Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendidikan dan Dinamika Perubahan Sosial di Era Globalisasi Latifah; Normuslim; Desi Erawati
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 2 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i2.1668

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi, mobilitas sosial yang semakin tinggi, serta interaksi budaya yang semakin luas menjadikan pendidikan tidak lagi berada dalam ruang yang statis, tetapi menjadi bagian dari dinamika perubahan sosial yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan perubahan sosial di era globalisasi serta bagaimana pendidikan berperan dalam merespons berbagai transformasi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan terkait pendidikan, globalisasi, dan teori perubahan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu membentuk nilai, sikap, serta pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang adaptif, kritis, dan inovatif. Oleh karena itu, sistem pendidikan perlu terus beradaptasi dengan dinamika globalisasi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Humanization of Islamic Education in the Perspective of Contemporary Social Theory Latifah; Masdar Hilmy; Desi Erawati
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i1.1667

Abstract

The humanization of education is an important agenda in the development of Islamic education amid the dynamics of modern social life. Islamic education does not merely function as a process of transmitting religious knowledge, but also as a means of shaping complete human beings who possess dignity and social awareness. This article aims to analyze the concept of the humanization of Islamic education from the perspective of contemporary social theory and its relevance to current educational practices. This study employs a qualitative approach using a library research method by examining various literature related to Islamic education, social theory, and modern educational thought. The results of the study indicate that the humanization of Islamic education is aligned with several contemporary social theories, such as humanistic theory, social constructivism theory, and critical theory in education. Fundamental values in Islam such as justice, compassion, equality, and respect for human dignity serve as essential foundations in building a humanistic educational paradigm. In the context of modern education, the humanization approach can be realized through dialogical learning, strengthening the values of empathy, and developing students’ social awareness. Therefore, the integration of Islamic educational principles and contemporary social theory can serve as a strategic foundation in building an educational system that is not only oriented toward cognitive aspects but also toward character formation and humanitarian awareness.
Pengaruh Sosiokultural dan Pembelajaran Digital terhadap Keterlibatan dan Moral Siswa MA Sirajul Huda Kuala Kapuas Arbainsyah Arbainsyah; Desi Erawati; Masdar Hilmy Hilmy
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1366-1377

Abstract

Perubahan sosial budaya dan perkembangan teknologi digital di lingkungan madrasah, menuntut pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi keterlibatan belajar serta perkembangan moral siswa. Unsur sosiokultural, sikap sosial, dan penggunaan pembelajaran digital dipandang berpotensi berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosiokultural, sikap sosial, dan pembelajaran digital terhadap keterlibatan belajar serta perkembangan moral siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan pada siswa Madrasah Aliyah Sirajul Huda Kuala Kapuas melalui penyebaran kuesioner sebagai data primer. Adapun data sekunder dikumpulkan melalui naskah akademik berupa jurnal nasional dan internasional terakreditasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi untuk melihat pengaruh masing-masing variabel, tahap teknik analisis antara lain, analisis statistik yakni uji asumsi klasik meliputi uji normalitas residual dengan normal p-plot. uji multikolinineratis dan uji heteroskedasitas, kemudian uji regresi linear berganda yakni uji-t, uji-f dan koefisien determinasi (R2).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga variabel berkaitan dengan keterlibatan belajar dan perkembangan moral siswa. Secara parsial, faktor sosiokultural terutama yang berkaitan dengan norma gender menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan sikap sosial dan pembelajaran digital tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Berdasarkan hasil, menunjukkan bahwa keterlibatan belajar dan perkembangan moral siswa tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi atau sikap sosial, tetapi juga oleh faktor lain seperti motivasi belajar, efikasi diri, keterampilan digital siswa dan dukungan guru serta sekolah.
Pembentukan Nilai Sosial Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam: Analisis Teori Sosial di MAN Kota Palangka Raya Haisusyi Haisusyi; Madsar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.269

