Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Perencanaan dan Perancangan Galeri Gangsing di Kecamatan Banjar, Buleleng: Bahasa Indonesia Putu Ayu Shintya Devi; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12226.133-143

Abstract

Permainan tradisional megangsing yang berasal dari Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng merupakan warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan oleh KEMENDIKBUDRISTEK pada tahun 2021. Di tengah era digital yang semakin mendominasi, permainan tradisional yang mengutamakan interaksi langsung dan aktivitas fisik mulai tergeser. Tujuan dari perancangan fasilitas ini adalah untuk merancang Galeri Gangsing yang memfasilitasi berbagai kegiatan terkait dengan kegiatan bermain gangsing yang dapat mempromosikan budaya Megangsing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, observasi, wawancara, mix method (kualitatif & kuantitatif), dan dokumentasi. Dengan pendekatan perancangan budaya, konsep dasar Harmony With Rotation dan didukung oleh tema arsitektur Art Deco menciptakan bangunan yang tidak hanya menarik namun mampu mengakomodasi segala kegiatan terkait budaya megangsing.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Informasi Kota di Kota Denpasar: Bahasa Indonesia Anak Agung Ngurah Natha Prabawangsa; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali, memiliki peran strategis dalam sektor pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata. Namun, akses informasi bagi masyarakat dan wisatawan masih terfragmentasi dan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Pusat Informasi Kota di Kota Denpasar sebagai fasilitas yang mengintegrasikan berbagai informasi mengenai tata kota, pariwisata, budaya, serta layanan publik. Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur yang menggabungkan konsep smart city dan nilai budaya lokal Bali. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, survei lapangan, analisis kebutuhan pengguna, serta studi preseden dari berbagai pusat informasi kota di dalam dan luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi strategis, pemanfaatan teknologi informasi, dan desain arsitektur yang adaptif terhadap iklim tropis menjadi faktor utama dalam optimalisasi fungsi pusat informasi. Selain itu, perancangan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan penggunaan material lokal dan sistem pencahayaan serta penghawaan yang efisien. Pusat Informasi Kota di Denpasar diharapkan dapat menjadi ikon baru yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan informasi tetapi juga sebagai ruang publik yang interaktif dan edukatif. Dengan pendekatan yang mengutamakan aksesibilitas dan keberlanjutan, perancangan ini diharapkan dapat mendukung visi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya dan kota pintar yang terintegrasi.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI DAN PRESERVASI MANUSKRIP DI DESA KESIMAN KERTALANGU, DENPASAR: Bahasa Indonesia Kadek Agus Surya Pradipha; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12288.97-112

Abstract

Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kab. Jembrana memiliki peranan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan redesain terhadap Pelabuhan Pengambengan dengan melihat permasalahan dari fasilitas yang saat ini banyak terdapat kerusakan dan masalah baik dari infrastrktur, lingkungan hingga masalah sosial, agar mampu menciptakan suatu Pelabuhan yang sesuai dengan regulasi dan peraturan, dengan desain yang ramah lingkungan serta dapat menjadi pusat kegiatan perikanan terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa observasi, wawancara serta melalui studi literatur. Redesain Pelabuhan Perikanan pengambengan diharap mampu menjadikan solusi dari permasalahan yang dihadapi agar menjadi pusat kegiatan perikanan dengan fasilitas yang baik dan oprasional yang optimal, serta dapat menjadi objek wisata bahari di Kabupaten Jembrana. Redesain Pelabuhan ini mengusung konsep Sustainabel dengan pendekatan Tema Ekologi Arsitektur. Hasil dari perencanaan Redesain Pelabuhan ini yaitu sebuah Rancangan desain yang ramah lingkungan dan memenuhi standar Pelabuhan Perikanan.
Pengabdian Berbasis Masterplan Dalam Pengembangan Pura Bukit Amerta bagi Kelompok Umat Hindu Jawa di Kec. Karangdoro, Banyuwangi – Jawa Timur Made Suryanatha Prabawa; Gde Bagus Andhika Wicaksana; Made Anggita Wahyudi Linggasani
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Bukit Amerta merupakan salah satu Pura di Provinsi Jawa Timur, tepatnya berlokasi di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejarah Pura Bukit Amerta berawal dari punden yang berupa batu.Batu tersebut berada di Bukit Tambur yang ada di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro. Batu tersebut dapat mengeluarkan suara merdu sehingga dikeramatkan dan di sini pula umat Hindu memohon tirtha amerta yang dipimpin oleh sesepuh umat.Batu tersebut merupakan Batu Lingga Yoni yang diyakini sebagai Lingga Yoni peninggalan Maharsi Markandeya. Berdasarkan penggalan sejarah tersebut mulailah muncul sebuah Pura dengan nama “Pura Bukit Amerta”. Potensi yang terlihat adalah melalui sejarahnya dan mulai dikenalnya pura maka akan memiliki pemedek yang semakin bertambah. Bertambahnya pemedek beserta dampak lain yang mengikuti perlu diberi solusi sebagai tanggapan menjawab permasalahan yang akan datang. Permasalahan lain yang cukup signifikan diamati adalah Pura Bukit Amertha belum memperlihatkan lokalitasnya sebagai tempat ibadah berarsitektur Jawa Kuno layaknya bangunan ibadah Hindu Jawa pada masanya. Berdasarkan hal tersebut dibuatkanlah Masterplan perencanaan dimulai dengan kajian dan output berupa gambar perecanaan (2D dan 3D) dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Produk output tersebut diharapkan dapat mempermudah pengemong pura dalam pengembangan pura serta pengajuan dana untuk perbaikan maupun pembangunan massa baru
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SENTRA KOPI ARABIKA DI KINTAMANI: Bahasa Indonesia Putu Julianita Dewi; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Arya Adiartha
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kintamani is a highland area in Bangli Regency, Bali, which has great potential in the production of high-quality Arabica coffee and the development of agriculture-based tourism. However, coffee production, education, and tourism activities in this area are still carried out separately so that the added value and welfare of farmers are not optimal. This study aims to design the Arabica Coffee Center in Kintamani as an integrated area that integrates the functions of production, education, training, tourism, and sustainable environmental management. The method used is a qualitative method with a descriptive-analytical approach through literature studies, field observations, interviews, and data analysis as the basis for formulating the design concept. The design approach carries the Integrated & Experiential concept with the theme of Neo-Vernacular Architecture that adapts local cultural values, natural conditions, and modern technology. The design results in a coffee center area that has integrated functions, a clear flow of activities, and educational and recreational space experiences, with an efficient structural system and contextual architectural expression. The Arabica Coffee Center in Kintamani is expected to strengthen the identity of local coffee, improve the quality of processing and education, support the community's economy, and maintain the sustainability of the area's environment.
Quantitative Spatial Analysis Of Cluster Patterns And Spatial Integration In The Celuk Creative District, Gianyar, Bali Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Gde Bagus Andhika Wicaksana
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 8 No. 2 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i2.339

