Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Persamaan Kuadrat Grace Lisurara' Sura'; Suradi Tahmir; Awi Dassa
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.143 KB) | DOI: 10.35580/imed19914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi persamaan kuadrat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa kelas XI SMK Negeri di Makassar yang dipilih berdasarkan banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal pada materi persamaan kuadrat. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode tes diagnostik dan wawancara kemudian melalui tiga tahapan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa jenis kesalahan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat meliputi kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan perhitungan. Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan prasyarat siswa tentang operasi bilangan, siswa belum memahami tentang menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk kuadrat sempurna, dan siswa tidak memahami rumus abc untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat, serta siswa kurang teliti menggunakan operasi hitung.Kata kunci: Analisis Kesalahan, Kesalahan Konsep, Kesalahan Perhitungan, Kesalahan Prinsip, Persamaan KuadratThis study aims to describe students’ errors in solving questions of quadratic equation. This research type is descriptive research using qualitative approach. The subject of this research is 3 students of grade XI SMK Negeri in Makassar who were selected based on the number of errors experienced in solving questions of quadratic equation. Data collection techniques used in this study is diagnostic test and interview methods then through three stages of data analysis namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results obtained that the types of errors experienced by students in solving quadratic equation included conceptual error, principle error, and calculation error. This was because the low of students’ prerequisite knowledge about number operations, students didn’t understand about finding the roots of quadratic equation by completing the perfect square, students didn’t understand the abc formula to finding the roots of quadratic equation, and students inaccurate using arithmetic operations.Keyword: Error Analysis, Concept Error, Calculation Error, Principle Error, Quadratic Equation
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif antara Tipe TGT (Teams Games Tournament) dan Tipe NHT (Numbered Head Together) Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal Siswa S. Syarifatunnisa; S. Suradi; A. Awi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.615 KB) | DOI: 10.35580/imed10734

