Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Model Pembelajaran Tahfiz Berbasis Neurosains untuk Meningkatkan Daya Hafal Santri Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Nur Nasywa Abidah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tahfiz Al-Qur’an membutuhkan strategi yang tidak hanya memperkuat hafalan jangka pendek, tetapi juga menjaga ketahanan memori dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, pendekatan berbasis neurosains menawarkan kerangka ilmiah yang membantu santri mengoptimalkan proses menghafal melalui pemahaman cara kerja otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains serta dampaknya terhadap peningkatan daya hafal santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip memori seperti spaced repetition, chunking, penguatan emosional, dan pemilihan waktu belajar yang sesuai ritme biologis mampu mempercepat proses menghafal. Selain itu, pendekatan multisensori dan aktivitas motorik membantu memperkuat jalur memori sehingga santri lebih mudah mengingat ayat dalam jangka panjang. Teknik regulasi diri seperti latihan pernapasan, pengaturan waktu belajar, dan pemantauan progres terbukti meningkatkan konsentrasi dan konsistensi hafalan. Secara keseluruhan, model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains berkontribusi pada peningkatan efektivitas hafalan, stabilitas memori, dan motivasi santri. Integrasi neurosains dalam tahfiz menjadi inovasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi.
Peran Literasi Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Abdul Hamid
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di lingkungan pendidikan Islam modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa kemampuan peserta didik memahami, membaca, dan menghayati pesan Al-Qur’an belum seluruhnya berkembang optimal, padahal kecerdasan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius, kesadaran etis, serta kepekaan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, memanfaatkan berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan karya penelitian terbaru mengenai literasi Al-Qur’an dan pengembangan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan membaca teks suci, tetapi menjadi instrumen utama dalam menumbuhkan pemahaman makna ayat secara tematik dan kontekstual sehingga peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai ilahiah ke dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, penelitian menemukan bahwa kecerdasan spiritual meningkat ketika proses literasi Qur’ani diintegrasikan dengan aktivitas reflektif, pembiasaan ibadah, serta pembelajaran yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam pembentukan kecerdasan spiritual, dan lembaga pendidikan perlu memperkuat strategi pembelajaran yang komprehensif agar peserta didik tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Implementasi Metode Tilawah Tartil sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Umi Maslichah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Tilawah Tartil merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan ketelitian, ketenangan, dan ketepatan dalam membaca sesuai kaidah tajwid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode tersebut sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan Tilawah Tartil dilakukan melalui pembacaan contoh oleh guru, latihan bersama, dan pembacaan individu yang disertai umpan balik positif. Penerapan metode ini terbukti meningkatkan motivasi peserta didik karena memberikan pengalaman belajar yang lebih tenang, terarah, dan tidak menegangkan. Peserta didik merasakan peningkatan kemampuan membaca sehingga muncul rasa percaya diri dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung implementasi metode ini antara lain kompetensi guru, lingkungan yang kondusif, serta dukungan keluarga dan lembaga. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesulitan membedakan makhraj huruf, motivasi awal rendah, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, Metode Tilawah Tartil dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an apabila diterapkan secara konsisten dengan dukungan lingkungan belajar yang memadai.
Integrasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Penguatan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam Modern Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Mita Okta Viyani; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam penguatan karakter di lembaga pendidikan Islam modern sebagai respons terhadap tantangan moral di era globalisasi. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka menyebabkan peserta didik terpapar dengan berbagai nilai yang tidak selalu sejalan dengan ajaran Islam, sehingga lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter yang berlandaskan nilai Qur’ani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan keadilan menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter. Integrasi nilai Qur’ani dilakukan melalui kurikulum, kegiatan pembiasaan, budaya sekolah, dan keteladanan guru sebagai model utama bagi peserta didik. Selain itu, tantangan seperti pengaruh budaya digital dan keterbatasan kemampuan pedagogis guru dapat diatasi melalui inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur’an memberikan kontribusi signifikan dalam membangun peserta didik yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki kepribadian berakhlak mulia dan siap menghadapi perubahan zaman.
Pendekatan Tafsir Tematik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Antawiria Wira Santanu; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk bertransformasi menuju metode yang lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang potensial adalah tafsir tematik, yaitu metode yang mengelompokkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tema tertentu sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, meliputi analisis buku tafsir, artikel ilmiah, dan dokumen pembelajaran digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir tematik sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI di era digital karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan masalah-masalah kontemporer seperti etika digital, pergaulan modern, serta tantangan moral generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Al-Qur’an digital, video pembelajaran, multimedia interaktif, dan platform e-learning memberikan dukungan signifikan dalam meningkatkan antusiasme, motivasi, dan partisipasi siswa. Guru PAI memainkan peran strategis dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis tema, memilih sumber digital yang kredibel, serta memfasilitasi diskusi kritis untuk memperkuat literasi keagamaan siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan tafsir tematik melalui media digital tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman nilai-nilai Qur’ani secara kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, pendekatan ini relevan untuk diadopsi sebagai strategi pembelajaran PAI modern karena mampu membentuk kompetensi keagamaan, literasi digital islami, serta karakter yang selaras dengan kebutuhan abad 21.
