Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

OPTIMASI FORMULA GEL EKSTRAK MENTIMUN (Cucumis sativus) SEBAGAI PELEMBAB KULIT DENGAN VARIASI TRAGAKAN DAN Metil Ester Sulfonat (MES) Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9545

Abstract

Abstrak: Optimasi Formula Gel Ekstrak Mentimun (Cucumis sativus) Sebagai Pelembab Kulit Dengan Variasi Tragakan Dan MES Indonesia negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang musim yang dapat mengakibatkan kulit menjadi kering.Salah satu perawatan untuk menjaga kelembaban kulit adalah dengan menggunakan sediaan kosmetik berbahan dasar yang diperoleh dari alam yaitu mentimun yang memilki kandungan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan variasi gelling agent tragakan dan Mes.penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji mutu gel yang meliputi organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan kelembaban. Pada penelitian ini dibuat formulasi gel dengan gelling agent tragakan dan MES dengan konsentrasi (4% dan 5%). Data yang diperoleh untuk uji organoleptis formula terbaik adalah formula dengan gelling agent tragakan.Pada uji pH dengan gelling agent tragakan 5 sedangkan gelling agent mes 6.Pada uji homogenitas semua formula menunjukkan susunan yang homogen. Pada uji daya sebar pada gelling agent tragakan memenuhi syarat daya sebar yang baik 5-7 cm. Pada uji daya lekat yang memenuhi persyaratan daya lekat yang baik 2-300 detik pada formula dengangelling agent tragakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan formulasi gel dengan gelling agent tragakan dengan konsentrasi 4% lebih baik dijadikan sediaan gel dari pada gelling agent MES.
The EFFECT DEURETIC of EXTRACT KERSEN LEAVES IN MALE RATS of THE WISTAR STRAIN (Rattus norvegicus sp.) Wilsya, Mayaranti; Agustin, Yeni; An, Fellin Rianti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2605

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu obat tradisional yang berpotensi sebagai obat diuretik. Senyawa metabolit yang terkandung didalam daun kersen (Muntingia calabura L.) yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan steroid. Senyawa flavonoid memiliki efek diuretik dengan cara meningkatkan laju kecepatan glomerulus dan menghambat reabsorbsi Na+ dan Cl- sehingga menyebabkan peningkatan Na+ dan air dalam tubulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas diuretik dari ekstrak n-Heksan, etil asetat dan etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) pada tikus jantan galur wistar (Rattus norvegicus sp.). Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan uji diuretik pada hewan uji dengan pemberian sampel pada tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 11 kelompok dan dilakukan 3 replikasi hewan uji pada masing masing kelompok yaitu kelompok positif menggunakan Furosemid 0,72mg/200gr , kelompok negatif menggunakan Tween 80 dan Na-CMC 0,5%, dan ekstrak N-Heksan, Etil Asetat dan Etanol dengan dosis masing-masing 250mg/KgBB, 500MG/KgBB dan 750 mg/KgBB, Pengukuran volume urine dilakukan selama 5 jam. Data yang diperoleh dianlisis dengan uji ANOVA one way SPSS 26 yang dilanjutkan dengan uji post Hoc LSD yang diperoleh nilai sig. 0.002 (p<0,05), Hal ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada kelompok uji. Sedangkan pada hasi uji LSD Furosemid tidak memiliki perbedaan bermakna pada ekstrak etanol dengan dosis 500mg/KgBB dan 750mg/KgBB. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan ekstrak etanol pada dosis 500mg/KgBB dan 750mg/KgBB memiliki kemampuan yang hampir sama dengan furosemide sebagai diuretik
uni efektivitas hypnotif sedative dari ekstrak Buah tabu air (legendária sideraria) terhadap menti Jantan Putih galar swiss webster Niza, Hairun; Putri, Nadilah; Marpaung, Mauritz Pandopo; Afriliza, Dini; Wilsya, Mayaranti
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v7i2.53228