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT ditinjau dari kecerdasan interpersonal siswa. Populasi dalam  penelitian ini adalah siswa kelas X MIA. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X MIA 1 sebagai kelas perlakuan pertama yang diajar menggunakan model pembelajaran TGT dan X MIA 2 sebagai kelas perlakuan kedua yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran NHT yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif, kecerdasan interpersonal siswa, dan hasil belajar matematika. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, angket kecerdasan interpersonal siswa, dan post test hasil belajar matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial melalui uji ANOVA dua arah. Berdasarkan hasil analisis uji ANOVA diperoleh bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT ditinjau dari kecerdasan interpersonal siswa.Kata Kunci:  Model Pembelajaran kooperatif TGT, NHT, Kecerdasan Interpersonal.Abstract. This research was quasi-experimental which aims to know the difference between students' mathematics learning outcomes who are taught by using cooperative learning model TGT type and students' mathematics learning outcomes who are taught by using cooperative learning model NHT type viewed from students’ interpersonal intelligence. The population in this research was Ten-grade students. The sample consisted of two classes, namely class X MIA 1 as first treatment class taught by using TGT learning model and class X MIA 2 as second treatment class taught by using direct NHT learning model selected by cluster random sampling technique. The variables in this research were cooperative learning model, students’ interpersonal intelligence, and mathematics learning outcomes. The research instruments used were observation sheets, questionnaires about students’ interpersonal intelligence, and mathematics learning outcomes tests. The data obtained were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis through Two Way ANOVA. Based on the result of the Two Way ANOVA, it was found that there is no difference between students' mathematics learning outcomes who are taught by using cooperative learning model TGT type and students' mathematics learning outcomes who are taught by using cooperative learning model NHT type viewed from students’ interpersonal intelligence.Keywords: Cooperative Learning Model TGT, NHT, Interpersonal Intelligence.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berdasarkan Kriteria Hadar Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Erwinda Gracya Laman; S. Suradi; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.749 KB) | DOI: 10.35580/imed11052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika Higher Order Thinking Skills serta gambaran perbedaan kesalahan pada bidang geometri berdasarkan kriteria Hadar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan tes kemampuan awal kepada siswa kelas XII MIPA 3 yang kemudian dari hasil tersebut dipilih 6 subjek penelitian berdasarkan kategori yang ada. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal yang memuat dari 30 butir soal, tes tertulis Higher Order Thinking Skills  yang memuat 2 butir soal uraian dan pedoman wawancara. Kesalahan dianalisis menggunakan kategori kesalahan Hadar yang terdiri dari 6 kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesalahan yang terjadi adalah kesalahan menggunakan data, kesalahan menggunakan bahasa, kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan, kesalahan menggunakan definisi atau teorema, penyelesaian tidak diperiksa kembali, dan kesalahan teknis. Subjek yang mengerjakan soal HOTS  materi geometri cenderung melakukan kesalahan menggunakan logika dalam menarik kesimpulan, kesalahan menggunakan definisi atau teorema, dan kesalahan teknis. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang jenis kesalahan yang dilakukan siswa SMA pada materi geometri khususnya dalam mengerjakan soal level tingkat tinggi sehingga dalam proses pembelajaran kesalahan-kesalahan yang dilakukan dapat diminimalisir.Kata Kunci: Kesalahan, Higher Order Thinking Skills, Kriteria Hadar.Abstract. This study aims to know the description of students' error in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) mathematical problems and the description of errors differences of   geometry based on Hadar criteria. This type of research is descriptive research using  qualitative approach. Retrieval of the subject is performed by providing  prior knowledge test of grade XII MIPA 3 , then from the result of the test selected 6 subjects  based on  existing categories. The instrument used in this research are prior knowledge test which contains 30 number of multiple choices, written tests of Higher Order Thinking Skills which contains 2 number of essay and interview guidelines. Errors are  analyzed by using the Hadar error category which consists of 6 errors. The results of this research show that based on the Hadar error criteria, errors that occur are misused data, misinterpreted  language, logically in valid inference, distorted theorem or definition, unverified solution, and technical error. Subjects who  solving HOTS  mathematics problem of  geometry tend to make logically invalid inference, distorted definition or theorem, and technical errors. The results of this research are expected to add insight about the types of errors made by the students of senior high school in geometry topic, especially in solving higher order thinking skills problems so that the mistakes can be immediately minimized in the process of learning.Keywords: Errors. Higher Order Thinking Skills. Hadar Criteria.
Pengaruh Sistem Manajemen Pembelajaran Virtual Berbasis Schoology Terhadap Disposisi Matematis Siswa Suradi Tahmir; N. Nasrullah; Eka Hermia
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.487 KB) | DOI: 10.35580/imed19911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh penggunaan Sistem Manajemen Pembelajaran (SMP) virtual, yaitu schoology, terhadap disposisi matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quacy experiment), yang melibatkan dua kelas yang diberikan perlakuan yang berbeda, kelas pertama yang diberikan perlakuan menggunakan sistem manajemen pembelajaran virtual menggunakan  schoology  dengan model pembelajaran Blended Learning dan di sebut kelas eksperimen, sedangkan kelas kedua diajarkan dengan menggunakan model pengajaran langsung dan disebut kelas kontrol. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas XI di salah satu SMA negeri di Makassar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Untuk pengumpulan data, instrumen yang digunakan adalah angket disposisi matematis (pre-nontest dan post-nontest) dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data tersebut dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan sistem manajemen pembelajaran virtual berbasis schoology dengan model pembelajaran blended learning terhadap disposisi matematis lebih baik dari pada model pengajaran langsung.Kata Kunci: SMP Virtual,Kelas Virtual, Schoology, Disposisi matematis  This study aims to show the effect of the use of virtual Learning Management System (LMS), namely schoology, on the mathematical disposition of students in learning mathematics. This research is classified as quasi experiment, which involves two classes given different treatments, the first class is treated using a virtual learning management system using schoology with a Blended Learning learning model and called an experimental class, while the second class is taught using a model direct teaching and is called the control class. The population in this study were all students majoring in class XI in one of the state high schools in Makassar. Sampling in this study using purposive sampling technique. For data collection, the instruments used were a mathematical disposition questionnaire (pre-test and post-test) and an observation sheet of the implementation of learning. The data was analyzed with descriptive statistical techniques and inferential statistics. The results of the study prove that the virtual learning management systems based schoology with blended learning models towards mathematical dispositions is better than direct teaching models.Keywords: Virtual SMP, Virtual Class, Schoology Mathematical Disposition
Analisis Aktivitas Belajar Siswa Berprestasi dalam Pembelajaran Matematika S Saharia; Suradi Tahmir; Nurwati Djam'an
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.378 KB) | DOI: 10.35580/imed9461

