Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Internalisasi Nilai Aqidah melalui Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran PAI Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran keimanan dan orientasi hidup peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai aqidah melalui interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan yang menelaah literatur ilmiah terkait pendidikan nilai, interaksi pedagogis, dan pembelajaran aqidah. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui relasi edukatif yang dialogis, empatik, dan reflektif. Strategi pembelajaran kontekstual, partisipatif, serta keteladanan guru berperan penting dalam membangun keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Respons siswa yang aktif dan reflektif menunjukkan bahwa nilai aqidah dipahami sebagai prinsip hidup yang bermakna, bukan sekadar pengetahuan konseptual. Lingkungan belajar yang suportif dan kompetensi pedagogis guru menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan proses internalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan pembelajaran aqidah yang berorientasi pada pengalaman belajar bermakna dan kualitas hubungan interpersonal di kelas. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih humanis, reflektif, dan berkelanjutan.  
Pengalaman Spiritual Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memegang peran strategis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman spiritual siswa dalam pembelajaran PAI di sekolah menengah. Pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan digunakan untuk menganalisis buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan pengalaman spiritual terbentuk melalui interaksi pemahaman kognitif, keterlibatan emosional, dan refleksi batin terhadap nilai agama. Lingkungan belajar yang aman, interaksi guru-siswa yang suportif, serta strategi pembelajaran reflektif dan dialogis menjadi faktor utama penguatan internalisasi nilai religius. Hambatan muncul jika pembelajaran terlalu menekankan hafalan, minim refleksi, atau lingkungan kurang mendukung ekspresi spiritual siswa. Pengalaman spiritual yang mendalam berdampak positif pada perilaku religius dan kesadaran keimanan, termasuk penerapan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pengalaman spiritual dalam PAI agar siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi ajaran agama secara autentik. Implikasi kajian ini dapat membantu guru dan lembaga pendidikan merancang strategi pembelajaran lebih reflektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Peran Guru PAI dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa di Era Media Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman belajar dan kesadaran beragama siswa di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kesadaran beragama siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian kepustakaan, mengumpulkan data dari buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai mediator antara ajaran agama dan realitas digital siswa. Guru memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran, melakukan pendampingan yang kontekstual, serta menerapkan strategi kolaboratif untuk membangun pemahaman, karakter, dan ketahanan moral siswa. Tantangan yang dihadapi meliputi arus informasi yang cepat, konten negatif, dan perbedaan tingkat literasi digital siswa. Upaya penguatan kesadaran beragama dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek literasi digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah. Kesadaran beragama yang terbentuk mencakup kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah, pengendalian diri dalam interaksi digital, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru PAI yang kreatif, adaptif, dan holistik dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa di era media sosial.
Konstruksi Religiusitas Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah pengalaman belajar Pendidikan Agama Islam di madrasah menjadi lebih interaktif dan reflektif. Pembelajaran digital tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk cara siswa memahami dan menghayati nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan mengungkap konstruksi religiusitas siswa melalui analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir dari artikel jurnal dan publikasi akademik relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi makna, dan interpretasi konseptual terhadap pengalaman belajar religius siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital membentuk religiusitas melalui keterlibatan emosional, internalisasi nilai aqidah, interaksi sosial digital, dan refleksi personal berkelanjutan. Lingkungan digital memperluas pemahaman religius siswa sekaligus menuntut pendampingan pedagogis. Guru berperan sebagai fasilitator makna yang mengarahkan pengalaman belajar menuju identitas religius yang autentik dan kontekstual.
Model Manajemen Berbasis Pesantren dalam Penguatan Karakter Peserta Didik Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini mengkaji model manajemen berbasis pesantren sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Model ini berangkat dari tradisi pesantren yang selama berabad-abad terbukti efektif membentuk pribadi santri yang berakhlak, disiplin, mandiri, dan berkomitmen tinggi terhadap nilai-nilai moral. Latar belakang penelitian muncul dari kebutuhan sekolah dan madrasah modern untuk mengimplementasikan pola manajemen yang tidak semata menekankan aspek administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pendidikan karakter yang hidup dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan melalui penelusuran konsep, teori, dan hasil penelitian yang relevan mengenai manajemen pesantren, pendidikan karakter, dan model kelembagaan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen berbasis pesantren memiliki enam elemen utama yang berperan signifikan dalam penguatan karakter: kepemimpinan kiai yang karismatis, pembiasaan 24 jam melalui sistem asrama, internalisasi nilai melalui keteladanan, pembelajaran terpadu antara ilmu agama dan keterampilan hidup, disiplin yang ditopang oleh regulasi bernilai moral, serta budaya kolektif yang menekankan kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Keenam elemen tersebut saling menguatkan dan membentuk ekosistem pendidikan yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen berbasis pesantren dapat menjadi inspirasi pengembangan karakter di sekolah modern karena menggabungkan kontrol sosial, nilai spiritual, dan pembiasaan jangka panjang yang terbukti efektif membentuk kepribadian berkarakter kuat.
