Aang Saeful Milah
UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Isim Marifat Pada Lagu Deen As-Salam Qurrotul Ain, Annisa; Dewi Nuraeni; Aang Saeful Milah
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 (2024): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v6i1.2498

Abstract

Penelitian ini membahas tentang macam-macam isim ma’rifat yang terdapat di dalam lagu Deen as-Salam. Lagu Deen as-Salam merupakan lagu yang diciptakan oleh seorang bernama Saif bin Fadhel, lalu di nyanyikan oleh penyanyi asal Arab Saudi yaitu Sulaiman Al-Mughani. Lagu Deen as-Salam kini dikenal di Indonesia sejak dipopulerkan oleh group musik Sabyan Gambus. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai isim ma’rifat pada lagu Deen as-Salam yang mana isim marifat merupakan salah satu kajian dalam ilmu nahwu. Metode yang digunakan pada penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif dan pada proses analisisnya dilakukan secara deskriptif atau dengan memaparkan pembahasan yang akan dibahas. Hasil dari penelitian ini ditemukan 10 bentuk isim ma’rifat yang terdiri dari empat jenis yaitu diantaranya isim dhomir, isim isyaroh, isim yang diikuti alif lam, dan isim mudhoaf ila ma’rifat.
Penerjemahan Isi Kitab Bulugul Maram Tentang Lima Hadis Pada Bab Targib Fī Makārimi Al-Akhlaq ke dalam Bahasa Indonesian Melalui Perspektif I’rab Mahirah, Siti Khansa; Yanti, Alfa Auza; Zulaiha, Fitri Nur; Milah, Aang Saeful
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 13, No 2 (2024): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.13.2.728-741.2024

Abstract

Hadith is one of the religious texts that is important to study and serve as a guide to human life. However, hadiths generally use Arabic which makes translation for non-users of that language necessary. The Bulughul Maram Book, as one of the books containing these thematic hadiths, has a literal translation, but no study of its translation into Indonesian from an i'rabic perspective has been found. The aim of this research is to analyze in depth how i'rab influences word choice, sentence structure and meaning of the original text in the translation process into Indonesian. The research method used is a qualitative method using two data collection techniques, namely library study techniques and text analysis. The conclusion of this research is that there are implications between the faithful translation method and the i'rab perspective regarding a translation that is faithful to the structure and original meaning of the hadith text.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS TIK ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PERSIAPAN CAMABA AL-AZHAR DI EL-DAROSAH Permana, Hengki; Milah, Aang Saeful
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2023): September
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v7i2.1976

Abstract

Tren pembelajaran 4.0 sebagai bentuk respon revolusi industri 4.0 yang dianggap sesuai dengan perkembangan zaman. Sebagai implementasi dari tren pembelajaran 4.0, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan semakin gencar. Optimalisasi dilakukan dengan memaksimalkan suatu fungsi objektif dengan tidak melanggar batasan yang ada. Masalah penelitian yaitu Perubahan pendidikan di era digital mengharuskan guru/dosen memiliki kemampuan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam proses pembelajaran. Tantangan revolusi industri 4.0 ini juga dirasakan oleh para dosen, terutama dosen di Perguruan Tinggi Agama Islam. Tulisan ini bertujuan ntuk menganalisis bagaimana upaya optimalisasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi industri 4.0 pada lembaga bimbingan bahasa bagi penutur asing dalam rangka menunjang persiapan calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan observasi lapangan dengan wawancara langsung. Adapun temuan dan kesimpulan yang diperoleh adalah Analisis mengenai upaya optimalisasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era revolusi industri 4.0 pada lembaga bimbingan bahasa bagi penutur asing menunjukkan pentingnya persiapan calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir. Dengan mengadopsi TIK dalam pembelajaran, lembaga ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan bahasa Arab secara lebih efektif, mengikuti perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital.
The Transformation of Tablighi Jamaat's Da'wah: Digital Adaptation and Political Engagement in Indonesia Hasanah , Umdatul; Holilah, Ilah; Saeful Milah, Aang; Halimatusa’diah, Halimatusa’diah
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 19 No 1 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v19i1.45960

