Burnout pada perawat rawat inap merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak pada kinerja individu, kualitas pelayanan kesehatan, serta keberlangsungan organisasi rumah sakit. Tingginya beban kerja, tuntutan emosional, sistem kerja shift, serta keterbatasan dukungan manajerial menjadi faktor utama yang memicu terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajerial dalam mencegah burnout pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Tingkat IV Cijantung Kesdam Jaya Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan kunci yang terlibat dalam pengelolaan keperawatan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan burnout dapat dilakukan melalui penerapan strategi manajerial yang terintegrasi, meliputi perencanaan sumber daya manusia yang tepat, pelatihan berkelanjutan, pengembangan karir yang jelas, pengelolaan beban kerja yang seimbang, sistem manajemen kinerja dan evaluasi yang objektif, serta pemberian kompensasi yang adil dan memadai. Implementasi strategi manajerial yang efektif terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif, meningkatkan kesejahteraan perawat, serta menjaga kualitas pelayanan rawat inap