Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektifitas Penyinaran Lampu Ultra Violet Pada Proses Desinfeksi Air Terhadap Indeks Angka Kuman Total Coliform dan Escherechia Coli Ronokarto, Priyadi Kamidi; Navianti, Diah
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i2.8675

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting bagi semua mahluk hidup, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Air sendiri digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan, yang paling utama yaitu kebutuhan sehari-hari untuk bertahan hidup, seperti minum, mencuci, memasak, dan lain sebagainya.  Air harus memenuhi persyaratan fisika, bakteriologis, kimiawi dan radioaktif. Dalam pengolahan air bersih harus dilakukan secara menyeluruh sampai dengan proses desinfeksi yang selama ini menggunakan bahan kimia seperti chlor atau kaporit yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia. Upaya menjamin keamanan kualitas air minum perlu dilakukan pemeriksaan rutin  pada sarana penyedia air minum untuk memenuhi persyaratan kualitas air sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Persyaratan bakteriologis merupakan parameter wajib yang harus dilakukan pemeriksaannya yaitu Total Coliform dan Escherichia coli. Dalam melakukan upaya pengolahan air baku oleh masyarakat perlu mengadopsi perkembangan teknologi dengan pemanfaatan lampu Ultra Violet sebagai media peniadaan mikroorganisme  pada air yang akan digunakan. Hasil pengolahan air sumur gali yang dilakukan pengujiannya di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan PP Kelas 1 Palembang.  Hasil pemanfaatan sinar UV dengan beberapa waktu paparan dapat menghilangkan kontaminasi Total Coliform dari rata-rata 123,3/100 ml menjadi 0/100 ml dan waktu kontak selama 10 menit lebih efektif dibandingkan 15 menit dan 20 menit. Hasil uji parameter mikrobiologi dinyatakan bahwa semua sampel setelah pengolahan jumlah Total Coliform 0/100 ml dan Escherichia coli 0/100ml sehingga dapat memenuhi persyaratan kesehatan yang ditentukan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA GURU – GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN SUKARAMI PALEMBANG TAHUN 2016 Nurhayati, Nurhayati; Navianti, Diah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.235

Abstract

Data Kemenkes tahun 2015 menunjukkan faktor risiko perilaku penyebab terjadinya penyakit tidak menular (PTM) adalah penduduk kurang aktifitas fisik (26.1 %), Diabetes Mellitus (DM) termasuk dalam penyakit tidak menular. Menurut international diabetic federation faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Melitus adalah riwayat penyakit keluarga, kurang aktifitas fisik, usia diatas 45 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, gaya hidup dan stres. Dari survei yang dilakukan guru dibeberapa sekolah dasar di Kecamatan Sukarami memiliki risiko ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah diperolehnya data awal terhadap beberapa guru di SDN di Kecamatan Sukarami masih kurang dalam pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 dan juga komplikasinya, sehingga ada 39 % guru di SDN 133 yang memiliki kadar gula tinggi. Sedangkan di SDN 132 ada 33 % guru dengan kadar gula yang tinggi. Ditambah dengan tekanan darah yang juga tinggi sebesar 46 % pada guru di SDN 133 Sukarami Palembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko terjadinya kejadian penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 pada guru di SDN kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD di Kecamatan Sukarami Palembang. Metode pengambilan sampel secara Simple Random sampling. Sampel yang diambil adalah guru – guru di empat SDN yang terpilih secara random sebanyak 125 orang guru . Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Data akan diolah dengan bantuan software komputer. Ada hubungan antara Tekanan darah, Umur, IMT, Aktifitas fisik (olahraga) dengan kadar glukosa darah sewaktu pada guru SD Negeri di Kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Tidak ada hubungan antara Jenis kelamin dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah pada guru-guru SDN di Kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Disarankan pada guru SD Negeri di Kecamatan Sukarami Palembang agar dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara berolahraga dengan cukup supaya guru yang memiliki kadar glukosa darah diatas nilai normal tidak mengalami peningkatan.
Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang Habib, Muhammad; Intan Kumalasari; Diah Navianti
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v3i3.5580

