Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyadaran Masalah dan Perencanaan Program dalam Peningkatan Layanan Operasional Posyandu Lansia Seroja Samarinda Abdania, Hazizah Tausia; Wulandari, Putri Fauziah; Pratama, Rangga Aditya; Adellia, Yerita; Saputri, Anisatia; Mutawakkiliin, Syifa’ul Alif; Permana, Lies; Nurrachmawati, Annisa; Fikri, Mohammad; Rohmah, Nur; Rahayu, Agustin Putri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3238

Abstract

Pelayanan Posyandu Lansia Seroja di Loa Bakung menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kemampuan komunikasi efektif kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Temuan social mapping menunjukkan bahwa para lansia tinggal di lingkungan permukiman yang padat dengan tingkat pemahaman kesehatan yang masih terbatas, serta memiliki kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini menuntut penyampaian informasi kesehatan yang jelas dan menenangkan, namun kemampuan komunikasi kader yang belum optimal sering menimbulkan kekhawatiran pada lansia sehingga pemahaman mereka tidak berkembang dengan baik. Stakeholder mapping juga menggambarkan belum tersusunnya alur koordinasi yang menyeluruh antara kader, Puskesmas Loa Bakung, Klinik Bunga Bakung, Kelurahan Loa Bakung, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Ketidakterhubungan struktur ini membuat kegiatan penyuluhan berjalan tanpa dukungan teknis yang memadai. Melalui analisis situasi, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas menggunakan metode USG, kemampuan komunikasi kader teridentifikasi sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Perencanaan program kemudian difokuskan pada upaya pemberdayaan kader agar mampu berkomunikasi secara empatik, jelas, dan sesuai konteks sosial masyarakat. Perencanaan ini memberikan dasar strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu Lansia melalui penguatan kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.
Pendampingan Kader Posyandu dalam Analisis Kebutuhan dan Penyusunan Perencanaan Program Pelita Kemuning di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda Herawan, Dea Aurela; Anwar, Alyssa Putri; Papu, Theresa Rebecca; Harun, Siti Fadilah; Anggraini, Alfina Dwi; Ramadhantya, Fazira Shinaia; Fikri, Mohammad; Rahayu, Agustin Putri; Feriyanti , Alma; Rohmah, Nur; Permana, Lies; Nurrachmawati, Annisa
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi kader selama ini adalah rendahnya keterampilan dalam melakukan pengukuran, pencatatan, serta interpretasi hasil antropometri, sehingga diperlukan pendampingan teknis yang lebih terstruktur. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam penggunaan media edukasi gizi melalui penyusunan dan pemanfaatan buku saku panduan antropometri. Mitra dalam kegiatan ini adalah 15 kader posyandu aktif dengan total sasaran sekitar 30 balita binaan yang rutin memanfaatkan layanan posyandu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk mengidentifikasi prioritas masalah, dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan intensif terkait penggunaan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu memahami dan menggunakan buku saku sebagai panduan edukasi gizi maupun sebagai acuan standar dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Selain itu, masyarakat memberikan respons positif karena buku saku dinilai membantu penyampaian informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Rencana tindak lanjut yang disusun meliputi revisi dan pencetakan ulang buku saku oleh kader, pelatihan lanjutan bagi kader baru maupun yang membutuhkan penguatan kompetensi, serta evaluasi dampak program setelah enam bulan bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.
Linkage Between Hospital Accessibility and Health Insurance Ownership in East Kalimantan Province Rahayu, Eka Putri; Ariyanti, Rea; Rahayu, Agustin Putri
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.390

Abstract

Healthcare accessibility remains a persistent challenge in Indonesia, particularly in resource-limited regions where geographical barriers, transportation constraints, and financial limitations create significant disparities in health service utilization. Hospital accessibility encompasses multiple dimensions that collectively influence healthcare utilization patterns. The physical presence of healthcare facilities, commonly referred to as hospital existence, serves as the fundamental prerequisite for healthcare access. This study seeks to analyze how dimensions of hospital accessibility correlate with health insurance ownership in East Kalimantan.   2023 Indonesian Health Survey. This research was quantitative approach with cross sectional design. The population in this research refers to the population of 2023 Indonesian Health Survey, with total  . Chi square analysis was used to determine the relationship between the independent variable and dependent variable. The result shows that the independent variables that are significantly related to the health insurance ownership with p-value < 0.005, namely marital status, age group, education level and occupation. Meanwhile, sex (p-value= 0.185), residence (p-value= 0.093) and hospital accessibility (p-value= 0.134) showed no significant associations with health insurance ownership with p-value > 0.005. The lack of association between hospital accessibility and insurance ownership indicates that physical proximity to healthcare facilities is not a primary determinant of insurance enrolment decisions.
Mental Health Determinants And Risk Behaviors of High School Students Agustini, Rina Tri; Nurrachmawati, Annisa; Rohmah, Nur; Permana, Lies; Feriyanti, Alma; Rahayu, Agustin Putri; Fikri, Mohammad
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.1-7

Abstract

Background: According to the Basic Health Research Survey (Riskesdas), the prevalence of depression in the population aged 15–24 years is 6.2%. Adolescents are prone to a variety of risky behaviors, such as drug abuse, unsafe sexual behaviors, and unhealthy diets. Objective: The purpose of this study was to analyze risky behaviors related to mental health determinants in high school students. Methods: This cross-sectional study was conducted in North Balikpapan, Samboja, and Sepaku Districts, which serve as buffer zones of the National Capital, particularly at SMAN 9 Balikpapan (n=248), SMAN 2 Samboja (n=110), and SMAN 3 Penajam Paser Utara (n=28), during October–November 2024. The dependent variables measured were health risk behaviors, and the independent variables were determinants of mental health. A multivariate analysis was performed using a binary logistic regression test. Results: Family mental health status was found to increase the likelihood of smoking behavior by 2.282 times (p=0.005). Meanwhile, psychological pressure on students increased the likelihood of excessive time spent staring at a gadget screen by 2.126 times (p=0.018). Additionally, family mental health status had a protective effect against low physical activity in students (p=0.010, OR=0.198). Conclusion: Psychological distress and family mental health significantly influence adolescent risk behaviors. Further research is needed to explore the physiological aspects of stress and the impact of family mental health on risky behaviors in adolescents.