Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Fisika Komputasi dengan MATLAB/Simulink pada Pemodelan Infeksi Wabah COVID-19 di Indonesia melalui Modifikasi Persamaan Differensial Bernoulli Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono; Juliany Ningsih Mohamad; Irwan Irwan; Cahaya Rosyidan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v8i2.263

Abstract

The application of physics, in particular, the topic of differential equations is commonly used in mathematics, physics, engineering, and various other sciences to explain a phenomenon in a system, to produce a form of simulation and prediction of a fairly good mathematical equation is needed. This paper examines the use of MATLAB / Simulink to assist in modeling the solution of the differential equation problems by providing a case of mathematical modeling in the analysis of the COVID-19 plague in Indonesia in 2020 with the modification of the Bernoulli equation. In this study, it can be concluded that MATLAB / Simulink can be used to solve differential equation problems with Bernoulli's modification in the case of COVID-19 plague modeling quite accurately.
Development of an Internet of Things–based fabric defect recording system with automatic length measurement using a rotary encoder Andrian Wijayono; Fahmi Fawzy Rusman; Nurfadilah Ikhsani; Reffli Ghandara
SAINTEKS : Jurnal Sain dan Teknik Vol. 8 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v8i01.1079

Abstract

The textile industry requires efficient, accurate, and real-time quality control systems to replace paper-based inspection methods prone to errors and delays. This study develops and evaluates an Internet of Things (IoT)-based fabric defect recording system integrating a rotary encoder for length measurement, Arduino Uno as the controller, ESP32 as the communication module, a keypad for operator input, and a web-based MySQL database. The system automatically measures fabric length, records defect types, and transmits data wirelessly for real-time monitoring and management. Validation was conducted by comparing the proposed system with manual measurement and industrial inspection machines. One-Way ANOVA results show no significant difference in measurement accuracy (p = 0.865 > 0.05), with a Mean Absolute Error (MAE) of 0.0074 m, indicating high precision. Efficiency testing using a paired sample t-test shows a 79.2% reduction in recording time, from 16.8 seconds to 3.5 seconds (using digital recording system), with a significant difference (p < 0.001). The system also demonstrates reliable performance with low latency (120–150 ms), high repeatability, and zero data loss through buffering during network disruptions. These results indicate that the system improves operational efficiency while maintaining accuracy comparable to conventional methods and supports real-time integrated data management for textile industry digital transformation.
Pengembangan Aplikasi Basis Data Warna Berbasis Python untuk Mendukung Pembelajaran Pengujian Garmen di AK-Tekstil Solo Cindy Nuriska; Andrian Wijayono
sudo Jurnal Teknik Informatika Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/sudo.v5i2.1708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi basis data warna berbasis Python sebagai media pendukung pembelajaran praktik pengujian garmen di AK-Tekstil Solo. Permasalahan utama dalam pembelajaran adalah proses penilaian warna yang masih bersifat subjektif serta diperlukannya metode alternatif spektrofotometer yang dapat digunakan dalam metode pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan sistem berbasis prototipe yang meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan evaluasi pengguna. Aplikasi yang dikembangkan mampu mengolah nilai RGB dari citra kain dan mengonversinya menjadi referensi warna terdekat berdasarkan standar Pantone menggunakan metode perhitungan jarak warna. Fitur utama aplikasi meliputi open image, compare two image, dan show pantone colors. Evaluasi dilakukan terhadap 24 responden yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi industri. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 80% responden menyatakan aplikasi mudah digunakan, fungsional, dan membantu dalam proses analisis shading warna. Dengan demikian, aplikasi ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran digital yang meningkatkan objektivitas dan efisiensi dalam pengujian warna garmen.
ANALISIS VARIASI KAWAT KONDUKTIF PADA KAIN PEMANAS Agung Triyoko; - Abdurrohman; Andrian Wijayono; Ida Nuramdhani
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal kain pemanas tipe rangkap yang memanfaatkan kawat nikelin sebagai elemen pemanas untuk aplikasi tekstil cerdas. Prototipe kain diproduksi menggunakan mesin narrow fabric dengan penyisipan kawat berdiameter 0,1 mm dan 0,3 mm dalam variasi jumlah serta tegangan suplai. Pengujian dilakukan untuk mengukur kecepatan kenaikan suhu, suhu maksimum yang dicapai, kemampuan mempertahankan panas setelah sumber energi dihentikan, serta pengaruh jumlah kawat terhadap karakteristik termal kain. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kawat dan besar tegangan berperan penting dalam menentukan laju pemanasan dan suhu akhir. Konfigurasi paling optimal diperoleh pada 4 kawat 0,1 mm dengan tegangan 3 V, serta 2–3 kawat 0,3 mm pada tegangan yang sama, yang mampu mencapai suhu terapi aman (50 °C) secara cepat. Sebaliknya, penggunaan tegangan 6 V menghasilkan suhu berlebih yang berpotensi membahayakan. Selain itu, kawat berdiameter 0,3 mm menunjukkan kemampuan penyimpanan panas lebih baik dibandingkan kawat 0,1 mm. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan jumlah kawat dan tegangan yang tepat untuk menghasilkan kain pemanas yang aman dan efisien bagi aplikasi tekstil cerdas.
PENGARUH TEKANAN CRADLE WINDING TERHADAP DENSITAS GULUNGAN BENANG CAMPURAN Fahmi Fawzy Rusman; Nurfadilah Ikhsani; Andrian Wijayono; Reffli Ghandara
Texere Online First
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i2.01

Abstract

The increasing use of pineapple leaf fiber (PALF) as a sustainable natural fiber has encouraged the development of blended yarns with characteristics that differ from those of conventional cotton yarns. These differences are expected to influence yarn package formation during the winding process, particularly package density, which plays a crucial role in package stability, unwinding performance, and package dyeing. However, studies investigating the effect of cradle pressure on the package density of cotton–PALF blended yarns and the application of digital image processing for dimensional measurement remain limited. Therefore, this study investigated the effect of cradle pressure variation in the winding process on the density of cotton–pineapple leaf fiber (PALF) blended yarn packages. Yarn package density is a critical parameter affecting package stability and downstream processes, including dyeing and unwinding. A controlled experimental design was applied using three pressure levels: 1.3 Bar, 2.1 Bar, and 3.5 Bar. Yarn Package density was determined using the mass to volume method, where mass was measured directly and volume was calculated through digital image processing. The experimental data were analyzed using descriptive statistics, one-way analysis of variance (ANOVA), Student–Newman–Keuls (SNK) post hoc test, and linear regression analysis. The results show that increasing cradle pressure significantly increases yarn package density (p 0.05). The average density increased from 0.3912 g/cm³ at 1.3 Bar to 0.5466 g/cm³ at 3.5 Bar. Linear regression analysis revealed a strong positive linear relationship with a coefficient of determination (R²) of 0.7598. It can be concluded that cradle pressure plays a significant role in improving yarn package compactness. The image processing method is also proven to be an effective non-contact approach for dimensional measurement with high consistency.