Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata Linn.) Sebagai Pengaktif LDL Receptor Dan Penghambat HMG-CoA Reductase Secara Insilico Nabila Ainur Rochim; Reza Hakim; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.215 KB)

Abstract

Pendahuluan: Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) mengandung berbagai macam senyawa aktif yang memiliki efek antihiperlipidemia. Namun, mekanisme dari senyawa aktif daun sirsak sebagai antihiperlipidemia belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur afinitas dari penambatan molekul antara senyawa aktif Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap aktivasi LDL receptor dan penghambatan HMG-CoA reductase dengan studi In silico.Metode: Studi eksperimental in silico dengan metode molecular docking antara ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap protein LDL receptor dan HMG-CoA reductase dibandingkan dengan kontrol obat Simvastatin dalam menentukan afinitas senyawa aktif menggunakan parameter nilai energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan residu asam amino.Hasil: Rutin memiliki nilai afinitas terbaik dari 10 senyawa aktif yang mampu mengaktifkan LDL receptor. Sedangkan Quercetin 3-O-neohesperidoside memiliki nilai afinitas terbaik diantara 5 senyawa aktif yang mampu menghambat HMG-CoA reductase dibandingkan dengan kontrol obat simvastatin. Senyawa Rutin dan Quercetin 3-O-neohesperidoside dengan nilai energi bebas berturut-turut -9.05 kcal/mol dan -9.56 kcal/mol, nilai konstanta inhibisi 232.27 x 10-3 μM dan 97.88 x 10-3 μM, nilai interaksi permukaan 728,057 Å dan 601.156 Å serta persentase jumlah kesamaan residu asam amino dengan kontrol sebesar 71% dan 67%.Kesimpulan: Senyawa aktif ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn.) memiliki potensi yang tinggi sebagai antihiperlipidemia pada protein target LDL receptor dan HMG-CoA reductase.Kata Kunci : Antihiperlipidemia, Daun Sirsak, LDL receptor, HMG-CoA reductase in silico, energi bebas, konstanta inhibisi, luas permukaan, residu asam amino.
POTENSI ANTILIPEMIKA SENYAWA AKTIF KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona Muricata Linn.) TERHADAP PROTEIN TARGET PPAR-α DAN LIPOPROTEIN LIPASE DENGAN STUDI IN SILICO Fatwa Zulva Vastiani; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.198 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, serta penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Kandungan flavonoid dari kombucha daun sirsak dapat meningkatkan aktivitas PPAR-α dan Lipoprotein lipase yang memegang peranan penting dalam metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membuktikan mekanisme perbaikan profil lipid dari senyawa aktif kombucha daun sirsak melalui prediksi afinitas yang terjadi antara senyawa aktif flavonoid kombucha daun sirsak dengan protein target PPAR-α dan Lipoprotein Lipase dengan fenofibrat sebagai kontrol obat secara in silico, serta memprediksi fisikokimia, farmakokinetik, toksisitas senyawa aktif kombucha daun sirsak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode in silico dengan menambatkan senyawa aktif flavonoid kombucha Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap protein target PPAR-α dan Lipoprotein lipase (LPL) dengan menggunakan fenofibrat sebagai kontrol. Untuk memprediksi nilai fisikokimia, farmakokinetik dan toksisitas senyawa aktif kombucha daun sirsak digunakan pkCSM online tool.Hasil: Berdasarkan uji molecular docking, epicatechin gallate merupakan senyawa aktif dengan afinitas yang paling tinggi terhadap protein target PPAR-α. Adapun senyawa aktif yang memiliki afinitas terhadap lipoprotein lipase dari yang paling tinggi secara berurutan adalah epicatechin gallate, cumoric acid, dan homoorientin. Analisa pkCSM menunjukkan senyawa homoorientin, epicatechin gallate, dan cumoric acid efektif dijadikan kandidat obat peroral yang berpotensi sebagai anti lipemika.Kesimpulan: Senyawa aktif homoorientin, epicathecin gallate, cumoric acid dari kombucha daun sirsak (Annona muricata Linn) berpotensi sebagai agen anti lipemika.
