberdayaan perekonomian untuk mengahsilkan jamu dari umbi tumbuhan yang bernama manggata. Jamu ini sangat banyak dimanfaatkan dan dapat digunakan di semua kalangan baik anak kecil hingga dewasa. Salah satu manfaat yg utama dari manggata, yaitu bermanfaat untuk membantu meningkatkan stamina dan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Serta masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari Umbi Manggata.