Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perencanaan dan Perancangan Pusat Agroindustri Cokelat Desa Ekasari Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana: Bahasa Indonesia Arnoldus Made Dheo Virya Fabian; Made Anggita Wahyudi Linggasani; I Wayan Parwata; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9794.74-84

Abstract

The Ekasari Village Chocolate Agro-Industry Center has a role in improving the local economy and introducing abundant chocolate cultivation through the development of the cocoa industry. This research aims to provide a place for plantation farming activities, introduce good chocolate cultivation and meet food needs from the processed products of the Agroindustry Center. The analysis phase includes a site study, analysis of functions, users, and activities, and evaluation of harmony with the environment. The design method uses synthesis and evaluation to obtain the best alternative. The appearance of the building illustrates the concept of biomimicry and ecological themes through the use of wood and steel structures. The results show the use of ironwood as a construction material that is resistant to humid climates. The implementation of the external and internal layout refers to the needs of function and comfort, with the selection of materials that are in accordance with the theme and concept. It is expected that the Agroindustry Center will become a center of attention for cocoa farmers and the general public, and encourage the development of the local cocoa industry.
Perencanaan dan Perancangan Galeri Gangsing di Kecamatan Banjar, Buleleng: Bahasa Indonesia Putu Ayu Shintya Devi; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12226.133-143

Abstract

Permainan tradisional megangsing yang berasal dari Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng merupakan warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan oleh KEMENDIKBUDRISTEK pada tahun 2021. Di tengah era digital yang semakin mendominasi, permainan tradisional yang mengutamakan interaksi langsung dan aktivitas fisik mulai tergeser. Tujuan dari perancangan fasilitas ini adalah untuk merancang Galeri Gangsing yang memfasilitasi berbagai kegiatan terkait dengan kegiatan bermain gangsing yang dapat mempromosikan budaya Megangsing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, observasi, wawancara, mix method (kualitatif & kuantitatif), dan dokumentasi. Dengan pendekatan perancangan budaya, konsep dasar Harmony With Rotation dan didukung oleh tema arsitektur Art Deco menciptakan bangunan yang tidak hanya menarik namun mampu mengakomodasi segala kegiatan terkait budaya megangsing.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Informasi Kota di Kota Denpasar: Bahasa Indonesia Anak Agung Ngurah Natha Prabawangsa; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali, memiliki peran strategis dalam sektor pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata. Namun, akses informasi bagi masyarakat dan wisatawan masih terfragmentasi dan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Pusat Informasi Kota di Kota Denpasar sebagai fasilitas yang mengintegrasikan berbagai informasi mengenai tata kota, pariwisata, budaya, serta layanan publik. Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur yang menggabungkan konsep smart city dan nilai budaya lokal Bali. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, survei lapangan, analisis kebutuhan pengguna, serta studi preseden dari berbagai pusat informasi kota di dalam dan luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi strategis, pemanfaatan teknologi informasi, dan desain arsitektur yang adaptif terhadap iklim tropis menjadi faktor utama dalam optimalisasi fungsi pusat informasi. Selain itu, perancangan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan penggunaan material lokal dan sistem pencahayaan serta penghawaan yang efisien. Pusat Informasi Kota di Denpasar diharapkan dapat menjadi ikon baru yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan informasi tetapi juga sebagai ruang publik yang interaktif dan edukatif. Dengan pendekatan yang mengutamakan aksesibilitas dan keberlanjutan, perancangan ini diharapkan dapat mendukung visi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya dan kota pintar yang terintegrasi.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI DAN PRESERVASI MANUSKRIP DI DESA KESIMAN KERTALANGU, DENPASAR: Bahasa Indonesia Kadek Agus Surya Pradipha; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12288.97-112

Abstract

Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kab. Jembrana memiliki peranan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan redesain terhadap Pelabuhan Pengambengan dengan melihat permasalahan dari fasilitas yang saat ini banyak terdapat kerusakan dan masalah baik dari infrastrktur, lingkungan hingga masalah sosial, agar mampu menciptakan suatu Pelabuhan yang sesuai dengan regulasi dan peraturan, dengan desain yang ramah lingkungan serta dapat menjadi pusat kegiatan perikanan terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa observasi, wawancara serta melalui studi literatur. Redesain Pelabuhan Perikanan pengambengan diharap mampu menjadikan solusi dari permasalahan yang dihadapi agar menjadi pusat kegiatan perikanan dengan fasilitas yang baik dan oprasional yang optimal, serta dapat menjadi objek wisata bahari di Kabupaten Jembrana. Redesain Pelabuhan ini mengusung konsep Sustainabel dengan pendekatan Tema Ekologi Arsitektur. Hasil dari perencanaan Redesain Pelabuhan ini yaitu sebuah Rancangan desain yang ramah lingkungan dan memenuhi standar Pelabuhan Perikanan.
Pengabdian Berbasis Masterplan Dalam Pengembangan Pura Bukit Amerta bagi Kelompok Umat Hindu Jawa di Kec. Karangdoro, Banyuwangi – Jawa Timur Made Suryanatha Prabawa; Gde Bagus Andhika Wicaksana; Made Anggita Wahyudi Linggasani
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Bukit Amerta merupakan salah satu Pura di Provinsi Jawa Timur, tepatnya berlokasi di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejarah Pura Bukit Amerta berawal dari punden yang berupa batu.Batu tersebut berada di Bukit Tambur yang ada di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro. Batu tersebut dapat mengeluarkan suara merdu sehingga dikeramatkan dan di sini pula umat Hindu memohon tirtha amerta yang dipimpin oleh sesepuh umat.Batu tersebut merupakan Batu Lingga Yoni yang diyakini sebagai Lingga Yoni peninggalan Maharsi Markandeya. Berdasarkan penggalan sejarah tersebut mulailah muncul sebuah Pura dengan nama “Pura Bukit Amerta”. Potensi yang terlihat adalah melalui sejarahnya dan mulai dikenalnya pura maka akan memiliki pemedek yang semakin bertambah. Bertambahnya pemedek beserta dampak lain yang mengikuti perlu diberi solusi sebagai tanggapan menjawab permasalahan yang akan datang. Permasalahan lain yang cukup signifikan diamati adalah Pura Bukit Amertha belum memperlihatkan lokalitasnya sebagai tempat ibadah berarsitektur Jawa Kuno layaknya bangunan ibadah Hindu Jawa pada masanya. Berdasarkan hal tersebut dibuatkanlah Masterplan perencanaan dimulai dengan kajian dan output berupa gambar perecanaan (2D dan 3D) dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Produk output tersebut diharapkan dapat mempermudah pengemong pura dalam pengembangan pura serta pengajuan dana untuk perbaikan maupun pembangunan massa baru