Abstract

Introduction: The rising prevalence of sleep disorders and concerns about conventional sedative medications' side effects has created an urgent need for safer therapeutic alternatives. Aims: This study investigated the sedative-hypnotic properties of Lagenaria siceraria fruit ethanol extract in a controlled laboratory setting using Swiss Webster male mice. Methods: The research employed a randomized design with 28 male mice (2-3 months old, 20-30 grams) divided into seven groups. Two control groups received either 0.5% NaCMC (negative control) or 0.013 mg/kgBW Diazepam (positive control). The remaining five experimental groups were administered L. siceraria extract at doses ranging from 21 to 49 mg/kgBW. All treatments were administered orally under controlled conditions. Statistical analysis using two-way ANOVA revealed significant differences between treatment groups (p<0.005). Result: Subsequent Duncan's test analysis demonstrated that the highest dose of L. siceraria extract (49 mg/kgBW) produced sedative-hypnotic effects comparable to the standard Diazepam treatment. This finding suggests that L. siceraria extract could potentially serve as a natural alternative to conventional sedative medications. Conclusion: The results of this study provide compelling evidence for the sedative-hypnotic properties of L. siceraria extract, warranting further investigation into its mechanism of action and potential therapeutic applications. Future research should focus on establishing optimal dosing regimens and evaluating long-term safety profiles before clinical implementation can be considered.
PENGGUNAAN OBAT KOLESTROL DAN PENGENDALIANNYA Khairunnisa; Yunilda Rosa; Nur Ihsan Kamilah; Alinda Tania; Mayaranti Wilsya; Abu Rachman
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.392

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia terutama di dalam hati. Berdasarkan Kemenkes (2016), prevalensi penyakit kolesterol di Indonesia adalah 42%. Sedangkan untuk prevalensi penyakit kolesterol di sumatera selatan ialah 24,5%. Menurut konsensus Pengelolaan kolesterol di Indonesia, penyuluhan dan perencanaan makan merupakan pilar utama dalam penatalaksanaan kolesterol. Oleh karena itu perencanaan makan dan penyuluhannya kepada pasien kolesterol haruslah mendapat perhatian yang besar. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Jl. Veteran Lrg. RRi Pertama No. 432 Palembang yang diikuti oleh 26 orang yang berasal dari daerah sekitar dengan memberikan paparan materi dan melakukan pengecekan kadar kolestrol. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat di Jl. Veteran Lrg. RRi Pertama. No. 432 Palembang mampu memahami penyebab kolestrol dan cara mengatasi kolestrol secara nonfarmakologi atau perubahan gaya hidup serta penggunaan obat kolestrol yang rasional. Kesimpulan, peserta kegiatan penyuluhan mengetahui dan memahami tentang penggunaan obat terutama pada penanganan kolestrol. Saran, untuk kegiatan pengabdian selanjutnya baiknya melibatkan tenaga gizi untuk edukasi pola makan serta jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi para penderita penyakit kolesterol.
EDUKASI POTENSI TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L) DI DUNIA KECANTIKAN Yunilda Rosa; Sigit Cahyo H; Mayaranti Wilsya; Suryasin; Yeni agustin; Kasriani
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.429

