Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Model Pengembangan pada Disertasi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Makassar Tahun 2022-2023 Rusdin Rusdin; Ma'rup Ma'rup; Ahmad Talib; Suradi Tahmir
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1491

Abstract

Artikel ini mengkaji dan memetakan model pengembangan, aspek terkait metode penelitian, serta kecenderungan (trend) penelitian pada disertasi pendidikan matematika di Universitas Negeri Makassar (UNM). Ulasan dalam artikel dapat dijadikan salah satu acuan bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa baru program doktor pendidikan matematika dalam memutuskan topik disertasi yang akan diambilnya dalam menyusun gagasan awal hingga proposal penelitian disertasi. Langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan memilih disertasi pendidikan matematika yang menggunakan model pengembangan dan membaca dengan cermat bagian metode penelitian serta melakukan analisis terhadap model pengembangan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan disertasi tahun 2022 dan 2023 yang dianalisis semuanya menggunakan jenis penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan yang digunakan yaitu model Plomp, 4-D, ADDIE, Borg & Gall, dan Dick & Carey. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa trend penelitian disertasi pada program doktor pendidikan matematika UNM adalah pengembangan model pembelajaran pada tingkat sekolah dan perguruan tinggi dengan cakupan lokasi penelitian masih berada di Sulawesi Selatan
Math Teachers in Bone Regency Middle Schools: A Profile of Their Differentiated Learning Abilities Rahma Hidayati Darwis; Suradi Tahmir; Ahmad Talib
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4780

Abstract

Differentiated learning is an instructional approach that prioritizes adapting to the unique needs and characteristics of each student. This study aims to elucidate educators' comprehension and implementation of differentiated learning within an autonomous curriculum framework, focusing on middle school math teachers in Bone Regency. Conducted as a mixed-methods descriptive study, data were collected through a structured academic survey targeting a representative sample of teachers from various middle schools in the region. Quantitative data were statistically analyzed to assess the prevalence of differentiated learning practices, while qualitative data were analyzed thematically to explore common themes and insights regarding teachers' perceptions and challenges. The findings indicate that teachers generally have a limited understanding of differentiated learning. Only 31% of the participants reported designing and implementing differentiated learning strategies, highlighting a significant gap in the application of this instructional approach within the curriculum. The study reveals a critical need for enhanced professional development and support for middle school math teachers in Bone Regency regarding differentiated learning. The limited understanding and implementation of differentiated learning strategies underscore the necessity for targeted training programs and resources to better equip teachers in addressing the diverse needs of their students. By fostering a deeper comprehension and more widespread application of differentiated learning, educational outcomes can be significantly improved within the autonomous curriculum framework.
The Impact of Implementation of STEAM Project on Mathematics Classroom Learning Environment Nurwati Djam'an; Suradi Tahmir
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v12i1.59369

Abstract

This study aims to describe the students' perception of their mathematics classroom learning environments in class VIII of SMP IT Ar-Rahmah after implementing the STEAM Project. The type of research is a mixed method. Data were collected using questionnaires and interviews. Based on the results of data analysis, the following conclusions were drawn: (1) the student mathematics learning outcomes are in the high category; (2) The perceptions of the learning environment indicate that the post-test scores were slightly higher than the pre-test scores for all scales: Student Cohesiveness, Teacher Support, Involvement, Investigation, Task Orientation, Cooperation, Equity;  (3) The teacher prepared the project design in teaching the 3D shape, students also have to work in groups, communicate,  presenting their work, and all the students had the opportunity to engage with mathematical content.
Peran Mahasiswa Pada Program Magang PKKM di PT. Bank Negara Indonesia (PERSERO) Tbk Nurwati Djam'an; Nur Amaliah; Suradi Suradi; Sahlan Sidjara; Nur Wahidin Ashari Ashari
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.5357

Abstract

Program magang merupakan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di lingkungan kerja, sehingga mereka dapat mengembangkan pemahaman dan keterampilan langsung yang relevan dengan dunia kerja. Program Studi Pendidikan Matematika (PSPM) berhasil memperoleh hibah PKKM (Program Kompetisi Kampus Merdeka) dari Kementerian, yang salah satu kegiatannya adalah mengirim mahasiswa untuk magang di perusahaan nasional sebagai upaya penguatan kompetensi dan daya saing mahasiswa, antara lain magang di Bank BNI. PSPM dan mitra menyelenggarakan beberapa tahapan: persiapan (pendaftaran mahasiswa, tes kesehatan, persetujuan orang tua dan Dosen Penasehat Akademik), pembekalan dengan melibatkan mitra DUDI, dan penempatan mahasiswa ke kantor cabang mitra, monitoring pelaksanaan, hingga pelaporan dan penilaian. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan pendampingan penyusunan rencana program dan aktivitas yang akan dijalankan oleh mahasiswa. Dalam kegiatan magang di BNI ini, mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pelayanan di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Program magang memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa, khususnya dalam memperoleh pengalaman praktis dan meningkatkan kompetensi profesional di lingkungan kerja. Program ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon profesional yang kompeten.
Literature Review: Integrasi Etnomatematika Pertanian Dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Andi Asrafiani Arafah; Suradi Suradi; Rosida Rosida
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i1.10912

