Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENATAAN KAMERA FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR Muhammad Rifqi Al Ariq; Lingga Agung; Anggar Erdhina Adi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia, namunmasih menghadapi masalah kesejahteraan bagi para pekerja perkebunan teh.Perancangan ini mengangkat kondisi pekerja di perkebunan teh Maleber, Cianjur, JawaBarat, yang terdampak oleh alih fungsi lahan menjadi tambang pasir, sehinggamengurangi luas kebun dan hasil panen. Film pendek Pergi Petik Pulang dibuat sebagaimedia visual untuk menggambarkan tantangan tersebut dan menyampaikan pesan sosialtentang pentingnya kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan industri teh. Prosesperancangan dilakukan melalui observasi lapangan dan observasi karya sejenis denganpendekatan analisis tematik dan konten. Tahapan produksi dimulai dari pra produksidengan observasi lokasi, penyusunan shotlist dan storyboard, hingga persiapan alat. Saatproduksi, pengambilan gambar dilakukan sesuai konsep visual dengan memperhatikanangle, shot size, movement, dan composition. Pada tahap pasca produksi, penata kameraberperan dalam penyelarasan visual melalui camera report dan membantu proses editingseperti color grading. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan sinematografiyang terarah dan sesuai konteks dapat memberikan representasi yang kuat, serta menjadimedia edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesejahteraanpekerja teh.Kata kunci: Kesejahteraan, Teh, Film pendek, Penata kamera
PENYUTRADARAAN FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR Faza Auliaurrachman; Lingga Agung; Anggar Erdhina Adi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 97.560 hektar perkebunan teh dan merupakan salah satuprodusen teh terbesar di dunia, dengan Jawa Barat menyumbang dua pertiga produksinasional. Namun, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pekerjateh, terutama pemetik dan petani skala kecil. Di Perkebunan Maleber, Cianjur, upah yangrendah, penyusutan lahan akibat alih fungsi, serta stereotip pekerjaan menyebabkanminimnya regenerasi tenaga kerja. Hal ini mendorong perlunya media komunikasi yangmampu menyuarakan realitas tersebut secara efektif dan emosional. Untuk itu, dirancangsebuah film fiksi dengan pendekatan penyutradaraan formalis yang menggambarkankondisi kesejahteraan pekerja teh secara naratif dan visual. Proses perancangan meliputipra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, yang didahului oleh observasi lapangan danwawancara sebagai dasar penyusunan konsep cerita dan gaya penyutradaraan. Teknikanalisis tematik digunakan untuk menyusun struktur naratif yang relevan dengan isusosial, sedangkan teori formalisme diterapkan dalam pendekatan penyutradaraan. Hasilperancangan menunjukkan bahwa film fiksi mampu membangun empati terhadap isukesejahteraan, meskipun keterbatasan durasi dan kompleksitas isu menjadi tantangantersendiri. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai mediaedukasi dan informasi.Kata Kunci : Kesejahteraan, Pekerja teh, Pemetik, Alih fungsi lahan, Film Pendek,Penyutradaraan
Penerapan Generative Artificial Intelligence untuk Video Storytelling dengan Metode Partisipatif dan Pendekatan Kolaboratif di Saung Ciburial Garut Anggar Erdhina Adi; Lingga Agung; Muchammad Zaenal Al Ansory; Pebriyanto; Nailah Vardicha Noe; Alif Al Ghifari; Muhammad Andriyana Ramdani; Muhammad Rizky Muttaqin Irwanto
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i1.9515

Abstract

Desa Wisata Saung Ciburial di Garut, Jawa Barat, merupakan kawasan dengan potensi budaya lokal yang kaya, namun menghadapi tantangan dalam menjangkau generasi muda melalui media konvensional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital dan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pelatihan bertajuk “Pengembangan Video Storytelling Berbasis Cerita Lokal dengan Pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (AI)”. Program ini mengintegrasikan pendekatan partisipatif dalam pelestarian budaya lokal dengan teknologi digital berbasis AI, khususnya melalui platform Hailuo.AI. Metode pelaksanaan menggunakan Metode Partisipatif dengan pendekatan Kolaboratif. Metode ini mendorong pelibatan penuh dan aktif kelompok masyarakat sasar dari pemetaan permasalahan, perisiapan bahan cerita, hingga pelaksanaan. Sedangkan pendekatan kolaboratif menjadikan setiap unsur, baik pelaksana maupun Masyarakat sasar memiliki peran dan fungsi masing-masing yang sama pentingnya dalam mencapai luaran hasil pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme, keterlibatan aktif masyarakat, serta kemampuan peserta dalam mengolah narasi lokal menjadi konten digital. Luaran utama berupa video kreatif, dokumentasi visual, dan publikasi media, memperlihatkan potensi pemanfaatan AI dalam sektor ekonomi kreatif, promosi pariwisata, dan pelestarian budaya khususnya untuk Saung Ciburial dapat dimanfaatkan. Program ini tidak hanya memperkenalkan teknologi baru kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal dalam format visual yang relevan dengan era digital. Inisiatif ini diharapkan menjadi model replikatif bagi desa wisata lain di Indonesia dalam upaya pelestarian budaya berbasis teknologi.
METODE ANIMASI TRANSISI SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI PENGALAMAN PENGGUNA (USER EXPERIENCE) LINTAS GENERASI PADA IKLAN TOYOTA TOGETHER FOREVER Satria Budiana Tresna; Chris Chalik; Anggar Erdhina Adi
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v13i2.83035

Abstract

This study explores the implementation of transition animation techniques in the Toyota “Together Forever” advertisement to represent multi-generational user experiences in Indonesia. Within visual communication design, transitions serve as narrative instruments that bridge collective audience memories with brand identity. The research employs a descriptive qualitative method, integrating visual semiotic analysis and micro-level frame-by-frame observations. The investigation focuses on deconstructing technical elements, such as match-cuts and seamless transitions, to reveal how these components construct perceptions of vehicle comfort and reliability chronologically. The central issue addressed is the visual strategy used to communicate product value consistency amidst changing eras. Findings indicate that precise animation methods create a cohesive narrative, positioning brand loyalty as a non-fragmented experience. These techniques act as a temporal bridge, reinforcing Toyota's role within the history of Indonesian families. This study demonstrates that the synergy between animation methods and user psychology is vital for effectively delivering brand messages within today’s digital media ecosystem.