Abstract

Umumnya masyarakat hanya memanfaatkan jeruk manis (Citrus sinensis L) sebagai salah satu buah penghasil sumber vitamin. Hal ini perlu adanya edukasi bahwa selain sebagai sumber vitamin, jeruk manis (Citrus sinensis L) mempunyai potensi positif lainnya, seperti kandungan metabolit sekunder dan kandungan antioksidan yang bisa dimanfaatkan dalam dunia kecantikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengimplenmentasian hasil penelitian untuk peningkatan pengetahuan masyarakat tentang potensi tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L) di dunia kecantikan (kosmetik). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2023 di RT 3 RW 1 Kelurahan Bukit lama Palembang dengan jumlah peserta 40 orang. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi adalah adanya peningkatan skor pengetahuan tentang tentang potensi tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L) di dunia kecantikan (kosmetik) sebelum diberi edukasi adalah peserta memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 peserta (50%), dan setelah mendapat edukasi terdapat peningkatan persentase peserta yang memiliki pengetahuan baik menjadi 32 orang peserta (80%). Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa masyarakat dapat mengimplementasikan secara nyata bahwa selain sebagai salah satu tanaman penghasil sumber vitamin, tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L) juga potensial di dunia kecantikan ( kosmetik).
EDUKASI PEMAHAMAN BEYOND USE DATE “BUD” (BATAS PENGGUNAAN PRODUK OBAT) SETELAH DIRACIK ATAU DISIAPKAN ATAU DIBUKA DARI KEMASAN Nur Ihsan Kamilah; Abu Rachman; Mayaranti Wilsya; Suryasin; Kasriyani; Sunitha Mardha Lingga
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.460

Abstract

Dalam dunia kefarmasian, Expired Date obat setelah dibuka disebut Beyond Use Date (BUD). BUD merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau rusak. Sebagaian besar obat disimpan di dalam rumah, tetapi masyarakat belum memahami keterangan dan pemahaman terkait Beyond Use Date obat. BUD dan ED menentukan batasan waktu dimana suatu produk obat masih berada dalam keadaan stabil. Suatu produk obat yang stabil berarti memiliki karakteristik kimia, fisika, mikrobiologi, terapetik, dan toksikologi yang tidak berubah dari spesifikasi yang sudah ditetapkan oleh pabrik obat, baik selama penyimpanan maupun penggunaan. BUD bisa sama dengan atau lebih pendek daripada ED. ED dicantumkan oleh pabrik farmasi pada kemasan produk obat, sementara BUD tidak selalu tercantum. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk paparan ceramah (penyuluhan), tanya jawab dan diskusi. Peserta kegiatan pengabdian adalah masyarakat di wilayah RT. 09 RW. 04, Kelurahan 9 ilir, Kecamatan ilir Timur III, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Hasil setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dan antusias masyarakat dalam menjawab dan bertanya mengenai materi tentang penyimpanan terkait batas waktu penggunaan obat terutama pada obat yang sudah diracik/disiapkan/dibuka dari kemasan. Kesimpulan, peserta kegiatan penyuluhan mengetahui, memahami dan lebih memperhatikan tentang penyimpanan terkait batas waktu penggunaan obat yang sudah diracik/disiapkan/dibuka. Saran, untuk kegiatan pengabdian ini diharapkan masyarakat dapat menerapkan penyimpanan obat dirumah sebaiknya digunakan hingga batas waktu yang sesuai setelah diracik/disiapkan/dibuka dari kemasan aslinya.
UJI IN VITRO KOMBINASI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN KULIT BUAH SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP BAKTERI E coli Wahyudi, Yudi Achmad; Agustin, Yeni; Wilsya, Mayarani; Salbia, Rizky Hidayati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2889

Abstract

Escherichia coli bacterial infection is one of the main causes of digestive tract disorders and shows resistance to several conventional antibiotics. Plants such as guava leaves (Psidium guajava L.) and snake fruit skin (Salacca zalacca) are alternative plants that are potential traditional treatments because they have secondary metabolites alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins that have antibacterial effectiveness. This study aims to determine the effectiveness of the combination of ethanol extracts of the two ingredients on the growth of Escherichia coli. This study was conducted using the disc diffusion method. Maceration is the extraction method chosen using 96% ethanol solvent in a ratio of 1:5. Snake fruit skin extract and guava leaf extract were combined with concentrations of 20%:30%, 20%:40%, and 20%:50%. Testing was carried out on nutrient agar media inoculated with Escherichia coli and incubated for 24 hours at 37°C. The results showed that the combination of extracts had antibacterial activity with inhibition zone diameters of 14.95 mm (strong), 17.01 mm (strong), and 20.25 mm (very strong), respectively. The positive control of ciprofloxacin showed an inhibition zone of 29.12 mm, while the negative control did not show an inhibition zone. The ANOVA test showed significant results (p = 0.001), indicating a significant difference between treatments. Keywords : Antibacterial, Guava leaves, Escherichia coli, Ethanol extract, Snake fruit skin
EDUKASI KESEHATAN KULIT PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN GANDUS Wilsya, Mayaranti; Agustin, Yeni; Khairunnisa; Wahyudi, Achmad
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i1.495

