Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAKNA SYAIR LAGU O UWI DALAM TRADISI ADAT REBA PADA MASYARAKAT LANGA DESA BORADHO KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Susana Lembu; Dedy Setyawan; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.835 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum tradisi reba Langa, 2) makna syair lagu o uwi dalam tradisi adat reba pada masyarakat Langa Desa Boradho Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, 3) implementasi makna syair lagu o uwi dalam pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berlokasi di Langa Desa Boradho, dengan waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alatperekam. Subjek penelitian adalah tua-tua adat, tokoh masyarakat, penyair, dan kaum muda. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan dua teknik yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Patton dalam Moleong dengan komponennya yakni pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tradisi reba Langa, menggabungkan inkulturasi antara budaya dan agama dan memiliki tiga upacara inti yakni kobhe dheke, kobhe doi dan kobhe su’i. Syair-syair lagu o uwi mengandung makna yang dapat dijadikan pedoman dan ajaran hidup bagi generasi muda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam syair lagu o uwi diantaranya : makna historis/sejarah, makna persaudaraan, persahabatan, ajakan atau himbauan, rintihan , percintaan, sumber kehidupan. Makna syair lagu o uwi dapat diimplementasi dalam pendidikan karakter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syair lagu o uwi mengandung makna yang mendalam, serta dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan.
MUSIK GO LABA DAN PENYAJIANNYA DALAM RITUAL PEMBUATAN RUMAH ADAT KAMPUNG NGEDUME’E DESA WATUNAY KECAMATAN GOLEWA BARAT KABUPATEN NGADA Egidius Milo; Florentianus Dopo; Wilfridus Muga
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.567 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Struktur musik go laba dalam ritual pembuatan rumah adat, 2) Penyajian musik go laba dalam ritual pembuatan rumah adat, 3) fungsi penyajian musik go laba dalam ritual pembuatan rumah adat pada masyarakat Watunay. Penelitian ini dilakukan di Kampung Ngedume’e Desa Watunay dengan jumlah narasumber tiga orang. Waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini yakni berupa pedoman wawancara dan rekaman audio dan video. Hasil yang diperoleh berupa struktur musik go laba yakni pola permainan go (gong) dan pola permainan laba (gendang), penyajian musik go laba dan fungsi penyajian musik go laba dalam ritual pembuatan rumah adat Desa Watunay. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa musik go laba memiliki kaitan erat dengan penyajian dalam ritual pembuatan rumah adat.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN MUSIK BETTONG DALAM RITUAL ADAT TENU WAE NUZAN DI KAMPUNG PANDANG MATA KELURAHAN LEMPANG PAJI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Alpius Ras; Dedy Setyawan; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bentuk Pertunjukan musik bettong, 2) fungsi pertunjukan musik bettong. Penelitian ini berlokasi dikampung Pandang Mata, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan pedomaan wawancara dan pedomaan observasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa, dalam upacara pertunjukan musik bettong memiliki beberapa tahapan ritual yaitu: pasok pangin, kebut kazu, wara-wara tew, dan penyajian musik bettong. Dalam pertunjukanya ditemukan beberapa formasi para pemain, cara memegang alat musik, dan cara memainkanya. Fungsi pertunjukan musik bettong dalam kehidupan masyarakat sebagai salah satu penghubung antara manusia dan roh nenek moyang. Musik bettong juga mempunyai fungsi tambahan yaitu sebagai penghibur individu dan masyarakat pada umumnya.
KAJIAN NYANYIAN SEU AZI PADA MASYARAKAT BUDAYA DI KAMPUNG ADAT WERE KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Maria Yasintha Moghu; Kanzul Fikri; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.989 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui: 1) kajian nyanyian Seu Azi pada masyaakat budaya di kampung adat Were, 2) makna syair Seu Azi pada masyarakat Were. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskripsif yang berlokasi di Desa Were. Adapun metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan istrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan rekaman. Sebjek penenelitian ketua adat, orang tua dan kaum muda. Untuk menguji keabasahan data dilakukan dengan triangulasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yaitu 1) kajian nyanyian Seu Azipada masyarakat budaya di kampung adat Were. Dalam mengkaji nyanyian Seu Azi, peneliti memulai dengan menjelaskan sejarah lagu rakyat Seu Azi, bentuk lagu Seu Azidan eksistensi Seu Azipada masyarakat adat Desa Were saat ini. 2) makna syair Seu Azi pada masyarakat Were. Dalam syair Seu Azimemiliki makna yang mendalam bagi orang tua dan anak muda yang bisa mengaertikan syair yang dinyanyikan.
