cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PENGENALAN PEMASARAN DIGITAL KHUSUSNYA MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI DI ERA PANDEMI I Made Bagus Lawa Pradnyanthya Wartika; Anak Agung Putu Putra Mahendra; I Putu Andi Wirawan; Luh Putu Mahyuni; I Nengah Wirsa
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.20019

Abstract

Panjer Village has many culinary MSMEs. Most of these MSMEs have not become familiar with digital marketing and have only relied on conventional methods to attract consumers. This is why during the Covid-19 pandemic, these MSMEs have experienced a significant decline in sales. The purpose of this community outreach program is to provide an understanding of the importance of using digital marketing as a promotional medium and the skill to implement digital marketing. The methods of implementing this program are observation, interviews, training, and assistance. The program successfully introduces the importance of digital marketing and assists MSMEs in implementing digital marketing through social media platforms, thus improving MSMEs' skills in implementing digital marketing.  ---  Desa Panjer merupakan desa yang memiliki banyak UMKM kuliner. Hingga saat ini UMKM ini belum mengenal digital marketing, dan hanya mengandalkan cara konvensional untuk menarik konsumen, sehingga di masa pandemi Covid – 19 UMKM tersebut mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan pemasaran digital sebagai media promosi dan memberikan pelatihan pemanfaatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan ini telah mampu memperkenalkan pentingnya pemasaran digital dan melatih UMKM memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial, sehingga terjadi peningkatan keterampilan UMKM menggunakan pemasaran digital.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL KERAJINAN TANGAN CEREK DAN CANGKIR DARI TEMPURUNG KELAPA DI DESA GELITING Charles Triyono Mula; Luh Putu Mahyuni; A.A.A. Ngr. Sri Rahayu Gorda; Ketut Elly Sutrisni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.20024

Abstract

Marketing unique and artistic cups and kettles made of coconut shells has not been effective. The problem is that marketing activities still need to be more conventional and have limited marketing reach. One alternative marketing method for promotional media, information dissemination, and communication of handicraft products is digital marketing through online media such as Instagram, Facebook, and YouTube. This community outreach program aims to assist partners in developing digital marketing strategies using online media for the handicraft products they produce. The implementation of this community outreach program uses four methods, namely, observation, interviews, documentation studies, and assistance in making branding videos and online posts. The program is successful in introducing the use of online media to develop partners’ marketing strategies.  ---  Pemasaran produk kerajinan tangan berupa cangkir dan cerek dari tempurung kelapa dengan tampilan yang unik dan bentuk yang artistik belum berjalan secara efektif. Permasalahannya adalah kegiatan pemasaran masih bersifat konvensional sehingga memiliki keterbatasan jangkauan pemasaran. Salah satu alternatif metode pemasaran sebagai media promosi, penyebaran informasi serta komunikasi produk kerajinan tangan adalah berupa pemasaran digital melalui pemanfaatan media daring seperti, Instagram, Facebook, dan YouTube. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mitra mengembangkan metode pemasaran digital menggunakan media daring atas produk kerajinan tangan yang dihasilkannya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan empat metode yaitu, observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan pendam-pingan pembuatan video branding dan postingan daring. Capaian dari kegiatan ini adalah mitra mampu memanfaatkan media daring untuk mengembangkan strategi pemasarannya.
PELATIHAN PEMBUATAN TEH KOMBUCHA SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK DI DESA MARGAASIH Dwi Davidson Rihibiha; Lilis Puspa Friliansari; Gina Khairinisa; Eki Herawati; Ellsie Viendra Permana; Erick Khristian; Diki Hilmi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.20361

