Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KEGIATAN INOVASI “MANTAN GIRANG SAYAMLOR" MAKANAN TAMBAHAN GIZI KURANG SATE AYAM KELOR DI DESA SUMBER JAYA LAMPUNG SELATAN TAHUN 2024 Utami, Vida Wira; Iqmy, Ledy Octaviani; Sari, Devi Kurnia; Rosmiyati, Rosmiyati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15302

Abstract

Gizi kurang (underweight) merupakan suatu keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh konsumsi gizi yang tidak cukup sesuai kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sehingga tubuh akan memecah cadangan makanan yang berada di bawah lapisan lemak dan lapisan organ tubuh. Kurangnya pengetahuan ibu tentang keragaman bahan dan keragaman jenis makanan akan menimbulkan terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangan balita terutama perkembangan otak, status gizi kurang pada masa balita dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, terganggunya sistem imunitas balita sehingga mudah terserang penyakit infeksi, terhambatnya pertumbuhan otak yang optimal, serta perubahan perilaku yang ditunjukkan balita. Tujuan Pengabdian diketahui untuk mengetahui makanan tambahan gizi kurang sate ayam kelordi desa sumber jaya lampung selatan tahun 2024.Jenis Pengabdian berupa penyuluhan gizi kurang dengan demonstrasi pembuatan makanan tambahan gizi kurang sate ayam kelor. Sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu danbalita dengan gizi kurang serta seluruh masyararakat Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Pengabdian telah dilakuan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 16 Februari 2024 hingga 05 Maret 2024.Hasil Pengabdian diketahui seelum dilakukan penyuluhan, masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Gizi Kurang. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan tentang Gizi Kurang sebanyak 58%. dan banyak ibu yang ingin menerapkan Makanan Tambahan Gizi Kurang Sate Ayam Kelor untuk meningkatkan status gizi pada balita serta Cukup tinggi antusias masyarakat Desa Sumber Jaya dalam kegiatan edukasi. Saran bagi ibu balita untuk dapat mengikuti edukasi pentingnya Gizi Kurang diharapkan memperoleh pengetahuan lebih dalam tentang nutrisi yang berujung pada perubahan perilaku konsumsi yang lebih baik.
KEGIATAN KOMUNITAS DENGAN INOVASI “KELUARGA BERAKSI (KELUARGA ASI EKSLUSIF)” DI DESA PANCA KARSA PURNA JAYA TAHUN 2023 Sari, Devi Kurnia; Iqmy, Ledy Octaviani
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10274

Abstract

ASI Ekslusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Pemberian ASI Eksklusif dikenal sebagai salah satu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. Dukungan pemberian ASI Eksklusif bentuk memberikan perlindungan kepada ibu dengan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah terhadap ASI eksklusif. Tujuan melakukan inovasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat khususnya para ibu hamil serta ibu menyusui tentang pemahaman pentingnya ASI Ekslusif. Inovasi ini  merupakan salah satu kegiatan penyuluhan yang berkolaborasi dengan kader untuk mengumpulkan ibu hamil dan ibu menyusui, jumlah ibu yang mengikuti penyuluhan sebanyak 10 ibu hamil dan 10 ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah pemberian kuesioner sebelum di lakukan kegiatan presentasi pemaparan materi dan sesudah dilakukan presentasi. Kesimpulan nya Hasil inovasi yang di lakukan di dapatkan pengetahuan ibu meningkat setelah di berikan pendidikan kesehatan. Setelah di lakukan penyuluhan pada setiap sasaran sesuai permasalahan di dapatkan hasil masayarakat dapat lebih memahami tentang masalah yang di sampaikan. Dari hasil diskusi yang dilakukan terlihat masyarakat antusias dalam Tanya jawab yang dilakukan antar audience dan pemateri. Kata Kunci : ASI Ekslusif, Inovasi, Pendidikan Kesehatan
Risk Factors For Anemia In Pregnancy Arofah, Nadia; Ermasari, Anissa; Lathifah, Neneng Siti; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18188

