Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kegiatan penyuluhan untuk mengurangi gejala hot flush dengan konsumsi susu kedelai pada masa klimakterium Permatasari, Tamara Indah; Pratiwi, Inda; Regita, Ayu Fitria; Yuliarni, Ayu; Wahyu, Tri; Nuraini, Ika; Safitry, Erita; Ifayanti, Hikmah; Isnaini, Maulia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.29763

Abstract

AbstrakMasa Klimakterium merupakan suatu keadaan fisiologis pada wanita yang ditandai dengan hormon esterogen dan progesteron menurun. Penurunan hormon esterogen dapat menyebabkan terjadinya hot flush pada wanita menopause yang ditandai dengan perasaan panas pada bagian atas tubuh wanita meliputi wajah, leher serta bagian atas dada. Salah satu terapi untuk mengurangi gejala hot flush yaitu dengan mengkonsumsi susu kedelai. Susu kedelai dapat mengembalikan suplai hormon esterogen dikarenakan dalam susu kedelai terdapat isoflavon atau sejenis senyawa yang mengandung fitoesterogen yakni senyawa esterogen alami. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan wanita tentang cara mengurangi gejala hot flush dan menyiapkan diri untuk menghadapi masa menopause. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan melalui penyuluhan, dan diskusi serta tanya jawab, dimana sebelum dan sesudah kegiatan peserta diberikan pretest dan posttest. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada tanggal 10 Januari 2025 dengan jumlah peserta 15 peserta dapat meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 6,5 menjadi 13. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan peserta mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi sebelum masa menopause dan memberikan kesiapan diri untuk menghadapi masa menopause. Kata kunci: hot flush; klimakterium; susu kedelai Abstract The climacteric period is a physiological condition in women which is characterized by a decrease in the hormones estrogen and progesterone. A decrease in the hormone estrogen can cause hot flushes in menopausal women, which is characterized by a feeling of heat in the upper part of the woman's body, including the face, neck and upper chest. One therapy to reduce hot flush symptoms is by consuming soy milk. Soy milk can restore the supply of the estrogen hormone because soy milk contains isoflavones or a type of compound that contains phytoestrogens, namely natural estrogen compounds. The aim of this activity is to increase women's knowledge about how to reduce hot flush symptoms and prepare themselves to face menopause. The method used in this activity is through counseling, discussion and question and answer, where before and after the activity participants are given a pretest and posttest. The results of this outreach activity show that the implementation of activities carried out on January 10 2025 with a total of 15 participants can increase participants' knowledge from an average value of 6.5 to 13. This activity increases participants' knowledge about the changes that will occur before menopause and provides self-readiness to face menopause. Keywords: climacterium; hot flush; soy milk
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF Antika, Rini; Siti Maesaroh; Maulia Isnaini; Septika Yani Veronica
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i02.397

Abstract

Nyeri persalinan masih menjadi permasalahan yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada kala 1.Angka kejadian ibu bersalin mengalami nyeri persalinan di Indonesia sebanyak 85-90% dan sekitar35% ibu melahirkan mengalami nyeri yang hebat. Penanganan nyeri persalinan dapat dilakukan secaranonfarmakologis yaitu dengan memberikan terapi endorphin massage. Endorphin massage adalahterapi pijatan ringan yang merangsang tubuh untuk melepas hormon endorphin. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan padaibu bersalin kala I fase aktif di PMB Rini Antika. Penelitian ini kuantitatif menggunakan desainpreeksperimen (One Group Pre-Post test Design). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibubersalin pada bulan Agustus-September Tahun 2024 di PMB Rini Antika dan sampel sebanyak 20responden menggunakan Acydental sampling yang diberi intervensi endorphin massage selama 5sampai 10 menit pada waktu his di kala 1 fase aktif. Hasil analisis univariat didapatkan rata-rataintensitas nyeri persalinan sebelum dilakukan terapi endorphin massage yaitu 5,8 dan sesudahdilakukan terapi endorphin massage yaitu 3,45. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan ujiWilcoxon Sign Test didapat ada pengaruh pemberian endorphin massage pada ibu bersalin kala I faseaktif di PMB Rini Antika (p value : 0,000). Disarankan PMB dapat mengaplikasikan terapi inidikombinasikan dengan aromaterapi untuk meningkatkan kenyamanan ibu bersalin.
Perspektif Remaja Tentang Kehamilan Usia Muda di Rumah Bersalin Karen Kabupaten Bekasi Sari, Eka Mardiani; Ifayanti, Hikmah; Isnaini, Maulia; Wulandari, Ririn
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teenage pregnancy is a reproductive health concern that affects the health, education, and psychological well-being of teenagers. Early pregnancy puts adolescents at risk for health issues, social disapproval, and dropping out of school. In order to investigate their opinions, experiences, and difficulties, it is essential to comprehend how adolescents regard teen pregnancy. The goal of this study is to offer comprehensive insights to aid in the creation of preventative measures and educational initiatives that are more successful. The research objective was to describe adolescents' perspectives on young pregnancy at the Karen Maternity Hospital in Bekasi Regency. The research design used was descriptive qualitative. The sample consisted of eight adolescents aged 15-19 years old, selected using purposive sampling. Data analysis was conducted through interview transcripts and qualitative research interpretation. According to the study's findings, the majority of teenage opinions about the causes of early pregnancy are influenced by free association; pregnancy happens because it is unplanned, which can interfere with continuing education and cause delays in entering the workforce; most teenagers date young; parents typically have a negative attitude towards unmarried pregnancy; and early pregnancy does not significantly harm a pregnant woman's physical health. It is anticipated that health professionals would take a more active role in educating teenagers about sexuality in a comprehensive and age-appropriate manner.
The Factors Associated with Early Complementary Feeding in Infants under Six months of Age in Fajar Mulya Public Health Center of Pringsewu Regency Mariana, Tina; Meysira, Qhinta; Isnaini, Maulia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4515