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The high risk of dengue transmission is greatly influenced by the density of mosquito larvae which correlates with environmental conditions and community behavior. This study aims to describe the density level of Aedes aegypti mosquito larvae in the working area of the Gandus Health Center in Palembang City in 2025 through the measurement of House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), Larvae-Free Numbers (ABJ), and Density Figure (DF). The method used was descriptive observational with a purposive proportional random sampling technique on 100 households in three RTs. Data was collected through direct observation using checklist sheets. The results showed that the HI was 66%, CI was 44%, BI was 107%, and ABJ was only 34%, which indicates that the larval density is very high and far below the WHO standard (≥ 95%). The DF value is in the range of 7–9, reinforcing the finding of high vector density. This condition shows that the area is at high risk of dengue transmission. Interventions are needed in the form of regular mosquito nest eradication (PSN), increasing public education, and strengthening the role of jumantic cadres in sustainable vector control.
The Effectiveness of Goat Animal Manure as an Alternative Activator for Making Compost from Household Organic Waste Navianti, Diah; Priyadi, Priyadi; Anwar, Khairil
Journal of World Science Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i2.217

Abstract

This study examines the effectiveness of using goat manure activator in making compost from household organic waste. The type of research used was quasi-experimental, with pre-test and post-test control designs, and data were analyzed using the dependent T test to determine the effect of using goat manure activator on chemical parameters in compost and then analyzed again. with independent T-test to determine the effectiveness of manure activator. Animals with EM4 as control. Results of the study For chemical parameters the average moisture content was 2.07%, and the average NPK macro elements in compost with goat manure activator were each 0.46%. 0.45% and 0.76% of the results follow SNI 19-7030-2004 standards. While the average pH of 7.75 exceeds the maximum SNI standard of 7.49. In terms of physical parameters, the resulting compost has a temperature of 280C, is black in color, and has an earthy smell according to SNI. Statistical test results showed the effect of adding goat manure activator on the chemical and physical parameters of compost (p?0.05). Furthermore, the results of statistical tests obtained goat manure activator which is effectively used as an activator. The test results showed no difference in yield with control bioactivation (p?0.05) and had compost maturity according to SNI with two weeks composting time. Goat manure activator is very well used as an alternative activator in making compost from household organic waste.
KARAKTERISTIK PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI TERHADAP KADAR ASAM URAT DI RS BHAYANGKARA PALEMBANG Nurhidayah, Nurhidayah; Nurhayati, Nurhayati; Navianti, Diah; Yusneli, Yusneli; Basa, Itail Husna; Syailendra, Anton
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 1 No 2 (2021): JMLS : Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v1i2.1102