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan ibu hamil yang mengalami anemia merupakan permasalahan mendasar yang perlu mendapatkan penanganan yang lebih baik. Menurut data di PMB Bidan Ketut dani SST menunjukkan ibu hamil yang berkunjung ke PMB  Bidan Ketut dani SST berjumlah 485 orang. Berdasarkan observasi ada 42 (0,08%) ibu hamil yang mengalami anemia.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di PMB Bidan Ketut Dani SST Tahun 2023.Metode:  Penelitian merupakan kuantitatif, desain penelitian cross sectional. Populasi ibu hamil di PMB Bidan Ketut dani SST yang melakukan kunjungan dan pemeriksaan kehamilan pada Tahun 2023 sebanyak 485 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 87 responden. Tekhnik sampling random sampling, Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil dari 87 responden dengan status anemia sebanyak 42 responden (48,3%) dan yang tidak anemia sebanyak 45 responden (51,7%). Faktor yang berhubungan dengan anemia pada kehamilan adalah usia kehamilan p-value 0,000 (<0,05), usia ibu p-value 0,000 (<0,05), paritas p-value 0,000 (<0,05), jarak kehamilan p-value 0,000 (<0,05), Kekurangan Energi Kronis (KEK) p-value 0,000 (<0,05), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) 0,491(>0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan bahwa usia kehamilan, usia ibu, paritas, jarak kehamilan dan KEK berpengaruh terhadap anemia pada kehamilan dan tidak ada pengaruh statistic antara IMT terhadap anemia pada kehamilan.Saran: Diharapkan bagi ibu hamil agar mencegah terjadinya anemia dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi energi atau kalori dan memahami faktor resiko maternal terjadinya anemia. Kata Kunci : Anemia, IMT, KEK, Paritas, Usia ABSTRACT Background: The problem of pregnant women experiencing anemia is a fundamental problem that needs better treatment. According to data from PMB Bidan Ketut Dani SST, there were 485 pregnant women visiting PMB Bidan Ketut Dani SST. Based on observations, there were 42 (0.08%) pregnant women who experienced anemia.Objective: Knowing the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women at PMB Bidan Ketut Dani SST in 2023.Methods: The type of quantitative research, cross-sectional research design. The population of pregnant women at PMB Bidan Ketut Dani SST who made visits and pregnancy checks in 2023 was 485 people. The sample in this study was 87 respondents. The sampling technique was random sampling, univariate and bivariate data analysis using the chi square test.Results: The results of 87 respondents with anemia status were 42 respondents (48.3%) and those who were not anemic were 45 respondents (51.7%). Factors associated with anemia in pregnancy are gestational age p-value 0.000 (<0.05), maternal age p-value 0.000 (<0.05), parity p-value 0.000 (<0.05), pregnancy spacing p-value 0.000 (<0.05), Chronic Energy Deficiency (CED) p-value 0.000 (<0.05), and Body Mass Index (BMI) 0.491 (>0.05).Conclusion: It was concluded that gestational age, maternal age, parity, pregnancy spacing and CED had an effect on anemia in pregnancy and there was no statistical effect between BMI and anemia in pregnancy. Suggestions: It is expected for pregnant women to prevent anemia by consuming foods high in energy or calories and understanding maternal risk factors for anemia. Keywords: Anemia, BMI, CED, Parity, Age 
PEMBINAAN DAN PENGOLAHAN DALAM PENCEGAHAN BAHAYA STUNTING MELALUI PROGRAM DAHSAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) DI KELURAHAN DADI REJO KECAMATAN WONOSOBO KABUPATEN TANGGAMUS Azzahra, Balqis; Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani; Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18194

Abstract

Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat dari akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama, mulai dari masa kehamilan sampai usia 24 bulan. Akibat stunting dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada masa balita, rendahnya fungsi kognitif dan fungsi psikologis pada masa sekolah. Asupan energi dan zat gizi yang tidak memadai, serta penyakit infeksi merupakan faktor yang sangat berperan terhadap masalah stunting. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan pencegahan Stunting pada balita. Metode kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode sosialisasi dengan penjelasan mengenai pencegahan dan bahaya stunting melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah Ibu-ibu yang mengikuti penyuluhan menjadi paham tentang pentingnya pencegahan stunting agar tidak terjadi stunting.Kata Kunci: pembinaan, stunting
INOVASI CETING GETELOR (CEGAH STUNTING DENGAN NUGET TEMPE KELOR) DI DESA PEMANGGILAN KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2024 Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani; Velinda, Veronika Heni
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17880

