Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa di Sekolah Dasar Ernida Ernida; Diah Navianti; Hanna Damanik
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.76 KB) | DOI: 10.36086/salink.v1i1.658

Abstract

Latar Belakang: Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung maupun dengan kontak tidak langsung. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan cuci tangan pakai sabun pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 7 Kota Prabumulih Tahun2020. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah deskriptif yaitu menggambarkan pengetahuan,sikap dan tindakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di SD N 7 Kota Prabumulih Tahun 2020 yang berjumlah siswa 253 orang dan sampel 72 orang. Hasil Penelitian: Didapatkan hasil dari 72 responden yang mempunyai pengetahuan baik terhadap cuci tangan pakai sabun yaitu sebanyak 56 responden (77,8%), lebih tinggi persentasenya dibandingkan dengan responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 16 responden ( 22,2%).Hasil dari 72 responden sebanyak 57 responden ( 79,1 %) dengan sikap positif dan sebanyak 15 responden ( 20,9 %) dengan sikap negatif terhadap cuci tangan pakai sabun.Hasil dari 72 responden sebanyak 53 responden (73,6%) dengan tindakan baik dan sebanyak 19 responden (26,4 %) dengan tindakan buruk terhadap cuci tangan pakai sabun. Kesimpulan: Sebagian besar responden mempunyai Pengetahuan, sikap dan Tindakan yang baik dalam mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, sedangkan Sebagian kecil memiliki pengetahuan, sikap dan Tindakan kurang baik. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Cuci Tangan Pakai Sabun
Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang Al Fikri Hidayatullah; Diah Navianti; Hanna Derita Lasmaria Damanik
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.034 KB) | DOI: 10.36086/salink.v1i2.831

Abstract

Latar Belakang : Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya TB Paru, diantaranya lingkungan. Salah satu faktor risiko yang erat hubungannya dengan penularan kejadian TB Paru adalah kondisi lingkungan perumahan meliputi suhu dalam rumah, ventilasi, pencahayaan dalam rumah, kelembaban rumah, kepadatan penghuni, dan lingkungan sekitar rumah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran kondisi fisik rumah penduduk dan kejadian penyakit tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kenten Kota Palembang Tahun 2021. Metode Penelitian : Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 106 sampel rumah penderita dan rumah bukan penderita TB Paru. Teknik sampling ditentukan dengan teknik systematic random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2021. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis data 106 sampel rumah penderita sebanyak 42 rumah (39,6%) dan rumah bukan penderita sebanyak 64 (60,4%). Dari 42 sampel rumah penderita, berdasarkan ventilasi rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 19 sampel (29,7%) sedangkan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 23 sampel (54,8%). Berdasarkan kondisi pencahayaan rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 29 sampel (42,0%) sedangkan tidak memenuhi syarat diperoleh 13 sampel (35,1%). Berdasarkan kondisi kepadatan hunian rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 12 sampel (19,7%) sedangkan dari 45 sampel kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 30 sampel (66,7%). Berdasarkan kondisi suhu rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 31 sampel (37,8%) sedangkan dari 24 sampel rumah dengan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 11 sampel (45,8%). Berdasarkan kondisi kelembaban rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 27 sampel (31,8%) sedangkan dari 21 sampel rumah kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 15 sampel (71,4%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit Tuberkulosis Paru. Disarankan kepada masyarakat penderita Tuberkulosis Paru untuk memperbaiki kondisi fisik rumah dengan cara membuka jendela rumah, menambah pencahayaan alam atau buatan, membersihkan lantai rumah menggunakan desinfektan, menggunakan alat pengatur kelembaban dan menanam pohon pelindung di sekitar rumah.
Hygiene Sanitasi dan Uji Kualitas Mikrobiologis pada Depot Air Minum Isi Ulang Kota Palembang Delyra Afiqah Zarifah; Diah Navianti; Yulianto Yulianto
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.572 KB) | DOI: 10.36086/jsl.v2i2.1304

