Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

RIWAYAT LILA IBU SAAT HAMIL DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING Lestari, Nyoman Dewi; Sari, Nita Evriana; Iqmy, Ledy Octaviani; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5206

Abstract

Bacground: Events stunting in the highest central Lampung district is located in Pubian Sub-district, the children's security Tuha, Seputih Agung subdistrict, and Seputih Raman subdistrict, at Seputih Raman District There are 2 working areas of health centers namely Seputih Raman Health Center with 4 villages stunting obtained as many as 153 children, and Puskesmas Rama Indra with 5 villages with the number of children stunting as many as 183 children research objectives known relationship history of LILA mother during pregnancy, exclusive breast milk stunting events in children 12-59 months in the working area of Rama A. Central Lampung in 2020.Methods: Quantitative research type, analytical survey method with cross sectional approach, selection of respondents with the formula Slovin so obtained a sample of 204, sampling technique of random sampling, data analysis of univariate and bivariate using Chi Square.Result: The history of the exclusive ASI 139 respondents (68.1%), a history of mothers who do not have as many as 144 respondents (70.6%). Incidence of stunting, as many as 95 respondents (46.6%) And not stunting as many as 109 respondents (53.4%). P-Value < α (0,000 < 0.05) can be concluded there is a history of LILA mother in pregnancy with stunting events. The P-Value of < α (0,005 < 0.05).Conclusion: P-Value < α (0.000<0.05), it can be concluded there is a relationship between maternal LILA history during pregnancy and the incidence of stunting and P-Value < α (0.005<0.05)it can be concluded there is a relationship between exclusive breastfeending and the incidence of stunting.Suggestion Provide input for mothers to provide exclusive breastfeeding for babies to avoid stunting, as well as improve the nutritional status of pregnant women to avoid the occurrence of SEZ. Based on the results and discussion, the researchers suggest that the promotion of exclusive breastfeeding and the fulfillment of maternal nutrition during pregnancy need to be further improved to overcome the problem of stunting under five in the Rama Indra Health Center Work Area. Keywords              : LILA, exclusive breastfeending Stunting ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian stunting di kabupaten Lampung Tengah tertinggi berada di Kecamatan Pubian, Kecamanatan Anak Tuha, Kecamatan Seputih Agung, dan Kecamatan Seputih Raman, Pada Kecamatan Seputih Raman terdapat 2 Wilayah Kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Seputih Raman dengan 4 desa data stunting diperoleh sebanyak 153 anak, dan Puskesmas Rama Indra dengan  5 desa dengan jumlah anak stunting sebanyak 183 anak Tujuan penelitian diketahui hubungan riwayat LILA ibu saat hamil, ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada anak 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra Kec. Seputih Raman Kab. Lampung Tengah tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, pemilihan responden dengan rumus slovin sehingga didapat sampel sebesar 204, teknik sampling random sampling, analisa data univariat dan bivariat menggunakan chi square.Hasil: Riwayat pemberian ASI eksklusif sebanyak 139 responden (68,1%), Riwayat ibu yang tidak KEK sebanyak 144 responden (70,6%). Kejadian stunting, sebanyak 95 responden (46,6%) dan tidak stunting sebanyak 109 responden (53,4%). P-Value <α (0,000<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan riwayat LILA ibu saat hamil dengan kejadian stunting. P-Value <α (0,005<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stunting.KESIMPULAN : P-Value <α (0,000<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan riwayat LILA ibu saat hamil dengan kejadian stunting. Sedangkan P-Value <α (0,005<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stuntingSARAN Menjadikan masukan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi agar dapat terhindar dari stunting, serta meningkatkan status gizi ibu hamil agar terhindar dari kejadian KEK. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi pemberian ASI secara eksklusif dan pemenuhan gizi ibu selama hamil perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra  Kata Kunci            : LILA, Asi Eksklusif, Stunting
Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Terhadap Pemeriksaan Dini Kanker Serviks Di Puskesmas Kebon Jahe Kota Bandar Lampung Windiati, Diah Ayu; Iqmy, Ledy Octaviani; Fitria, Fitria
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22361

