Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Senam Osteoartrhitis Dalam Stabilisasi Indeks Massa Tubuh Di Masyarakat Yuniartika, Wachidah; Mutiah, Siti
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 3 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.564 KB)

Abstract

Osteoarthritis is a disorder of the aging process. One of the risk factors for osteoarthritis is obesity orexcessive body mass index (BMI). Weight loss in people with osteoarthritis can be done by doing exercises.Objective To determine the effectiveness of osteoarthritis exercise in stabilizing body mass index inosteoarthritis sufferers. This type of quantitative research uses a pre-experimental design one-group pretestposttest design. Research Sites in the Village of Makam Haji Sukoharjo, Central Java Province, Indonesia,were conducted from January to February 2020 with 32 respondents, using the purposive sampling method.The inclusion criteria were 20-60 years old, did not experience pain attacks, the patient did not have otherdiseases. The calculation of BMI uses measurements of weight and height. Analyzed using Paired T-Test. Theresults were obtained at the pretest BMI the majority were overweight as much as 24 (75%), at the posttestthe majority BMI was normal as much as 28 (87.5%), the results of the paired sample test with a P-value of0.001. Conclusion: There is an effect of giving osteoarthritis exercise on body mass index. The average BMIafter exercise is normal.
DHIKR THERAPY AND DEEP BREATHING RELAXATION TECHNIQUES AS ANXIETY THERAPY IN PATIENTS WITH POST-PULMONARY TUBERCULOSIS TREATMENT Yuniartika, Wachidah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2500

