Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TERAPI MEDITASI HOME CARE DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS BIRA KOTA MAKASSAR Nur Fadillah; Akbar Asfar; Sudarman Sudarman; Brajokson Siokal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan tanda klinis ketika pengukuran sistolik dan diastolik lebih dari 140 mmHg dan 90 mmHg yang dapat diartikan sebagai peningkatan tekanan darah dari batas normal. Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Salah satu penanganan dalam penurunan tekanan darah adalah menggunakan terapi meditasi kesadaran nafas. terapi meditasi adalah teknik latihan konsentrasi yang digunakan untuk meningkatkan taraf kesadaran, yang dapat membawa proses mental yang lebih terkontrol. 8 Meditasi juga merupakan kegiatan mental terstruktur, untuk menganalisis, menyimpulkan, dan mengambil keputusan yang lebih lanjut digunakan untuk memutuskan, mengambil langkah tertentu, atau menyelesaikan suatu permasalahan.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas mrditasi home care dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas bira. Metode penelitian ini salah satu penelitian kualitatif deskriptif berupa penelitian metode studi kasus yaitu mengumpulkan data yang mengunakan kuesionar. Hasil observasi sebelum dan sesudah pemberian terapi meditasi pada pasien yang mengalami kecemasan dengan hepertensi mendaapatkan hasil yaitu penurunan tingkat kecemasan namun tidak terlalu signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan terapi masase meditasi pada ketiga pasien cukup mempengaruhi penurunan kecemasan klien setiap harinya. Manfaat terapi masase meditasi dalam menurunkan tingkat kecemasan klien penderita hipertensi memberikan keuntungan secara psikologis, dengan mengendalikan perhatian secara lebih sehingga dapat memilih apa yang akan menjadi fokus pada subjek secara mengalir. Hasil akhir selesainya di terapkan terapi meditasi kesadaran nafas di dapatkan pasien penderita hipertensi mengalami penurunan tingkat kecemasan.
PENERAPAN TERAPI NON-FARMAKOLOGI MASSAGE UNTUK MENURUNKAN NYERI TERHADAP PENDERITA ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH Ana Jurhana; Rahmawati Ramli; Akbar Asfar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Arthritis Gout adalah penyakit degeneratif yang disebabkan oleh metabolisme purin yang abnormal, mengakibatkan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan penimbunan kristal garam urat pada sendi, yang menyebabkan peradangan pada persendian. Penatalaksanaan asam urat mencakup farmakologi dan non-farmakologi, salah satunya melalui terapi massage yang dapat meredakan nyeri dan meningkatkan sirkulasi darah. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit asam urat di Indonesia meningkat, termasuk di Makassar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi massage non-farmakologi dalam menurunkan nyeri pada penderita arthritis gout di Puskesmas Maccini Sawah. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan satu pasien lansia yang mengalami nyeri pada persendian. Setelah tiga hari terapi massage, pasien melaporkan penurunan skala nyeri dari 4 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Selain itu, pasien juga melaporkan peningkatan kualitas tidur. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan kualitas tidur pada penderita arthritis gout, sehingga dapat menjadi alternatif penanganan non-farmakologi yang bermanfaat untuk pasien lansia.
EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI DISTRAKSI DALAM MENGURANGI NYERI PADA VULNUS LACERATUM DI RS TK II PELAMONIA MAKASSAR Darmawati Darmawati; Akbar Asfar; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulnus laceratum merupakan salah satu jenis luka robek yang banyak ditemukan di instalasi gawat darurat (IGD), terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Luka ini sering menimbulkan nyeri hebat, risiko infeksi, serta gangguan integritas kulit yang dapat memperburuk kualitas hidup pasien.Penanganan nyeri pada pasien dengan luka robek menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan keperawatan. Teknik distraksi merupakan intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk membantu menurunkan persepsi nyeri secara efektif. Metode:Studi ini merupakan laporan kasus yang dilakukan di IGD RS Tk II Pelamonia Makassar pada pasien laki-laki usia 45 tahun dengan diagnosis vulnus laceratum pada ekstremitas atas dan bawah kiri. Asuhan keperawatan diberikan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian primer dan sekunder, penetapan tiga diagnosa keperawatan utama (nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan risiko tinggi infeksi), perencanaan, implementasi intervensi termasuk teknik distraksi, dan evaluasi hasil.Hasil Asuhan Keperawatan: Pasien menunjukkan penurunan skala nyeri dari 7-8 (berat) menjadi 4-5 (sedang) setelah dilakukan teknik distraksi berupa pemberian audio musik dan relaksasi napas. Luka dibersihkan secara steril dan dilakukan penjahitan. Risiko infeksi berhasil dicegah melalui kontrol aseptik dan edukasi kepada pasien. Evaluasi akhir menunjukkan perbaikan signifikan pada integritas kulit dan penurunan keluhan nyeri.Kesimpulan:Penerapan teknik distraksi terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan vulnus laceratum. Intervensi keperawatan yang menyeluruh dan berbasis bukti dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan meningkatkan kenyamanan pasien di IGD. Teknik ini layak menjadi bagian dari intervensi standar nonfarmakologis dalam manajemen nyeri akut.
