cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
EDUKASI PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA NELAYAN DI KOTA CILEGON Khalida Utami; Lailah Fujianti; Harimurti Wulandjani; Tryas Chasbiandani; Rhena Yuni Junita; Fadhan Ramadhan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20226

Abstract

The uncertain income of fishermen's families due to seasonal factors coupled with consumptive behavior has caused many fishing families to face financial difficulties during a famine. One solution to this problem is to regulate financial management. For this reason, community service is carried out for fishermen's families in Ciwanda District, Cilegon City. The implementation method begins with a site survey, training preparation, training, and evaluation of the training implementation. The preliminary study before the service was carried out on September 25, 2021. Service in the form of financial management education was carried out on October 7, 2021. The form of financial management provided was preparing a budget for family financial receipts and expenditures and recording family financial receipts and payments. The evaluation results showed that the participants' average value was 79.09. The value is above 55, which indicates an indicator of success is achieved.    ---   Pendapatan keluarga nelayan yang tidak menentu karena faktor musin ditambah dengan adanya prilaku konsumtif  menyebabkan banyak keluarga nelayan  menghadapi permasalahan kesulitan keuangan pada saat paceklik.   Salah satu solusi atas permasalahan ini yaitu mengatur pengelolaan keuangan. Untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat pada keluarga nelayan  di Kecamatan Ciwanda Kota Cilegon. Metode pelaksanaan di mulai dengan survey lokasi, persiapan pelatihan, pelatihan dan evaluasi pelaksanaan pelatihan. Survey pendahuluan sebelun dilakukan pengabdian dilakukan pada tanggal 25 September 2021. Pengabdian dalam bentuk Edukasi pengelolaan keuangan dilakukan pada tanggal  7 Oktober 2021. Bentuk pengelolaan keuangan yang diberikan adalah penyusunan anggaran penerimaan dan pengeluaran keuangan keluarga dan pencatatan penerimaan dan pengeluaran keuangan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta sebesar 79.09. Nilai tersebut  diatas nilai 55, hal ini menunjukkan indikator keberhasilan tercapai.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PROPOSAL DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK PENGEMBANGAN PONDOK TAHFIDZ AHLUL JANNAH DI DESA PADDINGING KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Muh Azhar; Syamsul Bakhri; Andi Widya Mufila Gaffar; Fadil Abdillah Arifin; Sitti Nurana; Muhammad Ridha Kasim; Nur Ilah Padhila
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.20327