BENTUK MUSIK VOKAL DANDING (KELONG) DAN MAKNA SYAIRNYA DALAM RITUAL ADAT PENTI DESA LENDA KECAMATAN CIBAL BARAT KABUPATEN MANGGARAI Avelina Woi; Florentianus Dopo; Wilfridus Muga
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.619 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk musik vokal danding (kelong) danmakna syairnya dalam ritual adat penti di desa Lenda kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sehingga data yang diproleh bersifat kualitatif yakni berupa datadideskriptif dan gambaran secara menyeluruh dan bermakna. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai. Sasaran dalam penelitian ini adalah tokoh-tokoh adat di masyarakat di Desa Lenda.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakandokumentasi dan wawancara. Pada umumnya lagu danding (kelong) lebih dominan termasuk lagu dua bagian.Identifikasi tersebut dapat dilihat dari rangkian melodinya.Dikatakan dua bagian karena lagu danding (kelong) di desa Lenda kecamatan Cibal Barat kabupaten Manggarai, memiliki kalimat berlainan. Antara kalimat A atau kalimat pertanyaan dengan kalimat B atau kalimat jawaban itu mempunyai kalimat yang berlainan. Kalimat A (mulai dari birama 1-3) langsung masuk ke kalimat B (mulai dari birama ke 4-6) dan berhenti disitu. Kemudian ulang lagi dari kalimat A baru kemudian masuk ke kalimat B. Bentuk dari lagu danding (kelong) desa Lenda kecamatan Cibal Barat kabupaten Manggarai yakni ABAB dengan penjelasan: Dari kalimat A langsung ke kalimat B dan kembali ke kalimat A kemudian ke kalimat B.Rangkaian melodi pada musik danding (kelong) pada umumnya pendek dan dinyanyikan ulang–ulang. Dilihat dari macam–macam nyanyian rakyat danding (kelong) ini disebut nyanyian kerja, karena nyanyian ini mempunyai irama dan kata–kata yang bersifat menggugah semangat dan dinyanyikan secara unisono karena hanya menggunakan 1 suara walaupun dinyanyikan oleh beberapa orang. Dilihat dari Jenis musik vokalnya juga danding (kelong) ini tergolong Acapella karena tidak diiringi dengan instrumen. Makna Danding (kelong) secara umum mengungkapakan kegembiraan dan rasa syukur kepada sang ‘Mori Kraeng’ (Tuhan Pencipta), kepada alam dan leluhur lewat sebuah nyanyian.Dan makna khusus dibalik syair–syair Danding (kelong) dapat menggugah semangat dan keberanian dan berisi nasihat – nasihat serta dapat mewujudkan nilai sosial budaya bagi anak muda manggarai. Saran terkait pada masyarakat manggarai agar tetap melestarikan dan mempertahankan kesenian – kesenian tradisional khususnya seni musik.
BENTUK PENYAJIAN DAN FUNGSI MUSIK GO LABA DALAM UPACARA PEMBUATAN PEO DI KAMPUNG NUABOLO DESA LAJAWAJO KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO Maria Salome Dua; Sena Radia Iswara Samino; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.354 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk Penyajian Dan Fungsi Musik Go Laba Dalam Upacara Pembuatan Peo di Kampung Nuabolo Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo. Adapun masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah bentuk penyajian musik go laba dan Fungsi penyajian musik go laba. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi (kamera, alat perekam). Untuk menguji kebenaran dan keabsahan data dilakukan melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian musik go laba terdapat beberapa tahap yaitu 1) tempat penyajian musik go laba, 2) formasi pemain musik go laba, 3) jumlah pemain musik go laba, 4) nama-nama alat musik go laba yang terdiri dari Lewa, Dhoro, Gasa, Uto-uto, Laba Toka dan Laba Jawa, 5) partitir musik go laba, 6) cara memainkan musik go laba 7) urutan penyajian musik go laba. Fungsi musik go laba terdiri dari 1) fungsi musik sebagai pengiring tari 2) fungsi musik sebagai sarana ritual dan 3) fungsi musik sebagai sarana hiburan.
