cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
SOSIALISASI PAJAK UMKM DAN PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN TERHADAP PELAKU UMKM JALAN WATES YOGYAKARTA Endang Sri Utami; Ika Wulandari; Rochmad Bayu Utomo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18876

Abstract

This Community Service activity aims to educate Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) about MSMEs' bookkeeping and taxes. The services implemented are consulting with MSMEs actors regarding calculating and reporting MSMEs taxes. Service partners are also taught to take advantage of the use of technology in making e-billing. The service partners are 10 MSMEs actors with businesses on the right and left of Jalan Wates km 7, Special Region of Yogyakarta. The method used is counseling, training, and consultation. The implementation time is four days: June 13, 2021, September 15, 16, and 17, 2021. Activities are carried out by visiting business actors individually at their place of business. After the activity, an evaluation was carried out by comparing the pre-test and post-test scores and monitoring after the activity. Changes obtained after the activity showed increased participants' understanding of bookkeeping and how to do financial records properly. All training participants already have a cash book, notebook, and other. There is an increase in participants' understanding of taxation. The number of participants who can calculate the amount of MSMEs Tax is also increasing.  --- Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentang pencatatan keuangan dan Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM. Jasa yang diterapkan berupa konsultasi kepada pelaku UMKM tentang Perhitungan dan pelaporan pajak UMKM. Mitra pengabdian juga diajarkan untuk memanfaatkan penggunaan teknologi dalam pembuatan e-billing. Mitra  pengabdian adalah 10 pelaku UMKM  yang mempunyai usaha di sisi kanan kiri Jalan Wates km 7, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan konsultasi. Waktu pelaksanaan selama 4 hari yaitu pada tanggal 13 Juni 2021 serta 15, 16 dan 17 September 2021. Kegiatan dilakukan dengan mendatangi pelaku usaha satu per satu di tempat usahanya. Pasca kegiatan, dilakukan evaluasi dengan membandingkan nilai pre test dan post test, serta melakukan monitoring setelah kegiatan. Perubahan setelah kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pembukuan dan cara melakukan pencatatan keuangan dengan baik. Seluruh peserta pelatihan  sudah mempunyai buku kas, buku nota dan ATK pendukung lainnya. Terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai perpajakan. Jumlah peserta yang dapat menghitung  besarnya PPh Final UMKM juga meningkat.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU MASYARAKAT DESA TANJUNG PERING KECAMATAN INDRALAYA UTARA Imelda Gernauli Purba; Dini Arista Putri; Rico Januar Sitorus; Indah Purnama Sari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.19161

Abstract

Garbage dumps are still an environmental problem both globally, nationally, and regionally to this day. The issue of solid waste in Tanjung Pering Village is complex in terms of the minimization and handling of the garbage. Poor waste management is caused by lousy handling behavior and the unavailability of infrastructure and facilities, such as temporary waste shelters, so that waste pollutes the surrounding environment. This community service aimed to increase public knowledge in waste management, namely efforts to minimize and handle the waste. These community service methods were presentations and demonstrations. The results of this service show that 67% of the community has increased knowledge about waste management and making biopori. It was concluded that this community service activity was beneficial in increasing the knowledge and skills of the community in waste management, so the sustainability of this activity needed to raise public awareness of improving the health of the residential environment.  ---  Timbunan sampah masih tetap menjadi masalah lingkungan baik secara global, nasional maupun regional hingga saat ini. Permasalahan persampahan di Desa Tanjung Pering termasuk kompleks baik dalam hal minimasi maupun penanganan sampah. Upaya penanganan sampah yang buruk selain disebabkan perilaku penanganan yang buruk juga oleh karena tidak tersedianya pra sarana dan sarana seperti tempat penampungan sampah sementara sehingga sampah mencemari lingkungan sekitar. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah yaitu upaya minimasi dan penanganan sampah. Metode pengabdian ini ialah presentasi dan peragaan. Hasil pelaksanaan kegiatan  pengabdian ini menunjukkan sebesar 67% masyarakat memiliki peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan pembuatan biopori. Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga perlu adanya keberlanjutan dari kegiatan ini dalam meningkatkan kepedulian masyarakat akan peningkatan kesehatan lingkungan pemukiman.
EDUKASI PENDIDIKAN GIZI TERKAIT BAHAYA JAJAN DI LUAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN Tri Marta Fadhilah; Alda Oktarina; Alfiyah Mumtazah Firmansyah; Sherly Fitri Ayuningsih; Sonia Aprilia; Stri Elsa Sabitsa
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19194