PENERAPAN GUIDED IMEGERY TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN DENGAN CEDERA KAPITIS RINGAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RS TK.II PELAMONIA MAKASSAR Resky Yani; Akbar Asfar; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kapitis ringan merupakan jenis trauma kepala yang sering dijumpai di instalasi gawat darurat. Meskipun bersifat ringan, kondisi ini tetap menimbulkan keluhan nyeri yang signifikan dan mengganggu kenyamanan pasien. Penanganan nyeri yang cepat dan tepat sangat penting dalam mempercepat pemulihan. Selain intervensi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis seperti teknik guided imagery terbukti dapat menurunkan intensitas nyeri melalui relaksasi mental dan visualisasi positif. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap pasien dengan cedera kapitis ringan yang dirawat di IGD RS Tk.II Pelamonia Makassar. Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan ABCDE. Intervensi keperawatan difokuskan pada penerapan teknik guided imagery untuk mengurangi nyeri, yang dilakukan selama sesi 15–20 menit dengan panduan visualisasi terstruktur. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) setelah dilakukan intervensi guided imagery. Pasien menunjukkan respon positif berupa ekspresi wajah lebih rileks, penurunan ketegangan otot, serta peningkatan kenyamanan selama perawatan di IGD.Asuhan Keperawatan: Diagnosa keperawatan utama adalah nyeri akut berhubungan dengan cedera fisik. Intervensi yang diberikan meliputi observasi skala nyeri, edukasi teknik relaksasi, penerapan guided imagery, serta kolaborasi pemberian analgetik bila diperlukan. Evaluasi menunjukkan bahwa teknik ini efektif sebagai pelengkap manajemen nyeri komprehensif. Kesimpulan: Guided imagery efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri pada pasien dengan cedera kapitis ringan. Intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan gawat darurat yang berfokus pada kenyamanan pasien.
Terapi Humor: Video Komedi terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Primer Fazlin binti syafruddin; Ramli, Rahmawati; Alam, Rizqy Iftitah; Akbar Asfar
Window of Nursing Journal Vol 6 No 1 (June, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/3183ke21

Abstract

Hypertension is characterized by increased blood pressure in the arteries which transport nutrients in the form of blood from the heart to then circulate throughout the body's tissues. Humortherapy has the effect of stimulating a person to laugh, this action can stimulate the release of endogenous opiates or substances commonly known as endorphins. The research design used was a quasi-experimental quasi-pretest posttest control group design with a sample size of 22 intervention and 22 control respondents using random sampling. On the other hand, the Wilcoxon diastolic test intervention group before the hypothesis tested p-value 001 and the Wilcoxon control group systolic-diastolic test before the hypothesis was not normal, so the application of the Wilcoxon test based on data analysis showed a p value of less than 0.001. The results showed that the average diastolic blood before-after diastolic was given 82.73, after 78.64, and the average systolic blood before-after diastolic was 146.82, after 133.18. In contrast, in the control group, the average systolic blood pressure before and after receiving humoral treatment was 145.82 and 135.91. Meanwhile, the average diastolic blood pressure before being given humor therapy and diastolic blood after being given humor therapy was 87.00. conclusion results show that humor therapy can reduce blood pressure in primary hypertension patients
Penerapan Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Nafas Dalam Sebagai Terapi Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Macini Sawah Hardiyanti Hardiyanti; Fatma jama; Akbar asfar; Idelriani Idelriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan tanda klinis ketika pengukuran sistolik dan diastolik lebih dari 140 mmHg dan 90 mmHg yang dapat diartikan sebagai peningkatan tekanan darah dari batas normal. Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Salah satu penanganan dalam penurunan tekanan darah adalah menggunakan terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam. Terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam merupakan terapi yang dapat menenangkan jiwa dan tubuh sehingga dapat menimbulkan efek relaks dalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi DI wilayah kerja puskesmas maccini sawah kota makassar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan dekralatif yaitu mengumpulkan data yang dilakukan secara observasional pada pasien penderita hipertensi yang mendapat terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam. Hasil implementasi penerapan intervensi terapi genggam jari dan nafas dalam, menurunkan skala nyeri Ny. S menunjukkan bahwa terjadi penurunan skala nyeri sebelum memberikan terapi yaitu skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan setelah pemberian terapi skala nyeri turun yaitu skala nyeri 2 (nyeri ringan). Berdasarkan data tersebut penerapan intervensi terapi kombinasi relaksasi genggam jari dan nafs dalam, dalam menurunkan skala nyeri pada Ny.S efektif. Di harapkan penderita hipertensi dapat memanfaatkan penerapan intervensi genggam jari dan nafas dalam sebagai terapi untuk menurunkan skala nyeri hipertensi.
