Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

An Analysis of Facade Transformation in Pasar Kayoon Surabaya Sovie Nurmalia Junita; Darini Yusrina Abidah; Dian Kartika Santoso; Faiz Ramadiansyah
Architectural Research Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.5.2.2025.54-63

Abstract

Pasar Kayoon in Surabaya holds historical significance and a strategic position as a hub for the flower trade and other commercial activities in the city center. Over the past decade, the area has experienced notable physical and visual transformations, especially in its building facades, a key element of the area’s urban identity. This study analyzes facade development in the Pasar Kayoon area from 2015 to 2025 and identifies factors influencing these changes. An explanatory method with a qualitative descriptive approach was employed, using Google Street View terrestrial imagery for longitudinal observation from a pedestrian perspective. Visual and spatial analyses focused on facade elements,form, materials, colors, signage, and forecourt use,triangulated with maps, photographic documentation, and historical literature. Findings indicate significant changes in some segments, including conversion of open spaces into kiosks, signage redesign, facade element modifications, and building height alterations, while other segments maintained their original character with minor adjustments. These transformations were driven by commercial needs, changes in sold commodities, space demands for economic growth, and contemporary design trends. The study provides insights for maintaining visual cohesion while preserving the area’s historical identity in future development planning
Modeling of Traditional Ceremonial Plants on The Tenggerese Residential House Front Yard Irawan Setyabudi; Mochamad Syarif Hidayatullah; Dian Kartika Santoso
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 18 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v18i1.15548

Abstract

The Tenggerese community in Ngadas Village, Malang Regency, is renowned for its traditional ceremonies that utilize various plant species as ritual media. Over time, continuous use without conservation threatens the sustainability of these plants. This study aims to identify the types, functions, meanings, and growing requirements of ceremonial plants and to propose a front yard landscape model integrating these plants as a form of cultural landscape-based conservation. A descriptive qualitative method was employed through literature review, in-depth interviews with local elders and government representatives, and field observations. The results identified 26 ceremonial plant species, such as Cordyline fruticosa, Imperata cylindrica, and Gigantochloa apus, each with unique symbolic functions. Three typologies of front yard spaces were found: large (6x8 m), medium (3x6 m), and small (1x5 m), serving as the basis for adaptive landscape modeling. The modeling was developed using SketchUp, Lumion, and Adobe Photoshop. The study concludes that integrating ethnobotanical ceremonial plants into residential front yards can promote their conservation while visually reinforcing the cultural identity of the Tenggerese people.
PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIES KUKUS KENTANG SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK BERBASIS KOMODITAS LOKAL DI DESA PAGERSARI, KABUPATEN MALANG Sudirman Sudirman; Utik Tri Wulan Cahya; Nurlaela; Astina; Ummu Farah Fadilah; Nurul Wakiah; Nor Indriyanti; Andi Citra Septaningsih8; Suriansyah; Rizki Abdillah Tanjung; Moh Askari Hisbulloh Akbar; Dian Kartika Santoso
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang memiliki komoditas unggulan kentang yang pada musim panen melimpah dan umumnya dijual mentah sehingga nilai tambah rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam diversifikasi olahan kentang menjadi brownies kukus kentang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung (learning by doing) melalui perencanaan aksi bersama, penyampaian materi, praktik pembuatan brownies kukus kentang, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan diikuti 20 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pretest 55 meningkat menjadi 97,75 pada posttest (selisih 42,75). Uji paired samples t-test menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga pelatihan efektif meningkatkan pemahaman peserta. Program ini menghasilkan produk brownies kukus kentang sebagai bentuk pemanfaatan komoditas lokal bernilai tambah.
Tingkat Keberlanjutan Masyarakat Kampung Biru “AREMA” di Kota Malang Sri Utami; Syamsun Ramli; Fenny Widiana; Dian Kartika Santoso; Andi Finaldi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.216