Abstract

Primary schoolers are children aged 6-12 years, and the school-aged is the final childhood. Snack food consumed by school children occasionally causes problems for their health; they often snack carelessly because not all of the healthy snacks found by primary schoolers contain various ingredients that are good for the body. This study aimed to determine the effect of nutrition education on the dangers of outside snacking on the knowledge and behavior of school children. This activity is a quasi-experiment one group pre-test and post-test design. The collection tool is a questionnaire developed by researchers and indirect communication or online via video calling software and posters. Data analysis was conducted using the paired t-test method. The results of statistical calculations of the knowledge and behavior of the dangers of snacking outside for primary schoolers show that the pre-test and post-test have increased significantly with a p-value < 0.05. This activity concludes that there is an increase in knowledge and behavior of the dangers of outside snacks for primary school students. --- Anak sekolah merupakan anak yang berusia 6-12 tahun, usia sekolah sebagai masa kanak-kanak akhir. Makanan ringan dikonsumsi anak sekolah terkadang menimbulkan masalah bagi kesehatan mereka yang sering jajan sembarangan karena tidak semua jajanan sehat yang ditemukan anak sekolah mengandung beraneka ragam bahan yang baik untuk tubuh. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi tentang bahaya jajan di luar terhadap pengetahuan dan perilaku anak sekolah. Kegiatan ini menggunakan kuasi eksperimen dengan desain one group pre-test dan post-test. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan menggunakan komunikasi tidak langsung atau daring dengan media video dan poster. Analisis data menggunakan metode uji paired t-test. Hasil perhitungan statistik pengetahuan dan perilaku bahaya jajan di luar pada anak sekolah menunjukkan bahwa pre-test dan post-test mengalami peningkatan yang signifikan dengan p-value < 0.05. Kesimpulan kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan dan perilaku terkait bahaya jajan di luar pada anak sekolah dasar.
WEBINAR PEMILIHAN UJI STATISTIK BIVARIAT YANG TEPAT PADA DATA PENELITIAN KESEHATAN BAGI MAHASISWA Noerfitri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19242

Abstract

Students are required to carry out research as one of the prerequisites for graduation. Meanwhile, students often need to improve in performing statistical tests on their research data. The data collected in the study need to go through data processing and analysis stages. After collecting data, researchers often need clarification about what to do with the collected data and how to relate the data in the questionnaire to the study's objectives. Community service activities are conducted through webinars regarding selecting statistical tests on health research data. This community service activity aims to increase students' understanding of research data regarding various kinds of bivariate statistical tests and increase students' ability to determine the appropriate bivariate statistical test to analyze the research data. The target audience for this activity is students from all over Indonesia who need education about statistical tests. A total of 115 people spread throughout Indonesia participated in this service activity. All participants were measured for their knowledge of various parametric and nonparametric statistical tests before participating in the webinar activity and after participating in the webinar activity. The knowledge measurement results showed a significant increase in knowledge before and after participating in the webinar (P-value of the Wilcoxon test = 0.0001). There was an increase in the knowledge score regarding the selection of statistical tests by 60 points. As much as 93% of the audience experienced increased knowledge after attending the webinar.  ---  Mahasiswa dituntut untuk melaksanakan penelitian sebagai salah satu prasyarat kelulusannya. Sementara itu, mahasiswa kerapkali melakukan kesalahan dalam melakukan uji statistik pada data penelitiannya. Data yang dikumpulkan pada penelitian perlu melalui tahapan pengolahan dan analisis data. Setelah dilakukan pengumpulan data, seringkali peneliti bingung akan diapakan data yang terkumpul dan bagaimana menghubungkan data di kuesioner dengan tujuan dari penelitian. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk webinar mengenai pemilihan uji statistik pada data hasil penelitian kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai data penelitiannya, mengenai berbagai macam uji statistik bivariat, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menentukan uji statistik bivariat yang sesuai untuk menganalisis data penelitian tersebut. Khalayak yang menjadi sasaran pada kegiatan ini adalah mahasiswa dari seluruh Indonesia yang membutuhkan edukasi mengenai uji statistik. Sebanyak 115 orang yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi peserta pada kegiatan pengabdian ini. Seluruh peserta diukur pengetahuannya mengenai berbagai macam uji statistik parametrik dan nonparametrik pada sebelum mengikuti kegiatan webinar dan setelah mengikuti kegiatan webinar. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah mengikuti webinar (p-value uji Wilcoxon = 0,0001). Terjadi peningkatan skor pengetahuan mengenai pemilihan uji statistik sebesar 60 poin dan sebanyak 93% dari total khalayak mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti webinar.
PENDAMPINGAN HALAL DAN FOOD SAFETY PENGELOLAAN MAKANAN DI PESANTREN AL-HUSNA JONGGOL KABUPATEN BOGOR Sri Rahayu; Emma Rachmawati; Mulyanti; Rina Yuliana Subur
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19289