Abstract

Patients with post-tuberculosis disease having difficulties in conducting activities cause them to be anxious about their condition. Rehabilitative efforts that are likely to provide include dhikr therapy and deep breathing relaxation. Dhikr and deep breathing relaxation are beneficial for drawing closer to Allah SWT, reducing anxiety, and being relaxed. This study aimed to determine the effectiveness of dhikr therapy and deep breathing relaxation to reduce anxiety in patients with post-tuberculosis treatment. This research is quantitative with a pre-test and post-test with a control group design, conducted at the Baki Sukoharjo Health Center from August to October 2022. The sample consisted of 60 respondents. Inclusion criteria are as follows: Patients with post-tuberculosis treatment, suffering from moderate and mild anxiety, Muslim, age 60 years, not suffering from complications, and not receiving anxiety medication therapy. The results showed that the mean of the intervention group was 32.20, and the post-test was 17.30, with P-value was 0.001. The pre-test of the control group obtained a mean of 37.77 and the post-test was 24.73, with P-Value was 0.005. Dhikr therapy as an intervention group and deep breathing therapy as a control group can reduce anxiety.
Studi Literatur: Thermotherapy untuk Mengatasi Nyeri Dada pada Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) Ningsih, Ervina Setia; Yuniartika, Wachidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri dada yang tidak terkontrol yang menyebabkan masalah fisiologis dan psikologis. Kondisi ini meningkatkan beban kerja jantung dan meningkatnya oksigen myocardial, menghasilkan memperburuk iskemia myocardial dan bertambahnya tekanan pada dada. Salah satu terapi non farmakologi yang diterapkan untuk mengurangi nyeri dada pada pasien sindrom koroner akut salah satunya dengan terapi panas (thermotherapy). Tujuannya untuk mengidentifikasikan efektifitas intervensi thermotherapy terhadap nyeri dada dan perubahan status fisiologis. Metode yang digunakan dalam literature review ini adalah mengumpulkan dan melakukan analisa textbook. Sumber literatur review ini diperoleh dari textbook dan artikel elektronik seperti ScienceDirect, World Health Organisation, Google Scholar, PubMed dan Clinical Key dengan kriteria textbook dan artikel yang dipublikai selama periode 2014-2020 dengan kriteria inklusi pada literatur ini yaitu artikel Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia dengan tanggal publikasi 5 tahun terakhir mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, artikel dalam bentuk full teks sedangkan kriteria eksklusi yaitu artikel publikasi tidak dalam bentuk publikasi tidak asli seperti surat ke editor, abstrak saja dan buku.. Hasil setelah pengumpulan artikel didapatkan 960 artikel yang sesuai dengan kata kunci, setelah itu excluded studies lagi berdasarkan kriteria inklusi sehingga jumlah total artikel yang memenuhi syarat untuk review adalah 5 artikel. Thermotherapy menggunakan Hot pack yaitu kantong yang berisi gel silikat yang dihangatkan menggunakan pemanas air hingga 500C. Apabila tidak ada hot pack bisa diberikan dengan cara lain yaitu menggunakan kantong pemanas yang diisi air dengan suhu 500C kemudian dibungkus dengan handuk katun dan diletakkan dibagian depan dada selama 20 menit setiap 12 jam selama 24 jam. Thermotherapy dapat meredakan nyeri dada dengan melebarkan arteri koroner, meningkatkan proses angiogenesis dan meningkatkan perfusi miokad selain itu sebagai mediator inflamasi miokardium yang terluka. Berdasarkan hasil review 5 artikel dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi panas efektif dalam menurunkan nyeri dan memperbaiki status fisiologis pada pasien acute coronary syndrome.
Studi Literatur: Perawatan Luka Bakar Grade II dengan Delima (Pomegranate) Supia, Dinda Ria; Yuniartika, Wachidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian luka bakar menyebabkan mortalitas dan morbiditas lebih dari 90 %. Menurut World Health Organization (WHO) kurang lebih 265.000 kematian pertahun diseluruh dunia, dan 70 % merupakan wanita. American Burn Association (ABA) terdapat 486.000 kasus luka bakar sebanyak 3.240 kematian pertahun akibat kontak dengan listrik, zat kimia, benda panas. RSCM tahun 2011 sampai 2012 total luka bakar 303 pasien, RSU Sanglah Denpasar 154 pasien. Pemberian antibiotik yang tidak sesuai aturan pakai dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Pada kejadian infeksi luka bakar dalam hal ini perlu penggunaan terapi alami yang dapat mengurangi resiko terjadinya resistensi dan dapat mempercepat penyembuhan luka bakar grade II. Tujuan penulisan ini untuk mengidentifikasi efektifitas kulit buah delima dalam perawatan luka bakar grade II. Metode yang digunakan dengan pencarian database eletronik sciencedirect, google scholer, elsevier dan batas pencarian 2015 sampai 2020 dengan kata kunci luka bakar, grade II, dan kulit delima. Hasil analisa dari 5 jurnal yang dilakukan pada studi ini. Didapatkan hasil pemberian ekstrak delima dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka bakar pada tikus, pemberian ekstrak kulit delima secara topikal pada luka bakar dapat menghambat kolonisasi bakteri resistensi (MRSA) dibandingkan dengan penggunaan mupirocin saja, pemberian formulasi hydrogel topikal mengandung silikinin yang terdapat pada delima dapat mencegah terjadinya antiinflamasi pada luka yang terdapat pada tikus, kulit delima memiliki efek penyembuhan luka dan dapat mempercepat penutupan luka dan epitelisasi, dan pemberian krim ekstrak etanolik 2 delima merah 20% dapat menghambat terjadinya penurunan jumlah kolagen pada dermis kulit mencit yang terpapar ultraviolet. Kesimpulan dari semua studi melaporkan efektivitas kulit delima yang digunakan dengan sediaan krim, hydrogel, maupun ekstrak topikal dapat mempercepat penyembuhan luka bakar, mempercepat terjadinya epitelisasi, mampu mencegah dan menghambat MRSA. Penggunaan delima dalam bentuk sediaan ekstrak topical dapat dilakukan di Indonesia karena mudah dibuat dan bahan pembuatannya mudah didapatkan.
Penggunaan Pursed Lip Breathing pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Kusumawati, Rita Dwi; Yuniartika, Wachidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah gangguan saluran pernafasan kronis yang tidak reversibel penuh yang disebabkan oleh obstruksi saluran nafas Tujuan: untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi pursed lip brething pada pasien PPOK. Metode: Pencarian menggunakan database elektronik: google scholar (3) dan science direct (2). Pencarian terbatas dari tahun 2016 sampai 2020 dalam bentuk full text. Istilah pencarian meliputi kata kunci sebagai berikut: pursed lip breathing, dan PPOK. Kriteria inklusi: responden berusia minimal 18 tahun dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, menggunakan intervensi pursed lip brething. Hasil: sesuai criteria dan metode dari 5 jurnal didapatkan hasil pursed lip breathing nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan dan kombinasi pursed lip breathing dan guided imagery music nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan(1). Pada penggunaan tripoid position dan pursed lip brething terdapat perbedaan dimana pursed lip brething lebih efektif terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK dibandingkan dengan tripoid position (2). Evaluasi dalam kelompok intervensi pasien PPOK dengan pursed lip brething dalam saturasi oksigen perifer, laju pernafasan, denyut nadi, dan indeks tekanan darah sistolik mengalami peningkatan(3). Dan pursed lip brething berpengaruh pada evaluasi fisiologis(4). Pernafasan diafragma dan pernafasan diafragmatik ditambah pernafasan pursed lip brething meningkatkan peningkatan volume pasang-surut dinding dada dan kompartemennya serta pengurangan frekuensi pernafasan dibandingkan dengan pernafasan yang tenang(5) Kesimpulan: semua studi melaporkan efektivitas intervensi Pursed lip brething dalam PPOK.
Pelatihan Aplikasi Pemasaran Online pada Kader Posyandu Lansia Yuniartika, Wachidah; Mangifera, Liana; Nofandrilla, Nieldya; Musalamah, Siti; Damayanti, Silvianita; Ajie, Anjani Bharata
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengetahuan kader dalam pelaksanaan Posyandu sangat dibutuhkan, selain dapat menjadi penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu kader juga dapat memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, dan menuntun untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Keberhasilan suatu posyandu tidak lepas dari kerja keras kader yang secara sukarela mengelola posyandu di wilayah dan lokasi masing masing. Kurangnya pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan yang memadai bagi kader dapat menyebabkan kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab kader, kurangnya suatu informasi serta kurangnya koordinasi antara petugas kesehatan dengan kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu dapat mengakibatkan rendahnya tingkat minat kehadiran masyarakat untuk datang ke Posyandu.Progam suatu posyandu merupakan tanggung jawab seorang kader karena kader juga sangat berperan penting dalam pelaksaanan posyandu. Tidak lancarnya suatu posyandu dapat disebabkan oleh kader yang tidak aktif dalam kegiatan yang sudah diselenggarakan. Kader kesehatan yang benar adalah kader yang bersedia menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Tugas petugas kesehatan disini hanya mengawasi dan membimbing kader posyandu untuk melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat akan mengadakan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dari kader lansia. Tim Pengabdian Masyarakat terdiri dari tim pengabdian masyarakat Program studi keperawatan, program studi ekonomi manajemen, dan program studi Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 di Posyandu Purbosari 2 dan 7 Desa Purbayan dengan jumlah responden 18 orang kaer lansia. Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap persiapan, pre test, pemberian materi tentang strategi pemasaran online, selanjutnya tim pengabdian membuat akun instagram dan facebook, cara membuat desain konten dan praktik langsung dengan didampingi fasilitator cara membuat desain produk dan upload di media social dan yang terakhir adalah post test dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dari kader lansia.
The Effect of Health Education about Low Purine Diet through Video Media on the Level of Knowledge of Gout Patients Ningsih, Tri Hadi; Yuniartika, Wachidah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4340

