Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Konformitas Teman Sebaya dan Task Aversiveness dalam Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Emillia Wulan Novita; Andik Matulessy; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of peer conformity and task aversiveness on academic procrastination in high school students. Academic procrastination is the tendency to postpone schoolwork, which impacts academic achievement. This study used a quantitative correlational method with a non-probability sampling technique on 260 students in grades X and XI. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that peer conformity (t = 5.025; p < 0.001) and task aversiveness (t = 3.707; p < 0.001) had a significant influence on academic procrastination, both simultaneously and partially. The coefficient of determination (R² = 0.205) indicates that both variables contributed 20.5% to academic procrastination. This finding indicates that the higher the conformity and task aversiveness, the greater the tendency of students to engage in academic procrastination. Keywords: Peer Conformity, Task Aversiveness, Prokratinasi Akademik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konformitas teman sebaya dan task aversiveness terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas sekolah yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik non-probability sampling pada 260 siswa kelas X dan XI. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya (t = 5,025; p < 0,001) dan task aversiveness (t = 3,707; p < 0,001) memiliki pengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara simultan maupun parsial. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,205) menunjukkan bahwa kedua variabel menyumbang 20,5% terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konformitas dan task aversiveness maka semakin besar kecenderungan siswa melakukan prokrastinasi akademik. Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Ketidaksukaan pada tugas, Prokrastinasi Akademik
Perbedaan Kematangan Karier Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin dan Program Studi Faiz Wahyu Mirza Muhatta; Suhadianto; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In the globalization era, university students are expected not only to excel academically but also to be ready for the job market by developing career maturity. This study aimed to examine differences in career maturity based on gender and academic major. The research used a quantitative, non-experimental comparative design involving 375 active students from the University of 17 August 1945 Surabaya, selected through quota sampling. The instrument used was a career maturity scale developed based on Donald Super’s theory (1990), covering aspects of planning, exploration, decision-making, job knowledge, career preferences, and transition readiness. Data were analyzed using the Mann-Whitney U test due to non-normal distribution. The results showed no significant differences in career maturity based on gender or academic major. This study concludes that internal factors such as self-efficacy and self-control are likely more influential than demographic factors. Keywords: academic major; career maturity, gender; student Abstrak Pada era globalisasi, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga harus siap menghadapi dunia kerja melalui pengembangan kematangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat kematangan karier berdasarkan jenis kelamin dan program studi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif non-eksperimental dengan partisipan sebanyak 375 mahasiswa aktif Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kematangan karier yang dikembangkan berdasarkan teori Donald Super (1990), mencakup aspek perencanaan, eksplorasi, pengambilan keputusan, informasi dunia kerja, preferensi, dan kesiapan transisi. Teknik analisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kematangan karier berdasarkan jenis kelamin maupun program studi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal seperti efikasi diri dan kontrol diri kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kematangan karier dibanding faktor demografis. Kata kunci: gender; kematangan karier, mahasiswa, program studi
Mengenal Hubungan Hardiness dan Burnout pada Atlet Muda Taekwondo Muhammad Nur Firmansyah; Suhadianto; Karolin Rista
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Burnout in taekwondo athletes encompasses emotional exhaustion, a decline in personal achievement, and devaluation of sports activities. Hardiness is considered one of the contributing factors to the occurrence of burnout. This study aims to examine the relationship between hardiness and burnout among student taekwondo athletes in Surabaya. The research employed a quantitative correlational method involving 285 student athletes selected through purposive sampling. The measurement instruments used were the hardiness scale based on Kobasa’s theory (1979) and the burnout scale based on the Athlete Burnout Questionnaire (ABQ) developed by Raedeke & Smith (2001). Data were analyzed using the Spearman Rho correlation test. The results indicated a significant positive relationship between burnout and hardiness, suggesting that higher levels of hardiness are associated with higher levels of burnout in taekwondo athletes, and vice versa. High levels of burnout among athletes can cause distractions during training and hinder performance. Therefore, further studies are needed to explore hardiness and other variables that may contribute to athlete burnout. Keywords: Burnout; Hardiness; Student-athletes; Taekwondo Abstrak Burnout pada atlet taekwondo mencakup kondisi kelelahan emosional, penurunan pencapaian pribadi, serta devaluasi terhadap aktivitas olahraga. Hardiness adalah salah satu penyebab dari adanya burnout yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hardiness dengan burnout pada siswa atlet taekwondo di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 285 siswa atlet sebagai partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala hardiness berdasarkan teori Kobasa (1979) dan skala burnout berdasarkan Athlete Burnout Questionnaire (ABQ) dari Raedeke & Smith (2001). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rho. Hasil Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara burnout dengan hardiness, yang artinya ketika hardiness tinggi, maka burnout pada atlet taekwondo akan tinggi pula dan begitu sebaliknya. Burnout pada atlet tinggi membuat distraksi terhadap latihan dan pencapainnya. Sehingga perlunya dikaji lebih lanjut terkait hardiness dan variabel lain yang menjadi penyebab burnout pada atlet. Kata kunci: Atlet Pelajar; Burnout; Hardiness; Taekwondo