Abstract

Food is an essential thing for human life; as a supporter of growth and development for living things, it acts as a supplier of energy in activities and a supplier of materials to build and replace tissues in carrying out work and maintain the body's defense against disease. The problem faced by the Al-Husna Jonggol Islamic Boarding School in Bogor Regency is the provision of the needs of the students while studying at the Islamic boarding school, including halal food and good for the body so that there are no more cases of food poisoning because the management has not met safety standards so that education and assistance in food management are needed from the start. From contamination prevention, Personal Hygiene, temperature and time of food handling, and food management flow. The results of the evaluation of community service activities were in the santri and female students group, the average value of pre-test = 50 and post-test = 84.40 of several 50 people, and there was a significant difference in p-value = 0.001. In the management group, the average pre-test = 52.67 and post-test = 83.33 from 15 people, and there was a significant difference in p-value = 0.001. The evaluation of the achievement of food management quality standards that do not meet the criteria is the storage of raw materials, the accuracy of the temperature management, the use of Personal Protective Equipment, and infrastructure. Suggestions for managers should apply food safety in food management so that food poisoning does not occur.  ---  Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan bagi makhluk hidup. Permasalahan yang dihadapi Pesantren Al-Husna Jonggol Kabupaten Bogor dalam pengelolaan makanan belum memenuhi standar safety sehingga diperlukan pemberian edukasi dan pendampingan pengelolaan makanan mulai dari pencegahan kontaminasi, personal hygiene, temperatur dan waktu penanganan makanan serta alur pengelolaan makanan. Tujuan kegiatan ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan kepada para penanggung jawab pesantren agar memperhatikan pengelolaan makanan. Hasil kegiatan kelompok santri dan santriwati didapatkan nilai rata-rata pretest = 50 dan posttest = 84.40 dari 50 orang  signifikan ada perbedaan dengan p-value = 0,001 < α. Pada kelompok Pengelola didapatkan nilai rata-rata pretest = 52.67 dan post test = 83.33 dari 15 orang signifikan ada perbedaan p-value = 0,001 < α. Secara keseluruhan pengelolaan makanan melalui pencapaian indikator mutu halal dan food safety mencapai standar 64% yang belum sesuai standar adalah penyimpanan bahan baku, ketepatan suhu pengelolaan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sarana prasarana. Saran bagi para pengelola hendaknya menerapkan food safety dalam pengelolaan makanan agar tidak terjadi keracunan pada makanan yang dihasilkan.
WEBINAR NATIONAL SPIRITUAL CARE PADA ERA PANDEMI COVID-19 BAGI PERAWAT DAN MAHASISWA KEPERAWATAN Murtiningsih; Sri Rahayu; Melati Fajarini; Andriati Reny Harwati; Siti Awa Abu Bakar; Turiman; Anik Sugiyanti; Nedra Wati Zaly; Muzamil; Teti Rahmawati; Ratna Sari Dewi; Dwi Agustina; Eddy Rosfiati; Nadirahillah; Suwarni Asman; Lia Rosita; Ade Kurniawan; Iis Safitri; Reza Rahmat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19310