Abstract

Latar Belakang: Air minum isi ulang adalah air minum dalam bentuk curah yang dihasilkan oleh usaha industri (DAMIU) melalui proses pengolahan air baku yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Hasil pemeriksaan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) pada tahun 2020 di wilayah kerja Puskesmas Bukitsangkal dari 19 depot yang diperiksa hanya 10 depot yang memenuhi syarat kesehatan (Dinkes Palembang, 2020). Tujuannya diketahui gambaran hygiene sanitasi depot air minum isi ulang (DAMIU) dan kualitas mikrobiologis AMIU di wilayah kerja Puskesmas Bukitsangkal Kota Palembang. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 18 DAMIU yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bukitsangkal dan dilakukan uji laboratorium. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Hasil: Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa ada 1 DAMIU (5,6%) tidak memenuhi syarat karena positif bakteri Coliform, berdasarkan kepemilikkan sertifikat laik hygiene sanitasi terdapat 15 DAMIU (83,3%) yang belum memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi, berdasarkan variabel lokasi dan bangunan 18 DAMIU (100%) memenuhi syarat, berdasarkan variabel peralatan 17 DAMIU (94,4%) memenuhi syarat, berdasarkan variabel karyawan 18 DAMIU (100%) tidak memenuhi syarat dan berdasarkan variabel sumber air baku dan air minum 1 DAMIU (5,6%) tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Terdapat 1 DAMIU (5,6%) tidak memenuhi syarat mikrobiologis air minum isi ulang.
THE REDUCTION OF ANXIETY AND PAIN DURING VENOUS BLOOD SAMPLING USING HYPNO-EFT (EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUES) METHOD Navianti, Diah; Garini, Ardiya; Karneli, Karneli
Public Health of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2018): April - June
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.279 KB) | DOI: 10.36685/phi.v4i2.154

Abstract

Background: Venous blood sampling has several risks of complication, the basic cause was emotional factor, such as anxiety and pain, which remain important to be solved. Objective: The aim of this study was to determine the effect of hypno–EFT to reduce the anxiety and pain during venous blood sampling. Methods: The design of the study was quasi experimental, with pretest posttest with control group design. The sampling technique was simple random sampling to select 52 respondents. Anxiety was measured using a Hamilton anxiety rating scale (HARS) modification and pain was measured using the Visual analogue scale (VAS) method. Wilcoxon and Manova multivariate test were used for data analysis.Results: Before hypno-EFT there was 1 person (2.9%) did not experience anxiety, 9 people (25.7%) with mild anxiety, 20 people (57.1%) with moderate anxiety and 5 people (14.3%) with severe anxiety. After hypno-EFT therapy, there were 23 people (65.7%) did not get anxiety, mild anxiety were 11 people (31.4%) and severe anxiety was found in 1 person (2.9%). For the average pain of  respondent in venipuncture before hypno-EFT was 3.20 with a median 3.00 and a standard deviation was 1.91. The minimum value of pain was 0 and 9 in maximum. After therapy Hypno-EFT, the average pain was 1.54  and the minimum value of pain was 0 and 6 at maximum. Statistical  result  showed that the p-value of anxiety and pain was 0.000 (<0.05)Conclusion: There was a significant effect of hypno-EFT therapy to decrease the anxiety and pain during venous blood sampling. This method is recommended as an alternative procedure in venous blood sampling with complicating factors.
Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga tentang Pengelolaan Sampah melalui Pemberdayaan di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kota Palembang Khairil Anwar; Sukarjo Sukarjo; Diah Navianti
Buletin Keslingmas Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11513

Abstract

Persampahan di kota Palembang masih menjadi masalah yang kompleks dan rumit serta akan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungannya. Pertambahan jumlah sampah dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sungai Sekanak, anak Sungai Musi yang berada di Kota Palembang, telah mengalami pencemaran yang terlihat pada perubahan fisik air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Pengetahuan dan Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah melalui Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang Jenis penelitian ini adalah eksprimen semu dengan design one group pre dan post test design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap sedangkan yang menjadi variabel bebas adalah model pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sampel penelitian ini adalah 30  Kepala keluarga diwilayah Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang.Analisis ststistik untuk uji beda digunakan indepnden T test pada taraf signifikasi 5%. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pengetahuan kepala keluarga  tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan yang bermakna Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan secara signifikan pengetahuan dan sikap kepala keluarga dalam pengelolaan sampah.
Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang Hidayatullah, Al Fikri; Navianti, Diah; Damanik, Hanna Derita Lasmaria
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/salink.v1i2.831