Abstract

Background : Cervical cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia, primarily due to low awareness of early detection. Early detection methods such as Pap smears, VIA, and HPV DNA testing, has been shown to be effective in reducing cervical cancer incidence. However, awareness and knowledge among women of reproductive age remain relatively low, including in the Kebon Jahe Community Health Center (Puskesmas) area of Bandar Lampung City.Purpose : To describe the knowledge of women of reproductive age (21-49 years) regarding early cervical cancer screening at the Kebon Jahe Community Health Center.Methods : This study used a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach. A sample of 50 women of reproductive age was drawn using accidental sampling. Data were collected through a 20-item closed-ended questionnaire and analyzed univariately.Results : The results showed that most respondents had good (56%), fair (8%), and poor (36%) knowledge about early cervical cancer screening. Knowledge about cervical cancer in general was also considered good (58%), while knowledge about types of early detection was still considered poor (34%).Conclusion : Most women of reproductive age at the Kebon Jahe Community Health Center have good knowledge about cervical cancer and early screening, although there is still a fairly large proportion with less knowledge. It is hoped that health workers will increase health education and promotion activities regarding early detection of cervical cancer, and encourage women of reproductive age to actively undergo regular check-ups to reduce the incidence and mortality of cervical cancer. Keywords :Women of Reproductive Age, Cervical Cancer. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, terutama karena rendahnya kesadaran akan deteksi dini. Deteksi dini seperti pap smear, IVA, dan pemeriksaan HPV DNA terbukti efektif menurunkan angka kejadian kanker serviks. Namun, kesadaran dan pengetahuan wanita usia subur masih tergolong rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kebon Jahe Kota Bandar Lampung.Tujuan : Diketahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (21-49 tahun) terhadap pemeriksaan dini kanker serviks di Puskesmas Kebon Jahe.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 wanita usia subur diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berisi 20 soal dan dianalisis secara univariat.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (56%), cukup (8%), dan kurang (36%) tentang pemeriksaan dini kanker serviks. Pengetahuan tentang kanker serviks secara umum juga tergolong baik (58%), sedangkan pengetahuan tentang jenis deteksi dini masih tergolong kurang (34%).Kesimpulan : Sebagian besar wanita usia subur di Puskesmas Kebon Jahe memiliki pengetahuan baik mengenai kanker serviks dan pemeriksaan dini, meskipun masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan pengetahuan kurang. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks, serta mendorong wanita usia subur untuk aktif melakukan pemeriksaan secara berkala guna menurunkan angka kejadian dan mortalitas kanker serviks. Kata Kunci : Wanita Usia Subur, Kanker Serviks.
Pengaruh Pemberian Daun Kelor Pada Ibu Hamil Dengan Peningkatan Kadar Hb Di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021 Novarta, Tika; Iqmy, Ledy Octaviani; Sari, Nita Evriana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9530

Abstract

Daun kelor saat ini digunakan sebagai pengobatan alternative bagi ibu hamil yang mengalami anemia, hal ini dibuktikan oleh penelitian Nurcahyani (2014) menyebutkan bahwa pemberian daun kelor selama 1 bulan dapat meningkatkan kadar Hb sebesar 3,8 gr% – 4,0 gr%, dibandingkan dengan tanaman lain seperti bayam hanya meningkat 1,2 gr%, kentang 1,0gr%, brokoli 1,3 gr%, rumut laut 1,5gr%, bahkan buah bit yang mencapai hanya 1,8-2,0 gr%. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Daun Kelor  Pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Hb Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif, rancangan yang digunakan Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan Hb 8-10 gr% Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 32 ibu hamil dengan sampel berjumlah 32 ibu hamil, dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling Rata-rata kadar Hb responden sebelum diberikan daun kelor adalah 9,069 dan sesudah diberikan daun kelor adalah 10.684. Hasil uji pairet sample T test menunjukkan nilai P-value 0,000yaitu < 0,005 maka dapat di simpulkan ada Pengaruh Pemberian Daun Kelor Pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Hb Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021. Diharapkan agar dapat digunakan sebagai bahan masukan, evaluasi dan pertimbangan untuk menyusun/membuat kebijakan atau program baru dalam upaya peningkatan pelayanan antenatal yang berkualitas, seperti menyediakan fasilitas tempat/ruangan khusus ibu yang akan melakukan konseling terkait dengan peningkatan kadar Hb, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya daun kelor dalam meningkatkan kadar HbKata Kunci                  : Daun Kelor, Peningkatan Kadar Hb
Factors Related To Providing Early MPASI To Babies Aged 0-6 Months Naswati, Wawat; Mariza, Ana; Anggraini, Anggraini; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.12547