Abstract

The provision of complementary feeding (MP-ASI) before infants reach six months of age remains common in the community, despite its potential risks, including health problems such as diarrhea, impaired growth and development, and decreased infant immunity. In the working area of Fajar Mulya Public Health Center, the coverage of exclusive breastfeeding is relatively low, while the prevalence of early complementary feeding remains high. This study aimed to identify factors associated with early complementary feeding in infants under six months of age in the working area of Fajar Mulya Public Health Center of Pringsewu Regency. This research employed an analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 216 respondents, from which 76 samples were selected using purposive sampling in the working area of Fajar Mulya Public Health Center of Pringsewu Regency on May 7th, 2025. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman test. The results showed a significant relationship between maternal attitude (p = 0.000 < 0.05), occupation (p = 0.000 < 0.05), and husband’s support (p = 0.000 < 0.05) with early complementary feeding in infants under six months of age in the working area of Fajar Mulya Public Health Center of Pringsewu Regency. This study suggests that the public health center should conduct regular health education programs in collaboration with its nutrition team. By providing routine counseling, it is expected that maternal motivation for early complementary feeding can be reduced.
Pengaruh Prenatal Massage Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Totokaton Kabupaten Tulang Bawang Barat Muhimah, Muhimah; Isnaini, Maulia; Anggriani, Yunita; Komalasari, Komalasari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12865

Abstract

Wanita hamil pada trimester ketiga sering mengalami gangguan tidur akibat pertumbuhan janin yang menyebabkan pembesaran uterus dan penurunan kenyamanan saat beristirahat. Pijat prenatal merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang banyak digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut. Terapi ini diketahui dapat menurunkan kadar hormon stres, mengurangi ketegangan otot, memperbaiki suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung kesejahteraan ibu hamil secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat prenatal terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Totokaton, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest pre-experimental. Populasi penelitian terdiri atas 42 ibu hamil trimester ketiga, dan 20 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor kualitas tidur sebelum pijat prenatal adalah 6,55 dan menurun menjadi 4,10 setelah intervensi, menandakan adanya peningkatan kualitas tidur. Analisis statistik menunjukkan efek signifikan pijat prenatal terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester ketiga (p = 0,000). Dengan demikian, pijat prenatal direkomendasikan sebagai terapi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur selama kehamilan.
Pemberian Terapi Akupresur sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Tidur pada Wanita Menopouse di Puskesmas Wates Tahun 2025 Hikmah Ifayanti; Anissa Syafitri Almufaridin; Hellen Febriyanti; Maulia Isnaini; Inggit Primadevi; Nurheti; Leni Winarni; Purnamasari; Rapih Mijayanti; Riyanti; Yana Novita; Anindyra Pertiwi; Citra Afrina; Eka Yuni Setiawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4477

