Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Risfy Arrifah Rahmah; Siti Nurul Hidayati
PENSA: E-JURNAL PENDIDIKAN SAINS Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study proposed to describe the implementation of learning, students’ responses, and learning outcomes in aspects of attitude and knowledge based on blended learning with guided inquiry model. This research used a pre-experimental with one group pretest and posttest design. Subjects in this research were 32 students of VII-D class in SMPN 14 Gresik in the Academic Year 2021/2022. The data were collected using observations, questionnaires, and test in the form of learning implementation observation sheets, student response questionnaires, attitude assessment sheets, and test assessment sheets as instruments. The results showed that the learning process was good to excellent at every stage and the positive responses from students showed excellent categories. Learning outcomes of social attitudes, including cooperative attitudes, responsibility, conscientious attitudes, and discipline attitudes, were declared complete with a good and excellent predicate mode values. The result of N-Gain test analysis acquire in the medium category so that students learning outcomes experienced a significant increase. Based on the description above, it can be concluded that there is an effect of blended learning-based with a guided inquiry model in improving the learning outcomes on science learning of heat and its transfer.
Analysis of Student Responses to STEM-Inquiry Learning Using Cloud Classroom (CCR) on Food Loss and Food Waste Topics Ernita Vika Aulia; Martini Martini; Siti Nurul Hidayati; Beni Setiawan; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 5 (2023): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i5.2347