Abstract

Mathematics learning in elementary schools generally remains abstract and disconnected from students’ real- life experiences, which contributes to low engagement and conceptual understanding. In agricultural-based communities, farming activities hold significant potential as sources of mathematical learning through an ethnomathematical approach. This study aims to explore how agricultural ethnomathematics can be integrated into mathematics learning in elementary schools within a local context. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) by examining 12 national and international scholarly articles indexed in Scopus to Sinta 3 from the past seven years. The analysis focused on research objectives, cultural contexts, mathematical concepts developed, and the instructional models applied. The results show that agricultural practices contain mathematical concepts relevant to measurement, geometry, fractions, and ratio topics. However, the implementation of agricultural ethnomathematics remains limited due to teachers’ low cultural- mathematical literacy and the lack of structured teaching materials. This study concludes that integrating agricultural ethnomathematics can improve students’ conceptual understanding and connect learning with their real-life experiences. Therefore, the development of contextual learning modules and instructional models based on local farming practices is recommended for further application.
ANALISIS DAMPAK PENERAPAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISM DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA Nurhafifah Asmad; Suradi Suradi; Danial Danial
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.22189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan teori belajar behaviorisme dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menghimpun, membandingkan, dan merangkum temuan dari berbagai artikel terkait topik tersebut. Hasil kajian mayoritas menunjukkan bahwa penerapan teori belajar behaviorisme memiliki dampak positif yang kuat dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, di mana penguatan eksternal seperti reward (pujian atau hadiah) berhasil mengubah perilaku pasif menjadi aktif, antusias, dan partisipatif dalam pembelajaran matematika. Peningkatan ini juga memicu persaingan positif, kolaborasi, dan pembentukan kebiasaan belajar yang disiplin. Namun, analisis kritis mengungkapkan adanya paradoks krusial; keberhasilan sangat bergantung pada penerapan yang lengkap dan konsisten oleh guru. Inkonsistensi berisiko mengikis minat dan menyebabkan kejenuhan belajar. Selain itu, teori ini rentan meningkatkan motivasi ekstrinsik namun membawa risiko penurunan minat intrinsik jika diterapkan tanpa modifikasi, karena cenderung kurang memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan bereksperimentasi. Secara sintesis, behaviorisme berfungsi sebagai landasan vital untuk memicu tindakan awal dan disiplin, namun perlu diintegrasikan dengan strategi lain agar motivasi siswa tumbuh dari kepuasan diri dalam proses belajar. 
Strengthening Digital Marketing of Ajakkang Local Products through the LESTARI System to Support Community Empowerment: Penguatan Pemasaran Digital Produk Lokal Ajakkang Berbasis Sistem LESTARI untuk Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Nurwati Djam'an; Suradi Tahmir; Andi Ihsan; Heri Tahir; Fitriwati Djam'an
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4839

Abstract

This community service program aims to strengthen the digital marketing of local products through the implementation of the LESTARI System as a community-based digital marketing platform. The program was conducted during the odd semester of the 2025/2026 Academic Year through a collaborative initiative involving lecturers and students from Universitas Negeri Makassar and Universitas Hasanuddin. The program was implemented in Ajakkang Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency, involving the Fish Processing Group (POKLAHSAR) Berkah, local MSME actors, and the village government. The implementation method employed a Participatory Action Research (PAR) approach through stages of problem identification, needs analysis, system development, community training and mentoring, system implementation, and program evaluation. The results demonstrated an improvement in community capacity in digital marketing, business management, product branding, and the utilization of social media and marketplaces as promotional media. The implementation of the LESTARI System also encouraged increased community participation, the emergence of local leaders, and greater public awareness regarding the importance of digital transformation and mangrove environmental conservation as part of sustainable economic development. Therefore, the LESTARI System has proven effective as a medium for strengthening the digital marketing of local products while supporting technology-based empowerment of coastal communities. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemasaran digital produk lokal melalui implementasi Sistem LESTARI sebagai platform pemasaran digital berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dengan melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar dan Universitas Hasanuddin. Program dilaksanakan di Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dengan melibatkan Kelompok Pengolah Hasil Perikanan (POKLAHSAR) Berkah, pelaku UMKM lokal, dan pemerintah desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pengembangan sistem, pelatihan dan pendampingan masyarakat, implementasi sistem, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemasaran digital, pengelolaan usaha, branding produk, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi. Implementasi Sistem LESTARI juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, tumbuhnya penggerak lokal (local leader), serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transformasi digital dan pelestarian lingkungan mangrove sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan demikian, Sistem LESTARI terbukti efektif sebagai media penguatan pemasaran digital produk lokal sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis teknologi.
Development of the IDCIR Mathematics Learning Model to Improve Junior High School Students' Problem-Solving and Creative Thinking Skills Sufri Mashuri Sufri; Suradi Tahmir; Ahmad Talib; Hisyam Ihsan
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 7 No. 3 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/riemann.v7i3.117

