Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DALAM SEDIAAN KRIM BODY SCRUB SEBAGAI ANTI - AGING ALAMI Ginting, Mandike; Darwin Syamsul; Siti Fatimah Hanum; Indah Pertiwi; Suci Ning Hayati
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6332

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) mengandung kalsium, magnesium, vitamin C, serta pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini. Penuaan kulit dapat diperlambat melalui perawatan kulit menggunakan krim body scrub yaitu kosmetik pembersih yang mengandung exfolien untuk mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas krim body scrub lobak putih sebagai anti aging alami. Penelitian ini bersifat eksperimental. Lobak putih diekstraksi menggunakan etanol, kemudian uji karakteristik simplisia dan skrining fitokimia. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim body scrub. Evaluasi mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan uji iritasi kulit. Uji efektivitas anti-aging dilakukan pada 15 orang sukarelawan dengan pengukuran parameter kadar air (moisture), kehalusan (evenness), pori (pore), noda (spot), kerutan (wrinkle) menggunakan alat skin analyzer Aramo SG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia lobak putih memenuhi persyaratan mutu dan skrining fitokimia menunjukkan adanya metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Sediaan krim body scrub berbentuk semi solid, berwarna putih, hingga kekuningan sampai cokelat tua, beraroma vanila; homogen; pH berkisar antara 5,46–6,2 dan tidak mengiritasi kulit. Uji efektifitas anti aging sukarelawan pada F0, F1, F2, F3 dan F4 berturut–turut menunjukkan peningkatan moisture (73,84%; 57,7%; 55,4%; 47,1%; 67,72%); peningkatan evenness (26,19%; 24,1%; 24,2%; 19,9%; 43,08%); penurunan spot (59,44%; 74,3%; 79,4%; 82,4%, 66,33%); penurunan wrinkle (68,11%; 62,50%; 83,8%; 69,8%; 50,98%), penurunan pore (58,25%; 21,9%; 51,1%; 41,5%; 29,8%). Ekstrak etanol lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat diformulasikan sebagai krim body scrub yang memberikan efek anti-aging
PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK PADA PASIEN DI POLI NEUROLOGI Dedi Dedi; Darwin Syamsul; Resya Tiranda Siregar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v5i1.75

Abstract

Background:Stroke is one of the main causes of mortality. WHO defines stroke as a spatial neurological disorder with sudden onset, lasting more than 24 hours without any cause and causing serious long-term disability in Indonesia and the United States. Objectives; This study aimed to determine the profile of ischemic stroke drugs usage in patients of Aceh Tamiang Hospital and the use of types of drugs given to ischemic stroke patients.Method; This study was non-experimental prospectively by using a questionnaire on ischemic stroke patients in October 2020. The data was processed using Microsoft Excel.Results; The results of 26 respondents and the drugs issued in October for the neurology clinic at Aceh Tamiang Hospital obtained antiplatelet drugs, namely aspirin 80mg/tab with a total of 238 drugs (38.3%) and pletaal 50mg/caplet with a total of 42 drugs (6.7%). The neuroprotectant group was pirassetam 80mg/tab with 140 drugs (22.5%). The antihyperlipidemic group of the drug simvastatin 5 mg/tab totaled 21 drugs (3.4%). The antihypertensive drug class was amlodipine 10mg/tab total 28 drugs (4.5%), amlodipine 5mg/tab total 56 drugs (8.9%), captopril drug type 25 mg/tab total 63 drugs (10.2%), the type of drug furosemide dose 40mg/tab the amount of 35 drugs (5.6%).Conclusion; Drugs that were widely used in patients with ischemic stroke are the antiplatelet group, namely aspirin 80mg/tab obtained 238 tablets (38.3%), the neuroprotectant class of the drug piracetam 800mg/cap were 140 caplets (22.5%), the antihypertensive group amlodipine 5mg/tab were 56 tablets (8.9%), the antihyperlipidemic group of the simvastatin 5mg/tab were 21 tablets (3.4%).
Analisis Kebijakan Pengadaan Obat Secara E-Purchasing di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Simeulue Suherman Awal; Tarsyad Nugraha; Darwin Syamsul
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.668 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1016

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengadaan obat secara e-purchasing di RSUD Kabupaten Simeulue. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif kepada informan di RSUD Simeulue yaitu direktur RSUD Simeulue, kepala instalasi farmasi, kabid penunjang medis, pejabat pengadaan, pejabat pembuat komitmen dan 2 distributor dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi, serta dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion or verification. Hasil penelitian didapatkan bahwa hambatan pengadaan obat melalui e-purchasing dipengaruhi oleh faktor geografis yang menyebabkan gangguan jaringan dan gangguan pengiriman obat, pengaruh tunggakan pembayaran obat kepada distributor, masalah stok obat pada PBF, dan expired obat yang tidak bisa diretur kembali. Kebijakan yang dilakukan oleh RSUD Simeulue terkait dengan hambatan pengadaan obat melalui pengadaan obat secara offline sesuai dengan Permenkes No 5 Tahun 2019, Perpres no 70 tahun 2012, Permenkes no 63 tahun 2014,  peminjaman obat ke Dinas Kesehatan dan pemenuhan obat cito pada apotik yang sudah bekerjasama dengan RSUD Simeulue. 
Pola Penggunaan Obat Analgetik Antiinflamasi Nonsteroid di Pelayanan Farmasi IGD RSUD. Dr. Pirngadi Medan Fidiah Suryaningsih; Darwin Syamsul; Peri Aisyah Zubaidi
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v4i3.03

Abstract

Background: Pain is the main reason why patients come to the Emergency Room (IGD) with a prevalence of 78-86%. Non-steroidal anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) are widely used to treat mild to moderate inflammatory pain. This study looked at the use of NSAIDs in the emergency room pharmacy services at Dr. Pirngadi Medan. Methods: This non-experimental, retrospective descriptive study was conducted at the Emergency Room Pharmacy Service at Dr. RSUD. Pirngadi Medan from January to June 2019. Results: Of the 11,257 NSAIDs used, mefenamic acid 500 mg three times a day (28.69%), diclofenac sodium 50 mg twice a day (24.96%), meloxicam 75 mg twice a day (2.29%), ketorolac injection 30 mg if needed (42.20%), meloxicam 15 mg suppository (0.07%), and proton suppository (1.79%) were given as needed. Conclusion: The use of NSAIDs in the emergency room at Dr. Pirngadi Medan in the January-June 2019 period had the correct indications, doses, drugs and patients.