KAJIAN ORGANOLOGI DAN TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK BEGHU DI KAMPUNG GEZU KECAMATAN NANGARORO KABUPATEN NAGEKEO Rosalinda Ceme; Florentianus Dopo; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.36 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian organologi dan teknik permainan alat musik beghu di Kampung Gezu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Desa Kotakeo 1. Terdapat 2 fokus dalam penelitian yang pertama yaitu : kajian organologi yang terdiri dari bahan dasar alat musik Beghu, bentuk dan ukuran alat musik Beghu, bagian-bagian alat musik Beghu, dan produksi nada alat musik Beghu. Kedua teknik permainan alat musik Beghu Yang terdiri dari posisi badan saat bermain alat musik Beghu, posisi tangan kanan dan kiri saat memainkan alat musik Beghu, cara memegang stik, dan juga teknik memainkan alat musik Beghu. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dengan dokumentasi (kamera, alat perekam), dan wawancara. Alat tulis untuk mencatat proses pengumpulan data. Keabsahan data diperoleh melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) organologi meliputi, (a) bahan dasar pembuatan alat musik Beghu khususnya pada gendang menggunakan pohon Doya ( pohon meranti) bentuk dan ukuran pada alat musik Beghu, bagian-bagian pada alat musik beghu, produksi nada yang dihasilkan. Beberapa 2 alat musik yaitu alat musik gendang dan alat musik gong bambu. 2) teknik permainan alat musik beghu meliputi posisi badan saat bermain dengan duduk melingkar kecuali pada gendang panjang dan pendek posisinya berdiri, posisi tangan kanan dan kiri saat bermain alat musik beghu, dan cara memegang stik.
PENYAJIAN MUSIK NDOTO DAN FUNGSINYA PADA UPACARA BHEI UWI DALAM RITUAL NGAGHA MERE DI KAMPUNG WAJO KECAMATAN KEO TENGAH KABUPATEN NAGEKEO Maria Clarista Agho; Florentianus Dopo; Kanzul Fikri
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1384.178 KB)

Abstract

Abstrak Agho, Maria Clarista (2021), Penyajian Musik Ndoto dan Fungsinya dalam Upacara Bhei Uwi pada Ritual Ngagha mere di Kampung Wajo Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Musik CITRA BAKTI. Artikel ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I : Florentianus Dopo, S.S., MPd dan pembimbing II : Kanzul Fikri, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penyajian Musik Ndoto dan Fungsinya dalam Upacara Bhei Uwi Pada Ritual Ngagha mere di Kampung Wajo Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini, ketua adat, kepala desa Wajo, dan masyarakat setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman dengan komponen-komponennya, yaitu: pengumpuilan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penyajian musik Ndoto dalam ritual Ngagha mere terdapat beberapa sub diantaranya: 1) Tahapan ritual Ngagha mere, 2) tahap bhei uwi, 3) unsur-unsur musik yang terdapat pada musik Ndoto pada tahap bhei uwi, 3) proses penyajian musik Ndoto, 4) jumlah penyaji musik Ndoto, 5) bentuk penyajian musik Ndoto, 6) bentuk penyajian musik Ndoto, 7) tata panggung dalam penyajian musik Ndoto, 8) formasi penyajian musik Ndoto, 9) durasi penyajian musik Ndoto. Hasil penelitian mengenai fungsi musik Ndoto terdiri dari 1) fungsi ritual, 2) senagai sarana komunikasi, 3) fungsi hiburan.
ANALISIS MINAT SISWA TERHADAP LAGU DAERAH BAJAWA NGADA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP CITRA BAKTI Maria Rosario Beo Gu; Florentianus Dopo; Sena Radya Iswara Wara
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.72 KB)

Abstract

Abstrak Agho, Maria Clarista (2021), Penyajian Musik Ndoto dan Fungsinya dalam Upacara Bhei Uwi pada Ritual Ngagha mere di Kampung Wajo Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Musik CITRA BAKTI. Artikel ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I : Florentianus Dopo, S.S., MPd dan pembimbing II : Kanzul Fikri, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penyajian Musik Ndoto dan Fungsinya dalam Upacara Bhei Uwi Pada Ritual Ngagha mere di Kampung Wajo Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini, ketua adat, kepala desa Wajo, dan masyarakat setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman dengan komponen-komponennya, yaitu: pengumpuilan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penyajian musik Ndoto dalam ritual Ngagha mere terdapat beberapa sub diantaranya: 