Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KOMPETENSI LULUSAN DIPLOMA III KEBIDANAN UNIVERSITAS ALMUSLIM TERHADAP KEPUASAN STAKEHOLDER DI KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2020 Tambunan, Herrywati; Suroyo, Razia Begum; Safitri, Mey Elisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1750

Abstract

ABSTRAKProgram Studi D III Kebidanan merupakan suatu unit pelaksana teknis di bidang kesehatan yang mencetak lulusan tenaga bidan, bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang berkualitas yaitu tenaga bidan yang kompeten, profesional yang mampu menerapkan dan melaksanakan tugas dan wewenangnya di masyarakat, ini merupakan profil atau output sebuah institusi pendidikan Diploma III Kebidanan. Salah satu pencapaian profil tersebut melalui kepuasan stakeholder dan dapat dijadikan tolok ukur untuk menentukan mutu institusi pendidikan.  Tujuan penelitian untuk menganalisis kompetensi lulusan bidan Diploma III Kebidanan Almuslim terhadap kepuasan stakeholder di Kabupaten  Bireuen.Jenis penelitian ini menggunakan mixed methods yaitu memadukan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif, pupulasi berjumlah 31 orang stakeholder dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan koesioner dan juga wawancara langsung. Penelitian kuantitatif dianalisa menggunakan analisa bivariat dengan uji person chi-square dan multivariat menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian kuantitatif analisis bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan nilai p-value 0,041, keterampilan dengan nilai p-value 0,014 sikap  dengan nilai p-value 0,003 dengan kepuasan stakeholder, dan untuk analisa multivariat yang paling berpengaruh dengan kepuasan stakeholder adalah sikap dengan nilai p-value 0,025. Hasil penelitian kualitatif lulusan bidan D III Kebidanan Almuslim sudah baik, namun ada sebahagian yang kurang disiplin, kurang rasa percaya diri dan alumni perlu pengembangan diri.Kesimpulan bahwa yang paling berpengaruh adala sikap, disarankan agar stakeholder melakukan penilaian berkelanjutan untuk mengevaluasi lulusan supaya menjadi masukan bagi institusi sehingga lebih meningkatkan kualiatas pembelajaran guna pencapain profil lulusan. Kata Kunci: kompetensi, pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepuasan stakeholder
Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Remaja Umur 13-15 Tahun di SMPN 7 Medan Elisa Safitri, Mey; Nirmalasari, Nirmalasari
JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jkems.v2i1.616

Abstract

Abstrak Stunting adalah keadaan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang diawali sejak masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan. Stunting pada remaja merupakan hasil jangka panjang konsumsi asupan makanan yang berkualitas rendah dan dikombinasikan dengan morbiditas, penyakit infeksi, dan masalah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, status ekonomi orang tua, sumber informasi dengan kejadian stunting. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan statifed random sampling dengan rumus slovin dengan jumlah sampel 86 responden. Analisa yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil peneltian didapati responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 28 responden (32,6%), sikap remaja yang negatif sebanyak 40 responden (46,5%), status ekonomi orang tua rendah sebanyak 45 responden (52,3%). Hasil uji chi square diketahui bahwa pada variabel pengetahuan p value = 0,000 (< α 0,05), variabel Sikap p value = 0,000 (< α 0,05), status ekonomi = 0,000 (< α 0,05) dan sumber informasi p value = 0,668 (> α 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, status ekonomi orang tua terhadap kejadian stunting. dan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan kejadian stunting di SMPN 7 Medan.
HAMBATAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS DARUSALLAM KOTA MEDAN (POTRET KOMUNITAS) Mey Elisa Safitri; Hafsah
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v20i3.2349

Abstract

Exclusive breastfeeding during the first six months of life has been proven to significantly reduce infant morbidity and mortality while contributing to the improvement of human resource quality. However, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia, including Medan City, remains below the national target. This study aimed to identify barriers to exclusive breastfeeding among breastfeeding mothers at Darusallam Public Health Center, Medan. A quantitative descriptive survey design was applied, involving 140 mothers with infants aged 0–6 months. Data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis included univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression). The results showed that only 39.29% of respondents practiced exclusive breastfeeding, while 60.71% did not. The main barriers identified were lack of maternal knowledge (35.0%), employment factors (32.1%), and low family support (18.6%). Bivariate analysis revealed significant associations between maternal education, employment status, family support, and knowledge with exclusive breastfeeding practice (p<0.05). Multivariate analysis demonstrated that maternal knowledge was the most dominant factor with OR=8.17 (p=0.001), followed by family support (OR=5.93), education (OR=3.38), while maternal employment was found to be a barrier (OR=0.23). It can be concluded that maternal knowledge is the most dominant barrier to exclusive breastfeeding practice, along with family support and employment. Therefore, public health interventions should focus on improving maternal knowledge through education and lactation counseling, strengthening family support, and implementing mother-friendly workplace policies that provide adequate lactation facilities.
PENGARUH PEMBERIAN SAYUR REBUSAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN Hafsah Us; Mey Elisa Safitri
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v11i1.1757

Abstract

Babies are the most beautiful gift given by the creator to man. Exclusive breastfeeding can also help the baby for growth and development later. Physically he gets enough nutrition, far more than everything the world has to offer. The aim of this study is to explore the effects of consuming Katuk leaf stew on breastfeeding mothers' breast milk production in the Trumon Health Center Area, South Aceh district. The research design applied is qualitative, incorporating pseudo-experimental methods. In this study, all 15 participants were mothers who breastfeed, with a total of 15 individuals included in the sample selected through Total Sampling. Various methods are involved in collecting data, including primary, secondary, and tertiary sources. The data analysis involves employing both univariate and bivariate analysis techniques, alongside utilizing the chi-square test. The research findings showed that most participants, around 80. 0%, were between the ages of 20 and 30. Additionally, all 15 individuals (100%) receiving katuk leaf stew reported an enhanced breast milk production. Giving a decoction of katuk leaf vegetables to nursing mothers affects milk production.  Conclusion of this research giving a decoction of katuk leaf vegetables to nursing mothers affects milk production. It is expected that breastfeeding mothers are able to further improve the health of mothers and babies, especially breastfeeding mothers know more about the benefits of katuk leaves so as to support the success of exclusive breastfeeding.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan Safitri, Mey Elisa; Sopyana , Esty
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.77

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya belum mencapai target nasional. Di Kota Medan, prevalensi stunting masih cukup tinggi yaitu sebesar 19,9%, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Kecamatan Medan Belawan yang merupakan daerah dengan jumlah kasus stunting cukup tinggi di Kota Medan dengan angka kejadian 65 kasus balita stunting pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan. Desain yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi mencakup 2.228 ibu yang memiliki balita pada periode Januari–Mei 2024, dengan 39 responden ditentukan sebagai sampel menggunakan formula Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat pemberian ASI eksklusif (p<0,001), berat badan lahir (p<0,001), pendapatan keluarga (p<0,001), dan pengetahuan ibu (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh variabel berperan dalam kejadian stunting. Puskesmas Sicanang Medan Belawan direkomendasikan untuk mengintensifkan program penyuluhan kepada ibu balita, mencakup edukasi ASI eksklusif, pemantauan berat badan lahir, pengelolaan gizi keluarga, serta peningkatan pengetahuan gizi sejak masa kehamilan hingga periode balita guna menekan angka stunting di wilayah tersebut.