Abstract

This study aims to develop and validate the IDCIR (Incubation, Divergence, Convergence, Innovation, Reflection) mathematics learning model as an effort to improve problem-solving skills and creative thinking abilities of junior high school students. The background of this research is grounded in the low levels of numeracy and mathematical reasoning abilities among Indonesian students, as reflected in the results of PISA 2022 and AKM 2024. To address these issues, this study employs a Research and Development (R&D) approach by adapting the Plomp model, which includes the stages of preliminary investigation, design and development, as well as implementation and assessment. The resulting product consists of a learning model along with supporting materials such as lesson plans, teacher's guidebooks, student textbooks, student worksheets, and assessment instruments. Validation was conducted by experts in subject matter, pedagogy, and evaluation, showing that the IDCIR model meets the validity criteria in terms of content, construct, language, and visual design of the learning materials. Practicality testing in three schools indicated that the model can be implemented effectively, its syntax is easy for teachers to follow, and students responded positively to the learning activities. Furthermore, effectiveness testing using a pretest–posttest control group design revealed that students who learned through the IDCIR model experienced significant improvements in problem-solving skills, creativity indicators (fluency, flexibility, originality), and learning engagement compared to students in the control group. Thus, the IDCIR model is declared valid, practical, and effective, and can be recommended as an innovative alternative in mathematics instruction to support the achievement of 21st-century competencies.
Integrasi Konteks Budaya Nusantara dalam Pembelajaran Matematika: Suatu Kajian Literatur tentang Pendekatan Etnopedagogi dan Etnomatematika Rusdyi Habsyi; Suradi Suradi; Rosidah Rosidah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3657

Abstract

Masalah utama dalam penelitian dari pandangan bajwa sekolah tidak lagi menjadi ruang reproduksi nilai-nilai lokal dan identitas kebangsaan. Akibatnya, muncul kecenderungan alienasi budaya dalam pembelajaran, di mana siswa belajar pengetahuan universal tanpa memahami kearifan yang tumbuh dalam lingkungan sosialnya sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi konteks budaya Nusantara melalui pendekatan etnopedagogi dan etnomatematika dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan penguatan karakter siswa. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap dua puluh artikel terpilih yang terbit antara 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal mampu memperkuat pemahaman konsep, menumbuhkan berpikir kreatif, serta membangun identitas budaya peserta didik. Etnopedagogi berperan sebagai landasan nilai dalam proses belajar, sedangkan etnomatematika menjadi jembatan antara konsep abstrak dan pengalaman konkret siswa, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan humanis. Nilai seperti siri’ na pacce, Tri Hita Karana, dan Sulapa Eppa Walasuji terbukti mendukung pembentukan karakter tangguh, bertanggung jawab, dan bangga terhadap budaya bangsa. Tren baru berupa digital ethnopedagogy juga muncul melalui integrasi kearifan lokal dengan teknologi digital seperti Virtual Reality, Augmented Reality, dan mobile learning. Namun, sebagian besar penelitian masih terbatas pada tahap pengembangan tanpa evaluasi jangka panjang. Karena itu, diperlukan studi longitudinal dan pengembangan model hybrid berbasis VR/AR. Secara keseluruhan, etnopedagogi dan etnomatematika menegaskan paradigma baru pendidikan matematika yang berakar pada budaya.
Etnomatematika Transportasi Laut: Kajian tentang Aktivitas Matematis Ojek Laut di Pesisir Balikpapan Husnul Khotimah; Suradi Suradi; Rosidah Rosidah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3700

Abstract

Belum adanya konteks pembelajaran matematika yang merepresentasikan kekhasan lokal Balikpapan menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengungkap aktivitas matematis dan makna budaya yang muncul dalam praktik ojek laut di Pesisir Balikpapan serta menelaah potensinya bagi pembelajaran matematika kontekstual. Kajian ini memadukan perspektif matematika sebagai produk budaya dengan pendekatan yang menjembatani pengetahuan lokal dan pengetahuan ilmiah formal. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan jenis etnomatematika interpretatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap praktik budaya tersebut. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pengemudi ojek laut, kemudian dianalisis berdasarkan alur fenomena budaya, aktivitas matematis, konsep matematis, nilai budaya, serta potensi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ojek laut mengandung aktivitas matematis implisit seperti perhitungan rasio, proporsi, dan estimasi peluang yang lahir dari interaksi ekonomi, alam, dan teknologi. Nilai-nilai budaya seperti keadilan, tanggung jawab, solidaritas, adaptasi teknologi, dan kepedulian ekologis tercermin dalam praktik tersebut dan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika untuk menumbuhkan karakter siswa yang jujur, kolaboratif, dan berkesadaran lingkungan. Dengan demikian, etnomatematika maritim tidak hanya memperkaya konteks pembelajaran, tetapi juga memperkuat dimensi humanistik dan moral dalam pendidikan matematika.