Abstract

Probiotic drinks have been widely popular during the COVID-19 pandemic. Kombucha is a probiotic drink that has caught attention lately. Kombucha has been reported to have various medicinal properties, including antioxidant activity and digestive support. However, many people must be aware of its existence and benefits. Thus, the Department of Medical Laboratory Technology (D-3), Jenderal Achmad Yani University, conducted training to educate people regarding kombucha tea fermentation as an alternative source of probiotics. The training was held on December 21 in RW 06 RT 01 Margaasih village. Women from PKK from Margaasih village took part; there were 25 participants. The event consisted of two sessions: 1) a presentation of the basics of kombucha fermentation and 2) a demonstration of the making of kombucha. At the end of the session, participants were allowed to test the commercial kombucha provided by the host. Participants were also given a kombucha starter (SCOBY) to be used at home. Evaluation results showed the material and demonstration were very well received by most participants (88%).  ---  Minuman probiotik menjadi salah satu minuman kesehatan yang banyak dikonsumsi selama pandemi COVID-19. Salah satu minuman probiotik yang terkenal saat ini adalah kombucha. Kombucha diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain sebagai antioksidan dan juga melancarkan pencernaan. Walaupun kombucha sudah dikonsumsi sejak lama, sebagian masyarakat Indonesia masih belum mengenal produk kombucha dan khasiatnya. Oleh karena itu, Prodi Teknologi Laboratorium Medis (D-3), Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi mengadakan pelatihan pembuatan teh kombucha sebagai minuman probiotik di Desa Margaasih. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2021 di RW 06 RT 01 Desa Margaasih. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu PKK di Desa Margaasih sebanyak 25 orang. Acara terdiri dari dua sesi yaitu penyuluhan mengenai materi fermentasi kombucha, dan dilanjutkan demonstrasi pembuatan kombucha. Pada akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk mencicipi produk kombucha komersial yang disediakan panitia. Peserta juga  diberikan starter kombucha (SCOBY) untuk nantinya dapat dipraktekkan sendiri oleh masing-masing peserta. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta (88%) memahami materi pelatihan yang diberikan dengan sangat baik.
EDUKASI PENGENDALIAN NYAMUK SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT KEPADA SISWA SMAN 2 PALANGKA RAYA Arif Rahman Jabal; Hairil Akbar; Galih Indra Permana; Hanasia; Fidela Amadea Dyna Setyaji; M. Yusuf Ilham Kurniawan; Muhammad Riza Darmawan; Arini Ratnasari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.20789

Abstract

Diseases transmitted by mosquitoes always cause serious health problems in people. The problems it causes are getting wider because mosquito-borne diseases can increase from time to time. Reducing dengue cases in Palangka Raya City requires everyone's attention, including the role of high school students in helping control both at home, school and in the environment. Students' knowledge is low on the potential for mosquitoes to transmit diseases to humans, so education is needed for students to improve their understanding of mosquito control as a vector of disease. The purpose of this activity is that students can understand how to control mosquitoes to prevent the spread of disease. The success of this activity requires partners, namely SMAN 2 Palangka Raya which is one of the efforts to drive mosquito control at home, school and environment. The method used is morphological education of mosquito larvae, adult mosquitoes, and integrated control methods and therapy for mosquito-transmitted diseases. The knowledge of SMAN 2 students in controlling disease-carrying vectors can be judged successful by increasing students' understanding.  ---  Penyakit yang ditularkan nyamuk selalu membuat permasalahan kesehatan yang sangat serius dalam masyarakat. Permasalahan yang dapat ditimbulkannya semakin menjadi meluas dan serius karena penyaklit tersebut selalu meningkat dari waktu ke waktu. Menurunkan kasus DBD di Kota Palangka Raya maka perlu perhatian semua orang termasuk peran Siswa SMA dalam membantu pengandalian baik di rumah, sekolah ataupun di lingkungan. Kurangnya pemahaman siswa terhadap potensi nyamuk menularkan penyakit pada manusia maka diperlukan edukasi kepada siswa untuk peningkatan pemahaman pengendalian nyamuk sebagai vektor penyakit. Tujuan kegiatan ini siswa dapat memahami cara mengendaikan nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit. Mensukseskan kegiatan ini perlu mitra yaitu SMAN 2 Palangka Raya sebagai upaya penggerak pengendalian nyamuk di Rumah, sekolah dan lingkungan. Metode yang dilakukan yaitu edukasi morfologi larva nyamuk, nyamuk dewasa dan cara pengendalian secara terpadu serta terapi penyakit yang ditransmisikan nyamuk. Pengetahuan siswa SMAN 2 dalam upaya pengendalian vektor pembawa penyakit dapat dinilai berhasil dengan adanya peningkatan pemahaman siswa.
IDENTIFIKASI SANITASI LINGKUNGAN DASAR RUMAH TANGGA MELALUI SURVEY DAN PENYULUHAN DI KAWASAN TAMBAK PERAIRAN SUNGAI MUSI KECAMATAN GANDUS Rahmatillah Razak; Yuanita Windusari; Anita Camelia
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.20814