Abstract

Latar belakang : Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2021) 52,5% atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia, atau menurun 12 persen dari angka di tahun 2019. Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Lampung pada tahun 2021 bayi yang diberikan MPASI sampai usia 6 bulan hanya (32,2%). Dari data Desa Sidokayo juga menyebutkan angka kejadian diare pada bayi umur kurang dari 1 tahun pada tahun 2022 meningkat sebanyak 39 kasus, sedangkan pada bulan Januari hingga Februari 2022 terdapat 8 kasus diare bayi dalam 1 bulan. Dan dari 8 kasus tersebut bayi yang terkena diare kebanyakan dari mereka telah diberikan MP ASI sebelum usia 6 bulan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apasaja yang berhubungan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan di Desa Sidokayo Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023. .Metode penelitian : penelitian ini merupakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 40 bayi. Tehnik sampling dengan Total Sampling yaitu sebanyak 40 bayi. Cara pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat  (chi square).Hasil penelitian ada hubungan hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan.Kesimpulan Berdasarkan hasil univariat menujukkan distribusi frekuensi pengetahuan ibu yang baik (52,5%), Pendidikan tinggi (52.5%), ibu yang bekerja (52.5%) dan responden yang memberikan MPASI dini sebanyak 57.5%. Hasil bivariat didapatkan bahwa dari tiga variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan diperoleh p = 0,001,  022 ≤ α = 0,05, , maka ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan. Diharapkan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan pengetahuan dengan media yang ada, seperti internet, youtube, leflet dan lain sebagainya.Saran Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang MP-ASI terutama kepada ibu dengan pendidikan rendah dan atau ibu yang bekerja Kata kunci : MPASI Dini, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan ABSTRACT Background : According to Basic Health Research data (RISKESDAS, 2021) 52.5% or only half of the 2.3 million babies aged less than six months are exclusively breastfed in Indonesia, a 12 percent decrease from the 2019 figure. According to the Lampung Provincial Health Office in 2021, only 32.2% of infants were given complementary foods until 6 months of age. Data from Sidokayo Village also states that the incidence of diarrhea in infants aged less than 1 year in 2022 increased by 39 cases, while in January to February 2022 there were 8 cases of infant diarrhea in 1 month. And of the 8 cases of infants affected by diarrhea, most of them had been given MP ASI before the age of 6 months. This study was conducted to determine what factors are associated with early complementary feeding in children aged 0-6 months in Sidokayo Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2023. .Research method : this research is an analytical survey using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 0-6 months totaling 40 babies. The sampling technique with Total Sampling is as many as 40 babies. How to collect data with a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate analysis (chi square).The results showed that there was a relationship between knowledge, education and work with the provision of early solidity in children aged 0-6 months.Conclusion Based on the univariate results, the frequency distribution of good maternal knowledge (52.5%), high education (52.5%), working mothers (52.5%) and respondents who gave early solids as much as 57.5%. The bivariate results showed that of the three variables studied, namely knowledge, education and work, p = 0.001, 022 ≤ α = 0.05, so there is a relationship between knowledge, education and work with early complementary feeding in children aged 0-6 months . It is expected for the community to further increase knowledge with existing media, such as the internet, YouTube, leaflets and so on.Suggestions It is hoped that health workers can provide health counseling about complementary foods, especially to mothers with low education and or working mothers. Keywords : Early complementary feeding, knowledge, education, work 
The Effect Of Olive Oil Application On The Fading Of Stretch Marks In Postpartum Mothers Handayani, Siska Tri; Rosmiyati, Rosmiyati; Octaviani Iqmy, Ledy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.11906