Abstract

Stunting merupakan suatu kasus kurangnya gizi untuk masa pertumbuhan pada anak yang bersifat kronik. Stunting menjadi masalah bagi negara-negara berkembang yang sangat beresiko karena berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit dan kematian. Asian Development Bank menunjukkan bahwa kasus stunting mencapai 31,8 % pada tahun 2020. Stunting dapat menurunkan kecerdasan yang disebabkan oleh kurangnya asupan bergizi. Permasalah kurang gizi juga dapat berdampak menurunkan kualitas sumber daya manusia.Tujuan dari inovasi ini adalah pembentukan dan peningkatan ketrampilan kader pendamping ibu balita dengan pemanfaatan tempe dan kelor untuk meningkatkan gizi balita.Metode kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan cara mengundang tenaga kesehatan setempat, tokoh masyarakat setempat (kepala desa, kepala RT ,RW, kader) dengan cara memberi penjelasan berupa penyuluhan tentang pencegahan stunting dengan terus memberikan makanan yang baik bagi anak pada tanggal 26 Juni 2024 di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya demonstrasi membuat olahan nugget tempe kelor, serta pembagian leaflet.Terdapat peningkatan pengetahuan setelah di berikan pendidikan kesehatan dan telah di lakukan pelaksanaan dengan hasil semua ibu memiliki balita BGM mendapatkan porsi Nugget  serta leaflet cara pembuatan  nugget agar di praktikan dirumah.Pemberdayaan kader memiliki dampak positif terhadap pemanfaatan tempe kelor sebagai untuk membantu dalam pemberian makanan tambahan pada balita merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan berat badan anak.Kata kunci : Balita, Stunting, Tempe, Kelor, Pemberdayaan Kader. 
Overview Of The Incidence Of Anemia In Women Of Childbearing Age Putri, Elsya Bela; Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17093

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. usia subur wanita adalah pada saat mereka berusia 15-49 tahun. Sementara puncak masa subur dan kualitas telur terbaik wanita berada pada 20-30 tahun.Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian anemia pada Wanita usia subur di puskesmas rawat inap way kandis pada bulan januari tahun 2024.Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif, menggunakan datu sekunder. Pengumpulan data menggunakan rekam medis pasien yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis univeriat dengan menggunakan metode desktiftif retrospekif mengunakan Variable kadar Hb, dan umur.Hasil: dari 56 responden yang kadar hemoglobin atau anemia ringan (11-11.9 gr/dL) sebanyak 26 (46.43%), anemia sedang (8-10.9 gr/dL) sebanyak 30 (53.57%), anemia berat (8 gr/dL) sebanyak 0. Dan dari 56 responden yang memiliki usia beresiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 48 (85.71%). Sedangkan responden usia beresiko tinggi (20 tahun - 35 tahun) sebanyak 8 (14.29%) responden. Kesimpulan: WUS dengan anemia di puskesmas way kandis didominasi anemia sedang anemia sedang (8-10.9 gr/dL) sebanyak 30 (53.57%) dan didominasi oleh umur dengan resiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 48 (85.71%). Kata kunci: Anemia, Wanita, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background: Anemia is one of the public health problems in Indonesia that can be experienced by all age groups from toddlers to the elderly. The fertile age of women is when they are 15-49 years old. Meanwhile, the peak of the fertile period and the best egg quality of women is at 20-30 years.Objective: to find out the picture of the incidence of anemia in women of childbearing age at the Way Kandis inpatient health center in January 2024.Methods: The type of research used is quantitative, using secondary datu. Data collection uses patient medical records that are in accordance with the researcher's needs. This study is presented in the form of a univenirate analysis using a retrospective descriptive method using Variable Hb levels, and age.Results: out of 56 respondents whose hemoglobin or anemia levels were mild (11-11.9 gr/dL) as many as 26 (46.43%), moderate anemia (8-10.9 gr/dL) as many as 30 (53.57%), severe anemia (8 gr/dL) as many as 0. And of the 56 respondents who have a low-risk age (20-35 years), as many as 48 (85.71%). Meanwhile, respondents of high-risk age (20 years - 35 years) were 8 (14.29%) respondents.Conclusion: WUS with anemia in the Way Kandis Health Center was dominated by moderate anemia (8-10.9 gr/dL) as much as 30 (53.57%) and dominated by low-risk age (20-35 years) as much as 48 (85.71%). Keywords: Anemia, Women, Women of Childbearing Age.
The Effect Of Hypno-Breastfeeding And Oxytocin Massage On Breast Milk Production In Postpartum Mothers Adnyanawati, Ni Nyoman Sri; Rosmiyati, Rosmiyati; Octaviani Iqmy, Ledy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11735

