Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Program Pelatihan Kepemimpinan Pengawas di Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Roma Mantin; Sholeh Hidayat; Nurul Anriani; Sudi Aryanto; Siti Aminah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.101 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6490

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program terhadap pelaksanaan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan menggunakan model five level ROI framework oleh Jack Phillips yang terdiri dari lima tahapan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program dengan menggunakan pendekatan deskriprif kualitatif. Penelitian yang dilakukan fokus pada tahapan evaluasi level reaksi (reaction) dan proses pembelajaran (learning) yang dianalisis dari saat pelaksanaan pelatihan. Pelatihan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri dari 21 peserta angkatan VI dan 16 peserta angkatan VII. Evaluasi pada level reaksi menunjukkan bahwa hasil evaluasi peserta terhadap penyelenggara menunjukkan nilai rata-rata layanan terhadap peserta adalah sebesar 74.9 termasuk dalam kategori cukup baik pada angkatan VI sedangkan pada angkatan VII sebesar 81.3 termasuk dalam kategori baik berdasarkan skala penilaian 0 – 100 (0 – 60.00 = buruk, 60.01 – 70.00 = kurang baik, 70.01 – 80.00 = cukup baik, 80.01 – 90.00 = baik, 90.01 - 100 = sangat baik). Hasil evaluasi peserta terhadap fasilitator menunjukkan indeks kepuasan 84.12 dan 86.56 pada angkatan VI dan VII. Evaluasi pada level proses pembelajaran dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan dari peserta PKP yang ditunjukkan dengan tingginya kenaikan rata-rata nilai pre-test dan post-test pada 13 mata pelatihan sesuai dengan kurikulum PKP.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Teori APOS Ditinjau Dari Self Confidence Siswa Annisa Restianingsih; Yuyu Yuhana; Nurul Anriani
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v14i1.43

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan komponen penting dari kurikulum matematika dan juga dikenal sebagai “jantung matematika”, yang merupakan keterampilan mendasar untuk belajar matematika.  Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self confidence siswa SMP dengan menggunakan materi SPLDV. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Serang yang dipilih sebanyak 3 orang siswa untuk mewakili setiap kategori tingkat self confidence siswa. Instrumen yang digunakan ialah angket self confidence, tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20% subjek yang memiliki self confidence tinggi mampu memenuhi semua tahapan dari teori APOS, 50% subjek yang memiliki self confidence sedang hanya memenuhi tahapan aksi dan proses, 30% subjek yang memiliki self confidence rendah hanya memenuhi tahapan aksi dan sering melakukan kekeliruan dalam menjawab soal. 
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Matematika Berbasis Web Articulate Storyline untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMP Messa Dwi Rahmania; Abdul Fatah; Nurul Anriani
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v5i2.1777

Abstract

The minimal use of learning media and less attractive conventional methods harm students' interest in mathematics. Therefore, researchers developed interactive learning media based on WEB Articulate Storyline to stimulate students' interest in learning mathematics. This study uses the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) developmental research model. Observation, questionnaires, and documentation are the data collection techniques used. Quantitative descriptive analysis is the data analysis technique used. The study results show that the developed learning media is highly valid, as evident from the assessment results by subject matter experts, obtaining an average percentage of 90%, and media experts, obtaining an average percentage of 96.25%. Additionally, the developed media has proven to be very practical, based on the assessment results by teachers, obtaining an average percentage of 91.67%, and student assessments, obtaining an average percentage of 84.95%. Articulate Storyline media has been proven effective in increasing students' interest in learning, as seen from the N-Gain test results obtaining a value of 0.651, which falls into the moderate category. Based on the results of this study, the developed Articulate Storyline learning media is highly appropriate and practical for implementation in mathematics education. It effectively enhances students' interest in learning mathematics.
MANAJEMEN EVALUASI PROGRAM SUPERVISI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Yudi Firmansyah; Nurul Anriani
BUANA ILMU Vol 8 No 1 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i1.6015

