cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PEMBUATAN MUSEUM VIRTUAL SEJARAH PEMBUNUHAN WARTAWAN FUAD MUHAMMAD SYAFRUDIN DI YOGYAKARTA Masduki
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18373

Abstract

This paper reports on the community service program of the invention of a virtual museum with a strong emphasis on Fuad Muhammad Syafruddin's murder case. The author organizes this program using the concept of digital humanities by making a virtual museum and digital map of the case, the iconic violence against Indonesian journalists. It needs to manage a collective memory of violence against journalists in Indonesia, including the murder of Yogyakarta BERNAS journalist Fuad Muhammad Syafrudin (Udin), which has entered its 24th year. The public documents related to the case are rich, among other ten books written by journalists and academics and reports from civil society organizations such as those from LBH Indonesia and Kontras. Problems arise when these books and information are located separately in the archives of many institutions, not stored in a single and integrated data channel. Most publications related to Udin are in printed format, such as books and statement sheets, which are prone to lose. The program partnered with the Alliance of Independent Journalists (AJI) Yogyakarta. It was held in October-December 2020 and resulted in a digital museum and interactive map: http://www.indonesiapena.info/. This virtual museum, as well as the virtual map of the historic location of the Udin's case in Yogyakarta, helps AJI Yogyakarta and the journalist community in Indonesia to maintain their memory of the case and, more importantly, it also allows the general public to trace the histories of Indonesian journalists easily.  ---  Paper ini menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat pembuatan museum virtual tentang kasus kekerasan terhadap jurnalis, khususnya pembunuhan Fuad Muhammad Syafrudin. Program ini dilaksanakan memakai konsep digital humanities, berupa pembuatan museum virtual dan peta digital kasus Udin sebagai salah satu ikon kekerasan terhadap wartawan. Tujuan pengabdian adalah untuk merawat memori kolektif publik atas kasus pembunuhan jurnalis harian BERNAS Yogyakarta Fuad Muhammad Syafrudin (Udin) yang sudah memasuki tahun ke-24. Dokumen publik terkait kasus Udin paling banyak dibanding kasus kekerasan wartawan lain di Indonesia. Tercatat ada 10 buku tulisan jurnalis dan akademisi dalam dan luar negeri, dan berbagai laporan masyarakat sipil seperti dari LBH Indonesia dan Kontras Jakarta. Problemnya, buku dan laporan ini berada terpisah dalam arsip di berbagai lembaga terkait, tidak terkonsolidasi pada satu kanal data. Mayoritas produk publikasi yang terkait kasus Udin berformat cetak seperti buku dan lembaran pernyataan sikap yang rawan hilang. Pengabdian ini berpola partisipatif, karena mitra pogram Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta terlibat dalam kegiatan dari awal hingga akhir, bulan Oktober-Desember 2020. Dari program ini, lahir museum dan peta virtual interaktif pada link: http://www.indonesiapena.info/. Museum dan peta lokasi kasus Udin di Yogyakarta berbasis digital ini membantu AJI Yogyakarta dan komunitas jurnalis di Indonesia untuk merawat memori atas kasus kekerasan terhadap mereka dan juga membantu publik untuk menelusuri data sejarah jurnalisme. 
SISTEM AKUAPONIK IKAN LELE DAN KANGKUNG DALAM EMBER SEBAGAI SOLUSI KEMANDIRIAN PANGAN DI MASA PANDEMI Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd Kadir
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18381

