Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Jurnal EDUTECH Undiksha

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS III SEKOLAH DASAR Masturah, Elisa Diah; Mahadewi, Luh Putu Putrini; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.326 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20294

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya sumber belajar yang inovatif dan hasil belajar IPA siswa yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran berbasis Pop-Up Book, (2) mengetahui validitas hasil produk media pembelajaran berbasis Pop-Up Book, (3) mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis Pop-Up Book. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode wawancara, kuesioner, tes, dan pencatatan dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan tes dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media pembelajaran berbasis Pop-Up Book dikembangkan menggunakan model ADDIE melalui 5 tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. (2) hasil validitas media pembelajaran berbasis Pop-Up Book dinyatakan valid dari review para ahli dan pengguna dengan presentase tingkat pencapaian dari hasil review ahli isi mata pelajaran 95,8% (sangat baik), hasil review ahli desain pembelajaran 88% (baik), hasil review ahli media pembelajaran 98,5% (sangat baik), uji coba perorangan 92% (sangat baik), uji coba kelompok kecil 91,67% (sangat baik), dan uji coba lapangan 90,08% (sangat baik). (3) efektivitas media pembelajaran berbasis Pop-Up Book menunjukkan nilai rata-rata pretest 53,33 dan posttest 88,21. Setelah dilakukan perhitungan secara manual diperoleh hasil thitung (22,08) > ttabel (2,009) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian media pembelajaran berbasis Pop-Up Book efektif meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III A SD Mutiara Singaraja.Kata kunci: ADDIE, Hasil Belajar, IPA, Pengembangan, Pop-Up Book.
PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Sudarmika, Kadek Bisma; Parmiti, Desak Putu; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.332 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun/desain pengembangan media visual ular tangga inovatif, (2) untuk mengetahui validitas hasil pengembangan media visual ular tangga inovatif menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) untuk mengetahui efektivitas media visual ular tangga inovatif dalam meningkatkan minat belajar mata pelajaran Tematik kelas IV di SD Negeri 3 Kaliuntu. Untuk model pengembangan yang digunakan untuk melakukan rancang bangun dalam pengembangan media yaitu Model Hannafin and Peck. Model pengembangan ini memiliki 4 tahap utama yaitu (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan dan implementasi, serta (4) tahap revisi dan evaluasi yang dilakukan pada tiap tahap yang dikerjakan. Validitas media dilakukan dengan menguji cobanya kepada ahli desain pembelajaran, media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan Untuk hasil validitas pengembangan media visual ular tangga inovatif yaitu untuk ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan secara berurutan yaitu 88%, 95%, 95%, 93,1%, dan 91,30%. Hasil uji efektivitas yang dianalisis dengan teknik statistik inferensial (uji-t) mendapatkan hasil rata-rata pretest (26,17) < hasil rata-rata posttest (63,96). Setelah dilakukan perhitungan secara manual dengan menggunakan uji- t didapatkan hasil yang menunjukkan thitung (51,49) > dari ttabel (2,45) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada efektifitas media visual ular tangga inovatif terhadap minat belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Tematik di SD Negeri 3 KaliuntuKata Kunci: minat belajar, pengembangan, ular tangga.
PENGEMBANGAN E-MODUL IPA BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA Darmayasa, I Kadek; Jampel, I Nyoman; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.869 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20267

