Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Integrasi Teknologi Augmented Reality terhadap Pembelajaran Fiqh Muamalah Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 1 No 04 (2025): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya inovasi baru dalam dunia pendidikan, termasuk pemanfaatan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran Fiqh Muamalah. AR hadir sebagai media yang mampu menyajikan visualisasi interaktif, simulasi akad, serta ilustrasi proses transaksi syariah secara konkret sehingga membantu peserta didik memahami konsep muamalah yang cenderung abstrak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur untuk menganalisis efektivitas AR sebagai media pembelajaran dalam konteks fikih muamalah. Berbagai sumber buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik dianalisis untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai manfaat, potensi, dan tantangan penggunaan AR. Hasil kajian menunjukkan bahwa AR meningkatkan motivasi belajar, memperkuat pemahaman konsep, serta memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui pendekatan visual dan interaktif. AR juga membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih sistematis, menarik, dan relevan dengan perkembangan ekonomi digital modern. Meskipun demikian, implementasi AR dihadapkan pada kendala seperti ketersediaan perangkat, kompetensi guru, dan kebutuhan pengembangan konten syariah yang akurat. Secara keseluruhan, AR memiliki prospek kuat sebagai media pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani teori dan praktik muamalah, sekaligus memperkuat integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, pengembangan AR dalam pembelajaran Fiqh Muamalah penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi syariah.
Pemanfaatan Big Data dalam Meningkatkan Manajemen Pendidikan Islam Era Society 5.0 Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 1 No 04 (2025): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Big Data menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi manajemen pendidikan Islam pada era Society 5.0 yang menuntut integrasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Big Data memungkinkan lembaga pendidikan mengelola informasi dalam jumlah besar secara lebih akurat, cepat, dan efisien sehingga mendukung pengambilan keputusan yang strategis dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pemanfaatan Big Data dalam meningkatkan mutu manajemen pendidikan Islam, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengembangan program pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur melalui analisis mendalam terhadap buku, artikel ilmiah, dan laporan riset lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Big Data mampu memperkuat proses monitoring peserta didik, meningkatkan akurasi evaluasi kinerja guru, serta mengoptimalkan layanan administrasi berbasis digital. Selain itu, Big Data mendukung pengembangan kurikulum adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan SDM, keamanan data, dan kesiapan infrastruktur digital masih menjadi hambatan utama. Dengan pengelolaan yang tepat, Big Data memiliki prospek yang sangat strategis untuk mendorong manajemen pendidikan Islam menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kualitas keberlanjutan.
Implementasi Prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada Bank Syariah dalam Meningkatkan Kepercayaan Nasabah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepercayaan nasabah merupakan faktor kunci dalam keberlangsungan bank syariah di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Salah satu upaya strategis untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan tersebut adalah melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip GCG pada bank syariah serta pengaruhnya terhadap peningkatan kepercayaan nasabah. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji dan mensintesis berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasional, serta publikasi relevan yang membahas tata kelola bank syariah dan kepercayaan nasabah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip GCG yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan memiliki hubungan positif dengan tingkat kepercayaan nasabah. Transparansi informasi, kepatuhan terhadap prinsip syariah melalui peran Dewan Pengawas Syariah, objektivitas pengambilan keputusan, serta perlakuan adil terhadap nasabah terbukti meningkatkan persepsi profesionalitas dan integritas bank syariah. Selain itu, penerapan GCG yang konsisten juga berdampak pada loyalitas nasabah, reputasi bank, serta keberlanjutan operasional dalam jangka panjang. Dengan demikian, Good Corporate Governance tidak hanya berfungsi sebagai kerangka tata kelola internal, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan daya saing bank syariah.