Efek Ekstrak Etanol Bawang Lanang (Aliium sativum L.) terhadap Paralisis dan Kematian Cacing Dewasa Ascaris suum, Goeze M. Zainul Fikri; Reza Hakim; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.554 KB)

Abstract

Introduction: Single Garlic (Allium satuvum L.) can be an alternative cure for the Ascariasis disease because it has compound anti-helmintik like saponin, allicin, and flavonoid that can kill a worm contained in the human body.Method: This research uses the in vitro experimental laboratory. In the sample collection Ascaris suum , goeze used method of random purposive sampling. Ascaris suum , goeze roundworm used in this study amounted to 28 tail included in 7 groups tube which each canister contains 4 worms. 7 groups tube consist of the negative control group (NaCl 0.9 %), 5 group consist single garlic ethanol extract (0.5 % , 1 % , 2 % , 4 % , 8 % ) , and positive control group (pirantel pamoat 5 mg / ml).Result: The results obtained in the linear regression show significant impact (P>0,05) with the required PC50 0,81% to make the paralysis 50% of the total number of worms and it takes concentration Single Garlic extract LC50 2,09% to make the death of 50% of the total number of worms.Conclusion: Extract ethanol of Single Garlic is having an effect on anti-helmintik Ascaris suum, Goeze roundworms.Key Word: Single Garlic Extract, PC50 Paralysis, LC50 Death, Ascaris suum Goeze Adult Worm
POTENSI KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) DALAM MENGHAMBAT DPP4 DAN SDF-1 SEBAGAI ANTIDIABETES DENGAN STUDI IN SILICO Susiani Dian Novianty; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.251 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang diakibatkan disregulasi glukosa darah. Disregulasi glukosa darah diakibatkan oleh salah satunya peningkatan DPP4 dan SDF-1 akibat gaya hidup yang buruk. DPP4 dan SDF-1 dapat dihambat dengan kandungan flavonoid pada daun sirsak, sehingga mampu mencegah DM tipe 2. Flavonoid daun sirsak dapat ditingkatkan kadarnya dengan melalui proses fermentasi. Kombucha merupakan salah satu bentuk fermentasi, pada kombucha terdapat banyak kandungan asam organik dan tinggi flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi afinitas yang terbentuk antara senyawa aktif kombucha daun sirsak dengan enzim DPP4 dan SDF-1 serta memprediksi sifat fisikokimia, Absorbsi, Distribusi, Metabolisme, dan Ekskresi (ADME), dan toksisitas senyawa kombucha daun sirsak.Metode: Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menambatkan 11 senyawa aktif kombucha daun sirsak dan kontrol sitagliptin, dengan menggunakan docking server. Protein SDF-1, DPP4 diunduh melalui Protein Data Bank (PDB). Struktur 3D senyawa aktif kombucha daun sirsak dan kontrol sitagliptin diambil dari Pubchem. Analisa afinitas senyawa ligan terhadap enzim berdasarkan pada nilai energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan ikatan terhadap residu asam amino protein target. Analisa fisikokimia, ADME, dan toksisitas menggunakan pKCSM online toolHasil: Beberapa senyawa aktif daun sirsak mempunyai afinitas terhadap DPP4, namun diprediksi mempunyai efek yang berbeda dengan kontrol, kecuali homoorientin dan coumaric acid. Senyawa aktif kombucha daun sirsak yaitu quercetin dan homoorientin juga memiliki afinitas terhadap SDF-1, namun diprediksi memiliki efek yang berbeda dengan sitagliptin. pKCSM online tool menunjukkan coumaric acid merupakan senyawa aktif yang berpotensi bekerja optimal dalam ADME dan tidak menimbulkan toksisitas.Kesimpulan: Homoorientin dan coumaric acid merupakan senyawa aktif yang mampu menghambat DPP4 dengan potensi yang lebih rendah. Quercetin dan homoorientin memiliki afinitas terhadap SDF-1 namun tidak menghambat sisi aktif SDF-1. Coumaric acid dapat dikembangkan menjadi obat diabetes.Kata Kunci kombucha daun sirsak; molecular docking; in silico; pkCSM;antidiabetes
