Aang Saeful Milah
UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Mubtada dan Khobar Pada Kitab Matan Ghayah Wa Taqrib Karya Imam Abu Syuja Juhri, Muhammad; Anam, Choirul; Puspita, Nurul Amalia; Putri, Alisyah Malikha; Milah, Aang Saeful
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.191

Abstract

Penelitian ini mendalami konsep mubtada dan khabar dalam kitab “Matan Ghoyah wa Taqrib” karya Imam Abu Syuja. Mubtada didefinisikan sebagai isim marfu yang tidak dipengaruhi oleh amil lafadz, sedangkan khabar merupakan isim marfu yang disandarkan kepada mubtada, keduanya bersama-sama membentuk jumlah ismiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan, di mana data dikumpulkan dari berbagai buku yang relevan sebagai sumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kitab “Matan Ghoyah wa Taqrib” terdapat 465 mubtada dan 465 khabar. Dari jumlah tersebut, 465 mubtada terdiri dari 392 mubtada berupa isim dhohir dan 73 mubtada berupa isim mudmar. Sementara itu, 465 khabar terdiri dari 257 khabar yang berbentuk mufrod dan 208 khabar yang berbentuk ghoiru mufrod. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan mubtada dan khabar dalam teks klasik Islam, khususnya dalam karya Imam Abu Syuja, serta menekankan pentingnya analisis struktural dalam studi bahasa Arab.
Arabic Qur’anic Near-Synonymy: A Corpus-Based Analysis of Al-Raghib Al-Aṣfahani’s Mufradat Alfaẓ Al-Qur’an Uyuni, Yuyun Rohmatul; Nuryulia, Siti; Milah, Aang Saeful; Mu'izzudin, Moch; Hawari, Agna
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (In Press)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/4h3p6t28

Abstract

This study of Qur’anic vocabulary emphasizes the importance of examining near-synonymy to uncover subtle semantic distinctions in Arabic discourse. Although classical lexicographers have addressed synonymy extensively, corpus-based analyses of Qur’anic near- synonymy remain limited. This study analyzes semantic differentiation, syntactic patterns, and lexical distribution in selected near-synonymous pairs found in Al-Raghib al- Asfahani’s Mufradat Alfaz al-Qur'an, focusing on khawf– khashyah, ghaḍab–sakhaṭ, ḥuzn–asā, qalb–fuʾād, and ʿilm–maʿrifah. The primary data source consists of a verified digital (.txt) edition of Mufradāt Alfāẓ al-Qur’ān, cross-checked against a printed critical edition to ensure textual reliability. The corpus includes all lexical entries related to the selected pairs. The dataset was processed using AntConc and Sketch Engine to extract concordance lines, collocational patterns, and frequency distributions. The results reveal consistent semantic and functional distinctions across the pairs. For instance, khawf appears in broader experiential contexts, while khashyah is associated with reverential awareness; ghaḍab denotes emotional anger, whereas sakhaṭ conveys divine disapproval. Similar differentiation is observed in the remaining pairs in terms of meaning, syntactic behavior, and thematic distribution. These findings demonstrate that integrating classical Arabic lexicography with corpus- linguistic methods provides clearer empirical insight into Qur’anic near-synonymy within Arabic linguistic studies.
Visualisasi Alam Ghaib: Mekanisme Istiarah dan Kontribusi Imajinasi Eskatologi dalam Shahih Bukhari dan Muslim Aang Saeful Milah; Muhammad Faqih Choiruddin; Clarisa Aulia Dewi; Anisa Fitriyani; Ilhamiyatul Hidayah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7164

Abstract

Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.