Abstract

Latar Belakang ASI merupakan sumber makanan utama pada bayi dan memiliki banyak manfaat untuk tumbuh dan berkembang secara optimal namun terlihat data capaian ASI di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 sebanyak 71,83% dan di Puskesmas Seputih Banyak sebesar 69,2% belum memenuhi standar capaian ASI Provinsi Lampung sebesar 80%. Hal ini dikarenakan produksi ASI ibu kurang, Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI dengan cara hypnobreastfeeding dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian untuk diketahui pengaruh hypnobreastfeeding dan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023.Metode Jenis penelitian kuantitatif, rancangan pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi seluruh ibu nifas sebanyak 38 orang dengan sampel sebanyak 20 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. diberikan hypnobreastfeeding dan pijat oksitosin selama 4 hari berturut-turut dalam waktu 30 menit. Penelitian ini telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak pada bulan Januari s/d Juli 2023. Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji t-tes dependen.Hasil Rata-rata pengeluaran ASI ibu post partum sebelum diberi pijat hypnobreastfeeding sebanyak 39,15ml dan sesudah diberi hypnobreastfeeding dan pijat oksitosin sebanyak 100,60ml. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value  0,000 (α<0.05).Kesimpulan dapat disimpulkan terdapat pengaruh hypno-breastfeeding dan oxytocin massage terhadap produksi ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023.Saran Diharapkan ibu nifas mendapatkan pengetahuan dan informasi yang tepat mengenai ASI Eksklusif serta dapat menerapkan kombinasi hypno-breastfeeding dan oxytocin massage untuk meningkatkan produksi ASI. Kata Kunci : Hypnobreastfeeding, Pijat Oksitosin, Pengeluaran ASI ibu Post Partum. ABSTRACT Backgraound Breast milk is the main source of food for babies and has many benefits for their optimal growth and development. However, the data of the coverage achievement for exclusive breastfeeding in Central Lampung Regency in 2021 was 71.83% and in the Seputih Banyak Public Health Center, it was 69.2% which did not meet the coverage achievement standards of exclusive breastfeeding in Lampung Province by 80%. This is because the production of breast milk is lacking. The efforts that can be made to increase milk production are by using hypno-breastfeeding and oxytocin massage.This study aimed to determine the effect of hypno-breastfeeding and oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers in the work area of Seputih Banyak Public Health Center, Central Lampung Regency in 2023.Methods This study was quantitative research. A pre-experimental method with one group pretest–posttest design approach was used in this study. The population in this study were 38 postpartum mothers. The sample in this study were 20 postpartum mothers chosen using a purposive sampling technique. Hypno-breastfeeding and oxytocin massage were applied for 30 minutes for 4 consecutive days. This study was conducted in the work area of Seputih Banyak Public Health Center from January to July 2023. Univariate and bivariate analyses using the dependent t-test were applied to analyze the data.Result The mean score of breast milk production before being given hypno-breastfeeding and oxytocin massage was 39.15 ml. The mean score of breast milk production after being given hypno-breastfeeding and oxytocin massage was 100.60 ml. The results of the statistical test using the dependent t-test obtained a p-value of 0.000 (α<0.05).Conclusion it can be concluded that there was an effect of hypno-breastfeeding and oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers in the work area of Seputih Banyak Public Health Center, Central Lampung Regency in 2023Suggestion It is hoped that postpartum mothers gain proper knowledge and information about exclusive breastfeeding and can apply the combination of hypno-breastfeeding and oxytocin massage to increase their breast milk production. Keywords: Hypno-breastfeeding, Oxytocin Massage, Breast Milk Production, Postpartum Mothers 
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN NEONATUS Safitri, Maya; Lathifah, Neneng Siti; Iqmy, Ledy Octaviani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3343

