Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PUSKESMAS GUNUNG ALAM KECAMATAN ARGA MAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2016 ., wulandari; marlianto, nuche; diniarti, fiya
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.404 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v5i2.562

Abstract

Motivasi merupakan isu penting, karena kinerja karyawan rata-rata 60% dari tingkat efisiensi dengan motivasi yang baik, bisa naik hingga 80%. Motivasi mempertanyakan bagaimana kekuatan dan potensi mengarahkan bawahan untuk bekerja sama secara produktif, berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian dilakukan di Klinik Gunung alam dengan total sampel sebanyak 42 karyawan dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu lingkungan kerja dan partisipasi, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi kerja. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara lingkungan kerja (p value = 0,030), partisipasi (p value = 0,014) dengan motivasi kerja pada Klinik Gunung Alam 2016. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja dan motivasi karyawan dengan partisipasi di Klinik Gunung Alam di tahun 2016. Karyawan klinik diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Persepsi Ibu Terhadap Status Gizi Balita Di Kota Bengkulu Yance Hidayat; Nuche Marlianto; Mariza Arfianti
JMNS Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v3i2.72

Abstract

Lack of parental care for the nutritional status of toddlers during their growth and development period can have a negative impact in the future. This impact will affect their health and can be the initial cause of the incidence of non-communicable diseases in the future. This research is a cross-sectional study that uses simple random sampling technique in calculating the number of respondents and from the calculations obtained the number of respondents is 488 respondents. This study uses a questionnaire as a research tool in which the data tested using logistic regression as a data analysis model. From the biostatistical test, it is known that the factors associated with maternal perceptions are maternal education (AOR: 3.15; 95%CI: 2.03-4.88; p-value: <0.001), knowledge (AOR: 2.35; 95%CI: 1.38-4.01; p-value: 0.002), rate (AOR: 2.08; 95%CI: 1.32-3.26; p-value: 0.001) and income (AOR: 1.99; 95%CI: 1.29- 3.07; p-value: 0.002). From the results of the study, it can be said that the factors that influence the mother's perception of the nutritional status of children under five are mother's education, knowledge, nutritional status, ethnicity and income.
Implementasi Fungsi Organisasi Melalui Kegiatan Pemetaan Kawasan Rawan Dan Rentan Narkoba Di Kota Bengkulu Marlianto, Nuche; RS, Danur Azissah; Pebriani, Emi; Ramlis, Ravika; Hermiati, Dilfera
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v3i2.6526

Abstract

Narcotics and psychotropic substances are drugs, materials that are useful in the field of health care, but on the other hand can cause dependence which is very detrimental if used without strict supervision. Narcotic substances were originally indicated for medicinal purposes, but with the development of science and technology, types of narcotics can be misused. Drug abuse has become a serious problem in various countries, both in developed countries and in Indonesia. To deal with the problem of narcotics, the activity "Implementation of Organizational Functions Through Mapping Activities of Drug Prone and Vulnerable Areas in Urban Children and Youth in 2024 at the Kandang Village Office, Kampung Melayu District, Bengkulu City" was carried out. The purpose of this activity is to realize a clean city from drugs. In the community service activities that have been carried out, it is considered very important. The results achieved in the formation of Volunteers, Intelligence in the Working Area of Kelurahan Kandang, Kampung Melayu Subdistrict, Bengkulu City, whose members consist of local people, both youth and youth organizations as well as community leaders who are chosen and trusted by the community. They will help socialize and control community activities, including monitoring and controlling those suspected of being involved in consuming or distributing drugs. Assistance to the cadres has been provided in health services and counseling activities, not only related to drugs but also other health issues, through technical guidance from BNN Bengkulu City.
The The Relationship between Knowledge and Attitudes of Students in the Implementation of Drug Abuse Prevention in SMA Negeri 1 Bengkulu City: Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Anak Didik Dalam Implementasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di SMA Negeri 1 Kota Bengkulu Pebriani, Emi; Marlianto, Nuche; Azissah , Danur; Aprianti, Delta
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 10 No. 1 (2025): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v10i1.651