Peran Digital Banking Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan Umat Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam industri perbankan, termasuk perbankan syariah. Digital banking syariah hadir sebagai inovasi layanan keuangan yang berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap sistem keuangan formal sekaligus tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digital banking syariah dalam mendorong inklusi keuangan umat berdasarkan kajian literatur ilmiah dan laporan institusi resmi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode kajian pustaka (library research), dengan menganalisis data sekunder yang bersumber dari jurnal nasional dan internasional serta laporan resmi yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital banking syariah berperan penting dalam meningkatkan akses layanan keuangan, mengurangi hambatan geografis dan administratif, serta mendorong peningkatan kepemilikan rekening dan penggunaan layanan keuangan formal di kalangan umat Islam. Selain itu, kesesuaian layanan digital dengan prinsip syariah, dukungan regulasi, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama dalam optimalisasi digital banking syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digital banking syariah merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan inklusi keuangan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi umat.
UPAYA GURU DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTER BIN BAZ YOGYAKARTA Teguh, Teguh; Rabbani, Muzhaffar Aiman; Ihsan, Ahmad Siyam Al; Saputra, M Ikhsan; Sugari, Dedi; Permadi, Muhammad Arrafi Muzhaffar; Sulisno, Sarwadi
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.1111

Abstract

His study aims to describe and analyze teachers’ efforts in instilling the value of discipline among students at Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Yogyakarta. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The collected data were analyzed interactively through reduction, presentation, and conclusion drawing stages. The findings reveal that the cultivation of discipline in the pesantren is carried out through three main approaches: habituation, exemplary modeling, and supervision. Habituation is implemented through structured daily routines, exemplary modeling is shown by teachers and dormitory mentors through direct behavior, and supervision ensures consistency and rule enforcement. The religious environment, teacher role models, and collective supervision system significantly reinforce the formation of students’ disciplinary character. The novelty of this study lies in the integration of these three approaches within a single educational system that emphasizes not only rule compliance but also moral and spiritual awareness of discipline among students.
Digitalisasi Dalam Pengajaran Bahasa Arab: Peluang, Tantangan, Dan Inovasi Metodologis Abdurrozak Abdurrozak; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 01 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pengajaran bahasa Arab. Digitalisasi memberikan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan inovatif, namun juga menghadirkan tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang, tantangan, inovasi metodologis, serta implikasi digitalisasi terhadap pengajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur relevan dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka akses pembelajaran yang luas dan mendukung metode inovatif seperti blended learning, flipped classroom, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI, AR, dan VR. Namun, keberhasilan implementasi digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, penguasaan literasi digital guru, serta kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, metode pembelajaran, dan kompetensi pendidik agar pengajaran bahasa Arab dapat berjalan efektif di era digital.
Strategi Penerjemahan Istilah Keagamaan Arab ke dalam Bahasa Indonesia: Sebuah Telaah Kritis Zidan Khalik Al Jaber; Hilalludin, Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 01 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan istilah keagamaan Arab ke dalam bahasa Indonesia merupakan fenomena penting dalam kajian bahasa, karena teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik memiliki makna yang kompleks serta berfungsi sebagai sumber utama pemahaman keislaman masyarakat Indonesia. Tantangan utama dalam penerjemahan ini terletak pada istilah-istilah kunci seperti takwa, jihad, dan shalat yang tidak memiliki padanan sempurna dalam bahasa Indonesia, sehingga penerjemah harus menentukan strategi yang tepat antara mempertahankan bentuk asli (foreignisasi) atau menyesuaikannya dengan budaya pembaca (domestikasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai karya terjemahan dan sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menerapkan strategi literal, adaptasi, domestikasi, maupun foreignisasi, dengan variasi pemilihan tergantung pada konteks teks serta tujuan penerjemah. Misalnya, takwa kadang dipertahankan untuk menjaga keaslian makna teologis, tetapi juga diterjemahkan menjadi “ketaatan” atau “kesalehan” agar lebih komunikatif. Istilah jihad sering menimbulkan dilema karena konotasi politik dan historisnya, sementara shalat lebih banyak dipertahankan dalam bentuk aslinya karena sifatnya yang sangat spesifik. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penerjemahan bukanlah proses teknis semata, melainkan juga praktik interpretatif yang sarat nilai ideologis, kultural, dan teologis. Simpulan penelitian ini menekankan perlunya keseimbangan antara menjaga keaslian makna Arab dan memudahkan pemahaman bagi pembaca Indonesia, sehingga penerjemahan istilah keagamaan dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus pelestarian identitas religius.
Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Peradaban Islam dan Relevansinya bagi Masyarakat Modern Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran Ibn Khaldun tentang peradaban Islam merupakan salah satu warisan intelektual Islam yang hingga kini tetap relevan untuk dikaji dalam konteks masyarakat modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena krisis sosial, politik, dan moral yang dihadapi masyarakat global, yang menunjukkan pola kemunduran peradaban sebagaimana telah digambarkan Ibn Khaldun melalui konsep ‘aṣabiyyah dan siklus peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran Ibn Khaldun tentang peradaban Islam serta menganalisis relevansinya terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang melibatkan penelusuran terhadap buku-buku dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan artikel jurnal 5 tahun terakhir. Sumber data dikaji melalui analisis isi dengan langkah reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun menekankan tiga aspek utama: pentingnya solidaritas sosial (‘aṣabiyyah), urgensi keadilan dalam tata kelola politik dan ekonomi, serta keterkaitan antara faktor geografis dan keberlanjutan peradaban. Relevansinya dalam konteks modern terlihat pada fenomena fragmentasi sosial, korupsi, krisis kepercayaan publik, hingga degradasi lingkungan yang dapat melemahkan fondasi peradaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun tidak hanya bersifat historis, tetapi juga analitis dan normatif, sehingga dapat menjadi kerangka konseptual bagi masyarakat modern dalam membangun peradaban yang adil, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Islam: Antara Universalisme dan Partikularisme Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan isu fundamental dalam tatanan global modern yang seringkali diperdebatkan antara perspektif universalisme yang menekankan keseragaman nilai dan partikularisme yang menekankan kekhasan budaya maupun agama. Dalam konteks Islam, HAM tidak dapat dilepaskan dari prinsip dasar maqāṣid al-sharī‘ah yang menjamin perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep HAM dalam perspektif hukum Islam serta menelusuri relevansinya terhadap perdebatan universalisme dan partikularisme di era modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis data dari artikel jurnal, buku, serta dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai universal HAM, namun tetap menekankan dimensi transendental yang menjadikan kerangka pemahamannya berbeda dari standar Barat. Relevansi pemikiran Islam terhadap HAM modern terletak pada keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta integrasi antara kebebasan individu dengan tanggung jawab sosial. Hal ini menegaskan bahwa hukum Islam tidak hanya berposisi sebagai sistem partikular, melainkan juga mampu memberikan kontribusi etis, moral, dan normatif dalam memperkaya diskursus HAM global. Dengan demikian, studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman tentang HAM dalam perspektif Islam dapat menjadi jembatan antara tuntutan universalisme dan partikularisme, sekaligus memberikan tawaran alternatif dalam membangun peradaban yang humanis, adil, dan berkelanjutan.
Kontribusi Hukum Islam terhadap Pembangunan Sosial: Dari Sejarah Klasik hingga Arah Baru Peradaban Dunia Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Islam memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sosial sejak era klasik hingga perkembangan global kontemporer. Pada masa awal, instrumen seperti baitul mal dan wakaf menjadi pilar penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan, kesehatan, dan distribusi ekonomi. Landasan filosofis yang menopang praktik tersebut adalah maqāṣid al-sharī‘ah, yang meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Seiring waktu, konsep ini berkembang dari kerangka normatif menuju metodologi modern yang mampu merespons isu-isu global, seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi hukum Islam terhadap pembangunan sosial dengan meninjau sejarah klasik hingga arah baru peradaban dunia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis literatur, mengacu pada artikel jurnal terbitan lima tahun terakhir dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam tidak hanya bersifat ritualistik, melainkan fleksibel dan adaptif, terbukti melalui keberhasilan sistem keuangan syariah, zakat, dan wakaf produktif dalam konteks modern. Selain itu, hukum Islam mampu memberikan alternatif solusi atas problematika global, termasuk krisis lingkungan, kesenjangan sosial, dan perkembangan teknologi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam tetap relevan, dinamis, dan berpotensi menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban dunia yang adil, beretika, dan berkelanjutan.