Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Internalization Of Arabic Syntactic In The Interpretation Of Legal Verses Aang Saeful Milah; Mohamad Rohman; Ahmad Najid Rasikhullah
Indonesian Journal of Arabic Studies Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ijas.v5i2.14840

Abstract

Purpose: This study aims to explore the works of Islamic scholars both in the fields of fiqh, Arabic language and also books of interpretation to find out how the process of the scholars internalizing Arabic syntax in establishing shari'ah law. Design/ methods/approach: In this study, a descriptive qualitative approach is used to examine how Arabic syntax influences the interpretation of Quranic legal verses and the formulation of Sharia law. It includes an extensive literature review and textual analysis of primary texts like the Quran and Hadith, as well as secondary sources in the fields of fiqh and Arabic language. The research primarily relies on qualitative data, employing content analysis to identify themes and patterns in the internalization of Arabic syntax by Islamic scholars, enhancing our understanding of its impact on legal interpretations in Islamic jurisprudence. Findings: The study finds that subtle aspects of Arabic grammar, such as word order, verb tense, and sentence structure, significantly affect the derivation of legal rulings. These syntactic elements often lead to diverse interpretations, impacting the formulation of Islamic law across different schools of thought. Research implications:  One of the key contributions of this research is the demonstration of how Arabic syntax serves as more than a linguistic tool; it is a critical component in the hermeneutics of Islamic law. This insight is pivotal for scholars, legal practitioners, and students of Islamic studies, offering a deeper appreciation of the complexity involved in interpreting sacred texts.
Visualisasi Alam Ghaib: Mekanisme Istiarah dan Kontribusi Imajinasi Eskatologi dalam Shahih Bukhari dan Muslim Aang Saeful Milah; Muhammad Faqih Choiruddin; Clarisa Aulia Dewi; Anisa Fitriyani; Ilhamiyatul Hidayah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7164

Abstract

Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS TIK ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PERSIAPAN CAMABA AL-AZHAR DI EL-DAROSAH Hengki Permana; Aang Saeful Milah
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v7i2.1976

Abstract

Tren pembelajaran 4.0 sebagai bentuk respon revolusi industri 4.0 yang dianggap sesuai dengan perkembangan zaman. Sebagai implementasi dari tren pembelajaran 4.0, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan semakin gencar. Optimalisasi dilakukan dengan memaksimalkan suatu fungsi objektif dengan tidak melanggar batasan yang ada. Masalah penelitian yaitu Perubahan pendidikan di era digital mengharuskan guru/dosen memiliki kemampuan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam proses pembelajaran. Tantangan revolusi industri 4.0 ini juga dirasakan oleh para dosen, terutama dosen di Perguruan Tinggi Agama Islam. Tulisan ini bertujuan ntuk menganalisis bagaimana upaya optimalisasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi industri 4.0 pada lembaga bimbingan bahasa bagi penutur asing dalam rangka menunjang persiapan calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan observasi lapangan dengan wawancara langsung. Adapun temuan dan kesimpulan yang diperoleh adalah Analisis mengenai upaya optimalisasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era revolusi industri 4.0 pada lembaga bimbingan bahasa bagi penutur asing menunjukkan pentingnya persiapan calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir. Dengan mengadopsi TIK dalam pembelajaran, lembaga ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan bahasa Arab secara lebih efektif, mengikuti perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital.
Redefining Medieval Balaghah Epistemology: Theoretical Transformations In The Syarah and Hasyiyah Traditions Aang Saeful Milah; Sulistiani Sulistiani; Uum Umaroh Husaeni; Mugiroh Mugiroh; Insan Ramadhan
JURNAL IJ-ATL Vol 10, No 1 (2026): Arabic Teaching and Learning
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijatl.v10i1.13656

