Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Setia Nisa; Rika Armalini; Welly Handayani; Resi Citra M; Yohana Suganda
Ensiklopedia Education Review Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eer.v7i3.3578

Abstract

Emesis gravidarum is a common condition characterized by nausea and vomiting during pregnancy, particularly in the first trimester, which can affect maternal health and quality of life. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women and the incidence of emesis gravidarum in the working area of Puskesmas Limau Purut, Padang Pariaman Regency, in 2024. A cross-sectional design was used with a total of 36 first-trimester pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire covering aspects of knowledge, attitudes, and the incidence of emesis gravidarum. The chi-square test with a significance level of 0.05 was applied for statistical analysis.The results showed that 55.6% of respondents experienced moderate emesis gravidarum. A total of 50% of respondents had poor knowledge levels, and 58.3% displayed negative attitudes toward the management of emesis gravidarum. Statistical analysis indicated no significant relationship between knowledge and the incidence of emesis gravidarum (p = 0.685), but a significant relationship was found between attitudes and the incidence of emesis gravidarum (p = 0.023).In conclusion, there is a significant relationship between pregnant women’s knowledge and attitudes and the incidence of emesis gravidarum in the first trimester. Strengthening health education and support for pregnant women is essential to reduce the incidence of emesis gravidarum and improve maternal quality of life during pregnancy.Keywords: Knowledge; Attitude; Emesis Gravidarum
Efektivitas Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisis Linda Andriani; Rika Armalini; Sri Ameliati; Yesi Maifita; Setia Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61149

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cenderung mengalami kecemasan akibat proses pengobatan yang panjang, ketergantungan pada mesin dialisis, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang memadukan teknik tapping, afirmasi positif, dan pendekatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD Prof. H. M. Yamin, SH. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 responden pasien hemodialisis yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT dilakukan sebanyak 3 kali sesi, dengan durasi ±15 menit per sesi, 2 kali seminggu selama 2 minggu. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan SEFT adalah 20,89 (SD = 3,250), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan sedang (66,7%). Setelah diberikan SEFT, rata-rata tingkat kecemasan menurun menjadi 12,56 (SD = 3,994), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan ringan (88,9%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan perbedaan rata-rata (mean difference) 8,33 poin, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi Terapi SEFT terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis. SEFT dapat dijadikan salah satu terapi komplementer yang sederhana, murah, dan aman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.