Abstract

Patients suffering from Covid 19 will experience problems not only in the physical aspect but also psychologically, where the patient feels anxiety about the threat of death. Nursing care needs to be comprehensively bio-psycho-socio-spiritual, but not all nurses provide care from the spiritual aspect. Knowledge of patients and health workers about how to fulfill spiritual care needs still needs to be improved. Thus, there is a need for health information about the fulfillment of spiritual care in hospitals. Based on the problems experienced by Covid patients it is not only physical, so it is also necessary to provide spiritual nursing care to provide comprehensive nursing care. This activity aims to improve the knowledge and skills of nurses and nursing students in providing spiritual nursing care to patients. In this activity, lectures and discussions were held about virtual spiritual nursing care via Zoom and accompanied by demonstrations of examples of facilitating patient worship through videos created and uploaded on YouTube. This activity was carried out in collaboration between the STIKes Jayakarta institution, DPK PPNI STIKes Jayakarta, and DPD PPNI East Jakarta. This activity was attended by 354 participants with backgrounds from students, nurses, lecturers, and the general public from various provinces in Indonesia. The results of this community service activity were obtained after a lecture; participants had good knowledge about spiritual care during the COVID-19 pandemic, as much as 86.4%. ---  Pasien yang menderita Covid 19 akan mengalami masalah tidak hanya pada aspek fisik saja, tetapi juga mempengaruhi psikologis dimana pasien merasa cemas dengan ancaman kematian.  Asuhan keperawatan perlu diberikan secara komprehensif bio psiko sosio spiritual, akan tetapi belum semua perawat memberikan asuhan dari aspek spiritual. Pengetahuan pasien dan petugas kesehatan tentang cara pemenuhan kebutuhan spiritual care masih belum memadai. Sehingga, perlu adanya informasi kesehatan tentang pemenuhan spiritual care di rumah sakit. Berdasarkan permasalahan yang dialami pasien Covid tidak hanya fisik saja, sehingga perlu juga memberikan asuhan keperawatan spiritual agar asuhan keperawatan yang diberikan komprehensif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dan mahasiswa keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual kepada pasien. Pada kegiatan ini dilakukan ceramah dan diskusi tentang asuhan keperawatan spiritual secara virtual melalui zoom dan disertai juga dengan demonstrasi contoh memfasilitasi ibadah pasien melalui video yang telah dibuat dan diunggah pada YouTube. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara institusi STIKes Jayakarta, DPK PPNI STIKes Jayakarta, dan DPD PPNI Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 354 orang peserta yang berlatar belakang mahasiswa, perawat, dosen, dan juga masyarakat umum dari berbagai provinsi di Indonesia. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan setelah diberikan ceramah, peserta mempunyai pengetahuan yang baik tentang spiritual care selama pandemik COVID-19 sebanyak 86,4 %.
SOSIALISASI PROGRAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DESA DALAM MENENTUKAN ARAH PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN KARAWANG Lina Aryani; Rastri Kusumaningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19587

Abstract

Village Sustainable Development Goals (SDGs) are an integrated action or effort to realize the acceleration of achieving sustainable development goals through strengthening typologies, including villages without poverty and hunger, villages whose economies grow evenly, health care villages, environmental care villages, villages that care about education; women-friendly villages; networked villages; and culturally responsive villages. In 2021, every village in Indonesia, including all villages in the District of Rawamerta, will have begun planning and implementing the village SDGs.In its implementation, village governments are still experiencing many obstacles, such as data collection on village communities, technical data updating, and how to disseminate village information. This obstacle occurred due to the need for more understanding by the village government regarding the implementation of the village SDGs and the absence of routine assistance from the Village Community Empowerment Service. This community service activity aims to help overcome the problems partners face in determining the direction of village development based on the Village SDGs. The method used in this activity is the educative method, also known as community education. The educational method includes socialization and counseling to transfer knowledge and education for community empowerment. The results of this activity include increasing participants' understanding and knowledge of the village SDGs program, along with the implementation of 18 village SDGs goals and targets in determining the direction of village development, and village governments can use the 2021 Village SDGs application to update village data.  ---  Sustainable Development Goals (SDGs) Desa sebagai sebuah aksi atau upaya terpadu untuk mewujudkan percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan tipologi : desa tanpa kemiskinan dan kelaparan; desa ekonomi tumbuh merata; desa peduli kesehatan; desa peduli lingkungan; desa peduli pendidikan; desa ramah perempuan; desa berjejaring; dan desa tanggap budaya. Pada tahun 2021, setiap desa di indonesia sudah mulai merencanakan dan mengimplementasikan SDGs Desa, termasuk semua desa yang ada di Kecamatan Rawamerta. Dalam pelaksanaannya, masih banyak kendala yang dialami oleh para pemerintah desa seperti pendataan masyarakat desa, teknis pemutakhiran data hingga cara menyebarkan informasi desa. Kendala ini terjadi karena kurangnya pemahaman para pemerintah desa tentang pelaksanaan SDGs desa dan juga tidak adanya pendampingan rutin dari pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam menentukan arah pembangunan desa berbasis SDGs Desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode edukatif atau pendidikan masyarakat. Metode edukatif yang dilakukan mencakup sosialisasi dan penyuluhan sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan pendidikan untuk pemberdayaan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini antara lain dengan meningkatnya pemahaman dan pengetahuan peserta terhadap program SDGs desa beserta implementasi 18 tujuan/sasaran dalam SDGs desa dalam menentukan arah pembangunan desa, serta pemerintah desa dapat menggunakan aplikasi SDGs Desa Tahun 2021 dalam rangka pemutakhiran data desa.
PENYULUHAN TENTANG MENOPAUSE PADA PEREMPUAN LANSIA DI PUSKESMAS MINASA UPA Elizabet Catherine Jusuf; Rudy B. Leonardy; A. Mardiah Tahir; Suzana S. Pakasi; Umar Malinta; Julius Calvin; Najmiah Djakaria; Gina Magda Riana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.19720