PENERAPAN KOMBINASI MUROTTAL DAN HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP NYERI KEPALA PASIEN HIPERTENSI Nadia Jesica Aprilia; Rahmawati Ramli; Akbar Asfar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disertai nyeri kepala, gangguan tidur, dan ansietas. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 29,2%, dengan banyak kasus tidak terdeteksi secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kombinasi terapi murottal Al-Qur’an dan hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan nyeri kepala pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus asuhan keperawatan pada Ny. D (52 tahun) selama tiga hari, meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi (kombinasi murottal dan hidroterapi), implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 3, tekanan darah menurun dari 169/103 mmHg menjadi 130/85 mmHg, serta perbaikan pola tidur dan penurunan ansietas hingga semua masalah keperawatan dinyatakan teratasi pada hari ketiga. Kesimpulannya, kombinasi terapi nonfarmakologis ini efektif dalam mengatasi nyeri kepala dan gejala terkait pada pasien hipertensi melalui pendekatan holistik yang memadukan aspek fisik, psikologis, dan spiritual.
PENERAPAN TERAPI GENGGAM JARI PADA NY. M TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI IGD RS PELAMONIA MAKASSAR Marwah Majid; Akbar Asfar; Muhajirin Muhajirin; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak di derita di dunia yang tiap tahunya mengalami peningkatan sehingga sampai saat ini masih menjadi masalah utama di dunia, berdasarkan data perkiraan kesehatan global World Health Organization (WHO) tahun 2021 menyebutkan bahwa penderita hipertensi tercatat sebanyak 1,13 milyar (WHO, 2021). Kegawat daruratan medis kondisi hipertensi yang  tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti kerusakan ginjal, penyakit jantung, penyakit stroke dan aterosklerosis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita Hipertensi untuk menurunkan tekanan darah adalah Terapi genggam jari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di IGD Rs. Pelamonia Makassar. Metode Penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasional terhadap pasien yang mengalami masalah Hipertensi dan mendapatkan Intervensi Terapi genggam jari dan relaksasi nafas dalam. Hasil Studi kasus menunjukkan bahwa Terapi genggam jari dan relaksasi nafas dalam terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di tandai dengan terjadi penurunan tekanan darah. Nilai tekanan darah pasien hipertensi sebelum dilakukan intervensi adalah 190/115 mmHg dan setelah dilakukan terapi mengalami penurunan nilai tekanan darah menjadi 163/93 mmHg. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait validasi temuan ini dengan metode berbeda sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Terapi alternatif yang dapat digunakan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penerapan Protokol Kesehatan 3M pada Remaja Nurfitri; Akbar Asfar; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v3i1.33

Abstract

Coronavirus merupakan salah satu kelompok penyakit yang membahayakan karena dapat menular virus ke masyarakat. Penyebab penularan virus tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan yang masih belum diterapkan, disebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan protokol kesehatan 3M pada remaja di Kel.Tancung Kec.Tanasitolo Kab.Wajo. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Adapun pengambilan sampel ialah dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel 57 responden. Uji hubungan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0.000, dimana nilai p lebih kecil dari nilai α = 0.05. Hasil penelitian adalah tingkat pengetahuan baik remaja sebanyak 47 orang atau (62.5%), sikap positif pada remaja sebanyak 46 orang atau (63.2%) dan pada penerapan protokol kesehatan 3M pada remaja cukup sebanyak 54 atau (94.7%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan protokol kesehatan 3M dengan nilai p pada hubungan 0.000, dimana nilai p lebih besar dari alfa maka H1 diterima. Adapun saran dari peneliti yaitu diharapkan kepada remaja untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.