Abstract

Gout is a disease caused by the accumulation of monosodium grate crystals in the human body. The cause of the high incidence of gout is a lack of knowledge about preventing gout, so efforts can be made with Health Education to increase understanding. This research aims to determine the effect of health education about a low-purine diet delivered through video media on the level of knowledge among gout sufferers. This quantitative research employs a quasi-experimental study design, specifically a "one-group pretest-posttest design." A total of 33 respondents were selected to assess their level of knowledge using a questionnaire obtained through accidental sampling. Data collection involved distributing questionnaires to respondents (pretest), where the questionnaire had undergone a validity test with a result of r- calculated > r-table (0.632) and a reliability test with a Cronbach's alpha value of 0.978 therefore, the questionnaire was declared valid and reliable, after which the researchers provided health education regarding a low-purine diet. The questionnaire was then distributed again to the respondents (posttest). The data analysis utilized the Wilcoxon Signed Ranks Test. The Wilcoxon Ranks test produced statistically significant values (sign. = 0.00 < 0.05). The findings of this study indicate that health education about a low-purine diet delivered through video media influences the level of knowledge among gout sufferers.
Kesehatan Sendi Optimal : Edukasi Osteoarthritis Bagi Lansia di Desa Gedongan Oktaviani Fitriyah; Aan Sofyan; Wachidah Yuniartika; Daris Trigamadia; Aulai Rahman; Nikmah Nurul Utami; Charisma Alzura; Mohammad Rizqi; Diny Oktri Sani; Anindya Suryawati; Verent Vidanindya Ivena; Gita Febri Cahyani; Arvita Ningtyas
Journal of Student Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v2i1.2611