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di negara Indonesia semakin mengkhawatirkan generasi muda, dibuktikan dengan meningkatnya jumlah penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa pada tahun 2024 angka pengguna narkoba di Indonesia capai 296 juta jiwa, naik sebesar 12 juta jiwa dari tahun sebelumnya. Usia remaja fase yang rentan untuk terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang remaja anggap sesuatu yang baru dan menantang. Remaja beresiko tergoda ketika dalam keadaan frustasi atau depresi sehingga mudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Narkoba mengakibatkan gangguan mental, ketergantungan, gangguan kesehatan hingga dapat mengancam masa depan dan merusak integritas generasi penerus bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap anak didik dalam implementasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di SMAN 1 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunaka desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Bengkulu yang berjumlah 561 siswa, sampel diambel dengan menggunakan metode cluster random sampling dimana sampel berjumlah 43 siswa. Data diperoleh dengan membagikan kuesioner dan diisi langsung oleh siswa. Analisis data dilakukuan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan Pengetahuan peserta didik tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba baik (88,2%). Sikap siswa tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba positif (51,8%). Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada siswa baik (54,9%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa dengan implementasi pencegahan penyalahgunaan napza (p=0,233). Dan terdapat hubungan signifikan antara sikap siswa dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan napza (p=0,006). Sehubungan dengan penelitian tersebut, penulis mengharapkan kepada Pihak Sekolah agar memberikan edukasi terkait bahaya narkoba.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Ispa Rt 07 Desa/Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Marlianto, Nuche; Rameko, Elwindri; Anelva, Tamara; Nanda, Fitra Nuria; Yuliana, Anita; Hafiz, Ahmad; Rahmawati, Diyah Tepi; Rohani, Tuti; Azissah, Danur
Jurnal Dehasen Mengabdi Vol 4 No 1 (2025): Maret-Agustus
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdm.v4i1.8098

Abstract

ARI is still a major health problem in Indonesia. According to data from the Muara Bangkahulu Community Health Centre in 2024, ARI is the most common problem in Pematang Gubernur Village. The purpose of health counselling in RT 07 Pematang Gubernur Village, Muara Bangkahulu Sub-district is to increase public awareness about the dangers of ARI and the importance of Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS). The methods used include interactive lectures and leaflet distribution. Evaluation was conducted after the material was given to measure participants' understanding. In conclusion, this counselling was effective in increasing community knowledge about ARI and PHBS. It is hoped that this improved knowledge can encourage behavioural changes in the community.
Efektifitas Metode Story Telling Dalam Pemberian Pendidikan Kesehatan Cuci Tangan Yang Benar Terhadap Kemampuan Anak Usia Dini Pra Sekolah Diwilayah Kerja Pukesmas Jembatan Kecil Susanti, Meri Epriana; Pebriani, Emi; Marlianto, Nuche
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v3i4.8979

Abstract

Background: Children aged 4 to 6 years. Called preschool children, at this time children have a great sense of curiosity, children are unique, like to imagine, and believe that they have power. At this stage, one of the characteristics of psychosocial development at this age is the expansion of the child's social environment, children begin to feel the need to have playmates, and have regular activities outside the home environment. With activities that often play outside the home, children are usually very susceptible to disease because children are lazy to wash their hands because washing hands for children is boring. Therefore, hand washing health education is needed with the Story Telling Method which can provide an understanding that washing hands is fun. Purpose: The purpose of this study was to identify the Effectiveness of the Story Telling Method in Providing Correct Hand Washing Health Education on the Abilities of Pre-School Early Childhood in the Jembatan Kecil Health Center Work Area Method: This study uses quantitative methodology using quasi-experimental techniques. A total of 32 preschool children aged 4 to 6 years in the work area of ​​the small bridge health center using a random sampling method. We used a univariate test, namely a paired t-test to assess the effect, and an independent t-test to assess the effectiveness of the Results: This study found that handwashing health education is effective with the Story Telling method in Preschool Early Childhood. 95% confidence interval. handwashing ability before being treated was 1.00 with SD = 0.000 and handwashing ability after being treated was 2.30 with SD = 0.520. The p-value = 0.000, it can be concluded that there is a difference between handwashing ability before and after being given health education with the story telling method. Conclusion: Handwashing health education with the Story Telling method can be used to change children's perceptions, allowing knowledge to be the basis for evaluating the actions taken.
PENGARUH ROLE CONFLICT TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN TINGKAT STRES PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU RAMLIS, RAVIKA; PEBRIANI, EMI; HERMIATI, DILFERA; MARLIANTO, NUCHE
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik adalah sebuah proses interaksi yang dihasilkan karena adanya ketidakcocokan, ketidaksetujuan dan ketidaksesuaian antara dua pihak atau lebih (Fernando, 2017). Setiap individu di dalam organisasi merupakan penyebab timbulnya konflik, baik dilakukan secara sadar maupun tidak (Bassere et al, 2017). Pada perawat potensi terjadinya konflik cukup besar karena perawat merupakan SDM dengan jumlah banyak dan memberikan pelayanan selama 24 jam kepada klien. Konflik yang terjadi antar perawat Australia dilaporkan sebanyak 38%, Amerika 32% dan di Korea sebanyak 23% (Hidaya, 2017). Di Indonesia menurut Noviasari (2018), setiap rumah sakit memiliki laporan konflik yang terjadi antar perawat, rata-rata sekitar 15% perawat yang ada di rumah sakit mengalami konflik setiap tahunnya. Perawat sangat rentan terhadap stress pekerjaan, khususnya pada peran mereka. penyebab stres tersebut sering menjadi alasan mengapa perawat seringkali merasa kelebihan beban kerja, ataupun merasa kurang dihargai. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 30 orang perawat di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner stres kerja dalam bentuk google form. Analisa data menggunakan analisa chi-square untuk menguji hubungan stres kerja dan kepuasan kerja. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden terdapat 20 orang (66,6 %) yang mengalami stres kerja dalam kategori sedang dan dan kepuasan kerja perawat dalam kategori cukup sebanyak 16 orang (53,33%). Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa Nilai sig < 0.05, yaitu sebesar 0.00 yang berarti bahwa terdapat pengaruh role conflict terhadap kepuasan kerja perawat. Kesimpulan: Disarankan kepada pihak rumah sakit harus lebih memperhatikan apa penyebab stres perawat dan konflik peran.
Implementasi Manajemen Asuhan Terhadap Anak Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Emi Pebriani; Danur Azissah RS; Erlina Panca Puti; Nuche Marlianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1862