Abstract

Background Olive oil, containing fatty acids, hydrocarbons, carotenes, tocopherols, fatty alcohols, waxes, pigments or chlorophyll, and carotenoids, is known for its beneficial properties in addressing stretch marks. Objective: To determine the influence of olive oil application on the fading of stretch marks in postpartum mothers. Methodology: This was a quantitative study utilizing a true experimental design with a pretest-posttest approach using a control group. The population consisted of 50 postpartum mothers in January 2023. A sample of 30 was divided into two groups. Purposive sampling with the Mann-Whitney U test was employed. The study was conducted from January to July 2023.Result The average stretch mark severity among postpartum mothers before olive oil application in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care, Central Lampung Regency, in 2023 was a mean of 5.07, categorized as severe. After olive oil application, the mean decreased to 1.60, indicating a change and reduction in stretch marks, categorized as mild. The statistical test results showed a p-value of 0.000 (<0.05), signifying an influence of olive oil application on the fading of stretch marks in postpartum mothers. The research findings also revealed that age during pregnancy, body mass index during pregnancy, and parity or the number of births influence the occurrence of stretch marks.Conclusion There is a significant effect of olive oil application on the fading of stretch marks in postpartum mothers within the working area of Seputih Banyak Primary Health Care, Central Lampung Regency in 2023.Suggestion : Enhancing pregnant mothers' knowledge regarding stretch marks and the utilization of olive oil in their management. Keywords: Olive Oil, Stretch Marks, Postpartum Mothers ABSTRAKPENGARUH PEMBERIAN MINYAK ZAITUN (Olive Oil) TERHADAP PEMUDARAN STRETCH MARK PADA IBU NIFAS  Latar Belakang Minyak zaitun dengan kandungan asam lemak, hidrokarbon dan bikarotin, tokoferol, fatty alkohol, waxes, pigmen atau klorofil dan karotenoid, sterol yang sangat baik untuk mengatasi stretch mark.Tujuan Penelitian: Diketahui pengaruh pemberian minyak zaitun (Olive Oil) terhadap pemudaran stretch mark pada ibu nifas.Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan true experimental melalui pendekatan pretest-posttest with control grup design. Populasi 50 ibu nifas pada bulan Januari 2023. Sampel sebanyak 30 dibagi 2 kelompok. Teknik sampling menggunakan purposive menggunakan uji mann whiteny u test. Penelitian dilaksanakan Januari-Juli 2023.Hasil Rata-rata stretch mark pada ibu nifas sebelum diberi minyak zaitun di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023 dengan mean 5,07 dengan kategori parah, Sesudah diberi minyak zaitun mean 1,60 mengalami perubahan dan penurunan stretch mark dengan kategori ringan. Hasil uji statistic menunjukkan p-value 0,000 (<0,05) artinya terdapat pengaruh pemberian minyak zaitun (Olive Oil) terhadap pemudaran stretch mark pada ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia saat hamil, indeks massa tubuh saat hamil dan paritas atau jumlah kelahiran mempengaruhi terjadinya stretch mark.Kesimpulan Terdapat pengaruh pemberian minyak zaitun (Olive Oil) terhadap pemudaran stretch mark pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023.Saran: Peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait stretch mark dan pengunaan olive oil dalam penanganannya. Kata Kunci : Minyak Zaitun (Olive Oil), Stretch Mark, Ibu Nifas
Karakteristik Ibu Hamil dengan Preeklampsia Dirumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Yuliasari, Dewi; Yuviska, Ike Ate; Iqmy, Ledy Octaviani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.12074

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a natural and physiological process. Pregnancy can develop problems or complications at any time. Every pregnant woman has possible risks associated with her pregnancy that require care. The purpose of this study is to identify the characteristics of pregnant women with preeclampsia at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung in 2022. This type of research is quantitative, namely the type of research to get an accurate description of a problem characteristic in the form of clarifying a data. Based on research at Pertamina Bintang Amin Hospital, the number of mothers who experienced preeclampsia on July 27 2022 was 40 respondents. In this study the sampling technique used was the total population, data analysis used univariate analysis.The results showed that 30 respondents were not at risk (20-35 years) 21 respondents (52.2%), 33 respondents (82.5%) who did not work, 27 respondents with higher education (67, 5%), respondents with the number of births more than once (multigravida) were 34 respondents (85.0%), respondents with gestational ages who were not at risk were 34 respondents (85.0%), respondents with a history of complications were 38 respondents ( 95.0%), respondents with high blood pressure were 36 respondents (90.0%), respondents with a history of preeclampsia were 31 respondents (77.5%). It can be concluded that various characteristics of pregnant women can influence the occurrence of preeclampsia and it is hoped that health workers can assist pregnant women in detecting and preventing preeclampsia from an early age. Keywords: Characteristics Of Pregnant Women With Preeclampsia  ABSTRAK Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Setiap wanita hamil memiliki kemungkinana risiko yang berhubungan dengan keadaan kehamilannya yang memerlukan asuhan tujuan penelitian ini adalah diketahui karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia di rumah sakit pertamina bintang amin bandar lampung tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu jenis penelitian untuk mendapatkan gambaran yang akurat dari sebuah karakteristik masalah yang berbentuk mengklarifikasikan suatu data. Berdasarkan penelitian di rumah sakit pertamina bintang amin jumlah ibu yang mengalami preeklampsia pada 27 juli 2022 sebanyak 40 responden,dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total populasi, analisa data yang digunakan analisa univariat.Hasil penelitian didapatkan sebanyak 30 responden dengan umur tidak beresiko (20-35 tahun) sebanyak 21 responden (52,2%), responden yang tidak bekerja sebanyak 33 responden (82,5%), responden dengan pendidikan tinggi sebanyak 27 responden (67,5%), responden dengan jumlah kelahiran lebih dari sekali (multigravida) sebanyak 34 responden (85,0%), responden dengan umur kehamilan yang tidak beresiko sebanyak 34 responden (85,0%), responden dengan adanya riwayat penyulit sebanyak 38 responden (95,0%), responden dengan tekanan darah tinggi sebanyak 36 responden (90,0%), responden dengan adanya riwayat preeklampsi sebanyak 31 responden (77,5%). Dapat disimpulkan bahwa berbagai macam karakteristik ibu hamil dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia dan diharapkan tenaga kesehatan dapat membantu ibu hamil dalam melakukan pendeteksian dan pencegahan preeklampsia sejak dini. Kata Kunci: Karakteristik Ibu Hamil Dengan Preeklampsia
Pengaruh Daun Jambu Biji terhadap Nyeri Haid (Dysmenorrhea) pada Wanita Usia Subur Eliyana, Eliyana; Sunarsih, Sunarsih; Rosmiyati, Rosmiyati; Iqmy, Ledy Octaviani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.17836