Abstract

Improved sanitation is an effort to prevent disease and health problems from environmental risk factors to realize a healthy environmental quality from the physical, chemical, biological, and social aspects. One of the efforts that can be done, namely increasing access to clean water, sanitation facilities, and hygienic behavior (WASH), is a significant opportunity to improve public health and welfare by preventing the spread of disease and improving nutritional status. This service aims to identify environmental sanitation and efforts to improve public health status. The method used in this service was a survey and observation in 24 residents' houses, then continued with providing education and counseling about environmental health. The results of the service show that the characteristics of most residents' houses still need a ceiling. On average, respondents throw away their garbage and burn it, residents have trash cans, but they are temporary, and the conditions are not strong or tightly closed. Most respondents already have a latrine with a sitting latrine type, but the distance is less than 10 meters, and there is still a lack of clean water sources, so they do not meet the requirements. Almost half of the respondents stated that a family member had been sick in the past year with non-communicable disease. Respondents have implemented clean and healthy living behavior. However, some things need to be implemented optimally, such as the need for more eating vegetables and fruit and many family members still smoking. It is crucial to improve household basic environmental sanitation to improve the health status of the community.  ---  Peningkatan sanitasi merupakan upaya pencegahan penyakit dan atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi maupun social. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan akses ke air bersih, fasilitas sanitasi, dan perilaku higienis (WASH) merupakan peluang utama untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan status gizi. Tujuan pengabdian ini untuk mengidentifikasi sanitasi lingkungan dan upaya dalam peningkatan status kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dilakukan survey dan observasi di 24 rumah warga kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa karakteristik rumah warga mayoritas belum memiliki plafon. Rata-rata responden membuang sampahnya dan dibakar, warga memiliki tempat sampah namun tidak permanen dan kondisinya tidak kuat dan tidak tertutup rapat. Mayoritas responden telah memiliki jamban dengan jenis jamban duduk namun jaraknya < 10 meter serta masih minimnya sumber air bersih sehingga belum memenuhi syarat. Hampir separuh responden menyatakan bahwa terdapat anggota keluarga yang pernah sakit dalam satu tahun terakhir dengan jenis penyakit tidak menular. Responden telah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat namun masih ada beberapa hal yang belum diterapkan secara maksimal seperti kurangnya makan sayur dan buah serta masih banyaknya anggota keluarga yang merokok. Penting untuk meningkatkan sanitasi lingkungan dasar rumah tangga untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat.
PENINGKATAN LITERASI FINANSIAL DAN BISNIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA UMKM DESA WISATA BALI Anies Lastiati; Rizka Ramayanti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.20977

Abstract

Despite absorbing most of the available workforce in Indonesia, the Micro, Small, and Medium Industries (MSMEs) sector still needs to perform optimally. The MSME sector contributes only around 61% of national income. The government has been promoting some MSME development programs, which are carried out in clusters and working groups. In line with the government initiatives, the purpose of this community service is to improve the financial literacy of MSME owners, specifically by providing knowledge for them to be able to prepare business documents. The audience of this Business Planning Workshop was 32 MSMEs owners who are members of the MSME development cluster of the Bali Provincial Tourism Village Communication Forum. The result, which is the conclusion of this community service, is that all MSME participants can prepare the Business Plan documents needed to be submitted by MSMEs for their fund to seek purposes. In general, the participants' assessment of this service program is helpful for their business, exciting, and straightforward.  ---  Industri Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, meski menyerap sebagian besar tenaga kerja yang tersedia, namun masih belum dapat berkinerja dengan optimal. Terbukti sektor UMKM ini baru mampu menyumbang sekitar 61% pendapatan nasional. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan pembinaan UMKM dalam kluster-kluster dan kelompok-kelompok kerja. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi finansial para pelaku UMKM, secara khusus dengan memberikan pengetahuan dalam penyusunan perencanaan bisnis lewat workshop. Audiens Workshop Perencanaan Bisnis ini adalah 32 UMKM yang tergabung dalam kluster pembinaan UMKM Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali. Hasilnya yang merupakan simpulan pengabdian ini adalah pelaku UMKM mampu menyusunan dokumen Business Plan yang dibutuhkan untuk diajukan oleh UMKM saat mencari sumber permodalan. Secara umum penilaian peserta terhadap program pengabdian ini adalah bermanfaat untuk usahanya, menarik dan jelas.
KONSTRUKSI STORYTELLING PADA OBJEK WISATA DI KAWASAN SOLO RAYA Anjang Priliantini; Andre N. Rahmanto; Monika Sri Yuliarti; Albert Muhammad Isrun Naini; Christina Tri Hendriyani; Mahfud Anshori
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.21225