Abstract

Menopause is the period of permanent cessation of menstruation after losing ovarian activity. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in 2009, postmenopausal women in Indonesia reached 7.4%, and in 2020 is estimated to get 11.54%. The increase in the population of menopausal women is generally accompanied by various problems that impact the health and quality of life experienced by these menopausal women. Most premenopausal women worldwide do not know about menopause, even though knowledge is significant in shaping one's behavior. Women with knowledge related to peri/post menopause will be able to understand and be confident in dealing with problems that arise when changes occur. Health programs related to menopause have not received serious attention; women's reproductive health services at primary health care have been limited to maternal pregnancy check-ups, delivery assistance, and family planning services. One way to prepare women for this menopause is to change their cognitive abilities through counseling. This counseling can increase knowledge that can change health beliefs and improve the health behavior of postmenopausal women. The results of this counseling showed an increase in the average level of knowledge from the pre-test 56, and after counseling, it increased to 81.33. A significant increase of 25.33 (p<0.05) indicated that the counseling method effectively increased knowledge about menopause in poly prolanis women.  ---  Menopause adalah masa terjadinya penghentian menstruasi permanen setelah hilangnya aktivitas ovarium. Data dari Departemen Kesehatan RI pada tahun 2009 wanita menopause di Indonesia mencapai 7,4% dan tahun 2020 diperkirakan mencapai 11,54% dengan usia rata-rata menopause 49 tahun. Peningkatan populasi wanita menopause pada umumnya disertai berbagai masalah yang kompleks sehingga berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup yang dialami wanita menopause tersebut. Sebagian besar wanita premenopause di dunia tidak memiliki pengetahuan mengenai menopause, padahal pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang. Wanita yang memiliki pengetahuan terkait menopause akan dapat memahami dan percaya diri dalam menangani masalah yang timbul saat terjadi perubahan. Program kesehatan yang terkait dengan menopause belum mendapat perhatian serius, pelayanan kesehatan reproduksi wanita di Puskesmas, hingga saat ini terbatas pada pemeriksaan kehamilan ibu, pertolongan persalinan dan pelayanan keluarga berencana. Salah satu cara untuk menyiapkan wanita menghadapi masa menopause ini adalah dengan cara mengubah kognitifnya melalui penyuluhan. Penyuluhan ini mampu meningkatkan pengetahuan, mengubah keyakinan kesehatan dan meningkatkan perilaku kesehatan wanita menopause. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan dari pre-test 56 dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 81,33. Terdapat peningkatan yang signifikan sebesar 25,33 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang menopause pada wanita poli prolanis.
EDUKASI TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI SDN NO.129 INPRES DESA BONTOLOE Adinda Ratu Nursholehaty; Fikriyyah Utami; Fitrah Chairunnisa Firman; Nur Devi Syamsir; Tiara Rahmadhani; Widia Meilia Yusuf; Dian Saputra Marzuki
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.20004