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a menstrual disorder characterized by pain or cramps in the abdomen. The pain is not only felt in the lower abdomen but can also be experienced in other areas such as the suprapubic region, lower back, thighs, and sides of the abdomen. One way to alleviate dysmenorrhea pain is by consuming guava leaves. The aim of this study is to determine the effectiveness of guava leaves in reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in women of reproductive age in Mujimulyo Hamlet, Muara Putih Village, Natar District, South Lampung Regency in 2023.This study is quantitative research with a pre-experimental design using a one-group pretest and posttest approach. The population in this study consisted of women of reproductive age who experienced menstrual pain at BPM Eliyana based on medical records from November 2022 to February 2023, totaling 32 individuals, with a saturated sampling technique where all members of the population were included as the sample. The data were analyzed using the Wilcoxon test. The average dysmenorrhea pain score before administering guava leaves was 7.84, and after administering guava leaves, the average score dropped to 2.46. There is a significant effect of guava leaves in reducing menstrual pain or dysmenorrhea in women of reproductive age, with a p-value of 0.000 < 0.05. It is recommended that women of reproductive age consume guava leaves as an effort to reduce menstrual pain. Keywords: Dysmenorrhea, Guava Leaves, Women of Childbearing Age  ABSTRAK Disminore adalah gangguan saat menstruasi berupa nyeri atau kram perut. Nyeri bukan hanya dirasakan diperut bagian bawah, tetapi juga dilokasi lain seperti suprapubik, punggung bagian bawah, paha, sisi abdomen. Upaya yang dapat mengatasi nyeri disminore yaitu dengan mengkonsumsi daun jambu biji. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efektifitas daun jambu biji terhadap nyeri haid (dysminorrhea) pada wanita usia subur di Dusun Mujimulyo Desa Muara Putih Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan pre experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang mengalami nyeri haid di BPM Eliyana berdasarkan data rekam medik pada bulan November 2022-Februari 2023 berjumlah 32 orang dengan menggunakan teknik sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Analisis data yang digunakan uji wilcoxon. Didapatkan nilai rata-rata nyeri disminore sebelum diberikan daun jambu biji adalah 7,84 dan sesudah diberikan daun jambu biji didapatkan rata-rata 2,46. Ada pengaruh pemberian daun jambu biji terhadap nyeri haid atau disminore pada wanita usia subur dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Diharapkan wanita usia subur dapat mengkonsumsi daun jambu biji sebagai upayamengurangi nyeri haid. Kata Kunci: Desminore, Daun Jambu Biji, Wanita Usia Subur
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesediaan Untuk Melakukan Tes Skrining Pranikah Diantara Calon Pasangan Suami Istri Sunarsih; Neneng Siti Latifah; Ledy Octaviani Iqmy; Maya Sari, Puspita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premarital screening checkup is a series of tests that couples must undergo before getting married. Prospective brides and grooms need to prepare reproductive health for both prospective brides and grooms, so that after marriage they can have good health status in order to produce a quality generation. Objective: To identify the factors that influence the willingness to undergo premarital screening tests among prospective married couples. Quantitative research type with a cross-sectional approach. The population of this study was prospective married couples at the Gayabaru Health Center, Central Lampung Regency, the sample used was 73 respondents with an accidental sampling technique. The study was conducted in May-June 2024. Data collection using questionnaire sheets, bivariate data analysis (chi square). The univariate analysis of 73 respondents showed that 50 respondents (68.5%) had good knowledge, 39 respondents (53.4%) had a positive attitude, and 64 respondents (87.7%) had no family relationship.The bivariate analysis revealed that knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.001), and family relationship (p-value = 0.025) were statistically significant, as the p-values were less than α = 0.05 (Ha accepted and Ho rejected). There is a relationship between knowledge, attitude and kinship on the willingness to take premarital screening tests.