Abstract

In 2020, the Coronavirus or Covid-19 outbreak in Indonesia was no exception in Sorong City, West Papua. As a result, the implementation of restricted outdoor activities (lockdown) caused a decline in the economic sector. To anticipate this, it is necessary to make efforts to maximize community activities at home every day so that they remain productive in terms of providing food supplies, where people can grow crops using the Aquaponics system, namely cultivation with a combination of aquatic animals (fish) and plants in one container. The method of implementing this service is by explaining the innovation of aquaculture by cultivating agricultural and fishery plants in one container, then conducting demonstrations on the assembly of Aquaponics in buckets, the correct method of seeding, transferring plant seeds in containers, maintaining fish and water. During the training in Klabulu Village, Malaimsimsa District, the residents who attended were enthusiastic because the costs were similar to using used goods. In addition, two commodities can be cultivated, namely plants and animals, in one container, which significantly supports food independence and nutrition fulfillment even with simple cultivation and without extra care. From the results of this activity, there was an increase in the knowledge, understanding, and skills of participants in aquaponic cultivation and participants who were able to carry out aquaponic cultivation independently and skillfully in their yards as a form of actualization of food independence during a pandemic.  ---  Tahun 2020 menjadi tahun dimana mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Sorong Papua Barat. Akibat dari penerapan kegiatan luar rumah yang dibatasi (lockdown) menyebabkan penurunan dalam sektor ekonomi. Untuk mengantisipasi hal ini, perlu dilakukan upaya untuk memaksimalkan aktivitas masyarakat di rumah setiap harinya agar tetap produktif dalam hal penyediaan pasokan makanan, dimana masyarakat bisa bercocok tanam dengan sistem Akuaponik yakni budidaya dengan perpaduan antara hewan air (ikan) dan juga tanaman dalam satu wadah. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini yakni dengan pemaparan mengenai inovasi budidaya air dengan pembudidayaan tanaman pertanian dan perikanan dalam satu wadah, selanjutnya dilakukan demonstrasi tentang perakitan Akuaponik dalam ember, cara penyemaian benih yang benar, pemindahan bibit tanaman dalam wadah, pemeliharaan ikan dan air. Pada saat pelaksanaan pelatihan di Kelurahan Klabulu Kecamatan Malaimsimsa, warga yang hadir sangat antusias sekali karena selain menggunakan barang bekas juga biaya yang dikeluarkan tidaklah banyak. selain itu ada 2 komoditi yang bisa dibudidayakan yakni tanaman dan hewan dalam satu wadah, dimana sangat menunjang kemandirian pangan dan pemenuhan nutrisi walau dengan budidaya yang sederhana dan tanpa perawatan yang ekstra. Dari hasil kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta dalam budidaya akuaponik serta peserta/ yang ikut mampu melakukan budidaya akuaponik secara mandiri dan terampil di pekarangan rumah sebagai bentuk aktualisasi kemandirian pangan di saat pandemi.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DESA Annisya'; Lustina Fajar Prastiwi; Inayati Nuraini Dwiputri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18413

Abstract

The tourism village development strategy is essential for villages that still need natural tourism. This is intended so that the developed tourism villages can survive and continue to increase over time. If the Tourism Village is adequately managed, it is hoped that it will help increase the income of the Village and especially the managing community members and the community around the Tourism Village. The objectives of the Community Partnership Program activities in the Desa Wisata Tani’s Community are 1) Increasing community participation in the Farmer Tourism Village area and 2) Increasing the effectiveness of tourism village activities through community participation. The method of this service activity is 1) program planning activities, 2) implementation or implementation activities, 3) and supervision. This activity succeeded in bringing together the community around the tourist village and the tourism awareness group (Pokdarwis) Regul, which manages Wisata Tani Betet (WTB). The results of this activity are the formation of management and organizational structure, the implementation of farmer festival activities, and the availability of tourist village facilities and infrastructure to a good monitoring system.  ---   Strategi pengembangan Desa Wisata sangat penting bagi desa yang tidak mempunyai wisata alami. Hal ini ditujukan agar Desa Wisata yang dikembangkan dapat bertahan dan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Jika Desa Wisata dikelola dengan baik, maka diharapkan akan membantu meningkatkkan pendapatan Desa dan terutama warga masyarakat pengelola serta masyarakat sekitar Desa Wisata. Tujuan diadakaanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat pada Masyarakat Desa Wisata Tani adalah : 1) Meningkatkan partisipasi masyarakat kawasan Desa Wisata Tani, 2) Meningkatkan efektifitas kegiatan desa wisata melalui partipasi masyarakat. Metode kegiatan pengabdian ini adalah 1) kegiatan perencanaan program, 2) kegiatan pelaksanaan atau implementasi, 3) pengawasan. Kegiatan ini berhasil menghimpun masyarakat sekitar desa wisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Regul, yang mengelola Wisata Tani Betet (WTB). Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya pengurus dan struktur organisasi, terselenggaranya kegiatan festival tani, tersedianya sarana dan prasarana desa wisata hingga sistem pengawasan yang baik.
PEMANFAATAN SALURAN IRIGASI SAWAH DESA RINDU HATI BENGKULU TENGAH MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA MIKROHIDRO Riska ekawita; Elfi Yuliza; Yazid Ismi Intara
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18454