Abstract

Tulisan ini akan menguraikan landasan pijak secara konsepsional tentang manajemen evaluasi program supervisi pendidikan. Manajemen evaluasi program supervisi pendidikan ini menjedi dalah satu kunci dari peningkatan mutu pendidikan dari segi kualitas yang akan memberikan ciri khas terhadap evalusia pendidikan itu sendiri, latar belakang perlunya manajemen evaluasi program supervisi pendidikan, tujuan evaluasi program supervisi pendidikan, prinsip prinsip evaluasi program supervisi pendidikan, dan proses evaluasi program supervisi pendidikan. Penguatan manajemen evaluasi tentunya harus memiliki landasan konsepsional untuk memahami evaluasi program supervisi pendidikan baik secara makro maupun mikro guna untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS ICT DI SMK SYEKH-YUSUF TANGERANG KELAS 11 Aries Denta Putra; Nurul Anriani
BUANA ILMU Vol 8 No 1 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i1.6025

Abstract

Jika ingin meningkatkan kualitas pada proses belajar dan mengajar, guru mengaplikasikan ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk memperbarui media pembelajaran yang digunakan di kelas, seperti kelas 11 Bahasa Inggris. Belajar bahasa asing merupakan prosesyang komprehensif di Indonesia. Dalam belajar bahasa inggris banyak permasalahan yang dialami siswa, terutama ketika mereka belajar sepulang sekolah. Oleh karena itu, penggunaan media berbasis TIK dapat membantu menghilangkan gagasan tentang betapa sulitnya bahasa Inggris secara bertahap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa dapat meningkatkan kemahiran bahasa Inggris mereka selama mengikuti kelas bahasa Inggris dengan memanfaatkan materi berbasis ICT di komputer atau perangkat seluler. 35 siswa digunakan sebagai sampel di kelas 11 topik bahasa Inggris untuk penelitian ini, yang menggunakan pendekatan teknik kuantitatif pada tahun 2022–2023. Untuk mencegah bias, informasi akan dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan observasi di kelas yang dilakukan oleh dua penilai berbeda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ICT (aplikasi MALL) di kelas bahasa Inggris diterima dengan baik oleh siswa. Temuan penelitian ini memberikan alternatif pengajaran bahasa Inggris berbasis ICT di kelas 11.
IMPLEMENTASI HASIL EVALUASI KELEMBAGAAN PERANGKAT DAERAH Ida Dahlia; Nurul Anriani
BUANA ILMU Vol 8 No 1 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i1.6034

Abstract

Instansi pemerintah dalam memperbaiki, menyesuaikan, dan menyempurnakan struktur dan proses organisasi yang sesuai dengan lingkungan strategisnya, perlu melakukan evaluasi kelembagaan, kebijakan, program-program agar bisa adaptif sesuai dengan kebutuhan sekaligus dapat meraliasikan visi dan misi organisasinya, sehingga organisasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari realiasi tata kelola pemerintahan yang baik. Metoda evaluasi kelembagaan perangkat daerah di Kota Serang mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi Kelembagaan Instansi Pemerintah. dilakukan proses pengumpulan data dengan pendekatan multilevel, yakni dua level (tingkatan) organisasi, yaitu pada tingkatan organisasi tertinggi (organization wide level), dan pada tingkatan satu tingkat di bawahnya (suborganization wide level) Untuk mendapatkan analisis jawaban, dilakukan wawancara mendalam kepada 32 perangkat daerah dan RSUD masing-masing perangkat daerah terdiri dari 4 orang responden yaitu Sekretaris Dinas/Badan, kepala bidang, kepala seksi/pegawai yang membidangi kepegawaian dan 1 orang pegawai fungsional, hasil evaluasi menunjukan rata-rata nilai komposit yang dicapai perangkat darah 24 perangkat daerah memiliki nilai komposit akhir di atas angka 80 atau berada pada kategori P5. artinya struktur dan proses organisasi dinilai sangat efektif. memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk mengakomodir kebutuhan internal organsiasi dan sangat mampu beradaptasi terhadap dinamika perubahan lingkungan eksternal organisasi dan 9 Perangkat Daerah yang mendapatkan nilai komposit akhir diantara 61-80 atau kategori P4 artinya struktur dan proses organisasi dinilai efektif, dinilai mampu mengakomodir kebutuhan internal organisasi dan mampu beradaptasi terhadap dinamika perubahan lingkungan eksternal organisasi, namun struktur dan proses organisasi masih memiliki kendala/kelemahan minor/kecil yang harus segera dapat diperbaiki melalui tindakan rutin yang marjinal.
EVALUASI PROGRAM BERDASARKAN PENDEKATAN KONSUMEN (PENDEKATAN BERDASARKAN KONSUMEN) Rusman Z Abidin; Nurul Anriani
BUANA ILMU Vol 8 No 1 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i1.6052