Abstract

Latar Belakang : Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya TB Paru, diantaranya lingkungan. Salah satu faktor risiko yang erat hubungannya dengan penularan kejadian TB Paru adalah kondisi lingkungan perumahan meliputi suhu dalam rumah, ventilasi, pencahayaan dalam rumah, kelembaban rumah, kepadatan penghuni, dan lingkungan sekitar rumah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran kondisi fisik rumah penduduk dan kejadian penyakit tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kenten Kota Palembang Tahun 2021. Metode Penelitian : Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 106 sampel rumah penderita dan rumah bukan penderita TB Paru. Teknik sampling ditentukan dengan teknik systematic random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2021. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis data 106 sampel rumah penderita sebanyak 42 rumah (39,6%) dan rumah bukan penderita sebanyak 64 (60,4%). Dari 42 sampel rumah penderita, berdasarkan ventilasi rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 19 sampel (29,7%) sedangkan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 23 sampel (54,8%). Berdasarkan kondisi pencahayaan rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 29 sampel (42,0%) sedangkan tidak memenuhi syarat diperoleh 13 sampel (35,1%). Berdasarkan kondisi kepadatan hunian rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 12 sampel (19,7%) sedangkan dari 45 sampel kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 30 sampel (66,7%). Berdasarkan kondisi suhu rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 31 sampel (37,8%) sedangkan dari 24 sampel rumah dengan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 11 sampel (45,8%). Berdasarkan kondisi kelembaban rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 27 sampel (31,8%) sedangkan dari 21 sampel rumah kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 15 sampel (71,4%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit Tuberkulosis Paru. Disarankan kepada masyarakat penderita Tuberkulosis Paru untuk memperbaiki kondisi fisik rumah dengan cara membuka jendela rumah, menambah pencahayaan alam atau buatan, membersihkan lantai rumah menggunakan desinfektan, menggunakan alat pengatur kelembaban dan menanam pohon pelindung di sekitar rumah.
Perilaku Hygiene Sanitasi Pedagang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Hikma, Nadiah Permata; Amin, Maliha; Navianti, Diah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.1801

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi pada makanan merupakan upaya untuk mengamankan dan menyelamatkan agar makanan tetap bersih, aman dan sehat. Masih ditemukan pedagang makanan yang belum memenuhi standar hygienitas terutama pada makanan jajanan anak di Sekolah Dasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi higiene dan sanitasi makanan jajanan, yaitu pengetahuan, penjamah makanan, sanitasi peralatan, sanitasi penyajian. Tujuan Penelitian: Diketahuinya karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang makanan jajanan di sekolah dasar Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 30 orang pedangan dengan teknik pengambilan sampel simple total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan kategori tidak baik sebesar 12 responden (40,0%) dan baik sebesar 18 responden (60,0%). Tingkat sikap kategori tidak baik sebesar 16 responden (53,3%) dan baik sebesar 14 responden (46,7%). Tingkat tindakan kategori tidak baik sebesar responden 19 responden (63,3%) dan baik sebesar 11 responden(36,7%). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tingkat pengetahuan responden kategori tidak baik sebesar (60,0%), tingkat sikap responden kategori tidak baik sebesar (53,3%) dan tingkat tindakan responden kategori tidak baik sebesar (63,3%).
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA IBU HAMIL DI RS BHAYANGKARA KOTA PALEMBANG Andini, Olivia; Navianti, Diah; Garini, Ardiya
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1296