Kepemimpinan Sekolah Berbasis Kecerdasan Buatan: Strategi Meningkatkan Kinerja Guru dan Motivasi Siswa Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 01 (2026): El-Mudarris Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa peluang baru dalam manajemen pendidikan, khususnya dalam kepemimpinan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan berbasis AI dan strategi implementasinya untuk meningkatkan kinerja guru serta motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis kajian kepustakaan (literature review), dengan sumber data meliputi jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terbitan lima tahun terakhir (2021–2026) yang relevan dengan manajemen pendidikan, kepemimpinan digital, dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Analisis dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi tema, pola, strategi, serta tantangan implementasi AI di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis AI memungkinkan kepala sekolah mengambil keputusan lebih tepat berbasis data, memonitor aktivitas guru dan siswa secara real-time, serta merancang intervensi yang relevan dengan kebutuhan individu. Strategi AI untuk meningkatkan kinerja guru meliputi analisis kebutuhan pelatihan, sistem feedback otomatis, dan rekomendasi strategi pengajaran personal, yang terbukti meningkatkan efektivitas pengajaran dan profesionalisme. Sementara itu, AI berperan dalam mempersonalisasi pembelajaran, monitoring keterlibatan, dan sistem reward bagi siswa, sehingga motivasi intrinsik, partisipasi, dan hasil belajar meningkat. Keberhasilan implementasi AI bergantung pada kesiapan infrastruktur, literasi digital guru, komitmen kepala sekolah, serta pengelolaan etika dan privasi data siswa. Integrasi AI secara bertahap dan sistematis dapat menjadi katalisator peningkatan kualitas pendidikan dan budaya inovasi di sekolah.
UPAYA GURU DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTER BIN BAZ YOGYAKARTA Teguh Teguh; Muzhaffar Aiman Rabbani; Ahmad Siyam Al Ihsan; M Ikhsan Saputra; Dedi Sugari; Muhammad Arrafi Muzhaffar Permadi; Sarwadi Sulisno
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.1111

Abstract

His study aims to describe and analyze teachers’ efforts in instilling the value of discipline among students at Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Yogyakarta. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The collected data were analyzed interactively through reduction, presentation, and conclusion drawing stages. The findings reveal that the cultivation of discipline in the pesantren is carried out through three main approaches: habituation, exemplary modeling, and supervision. Habituation is implemented through structured daily routines, exemplary modeling is shown by teachers and dormitory mentors through direct behavior, and supervision ensures consistency and rule enforcement. The religious environment, teacher role models, and collective supervision system significantly reinforce the formation of students’ disciplinary character. The novelty of this study lies in the integration of these three approaches within a single educational system that emphasizes not only rule compliance but also moral and spiritual awareness of discipline among students.
Perbedaan Pesantren Tradisional Dan Pesantren Modern Di Indonesia Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berperan penting dalam pembentukan karakter, transmisi ilmu agama, dan pembinaan moral umat. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan global, muncul dua model utama pesantren, yaitu pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah), yang masing-masing memiliki pendekatan, sistem, dan orientasi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan mendasar antara keduanya dari segi kurikulum, metode pembelajaran, struktur kelembagaan, orientasi lulusan, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui telaah literatur dari buku akademik, artikel jurnal, dokumen pesantren, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional menekankan pembelajaran kitab kuning, metode sorogan-bandongan, kepemimpinan kiai yang karismatik, serta orientasi pencetakan ulama dan penguatan spiritualitas santri. Sementara itu, pesantren modern menggabungkan pelajaran agama dan umum, menggunakan metode klasikal-formal, menerapkan sistem manajemen profesional, serta menyiapkan santri untuk menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi. Meskipun berbeda secara struktural dan pedagogis, kedua model pesantren memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi nilai-nilai tradisional dengan sistem modern dapat menjadi model pendidikan pesantren yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.
Kontribusi Psikologi Perkembangan dalam Strategi Pembelajaran di Sekolah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; kharisman Etika Halza
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan perubahan zaman yang ditandai oleh digitalisasi, globalisasi, dan kompleksitas sosial telah mengubah wajah pendidikan secara fundamental. Tantangan masa kini menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, kecerdasan emosional, serta kapasitas berpikir kritis peserta didik. Dalam konteks ini, psikologi perkembangan hadir sebagai ilmu yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan pendidikan modern. Melalui pemahaman tentang tahapan-tahapan perkembangan manusia secara fisik, kognitif, sosial, emosional, dan moral, strategi pembelajaran dapat dirancang secara lebih adaptif dan manusiawi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku dan jurnal akademik lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip psikologi perkembangan dalam pembelajaran dapat membantu guru memahami karakteristik peserta didik di setiap fase usia, menyesuaikan pendekatan pembelajaran secara tepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih empatik dan efektif. Strategi seperti penggunaan media konkret untuk anak usia operasional konkret atau stimulasi pemikiran abstrak bagi remaja tahap operasional formal adalah contoh konkret aplikasinya. Namun, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kurangnya integrasi kurikulum berbasis perkembangan. Oleh karena itu, pemanfaatan psikologi perkembangan dalam strategi pembelajaran menjadi krusial untuk menciptakan pendidikan yang relevan, transformatif, dan berpusat pada peserta didik sebagai manusia yang sedang tumbuh.
The Role of Educational Psychology in Enhancing the Qualityof the Teaching and Learning Process Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Shada Al-Nomani; Muzanni Muzanni
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of learning in Indonesia continues to face various challenges, including the diversity of student characteristics, learning motivation, and the effectiveness of teaching strategies. Educational psychology plays a crucial role in understanding and responding to these complexities by providing a scientific foundation for teachers in managing the learning process. This literature research aims to analyze the role of educational psychology in improving the quality of teaching and learning processes. Using a qualitative approach, data were collected from various academic sources such as books, journal articles, and previous studies. The results of the study reveal that educational psychology helps teachers in six key areas: understanding individual differences, enhancing learning motivation, designing effective learning strategies, improving teacher-student interaction, managing classrooms more constructively, and applying more objective and reflective learning evaluations. These findings indicate that educational psychology not only enhances the effectiveness of learning but also encourages the creation of an inclusive and student-centered learning environment. This study contributes conceptually to educators and institutions to strengthen their pedagogical foundation through psychological understanding that is humanistic and responsive to student needs.