1) Tahapan ritual Ngagha mere, 2) tahap bhei uwi, 3) unsur-unsur musik yang terdapat pada musik Ndoto pada tahap bhei uwi, 3) proses penyajian musik Ndoto, 4) jumlah penyaji musik Ndoto, 5) bentuk penyajian musik Ndoto, 6) bentuk penyajian musik Ndoto, 7) tata panggung dalam penyajian musik Ndoto, 8) formasi penyajian musik Ndoto, 9) durasi penyajian musik Ndoto. Hasil penelitian mengenai fungsi musik Ndoto terdiri dari 1) fungsi ritual, 2) senagai sarana komunikasi, 3) fungsi hiburan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SOLFEGGIO PADA MATERI MEMAHAMI TEKNIK DAN GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH KELAS VIII SMP CITRA BAKTI KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Yohanes Baptisa Lingge; Ferdinandus Bate Dopo; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.786 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran seni musik berbasis multimedia interaktif, dengan materi solfeggio dalam usaha meningkatkan kemampuan memahami teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah, pada peserta didik SMP Citra Bakti Malanuza. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian perancangan dan penelitian pengembangan (design & development research), dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Alessi and Trollip. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hasil tes multimedia interaktif solfeggio antara lain; uji kelayakan materi pembelajaran oleh ahli materi memperoleh hasil 81, 3% dengan kriteria “Valid”, komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Penelitian dari ahli media memperoleh hasil 89, 3% dengan kriteria “Sangat valid”, komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Uji kelayakan oleh ahli desain memperoleh hasil 82,5% dengan kriteria “sangat Valid”, dengan komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Hasil penelitian uji coba perorangan memperoleh 80% dengan kriteria “valid”. Uji coba lapangan skala kecil memperoleh hasil 75% dengan kategori “valid”. Berdasarkan hasil uji kelayakan tersebut, menunjukan bahwa multimedia pembelajaran interaktif solfeggio dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk, meningkatkan kemampuan memahami teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah.
Co-Authors Agho, Maria Clarista Agustinus Irwanto Siwe Alpius Ras Anu, Maria Kalista Anyeline Skolastika Pada Avelina Woi Bate Dopo, Ferdianandus Bate Dopo, Ferdinandus Bhara, Maria Aneti Konstantina Bili, Kristina Yasintha Ngodhu Bue, Maria Ermelinda Ceme, Rosalinda DEDY SETYAWAN Dedy Setyawan Deghe, Marianus Demu Watu, Yustus Dhone, Yosefina Doa, Irmina Dopo, Ferdinandus Bate Dua Dhiu, Konstantinus Dua, Maria Salome Egidius Milo Elisabeth Tantiana Ngura Engi, Emiliana Falnita, Antonia Ferdianandus Bate Dopo Ferdinandus Bate Dopo Fikri, Kanzul Fransiskus Xaverius Dolo Fransiskus Xaverius Pala Gisela Naru Gu, Maria Rosario Beo Hendrikus Balzana Koba Irmina Doa Iswara Samino, Sena Radya Kabe, Kristoforus Lina Kaka, Apliana Ambu Kanzul Fikri Koba, Hendrikus Balzana Konstantinus Dua Dhiu Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kristoforus Lina Kabe Kua, Maria Yuliana Lado, Wilfridus Lembu, Susana Lingge, Yohanes Baptisa Loya, Marianus Anggelician Maria Carmelita Tali Wangge Maria Clarista Agho Maria Editha Bela Maria Ermelinda Bue Maria Inosensia Ngao Maria Rosario Beo Gu Maria Salome Dua Maria Yasintha Moghu Marianus Deghe Marsianus Meka Meka, Marsianus Milo, Egidius Moghu, Maria Yasintha Moi, Flaviana Yunita Muga, Wilfridus Naru, Deyflora Meo Naru, Gisela Nay, Cesarius Ndange, Sisilia Nenu, 2Maria Adelina Woga Ngao, Maria Inosensia Nono, Ferdinand Nurwijayanti Pada, Anyeline Skolastika Pala, Fransiskus Xaverius Pelipus Wungo Kaka Prisko Yanuarius Djawaria Pare Rada, Maria Anna Ghena Raden Mohamad Herdian Bhakti Ras, Alpius Redemptus Seso Mau Rewo, Josep Marsianus Rosalinda Ceme Samin Samin Samino, Sena Radya Iswara Sena Radia Iswara Samino Sena Radya Iswara Samino Sena Radya Iswara Wara Seso Mau, Redemptus Sisilia Ndange Siwe, Agustinus Irwanto Susana Lembu Tangi, Marsianus Aristo Ugha, Firgilius Wara, Sena Radya Iswara Wea*, Dorotea Emirensiana Wea, Dorotea Emirensiana Wena, Hendrika Wilfridus Muga Woi, Avelina Yohanes Baptisa Lingge Yohanes Vianey Sayangan Yohanes Vianney Sayangan Yosefina Dhone Yudi Sukmayadi Yustus Demu Watu