Kecerdasan Emosional dan Spiritual terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa M. Rezki Aulia Rahman; Suhermi; Ernasari; Sudarman; Akbar Asfar
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.1034

Abstract

Mental health is a health problem that cannot be underestimated because it will indicate big problems such as violent behavior, depression and even suicide. Based on Basic Health Research (Riskesdas) 2018 data, it is known that more than 19 million Indonesians have mental disorders and depression. This study aims to determine the effect of emotional and spiritual intelligence on the mental health of Indonesian Muslim university nursing students class of 2021. This research is a quantitative study using a cross-sectional approach in the Indonesian Muslim university nursing study program. The population of this study was 65 people and the sample was taken using the total sampling method. The tests in this study were chi square analysis with the level of food (ρ > 0.05). The result of this research is that there is a significant effect between emotional intelligence on mental health ρ = 0.002 and there is a significant effect between spiritual intelligence on mental health ρ = 0.000. The conclusion from this study is that there is a significant influence between emotional and spiritual intelligence on students' mental health. Therefore, through this research, students are advised to take new lessons in order to gain knowledge directly and as material for self-evaluation in the future related to emotional, spiritual and mental problems.
Co-Authors Agustini, Tutik Ahmad, Aktsar Roskiana Al Ikhsan Agus Alam, Rizky Iftitah Alam, Rizqy Iftitah Aldri Frinaldi Alwi, Muhammad Khidri Amelia Hartika Rani Amir, Haeril Ana Jurhana Andi Ferdi Febriansa Andi Mappanganro Armelia Sri Diah Safitri Asnaniar, Wa Asnaniar, Wa Ode Sri Baso, Mohamad Fauzan Besse Aulia Rahma Brajakson Siokal Brajokson Siokal Dian Islamiati Tandialo Dioso, Regidor III Djafaar, Nurul Annisa DWI SURYANTO Efendy, Rahmat Eka Lutfiatus Solehah Emin, Wan Sulastri Erman, Achmad Rinaldi Ernasari Evy Damayanti Fatma Jama Fazlin binti syafruddin Febriansa, Andi Ferdi Ferdita, Wiwin Haeril Amir Hairil Akbar Hardiyanti Hardiyanti Hassan, Hafizah Che Hayati, Nur Ummi Idelriani Idelriani Imran, Putri Ayu Trininda Irmiatinarahma Pago Jama, Fatma Joko Prasetyo Laboro, Pratiwinsih Lailan, Nur Lailan, Nur Alfiah M. Rezki Aulia Rahman Marwah Majid Matdoan, Riska Amelia Muhajirin Muhajirin Maliga Muhajirin Muhajirin Murfat, Moh Zulkifli Muslimah Kurniawati Nadia Jesica Aprilia Nadila Hafazi Alkatiri Ndari, Sriwulan Novitri Cahyani Marinda NUR FADILLAH Nur Haeni Nur Wahyuni Munir Nurbaeti nurfitri Nurlia Rahma Arman Nurul Annisa Djafaar Rahmawati Ramli Rais Razak, Rais Ramli, Rahmawati Resky Yani Rezky Nur Inayah Rini Rahmadani Riska Bolio Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Sakir, Rahmi Samsualam, Samsualam Samsul, Wawan Adi Saputra Sandi Kurniawan Selpin, Selpin Siti Hadijah Syam Stefani Kasim Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Suhermi Suhermi, Suhermi Sumarno Sunarti Sunarti Sunarti Taqiyah, Yusrah Tisna HS Sianu Tjahjaningrum, Sajekti Tutik Agustini Virsa Handayani Wahyuningsih Wan Sulastri Emin Wan Sulastri Emin Yulia Ervianti Yusrah Taqiyah Zaekil, Ahmad