Abstract

The decline in estrogen hormone during menopause causes decreased sleep quality. Sleep quality affects physical and psychological health which can reduce the quality of life of menopausal women. This study aims to prove that acupressure therapy can improve sleep quality and estrogen hormone in menopausal women. The study design was Quasi-experimental, using an existing group. The total sample of 20 respondents, 6 of whom experienced insomnia, was selected using the Consecutive Sampling technique. The intervention group was given acupressure therapy at HT 7, PC 6, and GV 20 points six times for one month. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and estrogen levels were measured using the ELISA method. Data analysis used Paired Sample Test, Independent T-Test. Data analysis showed changes in the mean score of sleep quality and estrogen levels in the intervention group after being given acupressure therapy intervention. The results of this study showed differences in the mean score of sleep quality and estrogen levels before and after being given acupressure. The conclusion of this study is that acupressure therapy at HT 7, PC 6, and GV 20 points can improve sleep quality and estrogen levels in menopausal women. This study implies that acupressure therapy interventions can be implemented as part of midwifery care for menopausal women. ABSTRAK Penurunan hormon estrogen pada masa menopause menyebabkan kualitas tidur menurun. Kualitas tidur berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan psikologi yang dapat menurunkan kualitas hidup menopause. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuktikan pemberian terapi akupresur dapat meningkatkan kualitas tidur dan hormon estrogen pada wanita menopause. Desain pengabdian kepada masyarakat ini adalah Quasi experiment yaitu dengan menggunakan satu kelompok dengan Pre test dan Post Test. Jumlah sampel sebanyak 20 responden 6 diantaranya mengalami insomia, dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur titik HT 7, PC 6, dan GV 20 sebanyak 6 kali selama 1 bulan. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kadar estrogen diukur dengan metode ELISA. Analisis data menggunakan Paired Sampel Test, Independent T-Test dengan pre test dan post test.. Analisis data menunjukkan adanya perubahan rerata skor kualitas tidur dan kadar estrogen pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi terapi akupresur. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan rerata skor kualitas tidur dan skor kadar estrogen sebelum dan sesudah diberikan akupresur. Simpulan dari penelitian in adalah Terapi akupresur pada titik HT 7, PC 6 dan GV 20 dapat menigkatkan kualitas tidur dan hormon estrogen pada wanita menopause. Pengabdian masyarakat ini mengimplikasikan bahwa intervensi terapi akupresur dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan kebidanan pada wanita menopause.  
Co-Authors Agustriyani, Feri Amrina Rosada Andri Karin, Elsy Juni Anggista Putri, Nopi Anggriani, Yunita Anindyra Pertiwi Anissa Syafitri Almufaridin Arselly, Sabrina Windy Astuti, Eti Ayu, Gustin Swastika Beniqna Maharani Beniqna Maharani Besmaya Berliana, Zahra Citra Afrina desni sagita, Yona Desni Sagita Dewani, Shakira Listi Putri Dewi Ratnasari Dewi, Adinda Puspa Eka Tri Wulandari Eka Tri Wulandari, Eka Tri Eka Yuni Setiawati Elsy Juni Andri Karini Endang Trisnawati Fauziah, Nur Alfi Feri Agustriyani Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriyana, Feni Hamid Mukhlis Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Hikmah Ifayanti Iis Tri Utami Juwita Desri Ayu Kesumayuda, Khoirunnisa Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Leni Winarni Lia Puspita Lia, Melda Linda Puspita LINDA PUSPITASARI - A11111054, LINDA PUSPITASARI Maenani Mareza Yolanda Umar Marfu'ah, Nurul Mariana, Tina Maulidia, Shafira Zaky Melinda, Novia Meysira, Qhinta Misfa Setiyawati Muhimah, Muhimah Mutiara, Nabella Nasiroh, Nasiroh Nita Aprina Nopi Anggista Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Novita, Andis Dian Nur Azizah, Lutvi Nuraini, Ika Nurheti Nurrohmah Nurrohmah, Nurrohmah Nurul Badriyah P, Layla Chaeriyah Permatasari, Tamara Indah Pertamana, Ropia Pratiwi, Inda Primadevi, Inggit Psiari Kusuma Wardani Purnamasari Putri, Cindyana Sabila Putri, Farenza Mutiara Rapih Mijayanti Regita, Ayu Fitria Relly Mulyanti Rika Agustina Rika Agustina, Rika Rini Antika Ririn Wulandari Riyani, Retno Indra Riyanti Rossy, Putri Amalia Safira, Yeni Safitry, Erita sanjaya, Riona Sanjaya Sari, Eka Mardiani Septika Yani Veronica Setiani Setiani Siska, Awenda Siti Maesaroh Siti Rohani Sukarni Sukarni Sukarni Sulistiawati, Yuni Sumitri Sumitri, Sumitri Syarah, Swari Tri Wahyu Umar, Mareza Wahyuningrum, Erika Septi Widayanti, Erna Desi Winati, Dian Eska Wulandari, Lusia Asi Yana Novita Yani Veronica, Septika Yuliani Yuliani Yuliarni, Ayu Yuni Astini Yuni Sulistiawati Yuni Sulistiawati Yuni Sulistyawati Yunita Anggriani