Claim Missing Document
Check
Articles

Cyberloafing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tingkat Akhir melalui Problem Focused Coping sebagai Mediator Azahra, Aurani Nurika; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran problem focused coping (PFC) sebagai mediator dalam hubungan antara cyberloafing dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan akademik, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, sehingga perilaku penggunaan internet non-akademik seperti cyberloafing berpotensi memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan model mediasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya sebanyak 549.342 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen, yaitu skala kesejahteraan psikologis, skala cyberloafing, dan skala problem focused coping. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS for Windows versi 26 dan JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berhubungan negatif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (p = 0.001) dengan koefisien sebesar −0,5555, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi cyberloafing, semakin rendah kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa problem focused coping berperan sebagai mediator secara signifikan, dengan nilai Indirect Effect sebesar −0,0314 dan p value sebesar 0,019 (p < 0,05), serta sumbangsih sebesar 5,36% dari total effect. Temuan ini menunjukkan bahwa mediasi yang terjadi bersifat parsial, sehingga pengaruh langsung cyberloafing terhadap kesejahteraan psikologis tetap lebih dominan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang relevan serta menggunakan teknik sampling yang lebih representatif.
Hubungan Antara Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa yang Bekerja I Kadek Suandika; Andik Matulessy; Suhadianto, Suhadianto
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v2i4.1585

Abstract

Mahasiswa yang berperan ganda sebagai pekerja dan pelajar sering menghadapi tekanan dari tuntutan akademik sekaligus pekerjaan, sehingga memerlukan resiliensi akademik untuk dapat menyesuaikan diri, bertahan, dan tetap produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efikasi diri dan dukungan sosial berkaitan dengan resiliensi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling, melibatkan 110 partisipan yang bekerja dan berdomisili di Surabaya. Hasil analisis simultan mengungkapkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap resiliensi akademik (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri maupun dukungan sosial secara individual menunjukkan hubungan positif dengan resiliensi akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran faktor internal dan eksternal dalam mendukung resiliensi akademik mahasiswa yang bekerja, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan dan penguatan psikologis.
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Task Aversiveness dalam Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Novita, Emillia Wulan; Matulessy, Andik; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of peer conformity and task aversiveness on academic procrastination in high school students. Academic procrastination is the tendency to postpone schoolwork, which impacts academic achievement. This study used a quantitative correlational method with a non-probability sampling technique on 260 students in grades X and XI. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that peer conformity (t = 5.025; p < 0.001) and task aversiveness (t = 3.707; p < 0.001) had a significant influence on academic procrastination, both simultaneously and partially. The coefficient of determination (R² = 0.205) indicates that both variables contributed 20.5% to academic procrastination. This finding indicates that the higher the conformity and task aversiveness, the greater the tendency of students to engage in academic procrastination. Keywords: Peer Conformity, Task Aversiveness, Prokratinasi Akademik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konformitas teman sebaya dan task aversiveness terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas sekolah yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik non-probability sampling pada 260 siswa kelas X dan XI. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya (t = 5,025; p < 0,001) dan task aversiveness (t = 3,707; p < 0,001) memiliki pengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara simultan maupun parsial. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,205) menunjukkan bahwa kedua variabel menyumbang 20,5% terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konformitas dan task aversiveness maka semakin besar kecenderungan siswa melakukan prokrastinasi akademik. Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Ketidaksukaan pada tugas, Prokrastinasi Akademik
Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Komunitas untuk Menurunkan Intensitas Penggunaan Gadget dan Internet Pada Anak Clarista Agustina Milo Weo; Suhadianto
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1589

Abstract

Kecanduan gadget di Kelurahan KTG, Kota Malang, merupakan isu krusial yang ditandai dengan munculnya gejala withdrawal berupa kemarahan dan kegelisahan saat akses internet terputus, serta penurunan kualitas interaksi sosial pada anak. Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis komunitas dalam menurunkan intensitas penggunaan gadget dan internet pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen (one-group pretest-posttest design) untuk melihat dampak intervensi pada kelompok sasaran. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 65 anak berusia 10–12 tahun yang teridentifikasi memiliki kecenderungan penggunaan gadget berlebihan. Instrumen pengukuran yang digunakan mencakup observasi, wawancara, serta kuesioner terstandar Internet Addiction Test (IAT) dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Teknik analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif dan komparatif untuk mengevaluasi perubahan tingkat kecanduan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya psikoedukasi yang mengintegrasikan pelatihan kontrol diri (self-control) bagi anak dan penyuluhan pola asuh bagi orang tua efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi serta pengendalian diri subjek. Meskipun perubahan perilaku permanen membutuhkan waktu yang lebih panjang, intervensi ini secara signifikan meningkatkan kesadaran partisipan dalam membatasi waktu penggunaan layar. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi pihak Kelurahan bersama lembaga masyarakat seperti PUSPAGA dan PKK untuk menyelenggarakan program pendampingan berkelanjutan guna memperkuat konsistensi pola asuh di tingkat mikrosistem keluarga.