Abstract

Skin health should be prioritized to reduce the number of patients with skin problems such as acne, blackheads, and so on. Skin health may not be a top priority for economically disadvantaged communities. However, if skin health is not maintained, it can lead to various diseases that can actually trigger significant financial expenditures for the healing process. In addition to the diseases caused by skin problems, skin diseases can lead to decreased enthusiasm for activities and decreased self-confidence. Therefore, regular programs such as skin health care are necessary for underprivileged communities. The results obtained showed that public understanding before being given education was in the good category, namely 10 people (35.7%), while after being given education, there was an increase in public understanding, namely in the good category, namely 22 people (78.5%). Through educational activities, it is hoped that this will increase public understanding and change behavior in realizing a healthy family from an Islamic perspective.
UJI EFEK IMUNOSTIMULATOR DAUN Muntingia calabura L TERHADAP SEL FAGOSITOSIS Yeni Agustin; Gita Susanti; Mayaranti Wilsya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i2.382

Abstract

Sistem imun adalah semua mekanisme yang digunakan tubuh untuk melindungi dan mempertahankan tubuh dari bahan asing atau mikroorganisme yang menyerang tubuh. Secara umum sistem imun terdiri atas sistem imun nonspesifik (innate) dan spesifik (adaptive). Daun Muntingia calabura L atau dikenal dengan daun seri secara empiris telah diketahui memiliki berbagai manfaat sebagia obat antidiabetes, anti inflamasi maupun imunomodulator. Daun Muntingia calabura mengandung senyawa flavonoid, tannin, triterpen, saponin, polifenol yang menunjukkan adanya aktivitas antioksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun Muntingia calabura memiliki efek imunostimulator dengan melihat jumlah eosinofil dan neutrophil (sel fagositosis). Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental secara in vivo pada tikus putih jantan galur wistar dengan desain penelitian post test control group. Dosis ekstrak daun kersen (Muntingia calabura Linn.) dibuat dalam 3 dosis yaitu 10 mg/kgBB, 30 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen (Muntingia alabura Linn.) dapat meningkatkan aktivitas sel fagosit yaitu eosinofil melindungi tubuh dari serangan penyakit dan neutrofil dapat menelan antigen. Apabila antigen masuk ke dalam tubuh tikus jantan galur wistar maka akan ditelan sepenuhnya oleh sel fagosit.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli ATCC 25922 Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Elza Sushanty
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i1.418

Abstract

Tumbuhan jambu bol merupakan tumbuhan yang berkhasiat untuk mengobati inflamasi, sariawan, batuk, mual, sakit perut, gatal, diare disertai demam, disentri, diabetes, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun jambu bol terhadap aktivitas bakteri Escherichia coli ATCC 25922 yang biasanya digunakan sebagai obat tradisional karena kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada didalamnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa yang ada didalam daun jambu bol adalah alkaloid, flavanoid, saponin, tanin, dan fenol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922, zona hambat mulai terbentuk pada konsentrasi 25% dengan rata-rata 12,5mm, 50% dengan rata-rata 15,1mm, dan 75% dengan rata-rata 22,8mm. Hasil analisis data menggunakan uji statistik One Way Anova menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari ekstrak daun jambu bol terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922