Abstract

Abstrak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang berasal dari salah satu sekolah swasta di Makassar yang memiliki nilai lapor matematika tertinggi dan pernah mengikuti olimpiade matematika. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa berprestasi dilakukan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu pemaparan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh aktivitas belajar matematika siswa berprestasi yaitu memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dengan baik, menulis/mencatat materi yang ditulis oleh gurunya, aktif dalam proses pembelajaran, menjadi tutor, segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya, selalu mengerjakan soal-soal latihan olimpiade, selalu meluangkan waktu untuk belajar matematika baik di sekolah maupun diluar sekolah, belajar matematika di berbagai referensi, mengikuti bimbingan belajar olimpiade di sekolah, mengikuti bimbingan belajar atau kursus di luar sekolah, mengikuti karantina di sekolah sebelum lomba olimpiade.Kata Kunci: Aktivitas belajar, siswa berprestasi, dan pembelajaran matematikaAbstract. The type of research is a qualitative research  using descriptive approach. This subject research is 3 students who come from one of private schools in Makassar with highest score of mathematical and had ever followed mathematics olympiad. To know learning activities of student with high achievement SMP Islam Athirah Makassar conducted several techniques of data collection is observation, interview, and field notes. The data analysis techniques used are data exposure, reduction, presentation, conclusions and verification. Based on the result of research and discussion obtained learning activities of  students with high achievement is pay attention and listen explanation well, writing / recording material written by her teacher, active on learning process, tutoring in class, always expressed opinion, became tutor in class, immediately doing the tasks given by her teacher, always doing the exercises of the Olympics, always taking the time to study mathematics in school and outside school, studying mathematics in various references, following the tutorial of studying olympiad at school, follow the guidance of study or courses outside school, follow the quarantine at school before the Olympic race.Keywords: Learning activities, students with high achievement, and learning mathematics.
The Description of Student's Mathematical Communication Skills in Solving Circle Problems in Term of Learning Style Suradi Tahmir; Sahid Sahid; Erjun D.
SAINSMAT: Journal of Applied Sciences, Mathematics, and Its Education Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/sainsmat723

Abstract

This research aims to find out the description of a student's mathematical communication skills in solving circle problems, judging from learning style. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach.There are six research subjects namely, two visual learning style students, two auditorial learning style students, and two kinesthetic learning style students. The main instrument in this research is the researcher and supporting instruments used are written test instruments and interview guidelines. Data collection techniques in this study are tests and interviews. Data analysis techniques were used, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that subjects with visual learning styles were able to meet all indicators of mathematical communication ability while subjects with auditory learning styles and kinesthetic learning styles were only able to meet 3 of 5 indicators of mathematical communication ability.
Identification of Learning Resources on Environment Learning In Department of Biology, Faculty of Mathematics Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar Andi Faridah Arsal; Gufran D. Dirawan; Yusminah Hala; Suradi Tahmir; Arifah Novia Arifin; Arsad Bahri
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2017): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat6264682017

Abstract

This study aims: (1) to identify the main support system in the design of environment-based learning in the Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar. (2) To know the utilization of environment-based learning resources in the Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar. Through the Needs Assessment instrument in the form of field observation, questionnaire survey, and interviews on lecturers and students identified the problem to determine the appropriate action for the next stage, so that the learning design will be the best solution. The results obtained that (1) Jurusan Biologi UNM has two locations or major areas that are very supportive of environment-based learning with their respective characteristics. The two areas are Biology Experiment Garden and Library Discussion Platform Biology Department FMIPA UNM. (2) Some subjects have utilized environment-based learning resources in the Jurusan Biologi FMIPA UNM. Solutions from the results of the identification obtained are among others; (1) Jurusan Biologi can be used as a place of learning, learning resources, and as a medium of learning in the design of environment-based learning. (2) Jurusan Biologi can be used as a comfortable and enjoyable learning environment for all academic community (3) Environmental Based Learning Design in Jurusan Biologi can be done in almost all courses by increasing the role of lecturer as a facilitator.
PENGGUNAAN DWIBAHASA (BAHASA INDONESIA-BAHASA KONJO) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Dewi Sartika; Suradi Tahmir; Usman Mulbar
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat6164592017