Abstract

Community Service activities were carried out in Padding Village, Sanrobone District, Takalar Regency for one month. Padding Village has four hamlets, namely Hamlet Paddinging I, Hamlet Paddinging II, Hamlet Bonto Beru and Hamlet Bonto Panno, and has territorial boundaries, namely Tanrara Village to the north, Banyuanyara Village to the south, Jipang Village to the east and Tonasa Village to the west. In Padding Village there is a tahfidz hut called Pondok Tahfidz Ahlil Jannah which is managed by the Hidayatullah Foundation. During the survey (survey) to the location of Pondok Tahfidz as the initial stage of this activity, it was found that the Santri Dormitory and the Hall for Study Rooms had stopped construction. Referring to the results of visits and meetings with the Target Audience, the problem faced by the Target Audience is that there is no knowledge in applying for financial assistance to continue the dormitory and hall for study rooms and does not have the ability to use social media to socialize their needs to students. The purpose of community service in this village is for the target audience to be able to make proposals to request financial assistance and be able to use social media to disseminate the content of their proposals to the wider community. The activity in this service as a solution to overcome the problems experienced by the Target Audience is to provide education to the Target Audience on how to make proposals and how to use social media using the mentoring method. The results achieved in this service activity are that the target audience is able to make a proposal to ask for financial assistance and is able to social media to socialize the content of the proposal. Targets The achievements achieved in this service activity are the creation of a proposal for a request for financial assistance and the publication of the content of the proposal on social media. --- Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama satu bulan. Desa Paddinging memiliki empat dusun, yaitu Dusun Paddinging I, Dusun Paddinging II, Dusun Bonto Beru dan Dusun Bonto Panno, serta memiliki batas wilayah, sebelah utara yaitu Desa Tanrara, sebelah selatan Desa Banyuanyara, sebelah timur Desa Jipang dan sebelah barat Desa Tonasa. Di Desa Paddinging terdapat pondok tahfidz yang bernama Pondok Tahfidz Ahlil Jannah adalah bagian dari Pesantren Hidatullah Takalar yang dikelola oleh Yayasan Al Munawwarah. Pada saat peninjaun (survey) ke lokasi Pondok Tahfidz tesebut sebagai tahap awal kegiatan ini, ditemukan Asrama Santri dan Aula untuk Ruang Belajar yang terhenti pembangunannya. Mengacu pada hasil kunjungan dan pertemuan dengan Khalayak Sasaran, Permasalahan yang dihadapi Khalayak Sasaran adalah tidak memiliki pengetahuan dalam membuat proposal permohonan bantuan dana untuk melanjutkan pembangunan asrama santri dan aula untuk ruang belajar dan tidak mempunyai kemampuan dalam menggunakan media sosial untuk mensosialisasikan kebutuhannya kepada masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian di desa ini adalah agar Khalayak Sasaran mampu membuat proposal untuk permohonan bantuan dana dan mampu menggunakan media sosial untuk mensosialisasikan konten proposalnya kepada masyarakat luas. Kegiatan dalam pengabdian ini sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dialami Khalayak Sasaran adalah memberikan edukasi kepada Khalayak Sasaran tentang cara pembuatan proposal dan cara penggunaan media sosial dengan menggunakan metode pendampingan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah khalayak sasaran mampu membuat prosposal untuk permohonan bantuan dana dan mampu menggunakan media sosial untuk mensosialisasikan konten proposalnya. Target capaian yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah terbuatnya proposal untuk permohonan bantuan dana dan terpublisnya konten proposalnya di media sosial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) MENJADI BAHAN FUNGSIONAL DI DESA MENURAN, SUKOHARJO Nastiti Utami; Dian Puspitasari; Disa Andriani; Prashinta Nita Damayanti; Agastya Petra Budiyana; Albertha Christy Andreas; Cherly Putri Ardani; Eli Ernawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20463

Abstract

Menuran Village, Baki District, Sukoharjo is one of the partner villages in the implementation of community service because the village has undeveloped agricultural potential, one of which is telang flowers. The telang flower (Clitoria ternatea L.) produces chemical compounds, one of which is a secondary metabolite that serves to survive. Some of these secondary metabolite compounds have benefits in pharmacological effects, one of which is as an antioxidant. The purple color in telang flowers comes from anthocyanin compounds that function as antioxidants. External antioxidants necessary to improve immunity and health can be obtained from beverages or cosmetics. Community empowerment through the cultivation and processing of telang flowers aims to provide an explanation of the benefits of telang flowers and develop household businesses. Community service methods are carried out through explanations and workshops applying telang flower cultivation techniques and making beverages, and soap. The development of method in this community service is the provision of material, practice, and conducting pre and post-tests. The pre-test results showed that 24% stated that they already knew the benefits of telang flowers, 36% stated that they already knew how to cultivate telang flowers, 48% stated that they already knew how to process telang flowers into the beverage, and 4% stated that they already knew how to process telang flowers into soap. The results of the post-test showed that there was an increase in understanding and success indicators had been achieved, namely, 96% stating that they already knew the benefits of telang flowers, 92% stated that they already knew how to cultivate telang flowers, 92% knew about the processing of telang flowers into the beverage, 84% knew about the processing of telang flowers into soap, 96% stated that they planned to apply for cultivation and processing telang flowers, and 100% of participants stated that this activity was useful and interesting. --- Desa Menuran Kecamatan Baki, Sukoharjo merupakan salah satu desa mitra dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat karena desa tersebut memiliki potensi pertanian yang belum dikembangkan, salah satunya bunga telang. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) memproduksi senyawa kimia salah satunya metabolit sekunder yang berfungsi untuk bertahan hidup. Beberapa senyawa metabolit sekunder tersebut memiliki manfaat dalam efek farmakologis salah satunya sebagai antioksidan. Warna ungu pada bunga telang berasal dari senyawa antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan eksternal yang diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh yang dapat diperoleh dari minuman atau kosmetik. Pemberdayaan masyarakat melalui budidaya dan pengolahan bunga telang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang manfaat bunga telang dan mengembangkan usaha rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melalui penjelasan dan workshop mengaplikasikan teknik budidaya bunga telang, pembuatan minuman, dan sabun bunga telang. Metode yang dikembangkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyampaian materi, praktek, dan melakukan pre dan post test. Hasil pre test menunjukkan bahwa sebesar 24% menyatakan bahwa sudah mengetahui manfaat bunga telang, 36% menyatakan bahwa sudah mengetahui cara budidaya bunga telang, 48% menyatakan sudah mengetahui cara pengolahan bunga telang menjadi minuman, dan 4% menyatakan sudah mengetahui cara pengolahan bunga telang menjadi sabun. Hasil post test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan indikator keberhasilan telah tercapai yaitu sebesar 96% menyatakan bahwa sudah mengetahui manfaat bunga telang, 92% menyatakan sudah mengetahui cara budidaya bunga telang, 92% mengetahui tentang pengolahan bunga telang menjadi minuman, 84% mengetahui tentang pengolahan bunga telang menjadi sabun, 96% menyatakan berencana mengaplikasikan untuk budidaya dan mengolah bunga telang, dan 100% peserta menyatakan kegiatan ini bermanfaat dan menarik.
PELATIHAN PENGOLAHAN FORMULA TEMPE GENERASI DUA BAGI IBU BALITA GIZI KURANG Yohanes Kristianto; Annasari Mustafa; Maryam Razak; Bastianus Doddy Riadi; Sri Endang Surowati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20480