Abstract

Balita dengan gizi buruk mempunyai dampak jangka pendek dan panjang, berupa gangguan fungsi kognitif, kesakitan, risiko penyakit degenerative di kemudian hari dan berakibat kematian (Hurley, Yousafzai, and Lopez-Boo 2016). Tujuan; Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pentingnya memantau pertumbuhan pada bayi dan balita. Metode; pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi terhadap ibu dan keluarga terkait status gizi dan tumbuh kembang bayi dan balita. Hasil; menunjukkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami masalah defisit nutrisi, dan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu dan keluarga tentang pentingnya gizi seimbang pada bayi dan balita
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakpuasan Kerja Pegawai Di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Susi Bita Haryani; Dirhan; Susilo Wulan; S. Effendi; Dini Syavani; Nuche Marlianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpuasan kerja pegawai merupakan salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan oleh organisasi dikarenakan dengan mengetahui tingkat ketidakpuasan kerja pegawai, organisasi dapat meningkatkan produktivitas serta efisiensi melalui perbaikan sikap dan tingkah laku kerja pegawainya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpuasan kerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan desain Cross Sectional, dimana variabel independen dan dependen diambil secara bersamaan ketika penelitian dilaksanakan. Secara umum penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpuasan kerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur. Hasil penelitian diketahui bahwa 46 orang (57,5%) menyatakan supervisenya telah baik, 47 orang (58,8%) menyatakan gaji yang diterima sudah puas, 43 orang (53,8%) menyatakan rekan sekerjanya mendukung, 44 orang (55,0%) menyatakan puas dalam bekerja, terdapat hubungan yang signifikan antara supervisi dengan ketidakpuasan kerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur dengan kategori hubungan sedang, terdapat hubungan yang signifikan antara gaji dengan ketidakpuasan kerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur dengan kategori hubungan sedang, terdapat hubungan yang signifikan antara rekan sekerja dengan ketidakpuasan kerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur dengan kategori hubungan lemah
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Melaksanakan Prinsip Pemberian Obat Pada Perawat di Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Yetri Elpianti; Handi Rustandi; Nuche Marlianto
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.182

Abstract

Kepatuhan adalah perilaku individu (misalnya: minum  obat,  mematuhi diet, atau melakukan perubahan gaya hidup) sesuai anjuran terapi dan kesehatan. Tingkat kepatuhan dapat dimulai dari tindak mengindahkan setiap aspek anjuran hingga mematuhi rencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan melaksanakan prinsip pemberian obat pada perawat di Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Jenis penelitian analitik observasional ini menggunakan rancangan cross sectional dengan mengunakan Teknik total sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 47 orang perawat di Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Analisis data penelitian menggunakan uji chi-square.  Hasil Analisis uji univariat menunjukkan dapat diketahui bahwa dari 47 orang perawat hampir Sebagian responden 21 (44%) pengetahuan cukup, sedangkan hasil uji bivariat didapatkan sebagian besar responden patuh 27 (57%) dan hampir sebagian responden tidak patuh 20 (42.6%) didapat nilai p-value 0.000<0.05 artinya ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan melaksanakan prinsip pemberian obat. Kesimpulan penelitian bahwa kepatuhan melaksanakan prinsip pemberian obat sangat ditentukan oleh pengetahuan yang baik.