Abstract

This research examines the evolving da'wah dynamics among Tablighi Jamaat adherents in Indonesia. Founded by Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi in India in 1926, this transnational movement has significantly impacted Indonesia's Islamic landscape through systematic propagation practices including khuruj (preaching journeys), jaulah (local rounds), and chillah (40-day periods). The movement's da'wah methodologies are rooted in Jamaat tradition, transmitted through written texts, particularly Fadhailul A'mal, and oral bayan (lectures) by amirs (leaders). This investigation addresses a scholarly gap by uncovering transformative shifts in Tablighi Jamaat's da'wah practices—previously underexplored areas that reveal how traditional Islamic missionary methods adapt to contemporary Indonesian contexts while maintaining doctrinal authenticity. Using qualitative analysis, this study demonstrates that da'wah exhibits inherent dynamism, evolving alongside cultural and civilizational advancements. This dynamism is evident in Tablighi Jamaat's traditions, where the movement maintains strict adherence to core principles while implementing modifications in practical application methods.The findings reveal notable conceptual adaptability in how current followers execute da'wah activities, representing a balance between preserving traditional methodology and responding to contemporary challenges. This adaptability demonstrates the movement's capacity to navigate modern contexts without compromising fundamental beliefs. The study contributes new insights into the intersection of traditional Islamic practices and contemporary Indonesian society, showing how religious movements maintain authenticity while embracing necessary adaptations. However, the research acknowledges methodological limitations and restricted thematic scope, indicating areas requiring further exploration in future research endeavors to fully understand these complex transformation processes.
Linguistic and Stylistic of the Qur'an in “Ayat al-Ahkam” Book by Shoiman Luqman Hakim l Al-Usalib al-Lughawiyah wal-Uslubiyah fi al-Qur'an fi Kitab Ayat al-Aḥkam li-l-Awsat Ṣa'iman Luqman Ḥakim Munawaroh, Siti Madinatul; Milah, Aang Saeful; Asmara, Hilda Dimyati
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/albayan.v16i2.24593

Abstract

The Quran has its own characteristics compared to other books. There are many rhetorical and stylistic methods in the Al-Quran, but this research only discussed the book entitled “Ayatil Ahkam” as a guide to the Al-Quran because this book contains verses from the Quran that discuss certain topics, with selected legal verses which are divided into various subchapters in these themes. This research was a stylistic study of the Al-Quran, based on the theory of Abdul Azim al-Zarkani. The focus of this research was to analyze words that contain the form of command and prohibition, the researcher limited its scope. This article discussed the topic which was divided into three parts of “Ayat al-Ahkam”: the pillars of faith, the pillars of Islam, and worship. These three topics contain the stylistic language of the Quran in the form of commands and prohibitions. On the topic of the pillars of faith, there are 2 forms of imperative; In the pillars of Islam there are 5 forms of imperative; and in worship there are 22 forms of commands, 7 forms of prohibitions, in total there are 29 forms of imperatives and 7 forms of prohibitions both in verb and collective form. The stylistic analysis of the Qur'an at this stage focuses on the grammatical area. The contribution of this research is the discovery of new insights into verses containing imperative and prohibition that had not been identified previously, only analyzing shighah amr and nahy using research objects in one surah of the Quran.
QÎMAH KITÂB SIBAWAIH WA JUHÛD AL-LUGHAWIYYÎN AL-‘ARAB AL-MU’ÂSHIRÎN Milah, Aang Saeful
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v6i2.10611

Abstract

There are some reasons that appeal me to do research on contemporary linguists’ contributions to Sībawaih’s al-Kitâb. As a pioneer on Arabic linguistics book, al-Kitâb has been the starting point for the classic linguists to study linguistics phenomena. And so are the contemporary linguists. For the later, they place the book in the first raw of references, be it by taking instant benefits from the fundamentals it contains or by keen reading on it. In fact, some efforts conducted by the linguists after Sībawaih can be regarded to as attempts to comprehend his theories, as well as to explain aspects which are still ambiguous to some others. This is what can be understood from the abundance varieties of works produced by later linguists: they criticize the book; they give commentaries, they give preliminary fundaments on further readings on it; they study on the theories; they explain the sources; and they trigger to study the construct of Sībawaih’s thoughts.  From these various studies, even if they refer to the same book (al-Kitâb), it can be grasped that the linguist do not meet an agreement one and others in comprehending Sībawaih’s words. In this piece of paper, I try to describe what contemporary linguists do with the al-Kitāb, and how the link it to their theories. After all, this can be regarded as their contributions to the book in developing linguistics theories in a wider context.
Analisis Marfu'atul Asma dalam Film Pendek "Inthiq Rasmiyyatan!" Karya Santri Gontor Adibati, St. Lutfiatul; Fitri, Zahwa Adinda Nurul; Maharani, Anggun Putri; Milah, Aang Saeful
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/diwan.v16i1.1428