Integrasi Neurosains dalam Pembelajaran Aqidah: Analisis Penguatan Keimanan Berbasis Brain-Based Learning di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi neurosains dalam pembelajaran aqidah melalui pendekatan brain-based learning untuk memperkuat keimanan siswa di madrasah. Pembelajaran aqidah yang berfokus pada aspek kognitif dinilai belum optimal dalam mendorong penghayatan nilai iman. Neurosains pendidikan menegaskan pentingnya keterpaduan kognitif dan emosional, sehingga penguatan iman memerlukan pengalaman belajar yang bermakna dan menyentuh dimensi batin siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian kepustakaan terhadap buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir dengan analisis isi deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman, keterlibatan aktif, pembelajaran kontekstual, refleksi, dan aktivasi emosi positif mampu memperkuat internalisasi iman. Integrasi neurosains dan pembelajaran aqidah membentuk kerangka pedagogis yang menyatukan akal dan hati, sehingga pemahaman berkembang menjadi keyakinan yang lebih mendalam dan berkelanjutan serta relevan bagi pendidikan modern.
Internalisasi Nilai Aqidah melalui Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran PAI Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran keimanan dan orientasi hidup peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai aqidah melalui interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan yang menelaah literatur ilmiah terkait pendidikan nilai, interaksi pedagogis, dan pembelajaran aqidah. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui relasi edukatif yang dialogis, empatik, dan reflektif. Strategi pembelajaran kontekstual, partisipatif, serta keteladanan guru berperan penting dalam membangun keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Respons siswa yang aktif dan reflektif menunjukkan bahwa nilai aqidah dipahami sebagai prinsip hidup yang bermakna, bukan sekadar pengetahuan konseptual. Lingkungan belajar yang suportif dan kompetensi pedagogis guru menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan proses internalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan pembelajaran aqidah yang berorientasi pada pengalaman belajar bermakna dan kualitas hubungan interpersonal di kelas. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih humanis, reflektif, dan berkelanjutan.  
Pengalaman Spiritual Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memegang peran strategis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman spiritual siswa dalam pembelajaran PAI di sekolah menengah. Pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan digunakan untuk menganalisis buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan pengalaman spiritual terbentuk melalui interaksi pemahaman kognitif, keterlibatan emosional, dan refleksi batin terhadap nilai agama. Lingkungan belajar yang aman, interaksi guru-siswa yang suportif, serta strategi pembelajaran reflektif dan dialogis menjadi faktor utama penguatan internalisasi nilai religius. Hambatan muncul jika pembelajaran terlalu menekankan hafalan, minim refleksi, atau lingkungan kurang mendukung ekspresi spiritual siswa. Pengalaman spiritual yang mendalam berdampak positif pada perilaku religius dan kesadaran keimanan, termasuk penerapan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pengalaman spiritual dalam PAI agar siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi ajaran agama secara autentik. Implikasi kajian ini dapat membantu guru dan lembaga pendidikan merancang strategi pembelajaran lebih reflektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Peran Guru PAI dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa di Era Media Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman belajar dan kesadaran beragama siswa di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kesadaran beragama siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian kepustakaan, mengumpulkan data dari buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai mediator antara ajaran agama dan realitas digital siswa. Guru memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran, melakukan pendampingan yang kontekstual, serta menerapkan strategi kolaboratif untuk membangun pemahaman, karakter, dan ketahanan moral siswa. Tantangan yang dihadapi meliputi arus informasi yang cepat, konten negatif, dan perbedaan tingkat literasi digital siswa. Upaya penguatan kesadaran beragama dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek literasi digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah. Kesadaran beragama yang terbentuk mencakup kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah, pengendalian diri dalam interaksi digital, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru PAI yang kreatif, adaptif, dan holistik dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa di era media sosial.
Konstruksi Religiusitas Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah pengalaman belajar Pendidikan Agama Islam di madrasah menjadi lebih interaktif dan reflektif. Pembelajaran digital tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk cara siswa memahami dan menghayati nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan mengungkap konstruksi religiusitas siswa melalui analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir dari artikel jurnal dan publikasi akademik relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi makna, dan interpretasi konseptual terhadap pengalaman belajar religius siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital membentuk religiusitas melalui keterlibatan emosional, internalisasi nilai aqidah, interaksi sosial digital, dan refleksi personal berkelanjutan. Lingkungan digital memperluas pemahaman religius siswa sekaligus menuntut pendampingan pedagogis. Guru berperan sebagai fasilitator makna yang mengarahkan pengalaman belajar menuju identitas religius yang autentik dan kontekstual.