Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kebaikan Pasien Rawat Jalan Jantung di Rumah Sakit Advent Medan Tarigan, Andini Mentari; Zein, Umar; Syamsul, Darwin
Jurnal Rekam Medic Vol 1, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v1i2.3973

Abstract

Kebaikan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Survei awal yang dilakukan di Rumah Sakit Advent Medan pada poli jantung pasien mengatakan merasa menunggu lama terhadap jam pelayanan yang tidak sesuai, kurang jelasnya informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan serta mengatakan minimnya waktu pasien untuk berkonsultasi kepada dokter. Tujuan; untuk menganalisis Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kebaikan Pasien Rawat Jalan Jantung di Rumah Sakit Advent Medan. Metode; Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini pasien yang berobat di poli jantung dengan jumlah sampel 80 responden dengan cara pengambilan sampel penelitian yaitu menggunakan teknik accidental sampling. Hasil; Diperoleh hasil, variabel yang memiliki pengaruh yaitu reliability mempunyai nilai p (Sig) 0.000 0.05, tangible p (Sig) 0.001 0.05, empathy p (Sig) 0.007 0.05 sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh yaitu assurance p (Sig) 0.843 0.05 dan responsiveness p (Sig) 0.064 0.05. variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kebaikan pasien adalah variabel reliability dengan nilai sig 0.000 dan Exp (B) 15.979 yang artinya reliability yang baik memiliki 16 kali bepengaruh terhadap kebaikan pasien. Kesimpulan; Dari hasil penelitian, diharapkan rumah sakit memberikan informasi yang jelas terkait mengurus berkas pasien kunjungan ulang, ruang poli yang tidak berpindah-pindah dan waktu pelayanan yang sesuai sehingga memudahkan pasien dan meningkatnya kebaikan pasien.
Formulation of Red Spinach Leaves (Amaranthus tricolor L.) Ethanol Extract Gel Dosage Form on Anti-Aging Activity Simarmata, Yettrie; Syamsul, Darwin; Ardiani, Rani; Naldi, Jefri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.8061

Abstract

Skin is the outermost organ that functions to protect muscles, ligaments and internal organs that can cause premature aging. Aging can be characterized by dry, thin, inelastic skin, wrinkles, death of skin cells, uneven skin tone, hyperpigmentation and hypopigmentation. Thus we need a protection such as anti-aging cosmetics. Antioxidants are often added because they can reduce oxidative damage caused by increased Reactive Oxygen Species (ROS) due to ultraviolet light exposure. The research method used experimental laboratory. This sudy aims to determine ethanol extract of red spinach leaves that can be formulated in gel form as well as whether it can provide anti-aging effects on the skin. Organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, and dispersion tests are all used to evaluate the form. Using a skin analyzer, the gel dosage form's efficacy is tested for irritation and anti-aging properties. The findings demonstrated that there were no coarse grains and that the ethanol extract of red spinach leaves at concentrations of 1%, 3%, and 5% did not alter color, odor, or shape. The form has a pH between 4.5 and 6.5, a viscosity between 2000 and 4000 mpa, and it did not irritate the skin. Water content and wrinkles showed a significant difference (p<.05) in the one-way ANOVA test findings, however pores, smoothness, and stains showed no significant difference p>.05. Formula that provides potential results for anti aging activity is a gel with an extract content of 5%.
Uji Aktivitas Stimulan Penyeduhan Daun Kratom (Mitragyna speciosa korth. folium) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Dengan Metode Ketahanan Berenang Darwin Syamsul; Lilik Septiana; Yulis Kartika; Muhammad Rizki Aulianda
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6823

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman tropis di Asia Tenggara seperti, Thailand, Malaysia dan Indonesia.Di Indonesia kratom banyak tumbuh di daerah Kalimantan Barat khususnya daerah Putussibau. Bagian yang banyak digunakan dari tanaman kratom adalah daunnya. Daun kratom dikonsumsi dengan cara dikunyah dan diseduh seperti teh. Tujuan peneliti untuk mengetahui ada nya efek stimulant pada seduhan daun kratom terhadap mencit jantan galur Swiss Webster, dan mengetahui dosis efek seduhan daun kratom yang paling baik sebagai stimulan pada mencit putih jantan galur Swiss Webster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji ketahanan berenang, di mana parameter yang di amati adalah pertahanan mencit di permukaan air Hasil penelitian peningkatan konsentrasi seduhan juga menunjukkan adanya perubahan dan perbedaan waktu lama berenang mencit antara setiap kelompok, didapatkan bahwa seduhan daun kratom memiliki efek stimulan dimana hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan stamina pada mencit seiring dengan peningkatan dosis seduhan daun kratom. Kesimpulan Pemberian seduhan daun kratom pada konsentrasi 15% menunjukan efek stimulan yang paling efektif, yaitu ditandai dengan waktu ketahanan berenang yang paling tinggi dengan rata-rata sebesar 60,6 menit, dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 10%, dari hasil uji Tukey HSD bahwa nilai rata-rata kosentrasi 5% dan 10% nilai rata-rata sama 978 > 0.05 sedangkan nilai rata-rata konsentrasi 5% dan 15%, 15% dan 10% nilai rata-rata berbeda 013 <0.05 dan 045 <0.05 secara singnifikan terhadap perbedaan nilai rata-rata waktu ketahanan berenang.
Analisis Manajemen Farmasi Rumah Sakit TK II Putri Hijau KESDAM I/BB Medan Tahun 2020 Hasanah Hali, Nurul; Fitriani, Arifah Devi; Syamsul, Darwin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i4.55

Abstract

Instalasi Farmasi merupakan pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan kefarmasian di rumah sakit. Berdasarkan survei awal bahwa pada saat ini manajemen logistik obat masih belum stabil dimana hal tersebut diakibatkan karena instalasi farmasi pernah kehabisan stok obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen farmasi rumah sakit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan. Desain penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Karakteristik informan kunci adalah kepala asuhan kefarmasian, sedangkan Informan triangulasi adalah Komite Farmasi Terapi dan Penanggungjawab Gudang Perbekalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode Triangulasi. Analisis data penelitian ini yaitu deskriftif kualitatif dengan tahapan data triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan pemilihan obat sudah dilakukan secara cukup baik, perencanaan obat dilakukan apabila stok obat telah kosong, pengadaan obat dilakukan sesuai prosedur, penerimaan barang dilakukan dengan cukup efektif, penyimpanan obat dilakukan menjadi 2 bagian yaitu kering dan basah, pendistribusian dilakukan sesuai prosedur rumah sakit, penarikan dan pemusnahan obat dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan prosedur yang sesuai, pengendalian dilakukan secara efektif dan manajemen administrasi dari instalasi farmasi sudah cukup efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemilihan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penarikan/pemusnahan, pengendalian dan administrasi telah berjalan efektif, hanya perencanaan obat saja yang masih berjalan kurang baik. Dari hasil penelitian ini diharapkan perlu peningkatan kontroling obat yang death stock dan obat yang hampir expired date sehingga tidak terjadi kerugian baik bagi pasien maupun rumah sakit.