Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Prinsip-Prinsip Al-Qur'an sebagai Landasan Etika dalam Pengembangan Artificial Intelligence di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memberikan banyak manfaat, tetapi juga menimbulkan Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan manfaat dalam berbagai bidang, tetapi juga menimbulkan tantangan etika, seperti bias algoritma, penyalahgunaan data, dan penyebaran informasi yang tidak benar. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan nilai-nilai Al-Qur'an dengan etika AI serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research). Data penelitian terdiri atas ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, amanah, keadilan, tanggung jawab, dan tabayyun, serta 20 artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada tahun 2022–2026. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) melalui reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an memiliki keterkaitan dengan prinsip etika AI modern, seperti fairness, accountability, transparency, dan human oversight. Nilai ilmu menjadi dasar pengembangan teknologi, sedangkan amanah, keadilan, tanggung jawab, dan tabayyun menjadi pedoman dalam penggunaan AI secara etis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an dapat menjadi landasan konseptual dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, berkeadilan, dan memberikan kemaslahatan bagi manusia.
Peran Maqashid Syariah dalam Pengembangan Produk Perbankan Islam yang Berkelanjutan Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): AL-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk perbankan Islam yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global, krisis lingkungan, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keuangan yang beretika. Dalam konteks ini, Maqashid Syariah lima tujuan utama hukum Islam: menjaga agama (Hifz al-Din), jiwa (Hifz al-Nafs), akal (Hifz al-‘Aql), keturunan (Hifz al-Nasl), dan harta (Hifz al-Mal) menawarkan kerangka normatif yang kuat untuk mendesain produk keuangan yang tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga bermanfaat secara sosial dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Maqashid Syariah dalam mendukung pengembangan produk perbankan Islam yang berorientasi pada keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan dokumen institusional terkini.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Maqashid Syariah dalam produk perbankan dapat mendorong munculnya inovasi keuangan seperti pembiayaan kebutuhan dasar, investasi halal berbasis ESG, dan produk takaful yang berorientasi pada perlindungan sosial. Selain itu, nilai-nilai maqashid memiliki relevansi yang tinggi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menjadikannya sebagai pilar etis sekaligus strategis dalam transformasi industri keuangan syariah. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perbankan Islam perlu memperkuat integrasi Maqashid Syariah tidak hanya dalam aspek kepatuhan, tetapi juga dalam kerangka keberlanjutan yang holistik melalui regulasi, edukasi, dan inovasi produk yang berbasis kemaslahatan
Implementasi Green Finance dalam Perbankan Syariah:Perspektif Ekonomi Islam Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): AL-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi green finance dalam perbankan syariah dari perspektif ekonomi Islam dengan latar belakang meningkatnya kesadaran global terhadap pembangunan berkelanjutan serta tuntutan agar sektor keuangan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis kebijakan, instrumen, dampak, tantangan, dan prospek green finance di lembaga keuangan syariah. Data diperoleh melalui studi dokumentasi berupa regulasi, laporan tahunan, dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan berulang dengan menjaga validitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah menerapkan kebijakan ramah lingkungan melalui digitalisasi layanan, efisiensi energi, serta program tanggung jawab sosial. Selain itu, instrumen seperti green sukuk, zakat produktif, wakaf lingkungan, dan qard hasan turut berkontribusi dalam mendukung agenda keberlanjutan. Dampak implementasi green finance terlihat pada meningkatnya reputasi dan loyalitas nasabah, sekaligus membuka peluang akses pendanaan global. Meski demikian, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan regulasi, rendahnya literasi masyarakat, tingginya biaya awal, serta terbatasnya proyek hijau yang layak dibiayai. Secara keseluruhan, green finance dalam perspektif ekonomi Islam tidak hanya dipandang sebagai strategi bisnis modern, tetapi juga sebagai manifestasi maqāṣid al-sharīʿah yang menekankan keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan. Dengan demikian, green finance memberi prospek besar bagi perbankan syariah untuk menjadi pionir keuangan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Strategi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Positif Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya positif sebagai bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan. Budaya positif dipahami sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, dan pola interaksi yang mendukung iklim belajar yang sehat, kolaboratif, dan berkarakter. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan sekolah untuk tidak hanya mengandalkan aturan formal, tetapi juga membangun nilai-nilai yang tumbuh dari kesadaran warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa kajian kepustakaan dengan menganalisis berbagai konsep, teori, dan gagasan yang relevan tentang kepemimpinan transformasional dan budaya sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan transformasi budaya melalui lima elemen utama: penguatan visi dan nilai, pengembangan profesional guru, penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif, inovasi dalam manajemen dan pembelajaran, serta keteladanan yang konsisten. Setiap elemen saling berkaitan dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter sekolah secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya positif karena mampu memengaruhi aspek struktural, kultural, dan emosional warga sekolah secara terpadu. Dengan pendekatan ini, sekolah dapat tumbuh menjadi lingkungan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Peran Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Konflik dan Pengambilan Keputusan Strategis Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sebagai bagian penting dari peningkatan mutu kelembagaan pendidikan Islam. Konflik dalam lingkungan madrasah merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, karena terjadi akibat interaksi kompleks antara guru, tenaga kependidikan, siswa, dan berbagai komponen lainnya. Namun, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kinerja, menghambat kolaborasi, serta berdampak pada iklim akademik. Oleh sebab itu, kepala madrasah membutuhkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga adaptif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian kepustakaan melalui telaah literatur relevan yang membahas teori manajemen konflik, kepemimpinan pendidikan, dan proses pengambilan keputusan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki posisi sentral dalam menangani konflik dengan pendekatan mediasi, dialog, dan penyusunan kebijakan restoratif. Selain itu, kepala madrasah berperan dalam menetapkan keputusan strategis yang menyangkut arah kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, pengelolaan program, serta pengembangan mutu madrasah. Lima elemen utama ditemukan, yaitu identifikasi sumber konflik, komunikasi dan mediasi, penguatan kebijakan internal, pengambilan keputusan berbasis data, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan visioner, kecakapan interpersonal, dan kemampuan analitis yang matang. Dengan pendekatan ini, madrasah dapat berkembang menjadi lembaga yang harmonis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.
Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru di Era Kurikulum Merdeka Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru dalam konteks Kurikulum Merdeka. Perubahan paradigma pembelajaran menuntut guru lebih kreatif, adaptif, dan mampu menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan untuk menelaah konsep, teori, dan temuan terkait supervisi akademik dan kinerja guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan guru merencanakan pembelajaran, menerapkan strategi yang berpusat pada siswa, mengelola kelas, serta melaksanakan asesmen autentik. Supervisi yang efektif juga berdampak pada motivasi kerja dan komitmen profesional guru. Tantangan supervisi meliputi kompetensi supervisor, budaya supervisi yang belum optimal, dan keterbatasan waktu. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kualitas supervisi melalui pelatihan, komunikasi dialogis, dan pendekatan kolaboratif. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi akademik menjadi instrumen utama dalam penguatan kualitas guru dan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Digitalisasi Dalam Pengajaran Bahasa Arab: Peluang, Tantangan, Dan Inovasi Metodologis Abdurrozak Abdurrozak; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pengajaran bahasa Arab. Digitalisasi memberikan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan inovatif, namun juga menghadirkan tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang, tantangan, inovasi metodologis, serta implikasi digitalisasi terhadap pengajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur relevan dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka akses pembelajaran yang luas dan mendukung metode inovatif seperti blended learning, flipped classroom, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI, AR, dan VR. Namun, keberhasilan implementasi digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, penguasaan literasi digital guru, serta kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, metode pembelajaran, dan kompetensi pendidik agar pengajaran bahasa Arab dapat berjalan efektif di era digital.
Strategi Penerjemahan Istilah Keagamaan Arab ke dalam Bahasa Indonesia: Sebuah Telaah Kritis Zidan Khalik Al Jaber; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan istilah keagamaan Arab ke dalam bahasa Indonesia merupakan fenomena penting dalam kajian bahasa, karena teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik memiliki makna yang kompleks serta berfungsi sebagai sumber utama pemahaman keislaman masyarakat Indonesia. Tantangan utama dalam penerjemahan ini terletak pada istilah-istilah kunci seperti takwa, jihad, dan shalat yang tidak memiliki padanan sempurna dalam bahasa Indonesia, sehingga penerjemah harus menentukan strategi yang tepat antara mempertahankan bentuk asli (foreignisasi) atau menyesuaikannya dengan budaya pembaca (domestikasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai karya terjemahan dan sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menerapkan strategi literal, adaptasi, domestikasi, maupun foreignisasi, dengan variasi pemilihan tergantung pada konteks teks serta tujuan penerjemah. Misalnya, takwa kadang dipertahankan untuk menjaga keaslian makna teologis, tetapi juga diterjemahkan menjadi “ketaatan” atau “kesalehan” agar lebih komunikatif. Istilah jihad sering menimbulkan dilema karena konotasi politik dan historisnya, sementara shalat lebih banyak dipertahankan dalam bentuk aslinya karena sifatnya yang sangat spesifik. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penerjemahan bukanlah proses teknis semata, melainkan juga praktik interpretatif yang sarat nilai ideologis, kultural, dan teologis. Simpulan penelitian ini menekankan perlunya keseimbangan antara menjaga keaslian makna Arab dan memudahkan pemahaman bagi pembaca Indonesia, sehingga penerjemahan istilah keagamaan dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus pelestarian identitas religius.
Membangun Tax Morale Sejak Dini Melalui Integrasi Pendidikan Pajak dan Akuntansi Menuju Indonesia Hilalludin Hilalludin; Rizki Sanjaya; Dedi Sugari
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): AL-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's tax reform has largely focused on administrative improvements through digitalization, regulatory enhancement, and law enforcement, while early tax awareness development has received limited attention. This study aims to develop a conceptual model integrating tax education and accounting education to foster Tax Morale as a strategy for achieving sustainable tax compliance. A qualitative library research approach was employed by systematically reviewing scholarly literature, regulations, and previous studies published between 2021 and 2025. The findings indicate that tax education, accounting literacy, character education, digital technology utilization, and multi-stakeholder collaboration are interconnected components that strengthen Tax Morale as the foundation of voluntary tax compliance. This study proposes a conceptual model positioning education as the cornerstone of long-term tax reform. The model offers an alternative policy framework for cultivating a sustainable tax-conscious culture, improving voluntary tax compliance, strengthening national fiscal capacity, and supporting the realization of Indonesia Emas 2045.