Abstract

Permasalah yang terjadi di kelas VII A4 SMP Negeri 1 Singaraja adalah kurangnya bahan ajar yang dapat membelajarkan siswa secara mandiri. Bahan ajar yang digunakan hanyalah buku cetak yang isinya didominasi oleh sajian teks saja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter (2) mendeskripsikan kualitas hasil validitas pengembangan E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter menurut para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan adalah model ADDIE. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif tipe pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian (1) Rancang bangun E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter dengan model ADDIE meliputi lima tahapan: (a) tahap analisis, (b) tahap perancangan, (c) tahap pengembangan, (d) tahap implementasi, dan (e) tahap evaluasi. (2) E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan E-Modul berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli E-Modul menunjukkan produk berpredikat sangat baik (99,33%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan E-Modul berpredikat sangat baik (99,09%), (d) hasil uji perorangan menunjukkan E-Modul berpredikat sangat baik (92,90%), hasil uji kelompok kecil menunjukkan E-Modul berpredikat sangat baik (91,13%). Hasil uji lapangan menunjukkan produk berpredikat sangat baik (91,01%). (3) Efektivitas pengembangan E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (thitung = 15,815 > ttabel = 1,671 pada taraf signifikansi 5%). Ini berarti bahwa E-Modul IPA berorientasi Pendidikan Karakter terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPAKata Kunci: ADDIE, e-modul, pendidikan karakter, pengembangan
Pengembangan Pembelajaran Blended Pada Mata Kuliah Ahara Yoga Semester II di IHDN Denpasar Wulandari, I Gusti Ayu Agung Manik; Sudatha, I Gde Wawan; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v8i1.26459

Abstract

Rendahnya hasil belajar mahasiswa disebabkan karena kurangnya media inovatif untuk menfasilitasi mahasiswa dalam belajar, hal inilah yang menjadi penyebab tujuan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan pembelajaran blended dan validitas rancangan pembelajaran blended. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi danevaluasi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pencatatan dokumen, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Rancangan pembelajaran blended valid dengan: (a) hasil review ahli mata kuliah dengan kualifikasi sangat baik (94,6%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95%), (c) hasil review ahli E-learning dengan kualifikasi sangat baik (96,5%), (d) hasil review ahli video pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (98%), dan (e) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (98,3%). Jadi, penelitian menunjukan bahwa pembelajaran blended dengan model flipped classroom pada kualifikasi sangat baik.
Pengembangan Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran IPA Kelas VI Sekolah Dasar Ardana Yasa, I Kadek Dwi Candra; Agung, Anak Agung Gede; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i1.32523

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV serta belum tersedianya media pembelajaran yang interaktif untuk menunjang pembelajaran didalam kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif untuk mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan DDD-E (Decide, Design, Develop and Evaluate). Ahli uji rancangan produk dalam pengembangan media pembelajaran interaktif meliputi: (1) ahli isi materi, (2) ahli desain pembelajaran, (3) ahli media pembelajaran, dan subjek uji coba produk meliputi (4) uji coba perorangan, dan (5) uji coba kelompok kecil. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner/angket (tertutup dan terbuka dengan isian singkat). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif untuk mengolah data berupa hasil observasi, hasil wawancara serta angket/kuesioner. Dan analisis data kuantitatif untuk mengolah data berupa angka-angka. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Rancang bangun multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pengembangan DDD-E yang meliputi tahapan: (a) tahap decide, (b) tahap design, (c) tahap develop, dan (d) tahap evaluate. (2) Multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA dikatakan layak dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukan multimedia interaktif sangat baik dengan persentase (95,50%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukan multimedia interaktif sangat baik dengan persentase (94,00%), (c) hasil review ahli media menunjukkan multimedia interaktif sangat baik dengan persentase (91,00%), (d) hasil uji perorangan menunjukan multimedia interaktif sangat baik dengan persentase (91,10%), (e) hasil uji kelompok kecil menunjukan multimedia interaktif sangat baik dengan persentase (92,58%). Dengan demikian multimedia interaktif ini berada pada kualifikasi sangat baik dan multimedia interaktif IPA ini layak diterapkan dalam pembelajaran IPA.
Pengembangan Animasi Dua Dimensi Pada Pembelajaran Tematik Untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar Siddiq, Yunia Isni; Sudarma, I Komang; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v8i2.28928

