Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Formulation of Red Spinach Leaves (Amaranthus tricolor L.) Ethanol Extract Gel Dosage Form on Anti-Aging Activity Simarmata, Yettrie; Syamsul, Darwin; Ardiani, Rani; Naldi, Jefri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.8061

Abstract

Skin is the outermost organ that functions to protect muscles, ligaments and internal organs that can cause premature aging. Aging can be characterized by dry, thin, inelastic skin, wrinkles, death of skin cells, uneven skin tone, hyperpigmentation and hypopigmentation. Thus we need a protection such as anti-aging cosmetics. Antioxidants are often added because they can reduce oxidative damage caused by increased Reactive Oxygen Species (ROS) due to ultraviolet light exposure. The research method used experimental laboratory. This sudy aims to determine ethanol extract of red spinach leaves that can be formulated in gel form as well as whether it can provide anti-aging effects on the skin. Organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, and dispersion tests are all used to evaluate the form. Using a skin analyzer, the gel dosage form's efficacy is tested for irritation and anti-aging properties. The findings demonstrated that there were no coarse grains and that the ethanol extract of red spinach leaves at concentrations of 1%, 3%, and 5% did not alter color, odor, or shape. The form has a pH between 4.5 and 6.5, a viscosity between 2000 and 4000 mpa, and it did not irritate the skin. Water content and wrinkles showed a significant difference (p<.05) in the one-way ANOVA test findings, however pores, smoothness, and stains showed no significant difference p>.05. Formula that provides potential results for anti aging activity is a gel with an extract content of 5%.
Uji Aktivitas Stimulan Penyeduhan Daun Kratom (Mitragyna speciosa korth. folium) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Dengan Metode Ketahanan Berenang Darwin Syamsul; Lilik Septiana; Yulis Kartika; Muhammad Rizki Aulianda
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6823

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman tropis di Asia Tenggara seperti, Thailand, Malaysia dan Indonesia.Di Indonesia kratom banyak tumbuh di daerah Kalimantan Barat khususnya daerah Putussibau. Bagian yang banyak digunakan dari tanaman kratom adalah daunnya. Daun kratom dikonsumsi dengan cara dikunyah dan diseduh seperti teh. Tujuan peneliti untuk mengetahui ada nya efek stimulant pada seduhan daun kratom terhadap mencit jantan galur Swiss Webster, dan mengetahui dosis efek seduhan daun kratom yang paling baik sebagai stimulan pada mencit putih jantan galur Swiss Webster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji ketahanan berenang, di mana parameter yang di amati adalah pertahanan mencit di permukaan air Hasil penelitian peningkatan konsentrasi seduhan juga menunjukkan adanya perubahan dan perbedaan waktu lama berenang mencit antara setiap kelompok, didapatkan bahwa seduhan daun kratom memiliki efek stimulan dimana hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan stamina pada mencit seiring dengan peningkatan dosis seduhan daun kratom. Kesimpulan Pemberian seduhan daun kratom pada konsentrasi 15% menunjukan efek stimulan yang paling efektif, yaitu ditandai dengan waktu ketahanan berenang yang paling tinggi dengan rata-rata sebesar 60,6 menit, dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 10%, dari hasil uji Tukey HSD bahwa nilai rata-rata kosentrasi 5% dan 10% nilai rata-rata sama 978 > 0.05 sedangkan nilai rata-rata konsentrasi 5% dan 15%, 15% dan 10% nilai rata-rata berbeda 013 <0.05 dan 045 <0.05 secara singnifikan terhadap perbedaan nilai rata-rata waktu ketahanan berenang.
Analisis Manajemen Farmasi Rumah Sakit TK II Putri Hijau KESDAM I/BB Medan Tahun 2020 Hasanah Hali, Nurul; Fitriani, Arifah Devi; Syamsul, Darwin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i4.55

