Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Berbasis Discovery Learning Berbantu Simulasi PhET (Physics Education Technology) pada Materi Energi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Alfi Andriani
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol 3 No 3 (2023): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : LPPM IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v3i3.5137

Abstract

This study aims to produce a product in the form of discovery learning-based e-modules assisted by PhET simulation on energy material that is feasible to use, analyze the level of validity, practicality, and effectiveness to improve student learning outcomes. This research uses research and development (R&D) method with ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The samples in this study were 9 students of class VIII-2 for small scale and 27 students of class VIII-2 for large scale. The research instruments used in this study were material expert and media expert validation questionnaires, practicality questionnaires by educators and students, and to determine the effectiveness of e-modules by giving pretest and postest questions to students. At the validation stage, the results of the material expert assessment received an average percentage of 94% with a very feasible category. The results of the media expert assessment received an average percentage of 82% with a very feasible category. The results of the educator response assessment for the practicality test get an average percentage of 84% with a very practical category. The results of the practicality test by students from the questionnaire given both small-scale and large-scale tests get an average percentage of 94% and 93% with a very practical category. The results of the effectiveness test on learning outcomes obtained an n-gain of 0.58 with a fairly effective category in the experimental class and 0.46 with a less effective category in the control class. The result of the tcount value (1.98) > ttable (1.67), so H0 is rejected and Ha is accepted. This shows that the e-module developed is very feasible, practical and effective to use as teaching material in learning activities.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berdiferensiasi Berbasis Understanding by Design (UbD) Putra, Zuhadur Ra'is Ariyono; Pratama, Chandra Ekki; Pramudito, Muhammad Shandy; Fauziyah, Nur
Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/postulat.v4i1.5695

Abstract

Adanya keterbaruan bentuk rencana pembelajaran berupa modul ajar serta pengangkatan konsep pembelajaran berdiferensiasi pada penerapan kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka. Hal tersebut dilakukan dengan harapan dapat mengatasi loss learning dan masalah-masalah yang ada pada pembelajaran sebelumnya. Adanya masalah-masalah pada pembelajaran mengindikasikan kemungkinan adanya ketidakterkaitan antar komponen tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan evaluasi. Understanding by Design (UbD) diterapkan sebagai salah satu alternatif desain untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dengan mengaitkan ketiga komponen tersebut dan mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul ajar matematika berdiferensiasi berbasis UbD. Penelitian ini menggunakan model pengembangan DDDE (Decide, Design, Develop, and Evaluate). Pada tahap decide telah dilakukan analisis kebutuhan yang berhubungan dengan pembuatan modul ajar. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis kebutuhan, pada tahap design modul ajar dirancang dan dikembangkan oleh peneliti pada tahap development. Kemudian pada tahap evaluate, modul ajar dinilai aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak, sangat praktis dan sangat efektif. Selain itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Understanding by Design (UbD) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam merancang modul ajar matematika berdiferensiasi. Hasil studi ini dapat dijadikan referensi dalam mengembangkan penelitian lain di waktu mendatang khususnya untuk ditelaah pengaruhnya pada penerapan suatu pembelajaran matematika secara komprehensif.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Problem Based Learning pada Materi Pewarisan Sifat untuk Fase D SMP Khairani, Asmaul; Syamsurizal, H.; Arsih, Fitri; Rahmatika, Helsa
MASALIQ Vol 3 No 5 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v3i5.1730

Abstract

Indonesia has implemented the Independent Curriculum in the 2021/2022 school year in several schools. Based on the results of observations, the lack of socialization makes it difficult for teachers to implement the Independent Curriculum, so teachers do not yet have complete teaching modules. This study aims to produce problem-based learning teaching modules for natural sciences in phase D of junior high school that are legible. This research is a development research that uses the 4D model with four stages, namely define, design, develop and disseminate. Due to time and budget constraints, this study only used three stages, namely define, design and develop. The subjects of this study were five natural science teachers as respondents. The object of this research is the problem-based learning module of inheritance for natural science subjects in phase D of junior high school. This study uses primary data types. The data analysis technique of this research is descriptive analysis technique and Likert scale. Based on the results of teacher observations, the development of teaching modules can be used as a solution. As much as 100% of teachers agreed to choose inheritance material to be used as the development of teaching modules. Based on the research, the inheritance teaching module was obtained with a readability value of 92.43%. It can be concluded that problem-based learning has been produced with inheritance teaching modules for natural science subjects in phase D of junior high school which read very well.
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN BAHAN AJAR E-MODUL DALAM PROSES PEMBELAJARAN Yunita Lastri
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i3.1914