Abstract

Background : A pre-survey result conducted by the researcher in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic showed that physiotherapists often conducted neonatal massage both for normal and abnormal neonates. This neonate’s massage was conducted when mothers bring their babies to visit for weighing and health examination in every Monday and Saturday. Purpose : The objective of this research was to find out the influence of neonate’s massage to neonate’s body weight improvement in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic in Panjang of Bandar Lampung in 2020.   Method : This was a quantitative research by using quasi-experiment approach and one group pretest and posttest design. Population was all neonates in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic from July 2020. 16 respondent samples were taken by using purposive sampling and this belongs to non-random sampling technique.Result : The research result showed that the averages (mean) of neonate’s body weights before and after neonate’s massage treatment were 3143.75 and 3425.00 respectively. Statistic test result derived derived p-value 0.000 < 0.05. Conclusion : It indicated that there was an influence of neonate’s massage to neonate’s body weight improvement in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic in Panjang of Bandar Lampung in 2020. Suggestion : The researcher expects this research result to be additional health information concerning neonate’s massage for improving neonate’s body weight.      Keywords : neonate’s massage and body weight improvement ABSTRAK Latar belakang : Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang peneliti lakukan di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb, peneliti mendapatkan informasi dari petugas fisioterapi bahwa pijat bayi sudah sering dilakukan pada bayi yang lahir BBLR maupun yang lahir normal. pijat bayi dilakukan pada bayi yang dibawa ibunya untuk ditimbang dan diperiksa kesehatannya dan pijat bayi ini dilakukan setiap hari senin sampai sabtu.Tujuan : Diketahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus Di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen one group Pre-test – Post-test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang ada Di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung terhitung sejak bulan Juli 2020 yang berjumlah 16 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu salah satu teknik sampling non random sampling.Hasil : Diketahui bahwa rata-rata (mean) berat badan neonates sebelum diberikan pijat bayi adalah 3143,75 dan sesudah diberikan pijat bayi adalah 3425,00. Berdasarkan uji statistic diketahui p-value 0,000 atau p-value < 0,05 .Kesimpulan : Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus Di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi kesehatan tentang Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus, sehingga berat badan dapat mengalami peningkatan. Kata Kunci : Pijat Bayi & Peningkatan Berat Badan 
PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS DINGIN MENGURANGI PEMBENGKAKAN PAYUDARA IBU POST PARTUM Andari, Yuli; Sari, Dewi Yulia; Astriana, Astriana; Iqmy, Ledy Octaviani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5172