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan alasan penggunaan dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa konjo) dalam pembelajaran matematika. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas VII di SMPN 1 Tombolopao. Data diperoleh dengan menggunakan Instrumen penelitian, yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan dua bahasa dalam pembelajaran matematika yang berhubungan dengan kalimat diubah menjadi bahasa Konjo dan bahasa sehari-hari siswa. Penggunaan Bahasa Indonesia digunakan saat guru menjelaskan materi dan saat guru mengadakan evaluasi pada siswanya, guru akan membimbing siswa dengan menggunakan bahasa Konjo. Selanjutnya, bahasa Konjo digunakan saat guru ingin menyampaikan hal-hal penting yang menekankan penjelasan dalam kalimat Konjo. Faktor penyebab penggunaan komunikasi dua bahasa antara guru dan siswa dalam pembelajaran matematika adalah terbatasnya penggunaan Bahasa dengan alasan sebagai berikut; 1) Membantu siswa memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan bahasa sehari-hari. 2) Guru merasa ada jarak dengan siswa saat menggunakan bahasa formal. Maka guru mengajak siswa untuk mengekspresikan pendapat mereka dalam bahasa yang sering digunakan. 3) Sifat Siri' dan Sipakatau dialami oleh siswa.
Efek dari Implementasi Tanggung Jawab Sosial dengan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) terhadap Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Suradi Tahmir; Nurwati Djam’an Djam’an
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.59 KB)

Abstract

Penelitian ini menyelidiki efek dari implementasi tanggung jawab sosial dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam Pembelajaran Matematika terhadap keterlibatan siswa. Selama penelitian ini berlangsung, siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan matematika mereka secara bermakna dan diberi kesempatan untuk mengembangkan agensi dengan mengaitkan berbagai konsep dan prosedur matematika dengan konteks dunia nyata melalui identifikasi isu atau masalah yang ada dalam komunitas siswa dan mengaitkannya dengan matematika. Subjek penelitian adalah siswa kelas 7 semester 1 di SMP Tunas Harapan tahun ajaran 2017/2018. Masalah penelitian yang diinvestigasi dalam penelitian ini adalah Apakah dampak dari implementasi tanggung jawab sosial melalui pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika terhadap keterlibatan siswa? Penelitian Tindakan Kelas (action research) digunakan sebagai metodologi penelitian. Penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi data. Data kualitatif diperoleh melalui focus group discussion, observasi, catatan lapangan (field note), dan wawancara. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari kuesioner SEMC (Student Engagement in the Mathematics Classroom). Berdasarkan analisis data kualitatif dan kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa implementasi tanggung jawab sosial melalui pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika dalam tiga ranah keterlibatan yakni kognitif, sikap, dan perilaku. Kata kunci: Tanggung jawab sosial, PMRI, Pembelajaran matematika, Keterlibatan
Desain Pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dalam Perkuliahan Teori Grup Suradi Suradi; Nurwati Djam’an
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.009 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dalam perkulihan teori grup. Desain yang dikembangkan mengacu pada tahapan yang digunakan Frank Lyman, yang diadopsi oleh Ibrahim dalam proses belajar dengan berpikir secara berpasangan. Subyek penelitian adalah mahasiswa matematika Universitas Negeri Makassar semester ganjil tahun akademik 2022/2023 yang mengikuti mata kuliah teori grup. Data penelitian diperoleh melalui observasi, dan tes yang diikuti wawancara terbuka. Hasil penelitian diperoleh desain TPS dengan tahapan: (1) Persiapan: analisis kurikulum, siswa, dan materi; (2) Pendahuluan: apersepsi, menyampaikan tujuan, dan motivasi; (3) Kegiatan Inti: menyampaian materi, bekerja kelompok (Think-Pair-Share); (4) Penutup: penugasan proyek; dan (5) Evaluasi. Desain pembelajaran TPS tersebut, dapat memfasilitasi aktivitas mahasiswa secara aktif berinteraksi dengan mahasiswa lainnya dalam proses pembelajaran teori grup yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Kata Kunci: Think-Pair-Share, Aktivitas, Teori Grup