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Jawa Timur. Sebagai ciri kota besar maka di Malang juga bermunculan kampung-kampung berciri khas kota, salah satunya Kampung Rembuyung Embong Brantas. Keberadaan Kampung lama dibantaran Sungai Brantas ini telah bermetamorfosa dari kampung berpenampilan heterogen menjadi Kampung yang homogen dengan penampilan “Biru Arema”. Hal ini menjadi menarik karena keberagaman telah menjadi keseragaman penampilan beridentitas klub sepak bola Arema. Sementara perubahan penampilan ini masih mampu menjadi daya tarik wisatawan. Namun perlu dilakukan penilaian terkait tingkat keberlanjutan masyarakatnya. Sesuai format Community Sustainability Assessment (CSA), bagaimana hasil penilaian terhadap tingkat keberlanjutan masyarakat (PKM) Kampung Biru Arema ditinjau dari aspek sosial, spiritual dan ekologis. Lokasi kampung berada di RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kidul Dalem, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan secara yuridis normatif dan pendekatan secara yuridis empiris. Hasil penelitian berupa rekomendasi untuk meningkatkan tingkat kemampuan masyarakatnya.
PENGARUH ELEMEN TIRUAN ALAM TERHADAP PREFERENSI PEMILIHAN TEMPAT DUDUK DI COWORKING SPACE Eka Putri Oktaviana; Wendy Sunarya; Dian Kartika Santoso
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.192

Abstract

Coworking space berkembang sebagai ruang kerja yang mendukung produktifitas, namun intesitas aktivitasnya dapat menyebabkan kejenuhan. Penerapan elemen biofilik yang terbukti dapat meregenerasi pikiran, sejalan dengan biophilia hipotesis yang menjelaskan bahwa manusia memilki kecenderungan untuk terhubung dengan alam. Keterbatasan akses terhadap alam langsung pada coworking space modern, khususnya pada bangunan bertingkat, mendorong penerapan prinsip Indirect Experience of Nature melalui elemen tiruan alam seperti bentuk, pola, tekstur, warna, dan material alami. Namun, penelitian sebelumnya masih berfokus pada dampak psikologis elemen tiruan alam dan belum mengkaji bagaimana perbedaannya memengaruhi perilaku spasial pengguna dalam memilih tempat duduk, sehingga penelitian ini menawarkan pendekatan komparatif antarjenis elemen tiruan alam serta analisis perbandingan kondisi aktual dan preferensi ideal sebagai bentuk kebaruan.Penelitian ini bertujuan mengkaji preferensi pengguna dalam memilih tempat duduk terkait keberadaan elemen tiruan alam pada desain interior IdeaHub Coworking Space. Metode yang digunakan adalah mixed method melalui observasi dengan teknik behavior mapping untuk mengidentifikasi tingkat keterisian area serta kuesioner terhadap 40 responden. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, pembobotan skala ranking, dan analisis komparatif antara kondisi aktual dan ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mural pepohonan memiliki pengaruh lebih dominan terhadap preferensi tempat duduk dibandingkan elemen warna dan material alami, dengan tingkat keterisian zona mural relatif lebih tinggi.
AKSESIBILITAS PADA RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DALAM KONTEKS PERANCANGAN LANSKAP INKLUSIF DI MALANG, STUDI KASUS: TAMAN MERBABU, HUTAN KOTA MALABAR Dian Kartika Santoso; Sovie Nurmalia Junita; Faiz Ramadiansyah; Darini Yusrina Abidah
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.94

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan elemen penting dalam perancangan kota yang inklusif dan berkelanjutan, namun kelompok difabel masih sering terpinggirkan dalam proses desain ruang publik. Penerapan prinsip lanskap inklusif, terutama dalam hal aksesibilitas dan sirkulasi ruang, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang adil bagi semua pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat aksesibilitas RTH publik di Kota Malang berdasarkan prinsip lanskap inklusif. Tiga taman kota yang populer, yaitu Taman Merbabu, Hutan Kota Malabar, dan Taman Slamet, dipilih sebagai studi kasus berdasarkan tingkat kunjungan yang tinggi dan perannya sebagai ruang interaksi sosial. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, dokumentasi visual, dan penilaian elemen fisik berdasarkan kriteria aksesibilitas seperti jenis dan kondisi perkerasan, kemiringan jalur, keberadaan ramp, handrail, serta signage ramah difabel. Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Malabar belum memenuhi sebagian besar standar aksesibilitas, sementara Taman Merbabu dan Taman Slamet telah memiliki beberapa elemen ramah tunanetra namun belum menjangkau semua jenis disabilitas. Rekomendasi perbaikan meliputi penggunaan perkerasan antiselip, pemasangan signage braille, serta penyediaan ramp dan handrail sesuai standar desain universal.