Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Modeling of Traditional Ceremonial Plants on The Tenggerese Residential House Front Yard Setyabudi, Irawan; Hidayatullah, Mochamad Syarif; Santoso, Dian Kartika
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 18 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v18i1.15548

Abstract

The Tenggerese community in Ngadas Village, Malang Regency, is renowned for its traditional ceremonies that utilize various plant species as ritual media. Over time, continuous use without conservation threatens the sustainability of these plants. This study aims to identify the types, functions, meanings, and growing requirements of ceremonial plants and to propose a front yard landscape model integrating these plants as a form of cultural landscape-based conservation. A descriptive qualitative method was employed through literature review, in-depth interviews with local elders and government representatives, and field observations. The results identified 26 ceremonial plant species, such as Cordyline fruticosa, Imperata cylindrica, and Gigantochloa apus, each with unique symbolic functions. Three typologies of front yard spaces were found: large (6x8 m), medium (3x6 m), and small (1x5 m), serving as the basis for adaptive landscape modeling. The modeling was developed using SketchUp, Lumion, and Adobe Photoshop. The study concludes that integrating ethnobotanical ceremonial plants into residential front yards can promote their conservation while visually reinforcing the cultural identity of the Tenggerese people.
Tingkat Keberlanjutan Masyarakat Kampung Biru “AREMA” di Kota Malang Utami, Sri; Ramli, Syamsun; Widiana, Fenny; Santoso, Dian Kartika; Finaldi, Andi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.216

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Jawa Timur. Sebagai ciri kota besar maka di Malang juga bermunculan kampung-kampung berciri khas kota, salah satunya Kampung Rembuyung Embong Brantas. Keberadaan Kampung lama dibantaran Sungai Brantas ini telah bermetamorfosa dari kampung berpenampilan heterogen menjadi Kampung yang homogen dengan penampilan “Biru Arema”. Hal ini menjadi menarik karena keberagaman telah menjadi keseragaman penampilan beridentitas klub sepak bola Arema. Sementara perubahan penampilan ini masih mampu menjadi daya tarik wisatawan. Namun perlu dilakukan penilaian terkait tingkat keberlanjutan masyarakatnya. Sesuai format Community Sustainability Assessment (CSA), bagaimana hasil penilaian terhadap tingkat keberlanjutan masyarakat (PKM) Kampung Biru Arema ditinjau dari aspek sosial, spiritual dan ekologis. Lokasi kampung berada di RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kidul Dalem, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan secara yuridis normatif dan pendekatan secara yuridis empiris. Hasil penelitian berupa rekomendasi untuk meningkatkan tingkat kemampuan masyarakatnya.
PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIES KUKUS KENTANG SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK BERBASIS KOMODITAS LOKAL DI DESA PAGERSARI, KABUPATEN MALANG Sudirman, Sudirman; Tri Wulan Cahya, Utik; Nurlaela; Astina; Ummu Farah Fadilah; Nurul Wakiah; Nor Indriyanti; Andi Citra Septaningsih8; Suriansyah; Rizki Abdillah Tanjung; Moh Askari Hisbulloh Akbar; Kartika Santoso, Dian
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang memiliki komoditas unggulan kentang yang pada musim panen melimpah dan umumnya dijual mentah sehingga nilai tambah rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam diversifikasi olahan kentang menjadi brownies kukus kentang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung (learning by doing) melalui perencanaan aksi bersama, penyampaian materi, praktik pembuatan brownies kukus kentang, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan diikuti 20 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pretest 55 meningkat menjadi 97,75 pada posttest (selisih 42,75). Uji paired samples t-test menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga pelatihan efektif meningkatkan pemahaman peserta. Program ini menghasilkan produk brownies kukus kentang sebagai bentuk pemanfaatan komoditas lokal bernilai tambah.
Empowering inclusive education through the design of supportive outdoor spaces Dian Kartika Santoso; Rizka Tiara Maharani; Umi Safiul Ummah
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v6i3.42301

Abstract

This community service project was conducted to address the limited inclusivity and accessibility of outdoor learning environments at SLB YPAC Surabaya, a special needs school in Indonesia. The objective was to design inclusive front yard and central courtyard spaces that support educational, therapeutic, and social activities for students with diverse disabilities. The project provided the school with two conceptual, ready-to-implement design proposals developed through a participatory process. A qualitative, participatory approach was used, involving site observations, spatial analysis, and a Focus Group Discussion (FGD) with school stakeholders. Data gathered informed design solutions based on universal design principles and multisensory accessibility. The front yard design includes guiding blocks, inclusive waiting areas, and accessible circulation routes, while the central courtyard features a multisensory interaction zone with rubber flooring, therapeutic paths, tactile walls, and shaded resting areas. Both designs address key accessibility, comfort, and learning needs identified through FGD. This project shows that inclusive spatial planning, even without physical implementation, can generate practical and meaningful outcomes. The designs not only align with universal design theory but also reflect the real needs of users, offering a foundation for inclusive educational infrastructure that can be replicated in similar school contexts.