Abstract

The need for electrical energy is increasing in every area and year. However, not all sites can be fulfilled - incredibly outlandish locations. At the same time, the natural potential in there, such as river irrigation flows, can be used as an additional source of electricity for the area. This paper describes the science and technology-based community service activities by applying appropriate micro-hydro technology to produce electrical energy. This service aims to optimize natural potential in the form of rice field irrigation channels as street lighting in Rindu Hati Village, Central Bengkulu Regency. The methods are socialization and design of micro hydro systems with service participants. The service implementation consists of equipment preparation, socialization, and installation of a micro-hydro system with service participants from members of a group ‘Pokdarwis’ of the Rindu Hati Village. The involvement of participants with the service team made this activity possible to carry out properly so that street lighting with energy sources from irrigation channels could be realized. Monitoring the condition of the sustainability of the micro-hydro system was still carried out by appointing one of the service participants as the person in charge of the micro-hydro system.  ---  Kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik setiap tahun terus meningkat. Namun tidak semua daerah dapat tercukupi kebutuhan listriknya, terutama untuk daerah yang terpencil, sedangkan potensi alam di daerah terpencil seperti aliran irigasi sungai dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik tambahan bagi daerah tersebut . Tulisan ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis iptek melalui penerapan teknologi tepat guna mikrohidro dalam upaya menghasilkan energi listrik. Tujuan pengabdian ini  untuk mengoptimalkan potensi alam berupa saluran irigasi sawah sebagai penerangan jalan Desa Rindu Hati, Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan rancang bangun sistem mikrohidro dengan peserta pengabdian. Pelaksanaan pengabdian terdiri dari tahapan persiapan perangkat, sosialisasi dan instalasi skistem mikrohidro dengan peserta pengabdian yang berasal dari anggota Pokdarwis Desa Rindu Hati. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya sistem mikrohidro yang memanfaatkan aliran irigasi sungai sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penerangan lampu jalan di lokasi tersebut.Pemantauan kondisi keberlangsungan sistem mikrohidro tetap dilakukan dengan penunjukkan salah seorang peserta pengabdian sebagai penanggung jawab sistem mikrohidro.
PEMBANGUNAN INTEGRAL OPRIT JEMBATAN PENGHUBUNG KAMPUNG NANGGELA DAN NANGGERANG, KABUPATEN BOGOR Denny Yatmadi; Yanuar Setiawan; Kartika Hapsari Sutantiningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18507

Abstract

The access road connecting the road in the village of Kampung Nanggela and the village road of Kampung Naggerang is still a bamboo bridge whose condition is dangerous to be used as the accessibility of public transportation and the mobility of goods and services between the two villages. Therefore a new bridge is needed that is appropriate for it. To build a proper and strong bridge, it is necessary to support the construction of a bridge oprit/approach road as a road tread plate to the bridge, and the bridge oprit is often damaged, namely a decrease in elevation to cracks which can endanger the bridge structure. To overcome this problem, this Community Service Activity aims to build an integral oprit bridge that connects Naggela and Nanggerang villages with innovative use of wire mesh on the oprit plate to prevent soil subsidence and cracks in the oprit integral bridge and integrate the oprit plate and head structure. Bridge. Community Service Activities are carried out using discussion and lecture methods to produce designs, budget plans, and the sequence of stages of development implementation, then use practical methods during the development process with technical assistance from the Community Service Activity team. The result of this activity is the construction of an integral bridge oprit connecting the village of Kampung Nanggela and the village road of Kampung Nanggerang and partners having skills and additional knowledge in building integral bridge operations. ---  Akses jalan penghubung antara jalan di desa Kampung Nanggela dan jalan desa Kampung Nanggerang masih berupa jembatan bambu yang kondisinya membahayakan untuk digunakan sebagai aksesibilitas transportasi warga dan mobilitas barang dan jasa antara kedua kampung tersebut, oleh karena itu diperlukan jembatan baru yang layak bagi warga. Untuk membangun jembatan yang layak dan kuat perlu didukung pembangunan oprit jembatan/ jalan pendekat sebagai pelat injak jalan menuju jembatan, oprit jembatan sering mengalami kerusakan yaitu terjadi penurunan elevasi hingga keretakan yang dapat membahayakan struktur jembatan. Untuk mengatasi persoalan tersebut Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan melakukan pembangunan integral oprit jembatan yang menghubungkan Kampung Nanggela dan Nanggerang dengan inovasi penggunaan wiremesh pada pelat oprit sehingga mencegah terjadinya penurunan tanah dan keretakan pada integral oprit jembatan serta mengintegrasikan antara pelat oprit dan struktur kepala jembatan. Kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan metode diskusi dan ceramah untuk menghasilkan desain, rencana anggaran biaya (RAB) serta urutan tahapan pelaksanaan pembangunan, selanjutnya menggunakan metode praktek saat proses pembangunan dengan pendampingan teknis oleh tim PKM. Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya integral oprit jembatan penghubung desa Kampung Nanggela dan jalan desa Kampung Nanggerang serta mitra memiliki keterampilan dan tambahan pengetahuan dalam membangun integral oprit jembatan
SEKOLAH SIAGA BENCANA: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SDN 1 PANJI LOR SITUBONDO Ana Islamiyah Syamila; Globila Nurika; Ricko Pratama Ridzkyanto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18610