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Komplikasi diabetes menyebabkan terjadi proses oksidasi Keadaan ini merusak dinding bagian dalam dari pembuluh darah, dan menarik lemak yang jenuh menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga reaksi inflamasi terjadi yang membuat dinding pembuluh darah menjadi keras, kaku dan akhirnya timbul penyumbatan yang mengakibatkan perubahan tekanan darah yang dinamakan hipertensi. Selanjutnya hipertensi akan menurunkan aliran darah ke ginjal, sehingga menstimulasi reabsorpsi asam urat juga memperbesar risiko penyakit mikrovaskuler yang dapat memicu iskemia jaringan.Tujuan Penelitian: Mengetahui kadar asam urat pada penderita asam urat dengan hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Mei 2020 Sampel pasien dm tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit bhayangkara Palembang Tahun 2020. Hasil Peneltian : dari 37 pasien kadar asam urat tinggi sebanyak 16 orang (42,3%). Berdasarkan umur,> 50 tahun diperoleh 11 orang (47,8 %) kadar asam urat tinggi dan ≤ 50 tahun diperoleh 5 orang (35,7%) kadar asam urat tinggi. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 14 orang (66,7%) kadar asam urat tinggi dan perempuan 2 orang (16,7%) kadar asam urat tinggi. Berdasarkan Indeks masa tubuh kategori normal 4 orang (26,7%) kadar asam urat tinggi, kategori kurus 1 orang (16,7%) kadar asam urat tinggi dan kategori gemuk 11 orang (31,3%) kadar asam urat tinggi. Kesimpulan : masih ditemukannya kadar asam urat yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi. Kata kunci : Diebetes, Hipertensi, Asam Urat ABSTRACT Background: Complications of diabetes occur because a high change in blood sugar will stick to the walls of blood vessels and there is an oxidation. This condition damages the inner wall of the blood vessels, and pulls the saturated fat attached to the blood vessel walls, so that inflammatory reactions occur, stiff and eventually arises blockages resulting in a change of blood pressure called hypertension. Further hypertension will lower the blood flow to the kidneys, thus stimulating the reabsorption of uric acid also enlarges the risk of microvascular diseases that can trigger tissue ischemia. Research Purposes: To describe the uric acid level in type 2 Diabetes mellitus patients with hypertension. Research method: It was a descriptive research with cross sectional approach. The study was held in February – May 2020. Sample was type 2 DM patient with hypertension at Bhayangkara Hospital Palembang year 2020. Results: 16 of 37 (42.3%) patients have high uric acid levels. Based on age, 11 people (47.8%) among > 50 years have high uric acid levels and 5 people (35.7%) among ≤ 50 years have high uric acid levels. Based on gender, 14 (66.7%) male respondents habe high uric acid levels and 2 women (16.7%) have high uric acid levels. Based on body mass index, 4 people (26.7%) with normal BMI have high uric acid levels, 1 skinny person (16.7%) has high uric acid levels and 11 respondents of fat category (31.3%) have high uric acid levels. Conclusion: Patients with diabetes mellitus type 2 with hypertension have high levels of uric acid. Keywords: Diabetics,Hypertension, Gout
Horn Banana Peel Powder Biocoagulants in Lowering the Turbidity of Water Priyadi , Priyadi; A’yun, Qurrota; Navianti, Diah; Sukarjo , Sukarjo
Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan Vol. 2 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jipper.v2i1.5314

Abstract

Purpose: This study aims to utilize horn banana peel powder, a form of organic waste, as a biocoagulant to reduce water turbidity in dug wells. It addresses the need for environmentally friendly and cost-effective alternatives to chemical coagulants, particularly for households relying on groundwater in rural areas. Research methodology: This research employed a true experimental design using a pre-test and post-test control group. The treatments consisted of biocoagulant doses of 6 g/L, 7 g/L, and 8 g/L. Turbidity was measured using a Hach 2100Q turbidity meter. Data were analyzed using Paired Sample T-Test, ANOVA with Welch correction, and Games-Howell post hoc test to determine statistical significance. Result: The optimal dose of 8 g/L reduced turbidity from 249 NTU to 2.42 NTU, achieving a 99.03% reduction. Statistical analysis (p < 0.05) confirmed significant differences between all treatment groups, validating the biocoagulant’s effectiveness.Conlusions: Horn banana peel powder is an effective, natural alternative to chemical coagulants for improving groundwater quality. It supports circular bioeconomy practices and complies with Indonesian water quality standards.Limitation : The study focused solely on turbidity and did not assess other water quality parameters (e.g., pH, TDS, BOD).Contribution: This research promotes sustainable water treatment solutions using local, biodegradable materials. It demonstrates the potential of fruit waste reuse in environmental health, particularly for clean water access in low-income communities.
Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga tentang Pengelolaan Sampah melalui Pemberdayaan di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kota Palembang Anwar, Khairil; Sukarjo, Sukarjo; Navianti, Diah
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11513

Abstract

Persampahan di kota Palembang masih menjadi masalah yang kompleks dan rumit serta akan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungannya. Pertambahan jumlah sampah dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sungai Sekanak, anak Sungai Musi yang berada di Kota Palembang, telah mengalami pencemaran yang terlihat pada perubahan fisik air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Pengetahuan dan Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah melalui Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang Jenis penelitian ini adalah eksprimen semu dengan design one group pre dan post test design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap sedangkan yang menjadi variabel bebas adalah model pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sampel penelitian ini adalah 30  Kepala keluarga diwilayah Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang.Analisis ststistik untuk uji beda digunakan indepnden T test pada taraf signifikasi 5%. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pengetahuan kepala keluarga  tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan yang bermakna Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan secara signifikan pengetahuan dan sikap kepala keluarga dalam pengelolaan sampah.
IMPROVEMENT OF CLEAN WATER FACILITIES THROUGH THE MAKING OF CLEAN WATER FACILITIES AND WATER TREATMENT MEDIA IN RAWA JAYA VILLAGE, PEMULUTAN DISTRICT, OGAN ILIR REGENCY IN 2021 Kamidi, Priyadi; Kamsul, Kamsul; Navianti, Diah
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1490