PENGARUH JAMU DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA AZITROMISIN TERHADAP Staphylococcus aureus Al Fareza Farhan Pradista Irgi Putra; Yoni Rina Bintari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.791 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Daun kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman herbal yang tumbuh di Indonesia dan sering digunakan dalam sediaan jamu untuk mengobati osteoarthritis (OA) dan memiliki aktivitas antibakteri. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab artritis septik yang merupakan penyulit OA. Azitromisin merupakan antibiotik yang digunakan untuk terapinya. Terapi kombinasi herbal dan antibiotik dapat menimbulkan interaksi farmakologis seperti sinergis, aditif, potensiasi, not-distinguishable, dan antagonis. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi kombinasi antara jamu Moringa oleifera dengan Azitromisin dalam menghambat S. aureus. Metode: Penelitian in vitro ini menggunakan campuran larutan jamu M. oleifera dengan etanol dengan lima variasi dosis yaitu 400.000, 200.000, 100.000, 50.000 dan 25.000 ppm. Uji interaksi larutan etanol jamu bersama azitromisin 25 µg sesuai dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Data dianalisis menggunakan One-Way Anova dilanjutkan dengan post-test Tamhane’s T2 dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Diameter zone of inhibition (ZOI) kombinasi azitromisin dengan jamu M. oleifera pada dosis-dosis yang digunakan (dari tertinggi ke terendah) adalah 33,35 ± 1,77, 34,50 ± 1,77, 34,03 ± 1,50, 33,83 ± 0,21 dan 32,90 ± 0,87 mm. Azitromisin secara tunggal memiliki ZOI dengan rentang 31,33 ± 0,55–32,53 ± 0,57 mm. Perbedaan signifikan (p<0,05) antara kombinasi dengan antibiotik tunggal didapatkan pada dosis 50.000 ppm saja. Secara tunggal, jamu tidak memiliki ZOI terhadap S. aureus.Kesimpulan: Kombinasi jamu M. oleifera dengan azitromisin berpotensi menghambat S.aureus.Kata Kunci : Kombinasi, Jamu, Antibiotik, S.aureus
POTENSI VASKULOPROTEKTIF INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA TIKUS MODEL OBESITAS Astri Maulidya Azhari; Aris Rosidah; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.836 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Diet tinggi lemak tinggi fruktosa (diet TLTF) dapat menyebabkan hiperlipidemia, peningkatan stress oksidatif dan aterosklerosis. Daun sirsak berpotensi sebagai antiaterogenik dengan menghambat disfungsi endotel, proliferasi sel otot polos dan matriks ekstraseluler. Namun efek pemberian infusa daun sirsak (IDS) pada tikus model obesitas dengan diet TLTF belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tersebut pada rasio ketebalan dinding arteri, jumlah sel busa dan densitas kolagen arteri ekor tikus dengan diet TLTF.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan design post test only-control group dengan hewan coba tikus wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok normal (KN, n=5), kelompok positif (KP, n=5) dan kelompok IDS dosis I (100 mg/kgBB, n=5), II (200 mg/kgBB, n=5) dan III (400 mg/kgBB, n=5) yang diinduksi diet TLTF dan IDS selama 10 minggu. Hewan coba dikorbankan dan diambil arteri ekornya dan dibuat sediaan histologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin dan Masson Trichome. Penghitungan rasio ketebalan dinding terhadap diameter lumen diukur dengan pembesaran 100x, sedangkan jumlah sel busa diukur dan densitas kolagen pada 400x. Data dianalisa dengan menggunakan Oneway ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD dan p<0,05 dianggap signifikan.Hasil: Pemberian IDS dosis I, II dan III secara signifikan menurunkan rasio ketebalan dinding terhadap diameter lumen arteri sekitar 29-50% dibandingkan kelompok positif (p=0,01) dan menurunkan jumlah sel busa  sekitar 51-75% (p=0,00) dengan efek terkuat pada dosis III, sedangkan densitas jaringan ikat kolagen menurun sekitar 33-58% (p=0,00) dengan efek terkuat pada dosis II.Simpulan: IDS mampu menurunkan rasio ketebalan dinding terhadap diameter lumen arteri, jumlah sel busa dan densitas jaringan ikat kolagen.Kata Kunci: Daun Sirsak, Diet TLTF, Ketebalan Dinding, Diameter Lumen, Sel Busa, Densitas Kolagen
Mekanisme Senyawa Aktif Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) Sebagai Anti Diabetes: Studi In Silico Muhammad Iqbal Sugiharto; Yoni Rina Bintari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.27 KB)

Abstract

