Claim Missing Document
Check
Articles

Dukungan Keluarga Dan Tingkat Kecemasan Ibu Anak Tunanetra Di Sekolah Luar Biasa Zahro Winda Kusuma; Dwi Soelistyoningsih; Ika Arum Dewi Satiti
Media Husada Journal Of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2026): Juli
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjns.v7i2.962

Abstract

Abstract Mothers of children with visual impairment often experience psychological distress due to caregiving demands and concerns about their children’s future, which may increase the risk of anxiety. Family support is an important factor influencing mothers’ psychological well-being. This study aimed to examine the relationship between family support and anxiety levels among mothers of visually impaired children at SLB A, B, and D Negeri Kedungkandang, Malang City. This study employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of all mothers of visually impaired children registered at SLB A, B, and D Negeri Kedungkandang, totaling 30 respondents, selected using total sampling. Data were collected using the Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) questionnaire to measure family support and the Hamilton Rating Scale of Anxiety (HARS) to assess anxiety levels. Data analysis was performed using Spearman Rank correlation with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had moderate to low levels of family support and experienced moderate to severe anxiety. Spearman correlation analysis revealed a significant negative relationship between family support and anxiety levels (p < 0.05), indicating a moderate to strong correlation. Higher family support was associated with lower anxiety levels among mothers of visually impaired children. This study concludes that family support plays a crucial role in reducing anxiety among mothers of visually impaired children. Strengthening family support, particularly emotional support and family involvement in caregiving, is essential to improve mothers’ psychological well-being.
Media Loose Part Terhadap Kemampuan Matorik Halus Anak Krismina Putri Rato; Ika Arum Dewi Satiti; Mizam Ari Kurnianti
Media Husada Journal Of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2026): Juli
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjns.v7i2.964

Abstract

ABSTRAK Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah, namun masih banyak anak yang memiliki kemampuan motorik halus yang belum berkembang secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui stimulasi menggunakan media permainan yang menarik, seperti loose part modifikasi yang dapat melatih koordinasi otot halus secara menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan media loose part modifikasi terhadap kemampuan motorik halus anak usia prasekolah (4–6 tahun) di TK Puspita Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pretest-posttest control group design dengan jumlah responden sebanyak 52 anak yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar anak pada kedua kelompok berada pada kategori belum berkembang (96,2%). Pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan signifikan (p=0,059), sedangkan pada kelompok intervensi terjadi peningkatan signifikan dengan seluruh responden (100%) mencapai kategori berkembang sangat baik (p=0,000). Dengan demikian, permainan media loose part modifikasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia prasekolah. Kata Kunci: loose part, motorik halus, anak prasekolah
TINGKAT PENGETAHUAN GEN Z YANG MENGALAMI CYBERBULLYING Ika Arum Dewi Satiti; Ari Damayanti Wahyuningrum; Rizqiana Dita Ekasari
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.65

Abstract

Abstrak Remaja Gen Z di era digital yang canggih telah menyediakan berbagai fitur menarik terhadap kebiasaan remaja sehari-hari menyebabkan lebih individualisme, antisosial, terpapar informasi negatif hingga terjadinya cyberbullying sehingga penting memberikan literasi digital tentang bijak menggunakan gawai di media sosial, mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan seduah diberikan literasi digital. Tujuan mengetahui tingkat pengetahuan Gen Z terhadap cyberbullying. Hasil remaja perempuan sebesar 60% dimana perempuan lebih aktif mengekspresikan diri melalui media sosial merupakan bentuk body shaming dan stereotip gender. Kategori usia remaja tengah gen Z yang mengalami cyberbullying sebesar 52% merupakan fase paling rentan karena berada pada masa transisi psikososial. tingkat pengetahuna remaja setelah diberikan materi bijak dalam literasi digital mengalami peningkatan. Pendidikan literasi digital mampu memberikan informasi kepada remaja mengenali bentuk, dampak dan cara penatalaksaan apabila terjadi cyberbullying.