Abstract

The impact of the Coronavirus has devastated many sectors of life, including tourism as the sector most affected. To restore the country’s economy, the tourism sector is slowly starting to be allowed to operate with strict supervision over the implementation of health protocols and CHSE (Clean, Health, Safety, Environment Sustainability). However, this does not necessarily restore the level of tourist visits. Therefore, efforts and tourism promotion strategies are needed to showcase the attractiveness of tourist destinations while ensuring the safety and security of tourists at tourist sites. One of the tourism promotion strategies is storytelling. Storytelling is an application of art in preparing narratives or stories about a tourist attraction. This paper aims to review the application of narrative preparation techniques for tourist attractions in Solo Raya which is carried out by tour guides. The activities carried out are training for tour guides who are members of the Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Solo Raya. As a result, the tour guide has been able to compose storytelling by involving all elements, namely setting, character, conflict, plot, and theme. However, the tour guide cannot optimize the story's appeal due to too much to be conveyed in one object.  ---  Hantaman virus Corona telah meluluhlantahkan banyak sektor kehidupan, termasuk pariwisata sebagai sektor yang paling terdampak. Untuk memulihkan perekonomian negara, sektor pariwisata perlahan mulai diizinkan beroperasi dengan pengawasan ketat atas penerap-an protokol kesehatan dan CHSE (Clean, Health, Safety, Environment Sustainability). Namun hal tersebut tidak serta-merta mengembalikan tingkat kunjungan wisata. Karenanya, dibutuhkan upaya dan strategi promosi wisata untuk menampilkan daya tarik destinasi wisata sembari menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan di lokasi wisata. Salah satu strategi promosi pariwisata adalah storytelling. Storytelling adalah sebuah penerapan seni dalam penyusunan narasi atau cerita tentang suatu objek wisata. Tulisan ini merupakan makalah yang bertujuan untuk mengulas penerapan teknik penyusunan narasi atas objek wisata di Solo Raya yang dilakukan oleh pramuwisata. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan bagi pramuwisata yang tergabung pada Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Solo Raya. Hasilnya, pramuwisata telah mampu menyusun storytelling dengan melibatkan seluruh elemen, yaitu setting, tokoh, konflik, alur, dan tema. Namun demikian, pramuwisata dinilai belum dapat mengoptimalkan daya tarik cerita akibat terlalu banyak yang ingin disampaikan dalam satu objek.
PEMANFAATAN SERBUK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI LINN.) SEBAGAI PENOLAK LALAT DI PERUMAHAN TAMPAN PERMAI PANAM PEKANBARU Denai Wahyuni; Wulan Sari; Henny Maria Ulfa; Risa Amalia
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.21385

Abstract

One way to repellent flies is to use bioactive compounds found in plants, including starfruit leaf powder (Averrhoa bilimbi Linn.). This activity provides education about fly vectors and training on making starfruit leaf powder and its application in the trash. This activity aims to increase knowledge and develop the potential of starfruit leaf powder as a fly repellent in Tampan Permai Panam Housing Pekanbaru. The implementation method was lecture, question and answer, observation, demonstration of processing, and its application as a natural repellent against flies in the trash, which 20 participants attended. The result of implementing this service activity is an increase in participants' knowledge by as much as 76%, as seen from the post-test. In addition, there was an increase in participants' understanding of the steps of processing starfruit leaves into powder, which was seen by several participants who could explain and demonstrate the steps and processing methods again. Starfruit leaf powder given to the waste has been proven to repel flies, so that it can be used as a natural fly control. The results of this activity are expected to be input for the community to reject the fly population in the trash.  ---   Salah satu cara untuk mengusir lalat adalah dengan memanfaatkan senyawa bioaktif yang terdapat  pada  tanaman salah satunya serbuk daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.). Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai vektor lalat dan pelatihan proses pembuatan serbuk daun belimbing wuluh serta penerapannya di tempat sampah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi dari serbuk daun belimbing wuluh sebagai penolak lalat di Perumahan Tampan Permai Panam Pekanbaru. Metoda pelaksanaan dengan ceramah, tanya jawab, observasi, demonstrasi pengolahan dan penerapannya sebagai penolak alami terhadap lalat di tempat sampah yang dihadiri 20 peserta. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 76% yang dilihat dari hasil pos-test. Disamping itu adanya peningkatan pemahaman peserta tentang langkah pengolahan daun belimbing wuluh menjadi serbuk, yang dilihat dari beberapa peserta dapat menjelaskan dan mendemontrasikan kembali mengenai langkah-langkah dan metoda pengolahan tersebut. Serbuk daun belimbing wuluh yang diberikan pada sampah terbukti dapat menolak lalat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pengendalian lalat secara alami. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat sebagai masukan bagi masyarakat sebagai usaha untuk menolak populasi lalat di tempat sampah.
INTEGRASI PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI KEGIATAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) Afryla Femilian; Dian Yosi Arinawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.21496