Pendahuluan: Secara In Vivo dan In Vitro daun Sirsak (Annona muricata Linn.) diketahui memiliki efek sebagai anti diabetik melalui penghambatan aktifitas enzim α-Glucosidase dan α-Amylase, namun senyawa aktif yang bekerja sebagai penghambat kedua enzim tersebut masih belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prediksi sifat fisikokimia dan farmakokinetik serta mekanisme senyawa aktif daun Sirsak menghambat enzim αGlucosidase dan α-Amylase dengan studi In Silico.Metode: prediksi Sifat fisikokimia (Lipinski Rule of Five) dan farmakokinetik dengan parameter ADME dan toksisitas menggunakan PKCSM. Visualisasi menggunakan Software drug discovery studio. Uji In Silico dilakukan terhadap 27 senyawa aktif dari 200 senyawa penelitian sebelumnya yang teridentifikasi. Pengukuran afinitas senyawa aktif daun sirsak terhadap α-Glucosidase dan α-Amylase secara In Silico menggunakan pemodelan komputasi molecular docking, dengan parameter nilai energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan dan residu asam amino dibandingkan dengan kontrol Acarbose.Hasil: Dari prediksi fisikokimia dan farmakokinetik (ADMET) senyawa aktif daun sirsak mempunyai sifat fisikokimia dan farmakokinetik mirip dengan Acarbose yaitu tidak memenuhi kriteria 5 Lipinski, tidak diabsorbsi oleh intestinal, dimetabolisme dihepar, dan diekskresikan melalui ginjal, hepar dan saluran cerna, serta tidak bersifat toksik. Dari hasil molecular docking berdasarkan empat kriteria didapatkan 5 senyawa aktif yang diprediksi mempunyai afinitas tinggi terhadap enzim α- Glucosidase dan α-Amylase. Lima senyawa tersebut secara berurutan dari yang tertinggi Rutin, Quercetin 3-O-neohesperidoside, Kaempferol 3-O rutinoside, Coclaurine dan Roseoside. Kesimpulan: Senyawa aktif daun sirsak yaitu Rutin, Quercetin 3-O-neohesperidoside, Kaemferol 3-O-rutinoside, dan Roseoside, mempunyai kemiripan sifat fisikokimia dan farmakokinetik serta potensi yang lebih rendah dalam menghambat α-Glucosidase dan α-Amylase dibandingkan Acarbose Kata Kunci : Daun Sirsak,α-Glucosidase dan α-Amylase,ADMET, INSILICO
KOMBINASI SODIUM HYALURONATE DAN OMEGA-3 MEMPERBAIKI GEJALA DRY EYE MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNISMA Shafa Tsurayya; Ariani Ratri Dewi; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.221 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Sindroma mata kering adalah penyakit multifaktorial yang mengakibatkan ketidakstabilan lapisan air mata dengan gejala ketidaknyamanan hingga gangguan penglihatan. Peningkatan penggunaan video display terminal oleh mahasiswa akibat pembelajaran dalam jaringan pada masa pandemi meningkatkan risiko terjadinya mata kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi artificial tears dan suplemen Omega-3 terhadap mata kering yang dialami mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA dengan pengukuran skor kuesioner  Standardized Patient Evaluation of Eye Dryness (SPEED).Metode: Penelitian ini secara statistik menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan metode komparasi untuk membandingkan skor SPEED sebelum dan setelah perlakuan yaitu pemberian sodium hyaluronat tetes mata dan suplemen Omega-3 selama dua minggu pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UNISMA tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye selama pembelajaran daring dan metode korelasi untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan skor SPEED tersebut. Uji hipotesis dilakukan dengan uji T berpasangan dan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0.05.Hasil: Didapatkan rata-rata skor SPEED sebelum perlakuan sebesar 11,25±3,69 dan setelah perlakuan sebesar 6,37±6,03 dengan uji statistik menunjukkan  perbedaan yang signifikan (p=0.006). Uji korelasi Spearman tidak mendapatkan korelasi antara jenis kelamin dengan skor SPEED pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UNISMA tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye selama pembelajaran daring dalam penelitian ini.Kesimpulan: Pemberian kombinasi sodium hyaluronat tetes mata dan Omega-3 selama 2 minggu memperbaiki gejala dry eye yang diukur dengan skor kuesioner SPEED pada  mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran FK UNISMA tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye selama pembelajaran daring.Kata Kunci: dry eye; sodium hyaluronat; omega 3; kuesioner SPEED