Abstract

guru membutuhkan bahan ajar yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan efesiensi dan efektivitas belajar siswa. Bahan ajar mempunyai peran yang signifikan bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi saat ini membuat perubahan terhadap bahan ajar salah satunya pengembangan bahan ajar digital yaitu e-modul atau modul elektronik. Artikel ini mejelaskan tentang arti dan karakteristik e-modul, manfaat e-modul, kelebihan dan kekurangan e-modul, prinsip pengembangan e-modul serta komponen e-modul. Pemanfaatan e-modul dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Bahan ajar yang berkualitas dapat membantu dan memudahkan siswa dalam memahami materi dengan baik dan tentunya akan mendapatkan hasil belajar yang baik. Kata Kunci: Bahan ajar, E-modul, Proses pembelajaran
Pengembangan E-Modul Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Materi Teks Ceramah Kelas XI IPA SMAS Al-Washliyah Pasar Senen Saputra, Eka; Ali, Ali; Rita, Rita
Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/sin.v3i2.1008

Abstract

This study aimed to develop and test the feasibility of e-modules as Indonesian language teaching materials for Class XI SMAS in Al-Washliyah Pasar Senen. The research utilized a Research and Development (R&D) approach, following the ADDIE model, encompassing Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The sample consisted of 19 students from class XI IPA out of a total population of 45 students. The results indicated that the e-module met the appropriate criteria, with material and design experts validating its content and structure. The teacher evaluation demonstrated a high feasibility level (94%), while students responded positively (92%) to the e-module. Consequently, the findings conclude that the e-module is highly suitable as a teaching material for Class XI SMAS Al-Washliyah.
Model Four-D Sebagai Implementasi Untuk Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Modul Mata Kuliah K3 Lutfia Maulida; R Eka Murtinugraha; Riyan Arthur
Jurnal Pendidikan West Science Vol 1 No 07 (2023): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v1i07.532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi model untuk pengembangan bahan ajar elektronik modul meliputi rancangan proses pengembangan bahan ajar elektronik modul pada mata kuliah K3 dengan menggunakan model Four-D (4-D). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menguraikan implementasi model 4-D. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran sebagai berikut: 1) Pendefinisian (Define) merupakan tahap untuk mengidentifikasi tujuan pengembangan, analisis kebutuhan mahasiswa dan kurikulum, perumusan konsep dan tugas, dan perumusan tujuan, 2) Perancangan (Design) sebagai tahap untuk penyusunan garis besar modul, pembuatan desain modul, pemilihan format serta penulisan naskah atau draf, 3) Pengembangan (Develop) adalah tahap pengujian elektronik modul oleh para ahli serta mahasiswa sebagai sasaran produk, dan 4) Penyebarluasan (Disseminate) merupakan tahap untuk menyebarluaskan produk elektornik modul yang telah selesai dikembangkan kepada mahasiswa pada mata kuliah K3. Hasil dari implementasi tahapan model Four-D menunjukkan bahwa model ini efektif dapat digunakan untuk mengembangkan bahan ajar elektronik modul pada matakuliah K3.
Sosialisasi Pengembangan Modul Ajar Matematika pada Materi Trigonometri di SMK Parulian 1 Medan Panjaitan, Hendrikson R; Sihaloho, Binner; Simamora, Lusiana
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v2i2.173

