Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Empowerment of Health Cadres for Sanitation and Health Promotion, Gambang Village, Jombang Edi, Imam Sarwo; Sari, Ernita; Yaimin
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 3 (2025): September
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v4i3.115

Abstract

Inadequate organic waste management in rural communities poses significant environmental and public health challenges, necessitating sustainable interventions at the grassroots level. This community service initiative aimed to establish waste management capacity in Gambang Village, Gudo District, Jombang Regency, through the implementation of Takakura composting systems toward achieving Ecovillage status. The intervention employed a mixed-method approach combining physical resource provision, educational counseling, and hands-on training. Ten Takakura composting units were distributed to health cadres, accompanied by comprehensive training sessions on composting techniques and organic waste utilization. Educational materials were delivered by faculty and students from the Environmental Health Department of the Surabaya Health Polytechnic, Ministry of Health, to health cadres and community residents. Knowledge acquisition was assessed through pre-post test measurements across multiple environmental health domains. Results demonstrated substantial improvements in participant knowledge: biopore understanding increased from 15% to 70%, infiltration well comprehension rose from 10% to 80%, and dental health awareness improved from 13% to 74%. The composting demonstration activities generated considerable enthusiasm among health cadres, evidenced by active participation in discussion forums and question-answer sessions regarding Takakura tool applications and benefits. The intervention successfully enhanced health cadres' practical skills in compost production and organic waste management. This community-based approach demonstrates promising potential for replicating sustainable waste management practices across neighboring communities, thereby advancing the broader objective of establishing Self-Reliant Waste Villages (Ecovillages) in rural Indonesia. The integration of participatory training methods with tangible resource provision proved effective in fostering community ownership and sustained behavioral change in environmental health practices.
Assistance for Disaster-Responsive and Resilient Urban Village through the Implementation of Appropriate Technologies: Infiltration Wells, Biopores, and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Rokhmalia, Fitri; Khambali; Rachmaniyah; Edi, Imam Sarwo
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 3 (2025): September
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v4i3.117

Abstract

Indonesia’s population growth more than 273 m in 2021, has brought various environmental challenges, particularly in urban areas such as Surabaya. Jambangan Urban Village, with over 52,000 residents, faces issues of flooding and fire hazards due to limited green open spaces, inadequate drainage, and insufficient emergency facilities. Moderate rainfall often leads to flooding, while in 2017 a major fire incident destroyed houses and workshops because of the lack of pumps and hoses to access nearby river water before firefighters arrived. These conditions highlight the urgent need for integrated disaster preparedness and environmental management. Community service initiatives have been carried out in Jambangan to address these challenges. The infiltration wells 3 units has contributed to flood reduction and groundwater conservation. Waste management activities, led by community organizations such as W Queen, have supported environmental preservation and the vision of a flood-free tourism village. Additionally, the introduction technologies biopores, infiltration wells, and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) practices, including proper handwashing and oral health maintenance has improved community awareness and resilience. The outputs of this program include academic publication in an indexed international journal and the development of intellectual property products such as educational leaflets and documentary videos on disaster preparedness. The outcomes for community partners are significant: reducing flood risks, improving firefighting readiness, strengthening knowledge of appropriate technologies, and promoting healthier lifestyles. Ultimately, the active participation of the community in water conservation, waste management, and disaster response is essential to building a resilient and sustainable urban environment in Surabaya.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PAUD WIDYA TAMA GRESIK Oktaviany, Cindy; Edi, Imam Sarwo; Ulfah, Siti Fatria; Hadi, Sunomo
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3018

Abstract

Latar Belakang: Anak prasekolah merupakan masa kritis guna menunjang proses tumbuh kembang anak kedepannya. Keterlibatan orang tua kian dibutuhkan dalam mengajarkan supaya si kecil dapat memelihara kebersihan rongga mulutnya. Lubang gigi pada anak prasekolah perlu mendapat perhatian khusus karena sering dianggap orang tua tidak perlu dirawat, sebab akan digantikan gigi dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, prevalensi lubang gigi di kalangan anak mencapai 60% - 90% yang menunjukkan prevalensi karies anak masa prasekolah tergolong cukup besar. Faktor kemungkinan yang memicu terjadinya masalah, seperti keterlibatan orang tua yang belum tepat saat merawat kesehatan gigi anak. Studi ini dilakukan guna mengungkap hubungan kontribusi orang tua dengan kerusakan gigi pada anak PAUD. Metode: Studi ini termasuk dalam ketegori kuantitatif dengan tipe analitik Cross Sectional dengan metode survei yang melibatkan 42 orang tua anak PAUD sebagai responden. Data diperoleh melalui lembar kuesioner yang mengukur peran orang tua mengenai merawat kesehatan rongga mulut anaknya. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi Spearman Rank untuk menganalisis hubungan peran orang tua dengan karies gigi pad anak PAUD. Hasil: Hasil studi menunjukkan karies gigi anak masuk dalam kategori yang tinggi. Hasil analisis uji spearman nilai p 0.013 yang artinya p<0.05. Bisa dikatakan terdapat korelasi kontribusi orang tua dengan karies gigi pada anak PAUD Widya Tama Gresik. Kesimpulan: Nilai koefisien korelasi (-0,380) yang artinya memiliki kekuatan hubungan yang lemah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA icmiawati, reza; Edi, Imam Sarwo; Astuti Ngurah Putri, I Gusti Ayu Kusuma
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3086

Abstract

Latar Belakang: Seiring proses penuaan, kemampuan fisik seseorang akan menurun, sehingga lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Dalam banyak kasus, lansia kurang memperhatikan perawatan gigi dan mulut mereka karena keterbatasan kondisi fisik, yang akhirnya berdampak pada menurunnya kebersihan rongga mulut serta memicu kehilangan gigi. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia. Metode: Penelitian ini menerapkan jenis cross sectional kuantitatif yang dilakukan pada 36 lansia di wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi yang diperoleh dari penerapan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta melakukan pemeriksaan rongga mulut responden guna menghitung jumlah gigi yang masih berfungsi di dalam rongga mulut responden. Analisa data dilakukan dengan menerapkan uji chi-square untuk mengidentifikasi adanya hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus kehilangan gigi pada lansia. Hasil: mayoritas lansia 66,7% memiliki pengetahuan berada pada kategori rendah, 19,4% lansia memiliki pengetahuan dengan ketgori cukup. Pemeriksaan rongga mulut menunjukkan sebagian besar lansia kehilangan gigi permanen. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p = 0,0000 < dari batas signifikasi 0,05. Kesimpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia, kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan yang dimiliki lansia. Kata kunci : Pengetahuan, kehilangan gigi, lansia.