A Systematic Review of Risk-Taking Behavior Among Indonesian Military Personnel Xavier, Selyo Febrio; Noviekayati, IGAA; Suhadianto, Suhadianto
Srawung: Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 5 Issue 2 (2026)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jssh.v5i2.987

Abstract

Risk-taking behavior among military personnel is an important issue in military psychology because soldiers are frequently required to make decisions under conditions of uncertainty, pressure, and potential danger. However, literature specifically examining risk-taking behavior among Indonesian National Armed Forces (TNI) personnel remains limited, with existing studies focusing more on resilience, stress, and general psychological well-being. This study aimed to synthesize recent findings on the factors influencing risk-taking behavior among military personnel, with particular relevance to the TNI context, through a systematic literature review approach. The study analyzed 10 relevant articles published between 2020 and 2025, identified through searches in Scopus and Google Scholar. The findings indicate that risk-taking behavior is influenced by multidimensional factors, including physiological factors such as sleep quality and energy balance, psychological factors such as impulsivity, optimism bias, and professional identity, and operational factors such as combat exposure. Social support was also found to play a protective role by reducing the tendency toward maladaptive risk-taking. These findings provide a broader understanding of the dynamics of risk-taking behavior among military personnel and highlight the importance of integrated training and psychological support strategies to improve decision-making in high-risk military environments.
Goal Orientation dan Student Engagement pada Siswa Sekolah Menengah Atas Widyanti, Nyoman; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6007

Abstract

Keterlibatan siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menjadi permasalahan, meskipun tuntutan akademik semakin meningkat. Goal orientation diduga berperan dalam keterlibatan belajar siswa, namun temuan penelitian sebelumnya belum menunjukkan hasil yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara goal orientation dengan student engagement pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 112 siswa kelas XII SMA 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Instrumen penelitian berupa skala goal orientation (α = 0,886) dan skala student engagement (α = 0,921) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara goal orientation dan student engagement (r = 0,212; p = 0,025). Namun, kekuatan hubungan berada pada kategori lemah dengan sumbangan efektif sebesar 4,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki goal orientation pada kategori sedang (79,5%), sedangkan student engagement didominasi oleh kategori tinggi (66,07%). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa dengan tujuan belajar yang lebih jelas cenderung menunjukkan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa goal orientation merupakan salah satu faktor internal yang berkontribusi terhadap student engagement, meskipun masih terdapat faktor lain yang memengaruhinya.
Cyberloafing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tingkat Akhir melalui Problem Focused Coping sebagai Mediator Azahra, Aurani Nurika; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran problem focused coping (PFC) sebagai mediator dalam hubungan antara cyberloafing dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan akademik, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, sehingga perilaku penggunaan internet non-akademik seperti cyberloafing berpotensi memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan model mediasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya sebanyak 549.342 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen, yaitu skala kesejahteraan psikologis, skala cyberloafing, dan skala problem focused coping. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS for Windows versi 26 dan JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berhubungan negatif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (p = 0.001) dengan koefisien sebesar −0,5555, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi cyberloafing, semakin rendah kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa problem focused coping berperan sebagai mediator secara signifikan, dengan nilai Indirect Effect sebesar −0,0314 dan p value sebesar 0,019 (p < 0,05), serta sumbangsih sebesar 5,36% dari total effect. Temuan ini menunjukkan bahwa mediasi yang terjadi bersifat parsial, sehingga pengaruh langsung cyberloafing terhadap kesejahteraan psikologis tetap lebih dominan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang relevan serta menggunakan teknik sampling yang lebih representatif.
Handling Academic Stress Among Students In Indonesia: A Systematic Literature Review Fahmy Ferdiyanto; I Gusti Ayu Agung Noviekayati; Suhadianto
International Conference on Psychology and Education (ICPE) Vol. 4 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference on Psychology and Education (ICPE)
Publisher : Department of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic activities at school present various challenges for students. The obligations assigned must be completed immediately, sometimes becoming a demand that causes boredom both internally and externally. The purpose of this study is to collect and identify interventions to reduce academic stress levels. This study uses a systematic literature review (SLR). The literature review procedure follows the PRISMA model. Based on the selection process using the PRISMA model, 83 articles were identified. After further screening according to the PRISMA 2020 guidelines, 13 articles were deemed suitable and aligned with the research criteria and objectives for analysis. Based on the analysis and literature review, it was found that in the application of several interventions used on participants experiencing academic stress, counseling, stress management techniques, and therapy were effective in reducing stress levels. For future research, it is recommended to consider the application of interventions in various contexts, such as understanding the participants' conditions, formulating intervention plans tailored to their needs, using a systematic approach applicable in both individual and social contexts, and encouraging active participation from the participants and their social environment..