Abstract

This research analyzes the use of marfu'atul asthma and its i'rob signs in the short film "Inthiq Rasmiyyatan". The method used is qualitative descriptive analysis, with data collected through the listening and note-taking method. Data analysis techniques included data collection, analysis, and drawing research conclusions. The findings of this research revealed 22 instances of marfu'atul asthma in the film "Inthiq Rasmiyyatan", consisting of 1 fa'il data, 0 naibul fa'il data, 6 mubtada' khabar data, 1 kana data, 4 inna wa akhawatuha data, and 7 tawabi 'lil marfu' (consisting of 1 na'at data, 1 taukid data, and 2 athaf data).
Analisis Makna Lam dalam Surat Al-Qalam Pusti, Khuzaima Mandhira; Renajaya, Kaila Salsabilla; Nurrohmah, Fitria; Syukronillah; Milah, Aang Saeful
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/diwan.v16i1.1478

Abstract

This research aims to describe the meaning of Lam in Surah Al-Qalam. The approach in this research is descriptive qualitative. Data were collected using note-taking techniques and went through the stages of data reduction, data display, conclusions, and verification. The results of this research show that there are 18 pieces of lam, which are divided into several parts, such as lam nahyi, lam harf nafyi, and lam taukid. Additionally, there is lam ghoiru amilah, comprising of 9 lams divided into five parts: lam zaidah, lam waqiah, lam muzhalaqah, lam ibtida', and lam fariqoh. The research also indicates that the function and meaning of the letter lam form a sentence that can only emerge after being combined with another sentence.
Dialektika Inna dan Saudara- Saudaranya Menurut Perspektif Ulama Basrah dan Kuffah dalam Kitab Al- Inshaaf Fi Masaa’il Al-Khilaf Sari, Anggi Yulia; Nuafriyani, Siti; Khofifah, Siti; Milah, Aang Saeful
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.167

Abstract

Kemajuan bahasa Arab, khususnya di bidang nahwu, sebagian besar disebabkan oleh kiprah para intelektual Basrah. Karena lokasinya yang sentral dan relatif stabil, kota Basrah menarik banyak sarjana yang cermat dalam memilih teks dan idiom Arab untuk dijadikan landasan norma tata bahasa. Berbeda dengan mazhab Kufah yang lebih mudah dibentuk, yang mengambil inspirasi dari pengamatan terhadap pembicaraan umum, mazhab Basrah terkenal dengan pendekatan logis dan analitisnya. Dari Abul Aswad Ad-Duali hingga Al-Mubarrad dan seterusnya, mazhab Basrah menghasilkan norma-norma tata bahasa yang ketat dan dapat diterapkan. Pengetahuan para sarjana tentang logika dan konteks sosiokultural yang mendukung memberikan kepercayaan pada metode ini. Perbedaan metodologis antara mazhab Basrah dan Kufah mencerminkan penekanan mazhab Basrah pada filsafat dan logika, sedangkan mazhab Kufah menekankan pada penelitian empiris. Dengan membatasi penggunaan "Inna" dan saudara kandungnya dalam struktur kalimat, aliran pemikiran Basrah menyoroti pentingnya mematuhi aturan dasar bahasa Arab.
Perbedaan Maf’ul Muthlaq dan Masdar Berdasarkan Perspektif Ulama Nahwu Rija, Muhammad; Prayitno, Hadi; Rizki, Ahmad; Daffa, Muhammad; Milah, Aang Saeful
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.182

Abstract

Ilmu Nahwu (gramatika bahasa Arab) merupakan salah satu cabang linguistik (ilmu lugah) dalam bahasa Arab yang mempelajari kaidah-kaidah dalam kebahasaan Arab. Diantara pembahasan dalam Ilmu nahwu yaitu Maf`ul Muthlaq dan Masdar, dimana pada kedua isim ini memiliki kesamaan dalam bentuknya, namun juga tidak dapat dikatakan sama. Maka dari itu, penulis menjadikan perbedaan dari kedua isim tadi sebagai pokok pembahasan dalam jurnal ini. Dalam penyusunan jurnal ini penulis menggunakan pendekatan kajian pustaka, yang mana penulis mengumpulkan berbagai sumber data baik dari artikel maupun buku yang terkait dengan tema jurnal ini. Selain itu, penulis juga menggunakan metode kualitatif komparatif, yaitu menganalisis data untuk dapat menemukan persamaan dan perbedaan dari tema yang kami angkat. Hasil penelitian dalam jurnal ini berupa penjelasan mengenai Maf`ul Muthlaq, Masdar, dan tentunya perbedaan antara keduanya berdasarkan prespektif Ahli Nahwu.