Abstract

Celuk Village in Gianyar Regency, Bali, has evolved organically into a prominent silver craftsmanship corridor, forming a unique creative economy ecosystem where production workshops, commercial galleries, and tourist interaction spaces coexist within an interconnected spatial hierarchy. This study employs a spatial quantitative approach to analyse distribution patterns, spatial relationships, and functional hierarchies among 70 silver workshops and galleries across a defined 6-month research period. Spatial point data were collected through GPS-based field surveys, validated with positional accuracy tolerance ≤ 3 m, and processed using QGIS software to perform Point Pattern Analysis (PPA) and Kernel Density Estimation (KDE). The analysis identifies clustering tendencies and spatial density hierarchies, revealing a linear aggregation pattern concentrated along the primary west–east corridor connecting Gianyar and Denpasar. Statistical spatial correlation was measured using Nearest Neighbour Index (NNI = 0.69), indicating clustered distribution, supported by strong positive spatial autocorrelation (Moran’s I = +0.89, p < 0.05), confirming significant spatial dependence between neighbouring business units. To clarify the term functional mapping, field observations incorporated structured indicators of Building Function (production, exhibition, mixed use), Architectural Typology (traditional workshop, modern gallery, hybrid façade, adaptive building), and Activity Intensity Level (frequency of visible workers, visitor presence, façade permeability, sidewalk spill-out, and temporal peak markers). The findings demonstrate that spatial configuration in Celuk is shaped not only by economic efficiency and proximity, but also by symbolic cultural markers—such as temples and traditional ornaments—that reinforce spatial identity and distinguish the district from purely commercial corridors. While clustering supports collaborative resource sharing and visibility, the study also detects spatial imbalance between the main spine and peripheral lanes, signalling emerging commercial pressure and declining activity on secondary routes. For sustainable creative district growth, a scale-sensitive integrated spatial planning framework is recommended, applying thematic production–display–tourism zoning supported by community-based governance to maintain economic–cultural balance, walkability, and cultural authenticity. This research contributes empirical spatial metrics and a replicable methodological structure for developing culture-based creative districts in Bali and Indonesia.
Pengembangan konsep healing environment dalam Metaverse dengan pendekatan desain arsitektur biofilik Ida Bagus Gede Parama Putra; Gde Bagus Andhika Wicaksana; Made Suryanatha Prabawa; Made Anggita Wahyudi Linggasani; I Nyoman Darma Kotama
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i2.761