Abstract

The implementation of STEM-Inquiry learning puts forward the process of how students independently acquire knowledge through problem solving and have the ability to use that knowledge. STEM-Inquiry learning supported by the use of the CCR platform can support online learning activities, allow students to work in groups, and help students not only memorize concepts, but can understand and apply the acquired knowledge in everyday life. This study aims to determine student responses to the application of STEM-Inquiry learning on the topic of food loss and food waste. This research is a quantitative descriptive study using a survey method. The subjects of this study were students of Science Education Class of 2019 State University of Surabaya. The research instrument used was a questionnaire form. The questionnaire form provided consisted of 20 questions developed from 7 indicators, namely interest, novelty, convenience, clarity, interest, assessment, and response. The results showed that the average percentage of student questionnaire responses was 84.9% which was categorized as very positive, meaning that students had an interest and were interested in being involved in a meaningful learning experience. Based on this, it can be concluded that the application of STEM-Inquiry learning on the topic of food loss and food waste received a very positive response from students
PENERAPAN MEDIA SMART APPS CREATOR DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Lilik Lailatus Sholihah; Siti Nurul Hidayati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v5i2.4204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam rana pengetahuan dan respon siswa setelah menggunakan media smart apps creator dalam pembelajaran berbasis inkuiri pada materi getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 31 siswa kelas VIII J di SMP Negeri 30 Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan pada rana pengetahuan dan memperoleh respon positif dari siswa dengan kriteria sangat praktis. Hasil analisis N-Gain g menunjukkan hasil belajar siswa pada rana pengetahuan pada materi getaran dan gelombang dengan menggunakan media smart apps creator sebagaian besar kategori tinggi.
ANALISIS KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LIVEWORKSHEET DI SMP NEGERI 39 SURABAYA Sangga Kurnia Pradana; Siti Nurul Hidayati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i1.4354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keaktifan peserta didik dengan menerapkan suatu model pembelajaran yaitu discovery learning dengan bantuan media liveworksheet, penilaian tersebut akan didasarkan atas hasil observasi keaktifan peserta didik selama pembelajaran. Keaktifan peserta didik akan meliputi lima aspek diantaranya adalah antusias dalam belajar, interaksi peserta didik dengan guru, keaktifan dalam kelompok, mengemukakan pendapat/ide, partisipasi menyimpulkan pembahasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre- Experimental Design dengan rancangan One-Shot Case Study Design. Subjek penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling yaitu peserta didik kelas VIII-F SMPN 39 Surabaya. Teknik analisis data untuk mengetahui keaktifan belajar akan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan perhitungan presentase untuk peningkatanya. Hasil dari penelitian menunjukkan untuk pertemuan pertama menunjukkan presentae 59% “Sedang”, kemudian pertemuan kedua 69% “Tinggi” dan pertemuan ketiga 71% ”Tinggi”.  Kesimpulan pada penelitian ini bahwa keaktifan peserta didik pada  penerapan model pembalajaran discovery   learning berbantuan liveworksheet telah menunjukkan peningkatan.
PENINGKATAN LITERASI SAINS SISWA BERBANTUAN LKPD BERORIENTASI SOCIO SCIENTIFIC ISSUES (SSI) Amelia Tsabitah Hidayat; Siti Nurul Hidayati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i1.4378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan literasi sains siswa dengan berbantuan LKPD berorientasi Socio Scientific Issues (SSI). Literasi sains pada penelitian ini adalah yang berpedoman pada PISA dengan mengambil satu domain literasi sains yakni kompetensi literasi sains yang meliputi menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan secara ilmiah, dan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design menggunakan one group pre-test, post-test. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa UPT SMP Negeri 5 Gresik. Data diperoleh dengan metode tes kemudian dianalisis secara deskripsi kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui peningkatan literasi sains akan menggunakan N-Gain. Hasil dari peningkatan kemampuan literasi sains siswa pada kategori sedang sebesar 42% dan pada kategori tinggi sebesar 58%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran IPA dengan berbantuan LKPD berorientasi SSI dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
Optimalisasi Kurikulum Merdeka melalui Pelatihan Guru untuk Mengimplementasikan Teknologi AI dalam Pengembangan Media Pembelajaran An Nuril Maulida Fauziah; Wahono Widodo; Siti Nurul Hidayati; Ernita Vika Aulia; Dyah Permata Sari; Fatimatuz Zahro
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam Kurikulum Merdeka melalui pelatihan yang terfokus. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan 26 guru IPA dari Pasuruan, Indonesia, dalam workshop berstruktur berbasis AI menggunakan PowerPoint sebagai alat pembelajaran. Fase pelatihan meliputi persiapan, pelatihan langsung dengan kegiatan praktis, dan evaluasi pasca-pelatihan untuk memastikan transfer dan penerapan keterampilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan, dengan skor pengetahuan fitur AI meningkat dari 46,8% menjadi 61,5% untuk fungsi utama dan dari 59,6% menjadi 73,1% untuk transisi animasi. Umpan balik menyoroti perlunya penambahan durasi pelatihan dan sesi tatap muka yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemahaman. Studi ini merekomendasikan pelatihan berkala yang berkelanjutan, terutama dengan memasukkan sesi praktis dan dukungan mentor, guna memperkuat kompetensi AI dan menjembatani kesenjangan akses teknologi di wilayah pendidikan pedesaan. Optimizing the Independent Curriculum through Teacher Training Assistance to Implement AI Technology in the Development of Learning Media This study aims to enhance teacher competence in integrating Artificial Intelligence (AI) technology into the Independent Curriculum through focused training. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) approach, the program engaged 26 science teachers from Pasuruan, Indonesia, in a structured AI-based workshop using PowerPoint as a teaching tool. The training phases included preparation, direct training with hands-on activities, and post-training evaluation to ensure skill transfer and application. The results of the program showed significant improvements, with knowledge scores on AI features rising from 46.8% to 61.5% for core functions and from 59.6% to 73.1% for animation transitions. Feedback highlighted the need for extended training duration and ongoing face-to-face sessions to optimize understanding. This study recommends sustained, periodic training, especially incorporating practical and mentor-supported sessions, to strengthen AI competencies and bridge technology access gaps in rural educational settings
Analisis Kemampuan Bernalar Kritis Kelas VII melalui Penerapan Project Based Learning pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Sufi Azkiya Uzulfa; Tutut Nurita; Beni Setiawan; Siti Nurul Hidayati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bernalar kritis peserta didik kelas VII melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati menggunakan sistem penilaian autentik tiga komponen yang dikombinasikan dengan posttest. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan 30 peserta didik sebagai subjek total sampling, yang dibagi ke dalam tiga kelompok proyek berdasarkan ekosistem yang diobservasi (taman, lapangan, dan kolam). Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian autentik tervalidasi (Content Validity Index: 0,86–0,91) yang mencakup tiga komponen: LKPD (30%), peta ekosistem (40%), dan presentasi (30%), serta didukung oleh posttest 10 butir. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan teknik perhitungan nilai rata-rata (mean), standar deviasi (SD), dan distribusi frekuensi berdasarkan kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai akhir proyek sebesar 85,67 (SD = 1,73), dengan dua dari tiga kelompok (66,7%) berada pada kategori sangat baik dan satu kelompok (33,3%) pada kategori baik. Komponen peta ekosistem memperoleh rata-rata skor tertinggi (91,00), diikuti presentasi (87,00) dan LKPD (81,67). Rata-rata nilai posttest sebesar 83,00 (SD = 14,18) dengan 90% peserta didik mencapai kategori baik hingga sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran PjBL memiliki profil kemampuan bernalar kritis pada kategori baik hingga sangat baik.
Pengembangan, Validasi, Dan Uji Kelayakan Model Integrated Science Future Curriculum (ISFC) Berbasis Education For Sustainable Development (ESD): Studi Kasus Pada Sintiya Smart Academy Dalam Mendukung Pencapaian SDGS 2030 Eka Sintiya Wati; Siti Nurul Hidayati; Laily Rosdiana; Yoga Dwi Widya Candra
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.519