Abstract

Osteoarthritis is a cartilage disorder in the joints of bones that often affects elderly people. As many as 24 million people in the Southeast Asia region and 151 million people worldwide suffer from osteoarthritis. The community service practice aims to provide education to elderly people with osteoarthritis. The sampling technique was purposive sampling with 85 elderly respondents. The level of knowledge of the elderly about osteoarthritis disease is obtained through pretest and posttest. Providing education to the elderly about osteoarthritis disease by counseling and exposure to material using posters and leaflets and demonstrations related to the handling of osteoarthritis. Analysis of research data using chi square and fisher exact tests. The results obtained in the age factor (p = 0.021), gender (p = 0.015), BMI (p = 0.002) and physical activity (p = 0.584). There is a relationship between age, gender and body mass index with the incidence of osteoarthritis in the elderly and there is no relationship between physical activity and the incidence of osteoarthritis in the elderly.
Efektivitas terapi relaksasi otot progresif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada penderita diabetes mellitus Syah, Zaki Qothrunnada Hamdani; Yuniartika, Wachidah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1857

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that not only impacts physical health but can also cause psychological disorders such as anxiety. Prolonged anxiety can worsen blood glucose control. One non-pharmacological therapy that can be used to reduce anxiety is progressive muscle relaxation therapy. Purpose: To determine the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in reducing anxiety levels in people with diabetes mellitus. Method: This study used a quasi-experimental design with a single-group pre-test and post-test. The sampling technique used purposive sampling, with 30 participants with diabetes mellitus in Purbayan village. Inclusion criteria included fasting blood sugar levels >126 mg/dl and blood sugar levels >140 mg/dl. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), with a validity test result of a Cronbach's Alpha value of 0.727. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before therapy (pre-test), the majority of participants (76.7%) were spread across various anxiety categories, ranging from mild anxiety (30.0%), moderate anxiety (20.0%), severe anxiety (23.3%), to very severe anxiety (3.3%), with only 23.3% in the normal category. After the intervention (post-test), there was a decrease in the normal category and an increase to 83.3%. The calculated Z-score was -4.786 (>Z) and the p-value was 0.001 (<0.05); therefore, H0 was rejected. Conclusion: Progressive muscle relaxation therapy can affect anxiety levels in diabetes patients. This can be seen from the percentage of pre-test and post-test scores and the significance value of 0.001 (p <0.05). Suggestion: Future research is recommended to use a control group design to compare the effectiveness of the intervention more objectively.   Keywords: Anxiety; Diabetes Mellitus (DM); Nursing Intervention; Progressive Muscle Relaxation.   Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan. Kecemasan yang berkepanjangan dapat memperburuk kontrol glukosa darah. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, berjumlah 30 partisipan penderita Diabetes Mellitus di desa Purbayan. Kriteria inklusi meliputi kadar gula darah puasa >126 mg/dl dan gula darah >140 mg/dl. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan hasil uji validitas nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.727 dan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum terapi (pre-test), sebagian besar partisipan (76.7%) tersebar diberbagai kategori kecemasan, mulai dari cemas ringan (30.0%), cemas sedang (20.0%), cemas berat (23.3%) hingga sangat berat (3.3%), dan hanya 23.3% yang berada dalam kategori normal. Setelah intervensi (post-test), terjadi penurunan menjadi kategori normal meningkat menjadi 83.3%. Didapatkan nilai Z hitung adalah -4.786 (> Z) dan p-value diperoleh 0.001 (< 0.05), maka H0 ditolak. Simpulan: Terapi relaksasi otot progresif dapat memengaruhi tingkat kecemasan penderita DM. Hal ini dapat dilihat dari persentase skor pretest dan posttest serta nilai signifikan 0.001 (p < 0.05). Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol agar efektivitas intervensi dapat dibandingkan lebih objektif.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus (DM); Intervensi Keperawatan; Kecemasan; Relaksasi Otot Progresif.
THE EFFECTIVENESS OF TAI CHI IN REDUCING DEPRESSION LEVELS IN THE ELDERY Rahmah, Tasya Aulifiah; Yuniartika, Wachidah
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2025): Nurse and Health : Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v14i2.825