Abstract

Earthquakes are still one of the disasters in Indonesia, especially in Situbondo. Data from the Ministry of Education and Culture states that 75% of Indonesia's total 355,270 school buildings are in moderate to high-risk areas. This community service activity aims to improve students' knowledge and skills in mitigating earthquakes that occur in schools. The methods used in this intervention are education and counseling, selection of disaster mitigation ambassadors, and simulation exercises by playing a role when an earthquake occurs in schools. The targets in this intervention were students at SDN Panji Lor 1. The statistical analysis results conducted using the Paired Samples Test showed a difference in the level of student knowledge before and after providing education and counseling on preparedness with p-value = 0.000 (p<0, 05). The increase in students' learning is known to be 12,368. In addition, disaster mitigation ambassadors from grade 5 have been selected, and the students were enthusiastic and actively participated during the simulation exercise activities. Educational activities, counseling, and disaster simulation exercises are routinely needed to improve the ability of the school community to carry out disaster evacuations, especially earthquakes. These efforts need support from all parties within the school so that routine training can be carried out according to a predetermined schedule.  ---  Gempa bumi masih menjadi salah satu bencana di Indonesia terlebih di Situbondo. Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan bahwa 75% dari total 355.270 bangunan sekolah di Indonesia berada pada wilayah yang berisiko sedang hingga tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan upaya mitigasi gempa bumi yang terjadi di sekolah. Metode yang digunakan dalam intervensi ini adalah edukasi dan penyuluhan, pemilihan duta mitigasi bencana, dan latihan simulasi dengan bermain peran saat terjadi bencana gempa bumi di sekolah. Sasaran dalam intervensi ini adalah siswa di SDN Panji Lor 1. Hasil analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji Paired Samples Test menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi dan penyuluhan tentang kesiapsiagaan dengan p-value=0,000 (p<0,05). Peningkatan pengetahuan siswa diketahui sebesar 12.368. Selain itu, telah terpilih duta mitigasi bencana yang berasal dari kelas 5 dan para siswa sangat antusias dan berpartisipasi aktif selama kegiatan latihan simulasi. Kegiatan edukasi, penyuluhan dan latihan simulasi bencana secara rutin diperlukan untuk meningkatkan kemampuan komunitas sekolah dalam melakukan evakuasi bencana terutama gempa bumi. Upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari semua pihak di dalam sekolah agar latihan rutin dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
SOSIALISASI REGULASI SISTEM NAVIGASI DAN MONITORING PERMESINAN KAPAL PENGRAJIN KAPAL KAYU PINISI DI TANABERU KABUPATEN BULUKUMBA Rahimuddin; Lukmanul Hakim Arma; Erwin Eka Putra; Awalia Sulastri; Malika Amil Madani; Muhammad Assiddiq; Wulan Purnamasari; Masyhuri Damis
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.18716

Abstract

Pinisi wooden ships were originally used to transport goods between islands. With the development of sea tourism, the design of the Pinisi has gradually changed into a modern tourist ship. The ships are built at the shipyard in Bulukumba. Some shipowners have upgraded the navigational equipment and installed the digitally controlled machinery at shipyards in Java. The use of these devices is regulated by the Ministry of Transport, which the owners and the craftsmen have to understand. Efforts to increase the knowledge of craftsmen and ship owners about digital-based navigation and monitoring equipment are being carried out through outreach activities with materials, including government regulations and electronic digital devices. Props were made to help explain the material. At the end of the activity, evaluation was carried out by comparing the answers to the questions asked at the beginning and the end of the training. The evaluation results showed that most of the participants understood the applicable regulations and the digital technology taught. Achievement of the activity: 68% of participants understood the material presented.  --- Kapal kayu Pinisi pada awalnya digunakan untuk mengangkut barang antar pulau. Dengan berkembangnya wisata laut, desain Pinisi berangsur-angsur berubah menjadi kapal wisata modern. Kapal-kapal ini dibangun di Bulukumba. Beberapa pemilik kapal telah meng-upgrade peralatan navigasi dan memasang mesin yang dikontrol secara digital di galangan kapal di Jawa. Penggunaan perangkat ini diatur oleh kementerian Perhubungan yang harus dipahami oleh pemilik dan nahkoda kapal. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan para perajin dan pemilik kapal tentang peralatan navigasi dan pemantauan berbasis digital dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dengan materi yang mencakup peraturan pemerintah dan perangkat digital elektronik. Alat peraga dibuat untuk membantu menjelaskan materi tersebut. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi dengan membandingkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan di awal dan di akhir kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memahami peraturan yang berlaku dan teknologi digital.
PROMOSI KESEHATAN KEJANG DEMAM PADA KELOMPOK IBU BALITA DI DESA ROWOCACING KEDUNGWUNI PEKALONGAN Windha Widyastuti; Siti Rofiqoh; Herni Rejeki; Isyti’aroh
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18801