Abstract

This study reconstructs the epistemology of medieval Balaghah. Its aim is to deconstruct the Western-centric narrative that labels the era of commentary (commentary tradition) as a phase of intellectual decline (‘ashr al-inhithath). Specifically, this study maps the theoretical transformations in three branches of Balaghah resulting from the integration of formal logic (manthiq). The method used is qualitative with a historical-philosophical approach. The researcher applies Michel Foucault’s theory of the archaeology of knowledge to analyze the corpus of primary texts (turats), ranging from the works of Al-Sakkaki (d. 626 AH), Al-Qazwini (d. 739 AH), to the authoritative commentaries by Al-Taftazani (d. 793 AH) and Al-Jurjani al-Syarif (d. 816 AH). Analysis of six cross-cluster cases reveals a robust conceptual refinement. The Syarah and Hasyiyah traditions are shown to operate as independent internal critical ecosystems through the "wa fihi nazhar" method. The integration of syllogism successfully transformed the concept of rhetoric originally subjective and based on linguistic taste (al-dzauq) into deterministic-universal linguistic rules. This is evident in the formalization of the cognitive conditions of Kalam Insya’ and the tightening of the criteria for Qarinah at the level of rational-certain clarity (al-zhuhur al-'aqli). The theoretical implications of this research call for a historiographical repositioning to dismantle the dichotomy between the literary (adabi) and logical ('ilmi) approaches. Practically, this research recommends reforming the global Arabic rhetoric curriculum to appreciate traditional commentarial texts as the pinnacle of logical-linguistic intelligence.
Tipologi Hubungan Majaz ‘Aqli dalam Hadis Akhir Zaman: Konstruksi Linguistik dan Implikasi Teologisnya Aang Saeful Milah; Siti Ba’i Muhibah; Suciati Fatimah; Siti Padlah; Muhammad Faiq Dhiyaulhaq
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v18i1.2950

Abstract

Contemporary studies of Islamic eschatological texts are often influenced by literal interpretations that may overlook their rhetorical dimensions and lead to theological misunderstandings in the digital era. This study aims to identify, classify, and analyze the types of Majaz 'Aqli (logical metaphor) found in end-time hadiths and to examine their theological implications. The research employs a qualitative library research method using a textual-hermeneutic approach based on classical Arabic rhetoric (Balaghah). Data were purposively selected from the canonical collections of al-Kutub al-Sittah, resulting in four representative hadiths that illustrate different forms of 'alaqah (semantic relations). The findings reveal four major categories of Majaz 'Aqli: sababiyyah (causal relation) in narrations concerning Dajjal, zamaniyyah (temporal relation) in descriptions of the shortening of time, makaniyyah (spatial relation) in depictions of the earth’s destruction, and mashdariyyah (source relation) in narrations about the blowing of the trumpet. Classical commentaries confirm that these expressions are not intended literally but rhetorically. The study concludes that understanding these rhetorical devices helps prevent theological errors, such as fatalism, anthropomorphism, and excessive materialism, while promoting a more balanced and contextual interpretation of hadith
Strategi Komunikasi Resolusi Konflik Dalam Hadis Nabi: Analisis Pragmatik-Retoris Terhadap Struktur Khobar Aang Saeful Milah; Ayu Karina; Darin Rihhadatul ‘Aisy; Rizki Restu Afandi; Rio Kurniawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.841

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis komunikasi global akibat kegagalan manajemen konflik yang memerlukan pendekatan psikolinguistik taktis. Fokus penelitian ini adalah menganalisis relasi antara struktur Khobar (kalimat berita) dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan strategi de-eskalasi konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana arsitektur bahasa profetik berfungsi sebagai instrumen intervensi linguistik dalam mengubah paradigma penolakan audiens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis analisis isi (content analysis) serta pendekatan pragmatik-retoris. Hasil penelitian menunjukkan dominasi Khobar Inkari (50%) pada konflik identitas berat, serta Khobar Thalabi (25%) dan Khobar Ibtida'i (25%) pada konflik sentimental, yang polanya selaras dengan tingkat resistensi psikologis mukhatab. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya integrasi antara teks agama dan perangkat penguat (mu’akkidat) terbukti efektif dalam memfasilitasi transformasi kognitif menuju rekonsiliasi yang permanen. Secara praktis, studi ini menawarkan paradigma “Balaghah Fungsional” sebagai modul komunikasi strategis bagi mediator perdamaian kontemporer.  
Analisis Marfu'atul Asma dalam Film Pendek "Inthiq Rasmiyyatan!" Karya Santri Gontor St. Lutfiatul Adibati; Zahwa Adinda Nurul Fitri; Anggun Putri Maharani; Aang Saeful Milah
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/diwan.v16i1.1428

Abstract

This research analyzes the use of marfu'atul asthma and its i'rob signs in the short film "Inthiq Rasmiyyatan". The method used is qualitative descriptive analysis, with data collected through the listening and note-taking method. Data analysis techniques included data collection, analysis, and drawing research conclusions. The findings of this research revealed 22 instances of marfu'atul asthma in the film "Inthiq Rasmiyyatan", consisting of 1 fa'il data, 0 naibul fa'il data, 6 mubtada' khabar data, 1 kana data, 4 inna wa akhawatuha data, and 7 tawabi 'lil marfu' (consisting of 1 na'at data, 1 taukid data, and 2 athaf data).
Analisis Makna Lam dalam Surat Al-Qalam Khuzaima Mandhira Pusti; Kaila Salsabilla Renajaya; Fitria Nurrohmah; Syukronillah; Aang Saeful Milah
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/diwan.v16i1.1478