Abstract

Background The highest percentage of exclusive breastfeeding coverage is in West Nusa Tenggara (87.35%), while the lowest percentage is in Papua (15.32%), while Lampung Province is in eleventh place with a percentage achievement of 64.98%. One of the things that can cause obstacles in exclusive breastfeeding is the presence of problems in the breast. One of the most common breast problems is breast milk dam or breast engorgement. Interventions to relieve the symptoms of breast engorgement are urgently needed. Strategies to reduce breast swelling non-pharmacologically can be done with acupuncture, traditional breast care (hot compresses combined with massage), cabbage leaves.The purpose of this study is to know the effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling of postpartum mothers in the Long Bandar Lampung Health Center Work Area in 2021.Methods This type of research is quantitative, the research design is pre-experimental method with a One group pretest – posttest design approach, the object of research is the effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling in postpartum mothers. Data analysis used univariate, bivariate t-test dependent.Result The average breast swelling of post partum mothers before being given cold cabbage compresses with a mean of 4.00 after being given cold cabbage compresses with a mean of 0.77.Conclusion it can be interpreted that there is an effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling of postpartum mothers in the work area of the Panjang Bandar Lampung Public Health Center in 2021.Suugestion It is expected that health workers in order to provide good counseling and information about the benefits of non-pharmacological treatment in dealing with the problem of breast engorgement in post partum mothers, especially for mothers with primiparas where these mothers do not understand correctly about how to breastfeed both for primiparous mothers to avoid the occurrence of breast milk dams.Keywords : Cold Cabbage Leaf Compress, Breast Swelling, Post Partum Mother  ABSTRAKLatar Belakang Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Nusa Tenggara Barat (87,35%), sedangkan persentase terendah terdapat pada Papua (15,32%), sedangkan Provinsi Lampung berada pada urutan ke sebelas dengan pencapaian persentase 64.98%. Salah satu hal yang dapat menyebabkan hambatan dalam pemberian ASI eksklusif adalah adanya permasalahan pada payudara. Salah satu permasalahan pada payudara yang sering terjadi adalah bendungan ASI atau pembengkakan payudara. Intervensi untuk meringankan gejala pembengkakan payudara sangat dibutuhkan. Strategi untuk mengurangi pembengkakan payudara secara non farmakologis dapat dilakukan dengan akupuntur, perawatan payudara tradisional (kompres panas dikombinasikan dengan pijatan), daun kubis. Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2021.Metode jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian metode pra Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design, objek penelitian adalah pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Analisa data menggunakan univariat, bivariat uji t-tes dependen. \Hasil Rata-rata pembengkakan payudara ibu post partum sebelum diberi kompres kubis dingin dengan mean4,00 sesudah diberi kompres kubis dingin dengan mean 0,77.Kesimpulan  ada pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara ibu post partum di wilayah kerja puskesmas panjang bandar lampung tahun 2021.Saran petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi yang baik tentang manfaat pengobatan non farmakologi dalam menangani masalah pembengkakan payudara pada ibu post partum, terutama bagi ibu dengan primipara dimana ibu tersebut belum memahami secara benar tentang cara pemberian ASI baik bagi ibu primipara untuk menghindari terjadinya bendungan ASI.Kata Kunci     : Kompres Daun Kubis Dingin, Pembengkakan Payudara, Ibu Post Partum 
Perbedaan Efektivitas Masase Kutaneus Dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Yunitasari, Anggi; Yantina, Yuli; Iqmy, Ledy Octaviani; Yuliasari, Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.8417

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a pain during period, the prevalence of women who get dysmenorrhea in Indonesia about 55%. The prevalence of dysmenorrhea reaches 59.7%. Of those who complain the pain, 12% severe, 37% medium, and 49% mild. Pain reduction therapy could be done by Cutaneous Massage and Lavender Aromatherapy. Pourpuse: To know the differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020. Methods: Quantitative research type with Quasy Experiment research design. The population was 168 with 30 people as purposive sampling technique. Divided into two groups, consist of 15 respondents of cutaneous massage and 15 respondents of lavender aromatherapy. Collecting data used observation sheet. Univariate and bivariate (t-test) data analysis. Result: The research result was known that the average of dysmenorrhea before given cutaneous massage was 5.5, after given cutaneous massage was 2.93, after given lavender aromatherapy in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020 was 5.53 after given lavender aromatherapy was 3.47. Conclusion: There were differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020, p-value 0.038 with the difference as much as 0.533. Suggestion: The suggestion is to be able to give special attention for the students who are on period, such as reminding them to do pain reduction therapy. Keywords : Cutaneous Massage,Dysmenorrhea Pain, Lavender Aromatherapy, ABSTRAK Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid, Prevalensi wanita yang mengalami dismenorea di Indonesia diperkirakan 55%. Prevalensi dismenorea mencapai 59,7%. Dari mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Terapi pengurangan rasa nyeri dapat dilakukan dengan masase kutaneus dan aroma terapi lavender. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas masase kutaneus dan aroma terapi lavender terhadap dismenorea pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen. Populasi sebanyak 168 dengan sampel sebanyak 30 orang teknik sampling purposive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok, terdiri dari 15 responden kelompok masase kutaneus dan 15 orang kelompok aroma terapi lavender. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata nyeri dismenorea sebelum diberikan masase kutaneus adalah 5,5, setelah diberikan masase kutaneus adalah 2,93, sebelum diberikan aroma terapi lavender Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020 adalah 5,53 sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 3,47. Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038 dengan perbedaan sebesar 0,533. Kesimpulan: Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038dimana masase kutaneus lebih efektiv dari aromaterapi lavender terhadap dismenorea. Saran: Diharapkan dapat perhatian khusus bagi siswi yang sedang haid, seperti mengingatkan untuk melakukan terapi pengurangan nyeri. Kata Kunci : Aroma Terapi Lavender, ,Nyeri Dismenorea, Masase Kutaneus