Abstract

Metaverse sebuah pengembangan teknologi berupa platform digital yang menghadirkan berbagai macam kemungkinan dalam berkreasi. Ruang Virtual dapat dirancang dengan berbagai pendekatan komunikasi visual, elemen interior maupun arsitektur digital yang tanpa batas. Potensi metaverse telah menghadirkan banyak kemungkinan yang tidak terpikirkan. Berbagai sektor seperti pendidikan, teknologi, iklan, retail, real estate dan sektor kesehatan yang menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi dalam pengembangan ruang virtual sebagai media terapi. Pengembangan healing environment pada platform virtual dalam penelitian ini berfokus pada menciptakan zona virtual yang dapat digunakan sebagai ruang penyembuhan dan ruang kontemplasi bagi pengguna dengan keterbatasannya dalam melakukan aktivitas. Fokus penelitian ini yaitu melakukan kajian desain arsitektur biofilik dalam merencanakan ruang virtual untuk ruang penyembuhan bagi seseorang yang membutuhkan kenyamanan khususnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam mengkaji sumber dalam perencanaan desain ruang virtual, teori tentang healing environment dan desain arsitektur biofilik, Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang interaktif untuk berbaur dan melakukan interaksi yang diharapkan memunculkan kepercayaan diri bagi pengguna.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KREATIVITAS PENULIS DAN PEMBACA DI KOTA DENPASAR: Bahasa Indonesia Kadek Lina Andayani; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12298.144-152

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi berkembang dengan cepat seiring dengan kemjuan zaman yang dapat dilihat dari bertambahnya berbagai cabang ilmu pengetahuan dan informasi. Tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah yaitu 0,01%. Penurunan jumlah pengunjung perpustakaan di kota Denpasar merupakan bukti bahwa minat membaca masyarakat masih kurang. Fasilitas dan sistem perpustakaan di kota Denpasar yang masih konvensional juga menjadi alasan mengapa masyarakat jarang menghabiskan waktunya di perpustakaan. Untuk meningkatkan minat literasi terutama dalam hal membaca dan menulis maka diusulkan Perencanaan dan Perancangan Pusat Kreativitas Penulis dan Pembaca di Kota Denpasar. Fasilitas ini akan berfungsi sebagai wadah untuk kegiatan membaca dan menulis yang digolongkan menjadi fungsi edukasi, eksibisi, hiburan dan rekreasi serta komersial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, observasi ke fungsi dengan kegiatan sejenis, dan wawancara dengan narasumber terkait. Perancangan mengusung konsep Rumah Literasi Masa Depan dengan pendekatan teknologi yang diwujudkan dengan tema arsitektur futuristik. Hasil dari penelitian ini yaitu sebuah rancangan pusat literasi sebagai fasilitas yang diharapkan bisa menjadi wadah untuk segala kegiatan literasi seperti membaca dan menulis yang diharapkan dapat meningkatkan minat membaca masyarakat.
Co-Authors Adiartha, Made Arya Agus Kurniawan ANAK AGUNG AYU AMITHA DEWI Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Ngurah Natha Prabawangsa Andhika Wicaksana, Gde Bagus Arnoldus Made Dheo Virya Fabian Arthana, I Nyoman Nuri Arthana, I Nyoman Nuri Daniswara , Wayan Aria Bayu Darma Kotama, I Nyoman Fabian, Arnoldus Made Dheo Virya Gde Bagus Andhika Wicaksana Gede Andika Pramana Putra Gunawarman, A.A. Gede Raka Hartabela, Dadang I Dewa Ayu Eka Pertiwi I Dewa Putu Satria Wibawa I Gede Surya Darmawan I Komang Gelda Manika Aprizio Arsitektur I Made Panji Raditya Dikarasta I Made Panji Raditya Dikarasta I Made Pasek Guna Pratama I Made Tresna Bayu Sanjaya I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Andre Yogi Prasetya I Putu Candra Suta Adnyana I Putu Yoga Ananta Nugraha I Wayan Dedek Surya Mahadipa I Wayan Dedek Surya Mahadipa I Wayan I Wayan Parwata I Wayan Rendy Saputra I Wayan Widanan I Wayan Yogik Adnyana Putra Ida Bagus Gede Parama Putra Kadek Agus Surya Pradipha Kadek Lina Andayani Ken, Kevin Kevin Ken Krisna Adi Suryantara Putra MADE DWI ARYA DAMAUTAMI Made Ganeswara Gunantara Anggriyawan Made Mas Surya Wiguna Made Suryanatha Prabawa Made Suryanatha Prabawa Mahendra, I Wayan Cipta Adi Natali, Stefani Ni Gusti Ayu Trisnawati Trisnawati Ni Komang Indra Mahayani Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Made Widya Pratiwi Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Putu Ayu Shintya Devi Putu Gede Wahyu Satya Nugraha Putu Julianita Dewi Putu Nugrahaeni Widiasavitri Vika Haristianti Wayan Aria Bayu Daniswara Wicaksana, Gde Bagus Andhika