Abstract

Febrile convulsions often occur in children under five, which can lead to various complications and even death of children, so the first proper treatment by parents will determine success in handling it. Anxiety, a common problem experienced among those parents, can lead to negative behavior in providing first aid to children with febrile convulsion. Parental anxiety can be reduced by increasing knowledge. This activity aims to increase parents' knowledge about febrile convulsions. It was conducted on two groups of mothers with children under five in the village of Rowocacing Kedungwuni Pekalongan, totaling 29 mothers. Health counseling activities were carried out using lecture, discussion, demonstration, and re-demonstration methods and started with a pretest and ended with a posttest. The results showed that the average knowledge score about febrile convulsion before health education was 6.7, then increased to 8.8. The conclusion showed that providing health education could increase mothers' knowledge about febrile convulsions. The health workers should counsel mothers about febrile convulsion during posyandu and other services, which make them able to carry out initial treatment for children with fever.  ---  Kejang demam sering terjadi pada anak balita yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi bahkan kematian anak, sehingga penanganan pertama yang tepat oleh orang tua sangat menentukan keberhasilan penanganannya. Kecemasan yang merupakan masalah umum yang dialami oleh para orang tua dapat menimbulkan perilaku negatif dalam memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Kecemasan orang tua dapat dikurangi dengan meningkatkan pengetahuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kejang demam. Dilakukan pada dua kelompok ibu-ibu dengan balita di Desa Rowocacing Kedungwuni Pekalongan yang berjumlah 29 orang ibu. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, re-demonstrasi dan diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan tentang kejang demam sebelum penyuluhan kesehatan adalah 6,7 kemudian meningkat menjadi 8,8 setelahnya. Kesimpulan menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang kejang demam. Sebaiknya petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang kejang demam kepada ibu baik pada saat posyandu maupun pelayanan lainnya, sehingga dapat melakukan pengobatan awal pada anak yang mengalami demam.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA TENTANG PENDAFTARAN TANAH SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM DALAM PEMILIKAN TANAH DAN MENINGKATKAN PEREKONOMIAN RAKYAT Hayatul Ismi; Rahmad Hendra; Ulfia Hasanah; Tengku Arief; Sabrena Sukma
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.18841