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) Memberikan pendidikan dan pelatihan tentang pengembangan modul ajar kepada peserta pelatihan (bapak/ibu guru), (2) Meningkatkan motivasi dan sikap mental yang baik, untuk menyusun sendiri modul ajar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMK 1 Parulian Medan Kediri, mitra pada kegiatan ini, yaitu SMK Parulian 1 Medan. Metode dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu: pertama, menganalisis situasi dan kebutuhan; kedua, setelah menganalisis siatusi dan kebutuhan maka selanjutnya adalah menetapkan tujuan PKM; ketiga, mendesain model pelatihan, pendampingan dan workshop; keempat, validasi ahli; kelima, implementasi; dan keenam evaluasi. Hasil pada kegiatan ini, meliputi: (1) para peserta memahami dan bisa membuat bahan ajar berupa modul dan lembar kerja siswa; serta (2) motivasi para peserta untuk membuat modul ajar sendiri meningkat.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS CTL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X YAYASAN NURUL ISLAM INDONESIA MATERI LUMUT Tedy Kurniawan; Nirwana Anas; Rohani
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Bionatural
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi UP2M STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis CTL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X Yayasan Nurul Islam Indonesia. Modul yang dikembangkan akan memudahkan siswa dalam memahami materi tentang Lumut (Bryophyta) Penelitian ini menggunakan Penelitian Reaserch and Development (R&D) yaitu 4D (Define, Design, Develop and Disseminate ). Produk yang dikembangkan berdasarkan penelitian awal berisi tentang pengertian lumut, struktur lumut, ciri-ciri lumut, habitat serta jenis-jenis lumut. Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini adalah subjek ahli yaitu ahli materi dan ahli media, guru mata pelajaran serta subjek siswa kelas X IPA Yayasan Nurul Islam Indonesia sebagai calon pengguna produk yang terdiri dari 7 orang siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 16 orang siswa untuk uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Angket yang digunakan untuk menilai modul yang dikembangkan dari segi kelengkapan modul, isi materi maupun tampilan fisik modul. Data analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji coba kelompok kecil modul ajar berbasis CTL bagi siswa Kelas X Yayasan Nurul Islam Indonesia termasuk dalam kategori sangat praktis dan pada uji coba kelompok besar termasuk dalam kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul ajar berbasis CTL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X Yayasan Nurul Islam Indonesia pada materi Lumut ini layak digunakan oleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran.
Pengembangan Modul Ajar Kinematika Gerak Lurus Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Belajar Madani, Nofia; Sirait, Judyanto; Oktavianty, Erwina
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) FKIP UM Metro Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v11i2.8626

Abstract

This research is based on changes in the curriculum from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum, so that there are adjustments to teaching tools in the form of teaching modules by applying the principle of differentiated learning. Therefore, this study aims to develop a linear motion kinematics teaching module based on differentiation learning for class XI in the Merdeka curriculum. The model used to develop teaching modules is ADDIE (analyze, design, develop, implement, and evaluate) which in this study was carried out only up to the develop stage. In the analyze stage, there is an analysis of the teacher's performance and an analysis of the needs of the students as well as the results of the students' initial assessment. At the design stage, it includes activities for compiling learning objectives and learning objectives flow, selecting suitable learning strategies and creating teaching module storyboards. The results of the storyboard will be executed at the develop stage so that it becomes a complete teaching module. After that, the teaching module is validated by expert validators. Based on the validation results, an average validation percentage of 87.5% was obtained with very decent criteria. Therefore, the teaching modules developed are feasible to be implemented to students
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI BAGI GURU-GURU DI SDN 1 JERINGO Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Ibrahim, Ibrahim; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Herianto, Agus; Mahsup, Mahsup; Setiawan, Irma; Khosiah, Khosiah; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17475

Abstract

ABSTRAK                                                               Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru telah mengalami perubahan, saat ini dalam kurikulum merdeka, guru harus mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul ajar yang berprisip pada diferensiasi proses pembelajaran. Salah satunya adalah dalam pengembangan modul ajar. Kemampuan guru untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan modul ajar berdiferensiasi masih kurang sehingga tujuan pengabdian ini yaitu untuk menambah wawasan guru dan keterampilan guru dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi, khususnya bagi guru yang ada di SDN 1 Jeringo kecamatan Gunungsari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan: tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan sudah berjalan dengan lancar , setiap guru berhasil mengembangkan produk berupa modul ajar berdiferensiasi sesuai dengan mata pelajaran yang di ajarkan di kelas masing-masing.ABSTRACTThe learning tools used by teachers have changed, currently in the independent curriculum, teachers must develop learning tools in the form of teaching modules that are based on the differentiation of the learning process. One of them is in the development of teaching modules. The teacher's ability to adapt and develop differentiated teaching modules is still lacking, so the purpose of this service is to add to the teacher's insight and teacher skills in developing differentiated teaching modules, especially for teachers at SDN 1 Jeringo, Gunungsari sub-district. The method used in this service is descriptive qualitative. The implementation of this service activity includes three stages: the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage of the service activity. The results of this dedication show that the activity has been running smoothly, each teacher has succeeded in developing a product in the form of differentiated teaching modules according to the subjects taught in their respective classes.

Page 27 of 90 | Total Record : 896