Optimisme dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas Nabila Laila; Suhadianto; Karolin Rista
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dynamic academic challenges in contemporary educational settings require students to be able to adapt, persist, and recover when facing pressure and difficulties in the learning process. Optimism is considered an important internal factor that contributes to strengthening students’ resilience. This study was designed to examine the relationship between optimism and academic resilience among senior high school (SMA) students using a quantitative correlational approach. This study employed a quantitative approach using a correlational method, aiming to examine the relationship between optimism and academic resilience among high school students. The study sample consisted of 195 high school students selected through purposive sampling. The measurement instruments in this study used an optimism scale developed by the researcher based on Seligman’s (2006) theory, with a Cronbach’s Alpha value of 0.922, and an academic resilience scale developed by the researcher based on Cassidy’s (2016) theory, with a Cronbach’s Alpha value of 0.872. The data obtained were then analyzed using the product-moment correlation technique. The results indicated a significant positive relationship between optimism and academic resilience (r = 0.668, p = 0.000, p < 0.05). These findings suggest that higher levels of optimism are associated with higher levels of academic resilience. Therefore, strengthening students’ optimism is essential as an effort to enhance academic resilience in coping with academic demands during the learning process. Tantangan akademik yang dinamis dalam dunia pendidikan mengharuskan siswa untuk mampu beradaptasi, gigih, dan bangkit kembali saat menghadapi tekanan dan kesulitan dalam proses belajar. Optimisme diyakini berperan menjadi salah satu faktor internal dalam meningkatkan ketahanan diri siswa. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, yang bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel optimisme dan variabel resiliensi akademik pada siswa SMA. Subjek penelitian sebanyak 195 siswa SMA yang diambil melalui teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala optimisme yang dibuat sendiri oleh peneliti mengacu pada teori Seligman (2006) dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,922 dan skala resiliensi akademik yang dibuat sendiri oleh peneliti mengacu pada teori Cassidy (2016) dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,872. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara optimisme dengan resiliensi akademik diperoleh hasil sebesar r = 0,668 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat optimisme, semakin tinggi pula resiliensi akademik yang dimiliki. Penguatan optimisme pada siswa penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan resiliensi akademik dalam menghadapi tuntutan akademik selama proses pembelajaran di sekolah.  
Co-Authors Abd. Syakur Aini, Dwi Fitria Aisha, Elvira Nur Aliffia Ananta Alivan, Abil Nur Alvano, Otniel Giovany Amel, Zayna Faisa Ananta, Aliffia Andik Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Azahra, Aurani Nurika Beige, Eka Putri Marina Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana Clarista Agustina Milo Weo Darmawan, Kevin Devia Putri Isnaini Dian Listiyana Sari Eko April Ariyanto, Eko April Emillia Wulan Novita Eva, Nur Fadhila, Kensila Anindya Fahmy Ferdiyanto Faiz Wahyu Mirza Muhatta Faradis, Tazkiyah Firdaus, Noviana Firdiansyah, Dohan Forexa, Alfaridzi Widya Hanurawan, Fattah Hendiaka, Reihan Firjatullah Putra Herlan Pratikto Herlan Pratikto Hetti Rahmawati I Gusti Ayu Agung Noviekayati I Kadek Suandika Igaa Noviekayati, Igaa Imami, Alief Nur Imanuelsa, Happy Angel Isrida Yul Arifiana Karolin Rista Karolin Rista Kusnadi, Hajidah Fildzahun Nadhilah Lie, Isaac Majesty, Jonitha Maukh, Betania Denisa Noveli Melati, Inka Sukma Muchtar, Andi Reinsky Muhammad Nur Firmansyah Nabila Laila Navulani, Intan Nilam Puspasari, Dinda Nizar, Muchammad Alvan Nofriansyah, Muh. Fauzan Nurmala, Vina Rizka Oktorika, Nurliyana Permata, Rezha Anugrah Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi Praktikto, Herlan Pratitis, Nindia Putra, Adik Putra, Mohammad Ilham Arief Putri, Adelia Elsiana Qonita Gina Berliana Qudriyah, Siti Khabibatul Rachmawati, Aliyah Rakib, Mohammad Indra Ramadanti, Astria Ramadhani, Chelcadiva Ramadhani, Sevila Putri Ramadhanti, Fadillah Lintang Rista, Karolin Safira, Cintya Ma’alis Sidiq, Adam Ariefa Syuhud, Mohammad Haris Tabalena, Nataniel Wellem Uswidatul Laili Wardani, Ari Fanti Widyanti, Nyoman Xavier, Selyo Febrio