Abstract

Several factors cause it, one of which is that there are residents whose land does not want to be certified. Bandar Laksmana Subdistrict is a targeted area in this land registration activity. The Head of Sepahat Village hopes to give an understanding to the residents of his community related to this Land Registration. This activity aims to provide an understanding to the community about the urgency of land registration and land registration procedures. This activity is carried out by counseling the community then assisting community groups who will register land. Counseling is carried out by the Lecture and Question and Answer Method. Assistance is carried out by creating small groups of communities that will register land. The results of the Service Activity in Sepahat Village are successful; this can be seen from the results of the question and answer at the end of the activity. The community is also very enthusiastic about conducting discussions.  From the questionnaire given, as many as 80% of the community understands the urgency of land registration, as many as 85% of the community already understands the land registration procedure, and 88% of the community is motivated to register land. The people of Sepahat Village hope the next activity will be further socialization with practitioners related to the technicality of land registration. For the follow-up of this activity, a WA Group of village officials and communities who have participated in the Socialization program was created as a forum for communication between the Service Team and the local community. ---   Menurut data dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bengkalis dari total 16.500 bidang tanah  hanya 15.100 bidang tanah saja yang dapat dilakukan proses sertifikasi. Ada beberapa faktor penyebabnya salah satunya adalah disebabkan adanya warga yang memang tidak mau untuk sertifikasi tanah. Kecamatan Bandar Laksmana merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran dalam kegiatan pendaftaran tanah ini. Kepala Desa Sepahat  berharap dapat diberikan pemahaman kepada warga masyarakatnya terkait dengan Pendaftaran Tanah ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang urgensi pendaftaran tanah serta tata cara pendaftaran tanah. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, selanjutnya dilakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang akan melakukan pendaftaran tanah. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Pendampingan dilakukan dengan pembuatan kelompok kecil masyarakat yang akan melakukan pendaftaran tanah. Hasil dari kegiatan pengabdian di Desa Sepahat ini dapat dikatakan berhasil, hal ini terlihat dari hasil tanya jawab pada akhir kegiatan. Masyarakat juga sangat antusias dalam melakukan diskusi.  Dari kuisioner yang telah diberikan sebanyak 80 % masyarakat memahami urgensi pendaftaran tanah sebanyak 85% masyarakat sudah memahami prosedur pendaftaran tanah dan 88% masyarakat termotivasi untuk melakukan pendaftaran tanah. Masyarakat Desa Sepahat berharap untuk kegiatan selanjutnya diberikan sosialisasi lanjutan bersama dengan pihak praktisi terkait teknis pendaftaran tanah. Untuk tindaklanjut kegiatan ini dibuat WA Grup para perangkat desa serta masyarakat yang telah mengikuti program sosialisasi, sebagai wadah komunikasi antara tim pengabdian dengan masyarakat setempat.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT SEREH WANGI SEBAGAI BAHAN BAKU BIOARANG UNTUK PERBAIKAN TANAH Syamsul Bahri; Khairul Anshar; Adi Setiawan; Zainuddin Ginting
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18864

Abstract

The waste from the distillation of citronella oil in KM 6 Village, Simpang Keuramat District, has yet to be appropriately utilized. The distillation business can process 1.6-2 tons of fragrant lemongrass leaves in a day. If the oil content of fragrant lemongrass leaves is 0.5%-1.5%, then the waste produced can reach 1.5-2 tons in a day. Debris that has accumulated is usually burned openly. The smoke from this combustion process has an impact on air pollution. In addition, ash from burning also pollutes river water. This service aims to reduce air and river water pollution from the wrong waste treatment process by utilizing the waste as biochar. This biochar will then be used to increase soil nutrients. To ensure biochar quality, combustion is carried out through a pyrolysis process so that the charcoal produced is more significant and produces liquid smoke as a by-product. This service activity is implemented by providing counseling and demonstrations demonstrating the process of processing citronella waste into biochar so that the resulting biochar product can benefit the surrounding community and be safe for the environment. The community understood the importance of good waste management from discussions and demonstrations at this service activity. All participants understood the procedures for managing biomass waste, especially citronella waste, into biochar with 80% understanding.  ---  Limbah hasil penyulingan minyak sereh wangi di Desa KM 6 Kecamatan Simpang Keuramat sampai saat ini masih belum mampu diberdayakan dengan baik. Dalam sehari usaha penyulingan tersebut mampu mengolah daun sereh wangi sebanyak 1,6-2 ton, jika kadungan minyak pada daun sereh wangi adalah 0,5%-1,5% maka dalam sehari limbah yang dihasilkan mampu mecapai 1,5-2 ton. Limbah yang telah menumpuk biasanya dibakar secara terbuka. Asap dari proses pembakaran ini berdampak pada pencemaran udara.  Selain itu abu dari hasil pembakaran juga mencemari air sungai. Pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran udara dan pencemaran air sungai dari proses pengolahan limbah yang salah dengan memanfaatkan limbah tersebut sebagai bioarang. Bioarang ini selajutnya akan digunakan untuk meningkatkan unsur hara tanah. Untuk menjamin kualitas bioarang pembakaran dilakukan melalui proses pirolisis sehingga jumlah bioarang yang dihasilkan lebih banyak dan juga menghasilkan asap cair sebagai produk sampingan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi proses pengolahan limbah sereh wangi menjadi bioarang, sehingga produk bioarang yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan aman bagi lingkungan. Dari penyuluhan dan demontrasi pada kegiatan pengabdian ini masyarakat memahami pentingnya pengelolaan limbah dengan baik dan semua peserta telah mengerti tatacara mengelola limbah biomassa khususnya sereh wangi menjadi biorang dengan penguasaan ≥80%.

Filter by Year

2017 2025