ABSTRAK Stunting dan wasting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Mesjid, Mangkupalas, Samarinda. Kader posyandu menjadi garda terdepan dalam melakukan upaya promotif dan preventif pencegahan masalah gizi anak. Namun, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan edukasi gizi menjadi penghalang kader posyandu untuk menjalankan tugasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk model pemberdayaan kader yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai gizi keluarga, meningkatkan kemampuan mengukur antropometri, serta mampu memberikan edukasi gizi kepada keluarga. Pengabdian masyarakat ini bernama “Sekolah Gizi: Membangun Rumah Sehat dari Dapur Sendiri”, berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan dengan sasaran 22 orang kader dari seluruh posyandu di Kelurahan Mesjid. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan tiga topik yang berbeda, yaitu Perilaku Bersih dan Sehat dan gizi keluarga, pengukuran antropometri dan edukasi gizi, serta simulasi kader posyandu mempraktikkan pengukuran antropometri dan edukasi gizi kepada keluarga. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu mengenai PHBS, gizi keluarga, pengukuran antropometri, dan edukasi gizi. Seluruh kader posyandu dapat melakukan pengukuran antropometri dengan baik, serta memberikan edukasi dengan terampil. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pelatihan dan pendampingan secara berkala diperlukan untuk mendukung optimalisasi peran kader dalam edukasi gizi tingkat rumah tangga. Kata Kunci: Kader Posyandu, Edukasi Gizi, Sekolah Gizi Keluarga, Status Gizi. ABSTRACT Stunting and wasting among children remain public health problems in Mesjid Subdistrict, Mangkupalas, Samarinda. Community Health Workers (CHWs) serve as the frontline in implementing promotive and preventive efforts to prevent child malnutrition. However, limited knowledge and skills in providing nutrition education hinder CHWs from performing their roles effectively. This community service program aimed to develop a CHWs empowerment model to improve knowledge and attitudes regarding family nutrition, enhance anthropometric measurement skills, and strengthen their ability to provide nutrition education to families. This community service program titled “Nutrition School: Building a Healthy Home from Our Own Kitchen,” consisted of training and mentoring activities involving 22 CHWs from all posyandu in Mesjid Subdistrict. The program was conducted over three days with three main topics: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and family nutrition, anthropometric measurement and nutrition education, and role-play sessions in which CHWs practiced anthropometric measurements and provided nutrition education to families. The program resulted in increased knowledge and improved attitudes of CHWs regarding PHBS, family nutrition, anthropometric measurement, and nutrition education. All CHWs were able to perform anthropometric measurements properly and deliver nutrition education effectively. Continuous improvement of CHWs knowledge and skills through regular training and mentoring is necessary to optimize their role of in delivering household-level nutrition education. Keywords: Community Health Workers, Nutrition Education, Family Nutrition School Program, Nutrition Status.