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar tematik siswa, yang disebabkan karena kurangnya media pembelajaran tematik untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun animasi dua dimensi, dan mendeskripsikan kualitas hasil validasi animasi dua dimensi. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model ADDIE. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, pencatatan dokumen, observasi dan kuesioner. Hasil penelitian (1) rancang bangun animasi dua dimensi pada pembelajaran tematik meliputi lima tahapan, yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. (2) hasil uji validasi yang dilakukan oleh para ahli dan subyek uji coba produk menunjukkan bahwa animasi dua dimensi pada pembelajaran tematik valid berdasarkan: (a) hasil review ahli isi pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (94,5%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95%), (c) hasil review ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95%), (d) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (90,91%), (e) dan hasil uji coba kelompok kecil dengan kualifikasi sangat baik (92,42%). Jadi, penelitian menunjukkan bahwa animasi dua dimensi berada pada kualifikasi sangat baik.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis ADDIE Pada Pembelajaran Tema 5 Cuaca Untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar Izzaturahma, Elza; Mahadewi, Luh Putu Putrini; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.38646

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan media pembelajaran yang ada di Sekolah Dasar. Guru masih menggunakan media konvensional dalam menyampaikan materi pembelajaran. Oleh sebab itu, penelitian merumuskan masalah dan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan rancang bangun media video animasi pada pelajaran tema 5 cuaca untuk siswa kelas III semester ganjil di Sekolah Dasar, dan mendeskripsikan validitas media video animasi pada pelajaran tema 5 cuaca untuk siswa kelas III semester ganjil di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini yaiatu kualitatif dan kuantitatif. Model penelitian ini menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, satu ahli isi pembelajaran, tiga orang siswa uji coba perorangan, dan sembilan orang siswa uji coba kelompok kecil. Metode pengumpulan data menggunakan metode pencatatan dokumentasi, metode wawancara, metode observasi, dan metode kuesioner. Instrument penelitian menggunakan lembar pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan lembar wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada tujuan penelitian yang pertama yaitu rancang bangun media video animasi dengan menggunakan tahap pengembangan ADDIE, pada tujuan penelitian yang kedua dengan melihat hasil validitas menyimpulkan bahwa pada hasil oleh uji ahli desain pembelajaran dengan skor 88% kualifikasi baik, uji ahli media pembelajaran dengan skor 95% kualifikasi sangat baik, uji ahli isi pembelajaran dengan skor 94% kualifikasi sangat baik, uji coba perorangan dengan skor 93,34% kualifikasi sangat baik, dan uji coba kelompok kecil dengan skor 92,94% kualifikasi sangat baik. Dari simpulan di atas dapat disimpulkan bahwa media produk ini sangat baik dan mampu memanfaatkan pembelajaran kepada siswa dan guru.
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Seni Budaya Melalui E-Modul Ramdani, Muhamad Syakir; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.44495

Abstract

Penelitian ini berfokus terhadap permasalahan pembelajaran yang masih bersifat konvensional ditandai dengan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya. Untuk itu, diperlukan adanya pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pengembangan e-modul. Subjek penelitian yaitu 1 orang ahli isi mata pelajaran, 1 orang ahli desain pembelajaran, 1 orang ahli media pembelajaran, 3 siswa untuk uji coba perorangan, dan 9 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan dinyatakan valid dengan masing-masing penilaian: (a) hasil review ahli isi mata pembelajaran (98,46%), (b) hasil review ahli desain (96%), (c) hasil review ahli media (90%), (d) hasil uji coba perorangan (95,53%), dan hasil uji coba kelompok kecil (91,84%). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dapat meningkatkan  motivasi belajar seni budaya siswa kelas VIII.
Improving Student Learning Outcomes Through Hindu Interactive E-Modules Kurniawan, I Ketut Septiyan; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v11i1.45112