Abstract

Clean water is a very vital need for the community and its role can cause disease if it is not monitored for quality and clean water facilities. The community's clean water facilities need to be monitored for elements that can pollute clean water that needs improvement so that the quality of clean water can be maintained. The coverage of clean water facilities can be increased through the manufacture of clean water facilities and the use of raw water by processing it first so that the physical quality of water meets health requirements. The geographical condition of a residential area in the swamp area and riverbanks becomes a problem and challenge in obtaining clean water sources for the community. Several efforts must be made in anticipating negative impacts, including the creation of clean water facilities and water treatment media in reducing the levels of pollutants in the water. In this community service, the object of service is the Clean Water Facility which is still low at 5.4%, and the use of surface water that has not been treated so that water treatment media is needed to meet health requirements to be used as a source of clean water for the community. Making clean water facilities and water treatment systems will improve the quality of water that will be used by the community.
Kelimpahan Mikroplastik pada Teh Celup dan Tubruk Yang Dijual di Kota Palembang Dina Agnesia; Diah Navianti; Sukarjo Sukarjo; Miftahurrizqiyah Miftahurrizqiyah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.3240

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran mikroplastik merupakan isu global, dengan teh sebagai minuman populer di Palembang berpotensi menjadi sumber paparan. Kantong teh celup dilaporkan dapat melepaskan miliaran mikroplastik saat diseduh, berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini penting mengingat tingginya konsumsi teh dan keterbatasan studi di Palembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kelimpahan dan karakteristik (bentuk, warna) mikroplastik pada teh celup dan teh tubruk yang dijual di Palembang pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini dilakukan di Palembang pada tahun 2025, penelitian ini menggunakan total sampling 31 merek teh (16 teh celup, 15 teh tubruk). Analisis mikroplastik dilakukan secara mikroskopis melalui filtrasi dan pengamatan di bawah mikroskop cahaya untuk identifikasi, penghitungan, serta penentuan bentuk dan warna. Hasil: Seluruh sampel teh celup (100%) mengandung mikroplastik 10-120 partikel/L (median 35), didominasi fiber berwarna hitam. Pada teh tubruk, hanya 5 dari 15 sampel positif mikroplastik (10-40 partikel/L, median 0), didominasi fiber dan warna hitam. Kontaminasi lebih tinggi dan merata pada teh celup dibandingkan teh tubruk. Kesimpulan: Teh celup di Palembang terkontaminasi mikroplastik secara signifikan, yang didominasi oleh bentuk fiber berwarna hitam, berpotensi risiko kesehatan. Teh tubruk menunjukkan kontaminasi lebih rendah.
Penilaian Risiko Ergonomi pada Pekerja Pembuatan Kue-Kue Basah terhadap Keluhan Musculosketal Disorders Samira Samira; Pitri Noviadi; Diah Navianti; Intan Kumalasari; Maya Sopianti
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v3i1.2702

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints in muscles, joints, and soft tissues can be caused by poor posture, repetitive movements, and excessive physical load. In the wet cake-making industry, workers often sit or stand for long periods, bend, and perform monotonous hand movements, which increases the risk of MSDs. The impact includes decreased work comfort, productivity, and quality of life. This study aims to assess the ergonomic risk level in wet cake-making workers and identify the relationship between work activities and MSD complaints. The method used is descriptive quantitative research with a cross-sectional design, involving 45 workers at Kue X Silaberanti. Ergonomic risk was assessed using the REBA method, while MSD complaints were measured using the Nordic Body Map questionnaire. The results show that in the mixing process, 58.8% of workers experienced a very high risk of MSDs. In the molding and baking processes, 52.9% and 68.8% of workers, respectively, were at high risk. The most frequent complaints were pain in the back, neck, shoulders, arms, and wrists due to poor posture and repetitive movements. To reduce the risk of MSDs, workers need to improve their posture, use ergonomic aids, rotate tasks, and undergo training in safe working techniques.