Suryani, Luh Putu
Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Orang Tua Kadek Puspayoga; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.329-334

Abstract

Hak asuh anak saat terjadi perceraian dengan situasi adanya seorang anak, menimbulkan akibat dari adanya perceraian yakni persoalan hak asuh anak, maka dengan itu baik ayah atau ibu berhak mengajukan permohonan atas hak asuh anak mereka ke pengadilan. Adapun rumusan masalah yaitu;1)Bagaimanakah pengaturan terhadap hak asuh anak akibat perceraian orang tua? 2)Bagaimana akibat hukum bagi anak dari perceraian orang tua? Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan yang berhubungan dengan isu yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan peraturan hukum mengenai hak asuh anak sangat berkaitan dengan perlindungan anak baik itu mengenai adanya pengarahan dalam hak yang dilakukan oleh orang tua. Akibat hukum bagi anak dari perceraian orang tua atau adanya keputusan dalam putusnya hubungan keluarga menjadikan tetap wajib dalam mendidik anak tersebut, karena bagi anak pendidikan secara biologis, sosial serta mental sangat penting bagi anak dari orang tua. Bagi Pemerintah atau penegak hukum dengan berupa penegakkan yang dilakukan secara langsung ataupun tidak dengan menggunakan sistem yuridis mengenai perlindungan yang dilakukan sesuai dengan dasar hukum undangundang yang berkaitan.
Upaya Hukum Pemerintah Daerah Dalam Penanggulangan Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Jembrana Komang Agus Budiyasa; I Ketut Kasta Arya Wijaya; Luh Putu Suryani
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.341-346

Abstract

Kegiatan yang merubah kegunaan tanah dari satu jenis kegiatan menjadi kegiatan lain yang lebih beragam disebut sebagai alih fungsi lahan. Perubahan kepemilikan lahan timbul selaku dampak dari pembangunan dan kenaikan populasi penduduk. Pada setiap tahunnya, Kabupaten Jembrana kerap mengalami perubahan fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian. Apabila perubahan fungsi berlangsung secara terus-menerus dan tidak diawasi secara khusus, maka lahan pertanian di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan bertahap dari tahun ketahun. Dari dampak berbahaya yang disebabkan, maka penulis menyimpulkan 2 (dua) rumusan masalah yaitu: Bagaimanakah bentuk penanggulangan terhadap perubahan fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian di Kabupaten Jembrana serta Bagaimana upaya hukum pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya alih fungsi lahan di Kabupaten jembrana. Digunakan metode penelitian empiris serta pendekatan fakta, perundang-undangan, dan menganalisa dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini, yaitu dikatakan masih belum optimal karena penerapan terhadap lahan pertanian yang mempunyai garis batas zona hijau dan pada tiap tahunnya masih didapatkan aktivitas perubahan fungsi terhadap kawasan/lahan pertanian pangan di Kabupaten Jembrana.
Writing Awig-Awig Pangkungkarung Gede Traditional Village, Tabanan, Bali I Ketut Sukadana; Ni Made Jaya Senastri; Luh Putu Suryani; I Made Yudhiantara; Mahadewi Mulia Gangga; Dewa Ayu Adhika Saraswati
Community Service Journal of Law Vol. 3 No. 1 (2024): Community Service Journal of Law
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csjl.3.1.2024.24-31

Abstract

The situation at the Mitra location does not yet have awig-awig as mandated by Bali Provincial Regulation Number 4 of 2019. The aim of this program is to empower the Traditional Village community so that they have a rule in the form of awig-awig. The method used in this service program is by: (1) giving lectures or legal counseling about the importance of awig-awig in life in Traditional Villages, (2) carrying out focus group discussions (FGD) about the design of awig-awig, and (3) provide assistance in the preparation of awig-awig of Traditional Villages. The results of this program activity are the formation of an awig-awig with a total of 59 Pawos (articles).
Management Optimization Tourism Business Unit at BUMDES Dharma Abadi in Apuan Village, Kec. Susut, District. Bangli Ni Made Puspasutari Ujianti; Ida Ayu Putu Widiati; Luh Putu Suryani; Ni Made Wahyuni; Dewa Gede Agung Semarabawa; I Wayan Sunarta; Ni Putu Laksmi Krisnina Maharani; Ida Ayu Kartika Indrawan
Community Service Journal of Law Vol. 3 No. 1 (2024): Community Service Journal of Law
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csjl.3.1.2024.36-41

Abstract

Apuan Village is one of the villages in Susut District, Bangli Regency, which has many potential water tourism attractions in the form of waterfalls, rivers and baths. In accordance with the provisions of Law Number 6 of 2014 concerning Villages, it is stipulated that an entity called a Village-Owned Enterprise, each village may have a Business Entity to manage the village's potential through its business units. BUMDes Dharma Abadi, is a business entity owned by Apuan village which was founded in 2017, with several business units. The business units managed by BUMDes Dharma Abadi are savings and loan business units, drinking water supply management and Tibumana tourist attraction management. The Tibumana tourist attraction management business unit still cannot be optimally developed, this occurs due to a lack of management capability from the human resources it has, so the development of the business unit managed by BUMDes which is expected to be able to improve community welfare and also be able to increase the APuan Village PADes cannot be achieved. achieved.