Abstract

 Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai sosial peserta didik. Dalam konteks pendidikan modern, pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada penguasaan aspek kognitif mengenai ajaran agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam perspektif teori sosial terhadap pembentukan nilai sosial siswa di MAN Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN Kota Palangka Raya memiliki peran yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai sosial siswa, seperti sikap toleransi, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial. Dalam perspektif teori sosial, pendidikan agama dapat dipahami sebagai sarana sosialisasi nilai yang membantu siswa memahami norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang dialogis dan kontekstual, guru PAI mampu mengintegrasikan ajaran agama dengan realitas sosial yang dihadapi siswa. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter sosial yang positif bagi peserta didik
Reinterpretasi Tasawuf di Kalangan Generasi Milenial: Analisis Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead Cahyo Muliawan; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena reinterpretasi tasawuf di kalangan generasi milenial dalam perspektif interaksionisme simbolik yang dikembangkan oleh George Herbert Mead. Tasawuf yang secara tradisional dipahami sebagai dimensi spiritual Islam mengalami transformasi makna seiring perkembangan modernitas, globalisasi, dan kemajuan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan tasawuf, modernitas, serta teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi tasawuf di kalangan milenial ditandai oleh pergeseran makna dari praktik tarekat tradisional menuju spiritualitas yang lebih personal, fleksibel, dan kontekstual. Tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik asketis, tetapi juga sebagai sarana pencarian ketenangan batin, kesehatan mental, serta pembentukan identitas spiritual. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas akses dan membentuk simbol-simbol baru dalam praktik tasawuf, sehingga proses pemaknaan menjadi lebih dinamis dan terbuka. Dalam perspektif interaksionisme simbolik, makna tasawuf dibentuk melalui proses interaksi sosial, interpretasi simbol, dan pengalaman subjektif individu.
Dualisme Kepemimpinan dan Disfungsi Struktur Sebagai Hambatan Transformasi Pendidikan Islam Hardani Hardani; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.271

Abstract

Institusi pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan antara tuntutan inovasi era Society 5.0 dengan pemeliharaan identitas nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan perubahan sistem pendidikan melalui sintesis teori kepemimpinan transformasional dan teori strukturalisme-fungsionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai literatur primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional bertindak sebagai motor penggerak fungsi adaptasi dan pencapaian tujuan dalam skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) milik Talcott Parsons. Kepala sekolah menggunakan stimulasi intelektual dan motivasi inspirasional untuk mendorong digitalisasi serta pembaruan kurikulum. Secara simultan, kepala sekolah menjalankan fungsi integrasi dan latensi untuk memastikan bahwa perubahan tersebut tetap selaras dengan nilai-nilai Islami sebagai fondasi stabilitas organisasi.
Julia Kristeva Intertextual Reconfiguration of Interpretation of Rūḥ al-Qudus: An Analysis of Tafsīr ath-Ṭhabarī and al-Kabīr on Q.S. Al-Baqarah [2]:87 Masrul Maulana Pratama; Desi Erawati; Nor Faridatunnisa; Mualimin Mualimin
Jurnal Ushuluddin Vol. 33 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v33i2.38735

Abstract

This study is based on different interpretations of the concept of Rūḥ al-Qudus in classical and medieval exegesis. The aim of this study is to examine how this concept is presented in Tafsīr al-Ṭabarī and Tafsīr al-Rāzī and how Julia Kristeva's theory of intertextuality can illustrate the semantic relationships between the two. Through a qualitative-descriptive approach and an intertextual analysis of Jāmi‘ al-Bayān and al-Tafsīr al-Kabīr, this study concludes that al-Ṭabarī understands Rūḥ al-Qudus theocentrically and literally as the angel Jibrīl, i.e. as a divine mediator who acts as an enabler and bringer of revelations, based on the consensus of the traditions of the Companions and Tabi‘in. In contrast, al-Rāzī reinterprets this concept in a rational-philosophical manner, namely as quwwah rabbāniyyah, i.e. as a divine power that animates the spiritual consciousness ofhuman beings and enlivens their intellectual and moralcapacities. An intertextual analysis shows that al-Rāzī not onlyadopts al-Ṭabarī's view, but also undertakes a transformation ofmeaning through theological elaboration and metaphysicalspeculation, which expands the ontological position of Rūḥ al-Qudus in the discourse of revelation. This study contributes tointroducing the application of Kristeva's intertextuality model inexegesis and explaining the process of reconfiguring the meaningof Rūḥ al-Qudus in the intellectual dialogue between the classicaland medieval periods