Abstract

Instalasi Farmasi merupakan pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan kefarmasian di rumah sakit. Berdasarkan survei awal bahwa pada saat ini manajemen logistik obat masih belum stabil dimana hal tersebut diakibatkan karena instalasi farmasi pernah kehabisan stok obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen farmasi rumah sakit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan. Desain penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Karakteristik informan kunci adalah kepala asuhan kefarmasian, sedangkan Informan triangulasi adalah Komite Farmasi Terapi dan Penanggungjawab Gudang Perbekalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode Triangulasi. Analisis data penelitian ini yaitu deskriftif kualitatif dengan tahapan data triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan pemilihan obat sudah dilakukan secara cukup baik, perencanaan obat dilakukan apabila stok obat telah kosong, pengadaan obat dilakukan sesuai prosedur, penerimaan barang dilakukan dengan cukup efektif, penyimpanan obat dilakukan menjadi 2 bagian yaitu kering dan basah, pendistribusian dilakukan sesuai prosedur rumah sakit, penarikan dan pemusnahan obat dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan prosedur yang sesuai, pengendalian dilakukan secara efektif dan manajemen administrasi dari instalasi farmasi sudah cukup efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemilihan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penarikan/pemusnahan, pengendalian dan administrasi telah berjalan efektif, hanya perencanaan obat saja yang masih berjalan kurang baik. Dari hasil penelitian ini diharapkan perlu peningkatan kontroling obat yang death stock dan obat yang hampir expired date sehingga tidak terjadi kerugian baik bagi pasien maupun rumah sakit.
Analisis Kebijakan Pengadaan Obat Secara E-Purchasing di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Simeulue Awal, Suherman; Nugraha, Tarsyad; Syamsul, Darwin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.668 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1016

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengadaan obat secara e-purchasing di RSUD Kabupaten Simeulue. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif kepada informan di RSUD Simeulue yaitu direktur RSUD Simeulue, kepala instalasi farmasi, kabid penunjang medis, pejabat pengadaan, pejabat pembuat komitmen dan 2 distributor dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi, serta dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion or verification. Hasil penelitian didapatkan bahwa hambatan pengadaan obat melalui e-purchasing dipengaruhi oleh faktor geografis yang menyebabkan gangguan jaringan dan gangguan pengiriman obat, pengaruh tunggakan pembayaran obat kepada distributor, masalah stok obat pada PBF, dan expired obat yang tidak bisa diretur kembali. Kebijakan yang dilakukan oleh RSUD Simeulue terkait dengan hambatan pengadaan obat melalui pengadaan obat secara offline sesuai dengan Permenkes No 5 Tahun 2019, Perpres no 70 tahun 2012, Permenkes no 63 tahun 2014,  peminjaman obat ke Dinas Kesehatan dan pemenuhan obat cito pada apotik yang sudah bekerjasama dengan RSUD Simeulue. 
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DALAM SEDIAAN KRIM BODY SCRUB SEBAGAI ANTI - AGING ALAMI Ginting, Mandike; Darwin Syamsul; Siti Fatimah Hanum; Indah Pertiwi; Suci Ning Hayati
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6332

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) mengandung kalsium, magnesium, vitamin C, serta pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini. Penuaan kulit dapat diperlambat melalui perawatan kulit menggunakan krim body scrub yaitu kosmetik pembersih yang mengandung exfolien untuk mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas krim body scrub lobak putih sebagai anti aging alami. Penelitian ini bersifat eksperimental. Lobak putih diekstraksi menggunakan etanol, kemudian uji karakteristik simplisia dan skrining fitokimia. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim body scrub. Evaluasi mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan uji iritasi kulit. Uji efektivitas anti-aging dilakukan pada 15 orang sukarelawan dengan pengukuran parameter kadar air (moisture), kehalusan (evenness), pori (pore), noda (spot), kerutan (wrinkle) menggunakan alat skin analyzer Aramo SG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia lobak putih memenuhi persyaratan mutu dan skrining fitokimia menunjukkan adanya metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Sediaan krim body scrub berbentuk semi solid, berwarna putih, hingga kekuningan sampai cokelat tua, beraroma vanila; homogen; pH berkisar antara 5,46–6,2 dan tidak mengiritasi kulit. Uji efektifitas anti aging sukarelawan pada F0, F1, F2, F3 dan F4 berturut–turut menunjukkan peningkatan moisture (73,84%; 57,7%; 55,4%; 47,1%; 67,72%); peningkatan evenness (26,19%; 24,1%; 24,2%; 19,9%; 43,08%); penurunan spot (59,44%; 74,3%; 79,4%; 82,4%, 66,33%); penurunan wrinkle (68,11%; 62,50%; 83,8%; 69,8%; 50,98%), penurunan pore (58,25%; 21,9%; 51,1%; 41,5%; 29,8%). Ekstrak etanol lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat diformulasikan sebagai krim body scrub yang memberikan efek anti-aging