Abstract

The low learning outcomes of students learning Hinduism are due to the need for more interactive and interesting learning media for students. This study aims to describe the design and quality of the results of the validity of the Religious Interactive E-Module. This research belongs to the development research developed using a 4-D model with the stages of defining, designing, developing, and deploying. The subjects involved in this study were one subject matter expert, one instructional design expert, one instructional media expert, three students for individual trials, and nine students for small group trials. Data was collected using interviews, document recordings, and questionnaires with research instruments in the form of subject content expert instruments, design experts, instructional media experts, and individual trials. The data analysis used is a qualitative descriptive analysis technique. The results of the research analysis showed that the Interactive Hindu Religion E-Module was declared valid, with the results of a review by subject content experts indicating that the Hindu Religion Interactive E-Module had a very good rating (100%). The results of the expert review of the Interactive E-Module learning media show that the product has a good rating (87%). The review results by the learning design experts showed that the Interactive E-Module of Hindu Religion had an adequate rating (68%). Individual test results show that the Interactive E-Module has a good rating (92.3%). The results of the small group test showed that the E-Module had a very good rating (93.58%). It means that the Interactive E-Module in Hinduism is proven to be of good quality and is suitable for use in the learning process of Hinduism.
Problem Based Video Learning on Civic Education Content for Third Grade of Elementary School Safitri, Eka; Suartama, I Kadek; Simamora, Alexander Hamonangan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v12i1.64757

Abstract

Currently, the civic education learning outcomes of elementary school students are still in the low category. This is due to the lack of learning media that can be used. This development research aims to analyze the design, validity and effectiveness of problem-based learning videos on class III civic education content. This research uses the ADDIE development model. The subjects in this research were subject content experts, design experts, media experts, 3 students for individual trials, and 6 students for small group trials. Data collection was carried out using questionnaires and tests. Data analysis techniques use qualitative data analysis, quantitative descriptive data analysis, and inferential statistical data analysis (t-test). The research results show that the video development design includes the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation.  The assessment of learning media experts showed a percentage of 82.35%, design experts 90.25%, material experts 81.66%, individual trials 96.20%, and small group trials 90.52%. This learning video is effective for use in class III civic education content, especially material on ethnic diversity. It can be concluded that the problem-based learning video innovation in class III civic education content is in very good qualifications and is effectively used to improve student learning outcomes. This research has implications for improving the quality of civic education learning through quality media.
Co-Authors ., I Kadek Darmayasa ., Kadek Bisma Sudarmika Adrianus I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexsandro, Kris Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Antara, I Gede Wahyu Suwela Ardana Yasa, I Kadek Dwi Candra Arisanti, Dewa Ayu Kade Ayu Ari Rahmayanti Darmayasa, I Kadek Darmayasa, I Kadek Deng, Jian Bang Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewi, Ketut Dwi Ulan Dewi, Ni Kadek Kristia Dwipayana, Kadek Eka Safitri Faizah, Nivia okta Ginting, Dezan Pratama I Gede Astawan I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Ngurah Japa I Kadek Suartama I Kadek Suranata I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Sarmita I Made Suarjana I Made Tegeh I Nyoman Jampel I Wayan Widiana Ida Bagus Putu Arnyana Iftitah, Nurlaili Izzaturahma, Elza Kadek Dwipayana Kadek Yudiana Kamaludin, Desmon Ketut Agustini Ketut Susiani Kurniawan, I Ketut Septiyan Lestari, Ni Putu Ayu Diah Luh Putu Putrini Mahadewi M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Dewanda Sulaksana Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Masturah, Elisa Diah Masturah, Elisa Diah Mohamad Irvando Saputra Nanda, Ayumi Ni Ketut Suarni Niki Virginia Saragih Nyoman Dantes Nyoman Jampel Oni Rianti Permatasari, Anak Agung Pranyani, Ni Komang Ayu Indah Ramdani, Muhamad Syakir Selvia Arfat Siddiq, Yunia Isni Sitanggang, Riccy Riandi Situmorang, Cindy Fruth Novi Sudarmika, Kadek Bisma Sudarmika, Kadek Bisma Sutriastini, Ni Ketut Wawan Sudatha, I Gde Wulandari, I Gusti Ayu Agung Manik