Abstract

Latar Belakang: Kelainan jumlah trombosit (trombositosis atau trombositopenia) dapat terjadi selama kehamilan. Trombositosis pada kehamilan akan menyebabkan gangguan aliran darah sehingga bisa menyebabkan keguguran atau persalinan prematur sedangkan trombositopenia menyebabkan perdarahan maupun memperpanjang masa perdarahan pasca persalinan yang menyebabkan anemia bahkan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit pada ibu hamil di RS Bhayangkara Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan jumlah trombosit yang digunakan adalah metode otomatis. Besar sampel adalah 45 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah trombosit ibu hamil adalah 241.467/mm3 dengan jumlah trombosit terendah 122.000/mm3 dan jumlah trombosit tertinggi 642.000/mm3. Berdasarkan umur, 33 orang ibu hamil dengan kategori umur tidak berisiko terdapat 2 orang (6.1%) trombositopenia dan 1 orang (3.0%) trombositosis sedangkan 12 orang ibu hamil dengan kategori umur berisiko terdapat 1 orang (8.3%) trombositopenia dan 1 orang (8.3%) trombositosis. Berdasarkan usia kehamilan, 6 ibu hamil trimester I tidak terdapat jumlah trombosit abnormal, 10 orang ibu hamil trimester II terdapat 1 orang (10%) trombositopenia dan 1 orang (10%) trombositosis, sedangkan 29 orang ibu hamil pada trimester III terdapat 2 orang (6.9%) trombositopenia dan 1 orang (3.4%) trombositosis. Kesimpulan: Jumlah trombosit dari 45 ibu hamil didapatkan 3 orang (6.7%) trombositopenia, 40 orang (88.9%) jumlah trombosit normal dan 2 orang (4.4%) trombositosis. Dengan demikian, kepada masyarakat terutama ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan trombosit selama masa kehamilan untuk menjaga jumlah trombosit dalam batas normal.
Characteristics And Mask Wearness Behavior Of Street Sweeper With Respiratory Complaints In Palembang City Priyadi, Priyadi; Sunarsih, Elvi; Ambarsari, Ambarsari; Navianti, Diah
MSJ : Majority Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): MSJ-May
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v2i2.158

Abstract

Street sweepers are at high risk of exposure to air pollutants, making them vulnerable to respiratory problems. Therefore, preventive measures are necessary. This study used a descriptive observational survey with a cross-sectional design. The results indicated that 35 respondents (68.6%) had good knowledge about mask-wearing, 46 respondents (90.2%) had a positive attitude, and 36 respondents (70.6%) had sufficient actions regarding mask-wearing. Data analysis showed a p-value > 0.05, indicating no significant relationship between mask-wearing behavior and respiratory complaints. The conclusion is that while the behavior of wearing masks among street sweepers is not related to respiratory complaints, the length of service and education level are related to such complaints. These findings suggest that other factors, such as the duration of employment and education, play a more crucial role in influencing respiratory health among street sweepers. Thus, efforts to improve respiratory health should also focus on these aspects in addition to promoting mask usage.
Pengetahuan Pedagang Ikan Asin Terhadap Keberadaan Formalin di Pasar Tradisional Kota Palembang Sari, Sepiradarma; Anwar, Khairil; Navianti, Diah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i2.2445

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan bahan kimia yang dilarang penggunaannya dan sering disalahgunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan pangan pengawet makanan contohnya pada ikan asin. Kurangnya pengetahuan, pedagang akan menjadikan perilaku pedagang terbiasa menggunakan formalin tanpa memperhatikan dan mempertimbangakan apakah formalin yang digunakan baik atau tidak untuk kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya gambaran keberadaan formalin, pengetahuan pedagang ikan asin di Pasar Tradisional Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan potong lintang. Populasi Penelitian ini sebanyak 50 pedagang ikan asin. Pengambilan sampel ikan asin dilakukan secara Purposive Sampling dengan beberapa pertimbangan tertentu, kemudian dilakukan uji laboratorium dengan Test Kit Formaldehyde secara kualitatif. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji laboratorium dari 17 sampel ikan asin yang diambil sebanyak 13 sampel (76,5%) positif formalin. Dari 33 pedagang dengan Pengetahuan Baik diperoleh 8 sampel (24,2%) positif formalin, sedangkan dari 17 pedagang dengan Pengetahuan Kurang Baik diperoleh 5 sampel (29,4%) positif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pedagang yang memiliki Pengetahuan Baik, masih ditemukannya keberadaan formalin dalam ikan asin yang dijual di pasar tradisional, tidak menutup kemungkinan bahwa setiap pedagang dapat menjual makanan yang berformalin tanpa mereka sadari. Disarankan kepada masyarakat untuk lebih teliti dan hati-hati dalam membeli ikan asin dengan memperhatikan kondisi fisik ikan asin.