Abstract

Background: Older adults are a group that is vulnerable to psychological changes, including depression. Depression in older adults can lead to a decline in overall well-being and increase the risk of additional health complications. One non-pharmacological intervention that can help reduce symptoms of depression is Tai Chi, which involves rhythmic movements and can improve physical and psychological balance. Objectives: The purpose of this study was to examine how Tai Chi exercises affect depression levels among elderly people living in Purbayan Village. Methods: This study used a quantitative approach with a pre-experimental design, in which one group underwent pre-test and post-test assessments. Participants were selected through random sampling based on inclusion criteria, which required elderly individuals who were able to perform daily activities independently. Data were collected using the Indonesian version of the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), which showed validity scores ranging from 0.508 to 0.907. The intervention involved Tai Chi exercises consisting of eight movements, performed independently at home for 30 minutes per session, three times a week. Results: The results showed a decrease in the average depression score of 4.9 after the Tai Chi exercise intervention. Statistical analysis using a paired t-test showed a p-value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant effect of the intervention. Conclusion: Tai Chi exercises have been proven to reduce depression levels in older adults. This intervention has been proven effective as a non-pharmacological approach to improving mental well-being and overall quality of life among older adults. Keywords: Tai Chi, Depression, Elderly, Mental Health
Co-Authors Aan Sofyan Abdu Rahim Kamil Afifah Putri Rejeki Ahmad Fariz Farisulhaq Aisyah Dani Hanifah Ajie, Anjani Bharata Ananta, Dyaz Surya Anindya Suryawati Anisa Putri Utami Anjani Bharata Ajie Anjani Bharata Ajie Anwar, Syamsul Arvita Ningtyas Athania Diva Casimira Aulai Rahman Azizah S, Nur Bima Murti, Tiara Charisma Alzura Damayanti, Silvianita Daris Trigamadia Dheonita Marsyanda Rofifah Dian Hudiyawati Dinda Ria Supia Diny Oktri Sani Dyaz Surya Ananta Elok Kurniasari Elsa Muntazila Ilaiha Enita Dewi Ervina Setia Ningsih Fatimah Nur Janah Amini Fauzan Muhammad Febina Fitri Karunia Febina Sulistyo Fihlia Hardiyantika Firmansyah, Mohammad Faizal Framesti Nurjanah Framesti Nurjanah Gita Febri Cahyani Her Supristyani Herlinah, Lily Iftah Sofia Syfa Kartinah Kusuma Estu Werdani Kusumawati, Rita Dwi Laili, La’isal Liana Mangifera Luluk Ria Rakhma M Faig Mujabi Millah Kamilah Mohammad Rizqi Mujabi, M Faig Musalamah, Siti mutiah, siti Nabila Anindita Nareswari Nafisah, Hasna Nieldya Nofandrilla Nik'mah Cahyaning Tyas Niken Enggal Dwi Astuti Nikmah Nurul Utami Nimas Ayu Anggraeni Ningsih, Ervina Setia Ningsih, Tri Hadi Noor Alis Setiyadi Nur Nurhidayah Muthohharoh Nuriyatul Fitriyah Nurjannah, Framesti Oktaviani Fitriyah Pamunkas, Bangkit Bayu Qonita Huwaida Rafi Abrar Pratama Rahmah, Tasya Aulifiah Refina Anggraini Rita Dwi Kusumawati Rizki Amalia Putri Nurdita Rizky Susanti Rona Fariza Santi, Catur Novita Septin Nabila Fakhira Driela Putri Setiyo Purwanto Setiyo Purwanto Silvianita Damayanti Silvianita Damayanti Siti Musalamah Siti Musalamah Siti Mutiah Sri Lestari Sulastri Sulastri, S Supia, Dinda Ria Syah, Zaki Qothrunnada Hamdani Syavinka, Zuan Nun Alea Syfa, Iftah Sofia Titania Nur Rizkya Varentina Lailatul Nisa Maharani Verent Vidanindya Ivena Vinami Yulian Violeta Yuman Tanaya Wijarwanti, Linda Sukma Wita Oktaviana Yuliyanti, Wahyu Ardita Zuan Nun Alea Syavinka Zuhro Muyassarotus Safaniah