PENGARUH EKSTRAK AIR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP APOPTOSIS SEL β PANKREAS DAN PERUBAHAN MORFOLOGI ISLET LANGERHANS TIKUS MODEL OBESITAS Dinda Dwi Anggita; Aris Rosidah; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pemberian diet tinggi lemak tinggi fruktosa (TLTF) akan menyebabkan obesitas yang akan memicu terbentuknya radikal bebas, dan akhirnya menginduksi terjadinya kerusakan ada sel β pankreas dan perubahan morfologi islet Langerhans. Daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan sebagai pertahanan terhadap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak air daun sirsak (EADS) terhadap jumlah apoptosis sel β, dan perubahan morfologi (struktur, bentuk, ukuran) islet Langerhans pankreas tikus dengan induksi TLTF.Metode: Diberikan induksi diet TLTF dan EADS selama 10 minggu pada hewan coba yang dibagi menjadi 5 kelompok secara in vivo, yaitu kelompok normal (KN), kelompok positif (KP) dan EADS dosis I (100 mg/kgBB), II (200 mg/kgBB) dan III (400 mg/kgBB) (n=6 ekor). Dilakukan pengambilan sediaan organ pankreas dengan pengecatan Hematoxylin Eosin untuk mengetahui jumlah apoptosis sel β, dan perubahan morfologi islet Langerhans, lalu diamati dengan mikroskop dotSlide dengan perbesaran 200x. Analisa statistik menggunakan One Way ANOVA dan uji LSD (p<0,05).Hasil: Pemberian EADS dosis II dan III secara signifikan menurunkan jumlah apoptosis sel β pankreas sekitar 22% dan 30% dibandingkan kontrol positif (p<0,05), sedangkan pada perubahan struktur islet Langerhans secara signifikan dapat menurunkan sekitar 17% dan 24% (p<0,05), dan pada perubahan bentuk islet Langerhans secara signifikan dapat meningkatkan sekitar 80% dan 95% (p<0,05). Pemberian EADS dosis I, II dan III secara signifikan meningkatkan luas ukuran sekitar 57%, 47%, dan 62% dibandingkan kontrol positif (p<0,05).Simpulan: Pemberian EADS dosis II dapat menurunkan jumlah apoptosis sel β pankreas, menghambat perubahan struktur, dan meningkatkan perbaikan perubahan bentuk. Sedangkan EADS dosis I dapat meningkatkan luas ukuran islet Langerhans. Kata Kunci: Daun Sirsak, Diet TLTF, Obesitas, Apoptosis, Morfologi Islet Langerhans 
STUDI IN SILICO AFINITAS SENYAWA AKTIF BIJI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris) TERHADAP PROTEIN SIRTUIN-1 (SIRT-1) DAN NUCLEAR RELEATING FACTOR-2 (NRF2) UNTUK MENCEGAH ALZHEIMER M Josie Yusuf; Anita Puspa Widiyana; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Protein Sirtuin-1 (SIRT-1) dan Nuclear Releating Factor-2 (NRF2) berperan dalam mekanisme terjadinya Alzheimer. Secara empiris kacang merah (Phaseolus vulgaris) mengandung senyawa aktif untuk menghambat Alzheimer, namun mekanismenya terhadap SIRT-1 dan NRF2 belum pernah diteliti. Penelitian dilakukan untuk mengetahui mekanisme kacang merah mencegah Alzheimer melalui aktivasi SIRT-1 dan NRF2.Metode: Penelitian dilakukan secara In Silico dengan menggunakan docking server untuk menilai afinitas senyawa aktif biji kacang merah terhadap protein SIRT-1 dan NRF2. Uji farmakokinetik, fisikokimia dinilai dengan pkCSM (Predicting Small-Molecule Pharmacokinetic and Toxicity Properties). Analisa dilakukan dengan diskriptif analitik dengan melihat hasil afinitas senyawa aktif terhadap SIRT-1 dan NRF2 dibandingkan obat kontrol.Hasil: Didapatkan 5 senyawa aktif (beta sitosterol, sianidin, glisitein, biokanin A, dan genistein) dari 8 senyawa aktif yang diteliti memiliki afinitas tinggi terhadap protein SIRT-1 dan 5 Senyawa aktif (beta sitosterol, biokanin A, genistein, glisitein, dan formononetin) dari 20 senyawa aktif yang didockingkan memiliki afinitas yang tinggi terhadap protein NRF2. Hasil prediksi parameter fisikokimia seluruh senyawa aktif memenuhi hukum 5 Lipinski. Hasil Prediksi sifat farmakokinetik β-sitosterol adalah senyawa yang memiliki nilai paling baik.Kesimpulan: senyawa aktif biji kacang merah mempunyai potensi sebagai pencegahan alzheimer dengan mengaktifkan SIRT-1 dan NRF2 yaitu beta sitosterol. Beta sitosterol juga mempunyai afinitas, fisikokimia, farmakokinetik yg baik dan tidak bersifat toksik sehingga dapat menjadi kandidat kuat obat pencegahan Alzheimer melalui peningkatan SIRT-1 dan NRF2.Kata Kunci : Alzheimer; Phaseolus vulgaris; in silico