Abstract

Globally, the Covid-19 epidemic has spread. Frequent physical contact with the body or other people might spread Covid-19. Hand washing with soap (CTPS) while employing airflow is one of the simple and efficient measures suggested by the World Health Organization to stop the spread of Covid-19. The goal of this exercise is to raise the knowledge of hand washing with soap among 80% of the pupils (CTPS). 15 kids participated in this outreach program, which was held at SDN No. 129 Inpres Bontoloe in the Takalar Regency's Galesong District. The teaching strategy include giving lectures, playing games, and singing the steps to washing your hands with soap (CTPS). The average knowledge increased from 8.93 to 9.93 according to the pre-test and post-test data. The Wilcoxon test analysis revealed a p-value of 0.002 0.05, indicating that there was a change in the respondents' level of knowledge between before and after receiving advice on hand washing with soap (CTPS). It undoubtedly affects the development of better CTPS processes. Also, the school must be able to upgrade its facilities and infrastructure to facilitate the effective use of hand washing with soap.  ---  Pandemi Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Covid-19 dapat menular melalui kontak berulang dengan tubuh sendiri atau tubuh orang lain. Salah satu langkah sederhana dan efektif yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS) di bawah air mengalir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan 80% siswa tentang cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan penyuluhan ini  di bawah Keppres SDN No. 129  Bontoloe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar dan diikuti oleh 15 siswa. Metodenya menggunakan ceramah dan diiringi dengan permainan dan nyanyian tentang langkah-langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Hasil pre dan post test menunjukkan bahwa  rata-rata pengetahuan meningkat dari 8,93 menjadi 9,93. Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0,002 <; 0,05 yang berarti  tingkat pengetahuan responden berubah sebelum dan sesudah dilakukan konsultasi cuci tangan pakai sabun (CTPS). Hal ini tentunya akan berdampak pada peningkatan praktik CTPS yang lebih baik. Selain itu, diharapkan pihak sekolah  dapat meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pengenalan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah Covid-19 secara efektif.
PEMANFAATAN KAPUK RANDU SEBAGAI PRODUK INTERIOR DI DESA ADAT UNGASAN Ni Luh Yogiswari Ananda Laksmi; A.A.Ngr.Eddy Supriyadinata Gorda; Ida Ayu Oka Martini; Luh Putu Mahyuni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.20015

Abstract

Kapok Randu has been used by kapok craftsmen in the Ungasan Traditional Village, Badung Regency, Bali Province, as mattress products and products for religious ceremonies. Currently, product sales are declining significantly. This is due to several factors, such as the production process is still traditional; the product design could be more complex and attractive. New product design innovation is needed to restore sales of this craft product. This community outreach program is carried out to introduce and train kapok craftsmen to create a more innovative and attractive product; thus better meeting market tastes. With more innovative designs, it is expected that sales of kapok products will be increased. The results of this community outreach program are: (1) Increase in the understanding of craftsmen on the importance of product innovation; (2) An increase in the skill of craftsmen in making an innovative new product, in this case in the form of attractive sofa cushions as an interior product; (3) There was a significant change in the design of kapok products before and after implementing a community outreach program. Product design becomes more innovative, attractive, and better at meeting market tastes.  ---  Kapuk randu selama ini telah dimanfaatkan oleh pengrajin kapuk di Desa Adat Ungasan Kabupaten Badung, Provinsi Bali sebagai produk kasur dan produk untuk upacara keagamaan. Saat ini penjualan produk mengalami penurunan secara signifikan. Beberapa faktor penyebabnya antara lain: proses produksi yang masih tradisional; desain produk yang sangat sederhana dan kurang menarik. Inovasi desain produk baru dibutuhkan untuk dapat mengembalikan penjualan produk kerajinan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memperkenalkan dan melatih pengrajin kapuk membuat produk berbahan kapuk dengan desain yang lebih inovatif dan menarik, sehingga dapat memenuhi selera pasar. Dengan desain yang lebih inovatif diharapkan penjualan produk berbahan kapuk akan dapat ditingkatkan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa: (1) peningkatan pemahaman pengrajin akan pentingnya inovasi produk; (2) peningkatan keterampilan pengrajin membuat produk baru yang inovatif berupa bantal sofa sebagai produk interior; dan (3) perubahan nyata pada desain produk berbahan kapuk antara sebelum dan setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Desain produk menjadi lebih inovatif, menarik, dan memenuhi selera pasar.

Filter by Year

2017 2025