Abstract

. Indonesia's population has many dental problems, but only 10.2% were treated by medical personnel. Integrated and sustainable oral and dental health issue was needed to increase to maintain and improve the community's oral health. The activity of PKK can be used as media at the front line in overcoming various problems occurring in the community. Family Welfare Empowerment (PKK) is a social organization that engages women's participation. This community service aims to integrate dental health education into PKK activities in Malangan, Sentolo, Kulonprogo, and Yogyakarta. This community service method is carried out through 2 stages: 1) Surveying the level of dental knowledge through questionnaires and 2) Counseling. The questionnaire results showed that dental and oral health knowledge was low; therefore, counseling was needed to improve their knowledge. Finally, this integration will improve community dental and oral health knowledge.  ---  Masyarakat Indonesia mempunyai masalah kesehatan gigi yang cukup banyak, namun penanganan oleh tenaga medis hanya sebesar 10.2%. Upaya penanganan masalah kesehatan gigi dan mulut yang terpadu perlu dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Kegiatan PKK dapat digunakan sebagai sarana yang berada pada garis terdepan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah organisasi kemasyarakatan yang melibatkan partisipasi perempuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengintegrasikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan PKK di Dukuh Malangan, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta. Metode pengabdian dilakukan melalui 2 tahap yaitu 1) Survey tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui kuesioner, 2) Penyuluhan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan gigi dan mulut masih kurang sehingga perlu diadakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan integrasi ini mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat.
DESA PEDULI PENDIDIKAN MELALUI PENDAMPINGAN OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN DARING Kodrat Hi Karim; Eko Purnomo; Rasmi Hi Panu
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.21584

Abstract

Mastery of learning technology that the Ministry of Education and Culture has long instructed should have been mastered by teachers and become part of fulfilling their professionalism. However, teachers' understanding of learning involving technology or E-learning still needs to improve. This can be seen during the implementation of online learning during the pandemic, which causes teachers, parents, and students to find it challenging to do E-learning. It is feared that this will worsen the quality of education. The solution, teachers need to improve their understanding to apply online learning. There are two recommended applications, namely Google Classroom and Zoom meeting. In optimizing the use of E-learning applications, the material presented includes account creation to assessments. The purpose of this activity is to provide understanding and skills to teachers in optimizing the use of the Google Classroom application and zoom meetings. The method used is lecture, question and answer, and demonstration. The results showed that optimizing the Zoom meeting application was successful, with a successful presentation value of 87%. While the optimization of the Google Classroom application has yet to reach the minimum target, this is due to time constraints and the availability of infrastructure. Teachers are enthusiastic and motivated to improve their understanding of using the Zoom meeting and Google Classroom applications.  ---  Penguasaan teknologi pembelajaran yang telah diinstruksikan oleh kemendikbud sejak lama seharusnya telah dikuasai oleh guru dan menjadi bagian dari pemenuhan profesionalitasnya. Namun kenyataannya pemahaman guru terhadap pembelajaran yang melibatkan teknologi atau E-learning masih rendah. Hal ini terlihat pada saat penerapan pembelajaran daring masa pandemik yang menyebabkan guru, orangtua dan siswa kesulitan melakukan E-learning. Hal ini dikhawatirkan memperburuk kualitas pendidikan. Solusinya, guru perlu meningkatkan pemahamannya untuk menerapkan pembelajaran daring. Terdapat dua aplikasi yang disarankan yaitu Google Classroom dan zoom meeting. Pada pengabdian optimalisasi penggunaan aplikasi e-learning, materi yang disampaikan meliputi pembuatan akun sampai dengan penilaian. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru dalam mengoptimalisasi penggunaan aplikasi Google Classroom dan zoom meeting. Metode yang digunakan adalah cerama, tanya jawab dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan optimalisasi pada aplikasi Zoom meeting berhasil dengan nilai persentase keberhasilan 87%. Sedangkan optimalisasi aplikasi Google Classroom belum mencapai target minimum, hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dan ketersediaan sarana prasarana. Guru antusias dan termotivasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap penggunaan aplikasi Zoom meeting dan Google Classroom.

Filter by Year

2017 2025