Abstract

This research aims to describe the meaning of Lam in Surah Al-Qalam. The approach in this research is descriptive qualitative. Data were collected using note-taking techniques and went through the stages of data reduction, data display, conclusions, and verification. The results of this research show that there are 18 pieces of lam, which are divided into several parts, such as lam nahyi, lam harf nafyi, and lam taukid. Additionally, there is lam ghoiru amilah, comprising of 9 lams divided into five parts: lam zaidah, lam waqiah, lam muzhalaqah, lam ibtida', and lam fariqoh. The research also indicates that the function and meaning of the letter lam form a sentence that can only emerge after being combined with another sentence.
Metonimi Retoris dalam Hadis Kepemimpinan: Analisis Struktural Majaz Mursal dan Implikasi Politiknya Aang Saeful Milah; Febri Ferdiansah; Ahmad Hizazih al-faqih; Dea Puspita; Ola Alifiyanti Zahra Purnama
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara struktural manifestasi gaya bahasa Majaz Mursal (metonimi retoris) dalam hadis-hadis kepemimpinan serta mengungkap implikasi politik substantif di balik penggunaan struktur tersebut. Melalui pendekatan kualitatif studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengintegrasikan Ilmu Balagah klasik (khususnya Ilmu Bayan) dengan Analisis Wacana Politik Profetik sebagai kerangka interdisipliner. Korpus penelitian dipilih secara purposive sampling dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, menghasilkan lima hadis otoritatif yang mewakili lima turunan hubungan logika ('alaqah): Al-Juz'iyyah, Al-Mahalliyyah, Sababiyyah, Al-Kulliyyah, dan Musabbabiyyah. Hasil dekonstruksi tekstual menunjukkan bahwa setiap hadis memiliki indikator pembatas semantik (qarinah) yang secara konsisten menolak pembacaan literal (hakiki). Analisis kritis-argumentatif membuktikan bahwa penggunaan Majaz Mursal dalam wacana politik profetik berfungsi sebagai instrumen kognitif untuk menggeser egosentrisme personal penguasa menuju supremasi sistem hukum, perlindungan hak-hak sipil, dan akuntabilitas publik. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan berupa paradigma "Metonimi Politis Profetik" yang menjembatani estetika sastra Arab dengan teori konstitusionalisme modern, sekaligus mendekonstruksi pemahaman literalis-radikal atas hadis-hadis pemerintahan.
Quasi-Sentence Constructions (Shibh al-Jumlah) in Surah al-Qadr: A Syntactic-Semantic Analysis of Transcendental Space and Time Milah, Aang Saeful; Syofi, Raihan; Mubarok, Muhamad Nizar; Agresa, Agresa; Setiawan, Rizky
FITRAH: International Islamic Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Fitrah: International Islamic Education Journal
Publisher : Published by Center for Research and Community Service (LP2M) in cooperation with the Postgraduate Program of UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fitrah.v8i1.10321

Abstract

This study examines how quasi-sentence constructions (shibh al-jumlah) contribute to temporal and spatial meaning in Surah al-Qadr. It employed a qualitative textual design combining Qur’anic stylistics, formal Arabic syntax, and contextual semantics. The corpus comprised the complete Arabic text of Q.S. al-Qadr [97]:1–5. The analysis identified each quasi-sentence, classified its structure, examined its taʿalluq (syntactic attachment), and interpreted its function within the immediate context. Six constructions were identified: fī laylati al-qadr, min alfi shahr, fīhā, bi-idhni rabbihim, min kulli amr, and ḥattā maṭlaʿi al-fajr. All six take the form of al-jār wa al-majrūr (prepositional phrases); no independent al-ẓarf (adverbial) construction was found. Their governors and functions vary, expressing temporal location, comparison, contextual reference, divine permission, source or scope, and a temporal endpoint. Temporal organization is more directly encoded than spatial location, while spatial meaning is inferred from the clause describing the angels’ descent rather than from fīhā alone. The study provides a focused syntactic-semantic account of Surah al-Qadr without extending its findings into a comprehensive theory of Qur’anic cosmology.