Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PENUMPANG PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) CABANG KUPANG Thomy Brandon Herson Welkis; Nursalam; Jim Briand Kolianan
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.198

Abstract

This study aims to analyze and evaluate the quality of service delivery provided by PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Kupang Branch at the Bolok Ferry Terminal, focusing on the five SERVQUAL dimensions: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. The findings indicate that the overall service quality has not yet reached an optimal level. The Tangible dimension reveals limitations in waiting-room facilities, particularly the insufficient availability of seating and ventilation equipment such as fans. The Reliability dimension is affected by inconsistencies in departure schedules, with frequent delays ranging from one to four hours. Meanwhile, although the Assurance dimension in terms of passenger safety is generally adequate, the practice of overcapacity loading on vessels poses potential risks to passenger comfort and safety. This study recommends improvements in time management, vessel capacity control, and physical facilities at the terminal in order to enhance overall service quality. The research employs a qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN (Studi Kasus Di Ruangan Kelimutu Kelas Iii Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang) Kaballu, Indah Dewi Yanti Lali; wadu, Jacob; Kolianan, Jim Briand; Pandi, David
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i2.365

Abstract

Health is a fundamental human right that must be fulfilled by the state through the provision of quality health services. Prof. Dr. W. Z. Johannes Regional General Hospital in Kupang, as the main referral hospital in East Nusa Tenggara, has an important responsibility in delivering high-quality health services to the community. This study aims to analyze public perceptions of the quality of health services in the Kelimutu Ward Class III, using a descriptive qualitative approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation involving patients, patients’ families, and healthcare workers. The results indicate that public perceptions of services in this ward vary. Although most respondents consider the medical services to be fairly good, there are complaints regarding inadequate physical facilities, such as overcrowded and hot rooms, as well as delays in medication services. Based on the SERVQUAL theory proposed by Zeithaml, Parasuraman, and Berry, the most evident weaknesses are found in the dimensions of tangibles and responsiveness. These findings emphasize the importance of improving physical facilities and service responsiveness as efforts to enhance patient satisfaction and the hospital’s public image.
Peran Dinas Perhubungan Dalam Penataan Trayek Angkutan Umum Di Kabupaten Manggarai (Studi Kasus Di Kecamatan Langke Rembong): The Role of the Transportation Agency in Arranging Public Transportation Routes in Manggarai Regency (Case Study in Langke Rembong District) Lucianus Grachiano Roge; Marthina Raga Lay; Jim Briand Kolianan; Adriana Rodina Fallo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai dalam penataan trayek angkutan umum di Kecamatan Langke Rembong, yang merupakan pusat administrasi dan ekonomi kabupaten. Menggunakan teori peran organisasi yang dikemukakan oleh Siagian (2003), penelitian ini mengevaluasi tiga dimensi utama: peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 17 informan, termasuk pejabat dinas, operator angkutan, dan penumpang, serta observasi lapangan dan analisis dokumentasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) periode 2021-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Perhubungan belum berjalan optimal. Pada dimensi interpersonal, komunikasi persuasif yang dilakukan belum mampu mendorong kepatuhan sopir secara berkelanjutan. Secara informasional, ketergantungan pada pengelolaan data manual dan sosialisasi yang tidak konsisten menyebabkan kesenjangan informasi yang signifikan. Pada dimensi pengambilan keputusan, ketiadaan terminal pusat serta stagnasi pengujian kelaikan kendaraan (KIR). Studi ini merekomendasikan implementasi sistem informasi digital, prioritas akreditasi KIR, dan pembangunan infrastruktur terpusat untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih tertib dan aman di Manggarai.
Waste Governance: Tata Kelola Sampah Berkelanjutan di Kota Kupang Michelle Allexandrya Putri Helly; Maria M. Lino; David W. Rihi; Jim Briand Kolianan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola sampah berkelanjutan di Kota Kupang menggunakan perspektif waste governance. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola sampah di Kota Kupang belum berjalan optimal. Pada dimensi kelembagaan, pengelolaan masih didominasi oleh pemerintah, khususnya DLHK, sementara keterlibatan aktor non-pemerintah belum terintegrasi secara kuat. Pada dimensi kebijakan dan regulasi, meskipun telah terdapat Perda Nomor 3 Tahun 2011, implementasinya masih lemah terutama dalam pengawasan dan penegakan. Pada dimensi partisipatif, kesadaran dan keterlibatan masyarakat masih rendah serta belum menjadi kebiasaan. Sementara itu, pada dimensi kemitraan, kerja sama lintas sektor masih bersifat terbatas dan belum strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan kolaborasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi implementasi kebijakan untuk mewujudkan tata kelola sampah yang berkelanjutan di Kota Kupang.