Abstract

Evaluasi program adalah komponen penting dalam menentukan seberapa efektif dan efisien program pendidikan dan pelatihan. Dalam evaluasi, pendekatan orientasi konsumen (Consumer-Oriented Approach) menjadi penting karena fokus pada persepsi, kepuasan, dan hasil peserta sebagai layanan konsumen . Makalah ini membahas langkah-langkah dalam evaluasi program yang berorientasi pada konsumen, kelebihan dan kekurangannya, serta aplikasinya dalam dunia pendidikan dan pelatihan. Pendekatan evaluasi yang berorientasi pada konsumen penting karena fokus pada persepsi, kepuasan, dan hasil yang dirasakan oleh peserta sebagai konsumen jasa. Tulisan ini membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk program evaluasi yang berorientasi pada konsumen, kelebihan dan kekurangannya, serta implementasinya dalam pendidikan dan pelatihan. Evaluasi Awal.
Pembelajaran Pendidikan Inklusif Pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif Wiwi Purnama Dewi; Sudadio Sudadio; Nurul Anriani
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background to writing this article is that there are children with special needs who should have the same rights in obtaining education as students in general at school. Inclusive education provided in schools providing inclusive education must be well prepared, especially learning that is adapted to the conditions of students with special needs. Children with special needs will study together with students in general in regular classes at schools providing inclusive education. Learning is structured by considering the conditions of students in class and the adjustments of other students in regular classes. The author conducted a literature study based on the results of previous research on the topic of inclusive education. The author states that to implement an inclusive education system, the principle thing that cannot be avoided is to carry out the process of developing inclusive education learning components in Inclusive Education Organizing Schools (SPPI). The learning components of inclusive education include: planning, implementing and evaluating inclusive education. SPPI must embody inclusive principles starting from planning, implementation processes, monitoring or supervision, to evaluation and preparation of follow-up plans for implementing school programs. SPPI also organizes the PPI (Individual Learning Program) program assisted by special supervising teachers outside regular class learning hours.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BOARD GAME “GUESS THE NUMBER” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Rifda Nurafifah; Isna Rafianti; Nurul Anriani
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v5i1.569

Abstract

The aim of this research is to produce a valid, practical, and effective learning media in the form of a board game to enhance students' critical thinking skills. The research uses the 4D model, consisting of the define, design, development, and disseminate stages. It was conducted in one of the middle school in Serang, involving seventh-grade students (one class). The result of this research and development is a learning board game named "Guess the Number," which is considered valid, practical, and effective to improving students' critical thinking skills. The validity of the media is confirmed by teachers and lecturers, with a media validity percentage of 83.3% and material validity of 95%. The practicality of the media is confirmed by teachers and students, with a percentage of 86.8%. The effectiveness of the media, based on the n-gain score, is 0.682, with a percentage of 68,2% which was in the medium category with an effective interpretation
Analisis Pemahaman Matematis Siswa Pada Soal HOTS Berdasarkan Newman’s Error Analysis Ditinjau Dari Teori Polya Zulfa Nurrahma Winata; Nurul Anriani
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i1.3737

Abstract

Tujuan penelitian yakni mengetahui sejauh mana siswa mampu menjawab soal-soal HOTS berbasis NEA ditinjau dari teori Polya dengan menggunakan keahlian matematikanya. Siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Serang menjadi subjek penelitian. Wawancara dan ujian tertulis digunakan dalam pengumpulan data. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Alat tes dan wawancara digunakan dalam proyek studi untuk mengumpulkan informasi. Analisis Kesalahan Newman digunakan untuk menilai hasil tes setelah teori Polya digunakan untuk meninjau hasil tes siswa. Berdasarkan nilai ujian, siswa dibagi menjadi tiga kelompok berprestasi tinggi, sedang, dan rendah. Untuk setiap kategori kemampuan, akan dipilih satu orang peserta sebagai subjek penelitian berdasarkan hasil tes. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan pemahaman yang tinggi dapat menyelesaikan pertanyaan hampir seluruhnya tanpa membuat kesalahan apa pun. Untuk siswa dengan kemampuan sedang, belum cukup mampu untuk menjawab soal karena beberapa kali keliru dalam menentukan rumus yang tepat. Siswa dengan kemampuan rendah belum dapat menjawab soal dikarenakan tidak memiliki pemahaman yang cukup.