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan model kurikulum yang mengintegrasikan literasi sains, kompetensi keberlanjutan, literasi digital, keterampilan abad ke-21, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030. Namun, banyak institusi pendidikan masih menghadapi kesenjangan antara kurikulum yang diterapkan dengan kebutuhan kompetensi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, memvalidasi, dan mengevaluasi efektivitas Integrated Science Future Curriculum (ISFC) berbasis Education for Sustainable Development (ESD). Penelitian menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR) yang terdiri atas lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan model, validasi, uji kepraktisan, dan evaluasi efektivitas. Penelitian dilaksanakan di Sintiya Smart Academy dengan melibatkan 30 peserta didik, 10 guru, 3 pengelola program, dan 10 validator ahli. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), angket, dan lembar validasi ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V, analisis persentase, serta perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kebutuhan utama kurikulum, yaitu integrasi SDGs, literasi sains, literasi digital dan kesiapan kecerdasan buatan (AI), keterampilan abad ke-21, serta kompetensi keberlanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan model ISFC yang mencakup lima dimensi utama. Hasil validasi menunjukkan tingkat validitas yang tinggi (Aiken’s V = 0,92; validitas konstruk = 95%), kepraktisan yang sangat baik (91,7%), serta efektivitas yang ditunjukkan oleh peningkatan kompetensi keberlanjutan peserta didik sebesar 24,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa ISFC merupakan model kurikulum yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung pendidikan berkelanjutan serta pencapaian SDGs 2030.
PENGEMBANGAN WISATA RIVER TUBING SUNGAI PIKATAN SEBAGAI PENDUKUNG DESTINASI DESA WISATA PACET, MOJOKERTO Nurkholis; Tutur Jatmiko; Indar Sabri; Siti Nurul Hidayati; Fajar Eka Samudra
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6760

Abstract

khususnya Sungai Pikatan yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata river tubing. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai konsep desa wisata, rendahnya keterampilan pengelolaan wisata olahraga air, serta belum terbentuknya kelembagaan pengelola wisata yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan wisata river tubing Sungai Pikatan sebagai pendukung destinasi wisata Pacet sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat. Metode yang digunakan meliputi identifikasi potensi dan permasalahan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan pengelolaan wisata, pengadaan sarana dan prasarana pendukung, serta evaluasi kegiatan melalui metode pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah pemerintah desa, Karang Taruna, kelompok PKK, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan kelompok seni budaya Desa Wiyu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, terbentuknya kelembagaan pengelola wisata desa, tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) wisata river tubing, serta terbentuknya paket wisata adventure trip dan fun trip. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pengembangan wisata river tubing di Sungai Pikatan berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang mendukung pemerataan kunjungan wisata di kawasan Pacet sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wiyu.