Abstract

Until now, the prevalence of malnutrition in children under five is still high. Tempe is an affordable local food, contains high protein, and is easy to digest by the human body. A collection of tempeh recipes for undernourished children, designed based on recipes from local communities, has been successfully developed through previous research. These recipes are assigned as the second generation of tempeh to distinguish them from conventional tempe products. This current community service aimed to provide training on how to cook tempe formulas using standard recipes from the preceding research. The participants of the community service activities were mothers who have under-five malnourished children and Posyandu cadres of Arjowinangun Health Center, Malang City, with a total of 15 mothers. The program was carried out for three non-consecutive days. The methods used during activities included lectures, discussions, cooking demonstrations, and cooking independently at the participants' own homes. The home activities were done twice, with two recipes for each practice. The results of the community activity showed that the participant's pretest and post-test scores were 68.70 and 84.00, respectively. The distribution of post-test scores was more homogeneous than the pretest scores. These indicate that at the end of the activity, the comprehensive understanding of the participants on the material that has been presented is not only better but also relatively uniform. The post-test score is higher than the passing grade level set for the program, which is 75%. The qualities of the tempe formula prepared by the participants, based on taste, appearance, texture, and aroma sensory attributes, have been notably increased from home activities one and two. Again, this indicates that the participant's skills at preparing second-generation tempe products have increased. --- Sampai saat ini prevalensi gizi kurang pada anak balita tinggi. Tempe merupakan makanan lokal yang mudah didapatkan, mengandung protein tinggi, dan mudah dicerna oleh tubuh. Kumpulan resep olahan tempe untuk balita gizi kurang, yang dirancang berdasarkan resep dari masyarakat setempat, telah berhasil dibuat oleh penelitian terdahulu. Resep-resep tersebut diberi nama olahan tempe generasi dua untuk membedakan dengan resep olahan tempe konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan cara memasak olahan tempe dengan menggunakan resep standar yang dihasilkan dari penelitian tersebut. Sasaran kegiatan pengabdian adalah ibu-ibu yang memiliki balita gizi kurang dan kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Arjowinangun, Kota Malang dengan jumlah total 15 orang. Kegiatan dilakukan dalam waktu 3 hari secara berselang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, demo memasak dan praktik masak olahan tempe secara mandiri di rumah peserta masing-masing. Kegiatan praktik mandiri dilaksanakan sebanyak dua kali dengan jumlah dua resep untuk setiap kali praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai tes awal dan tes akhir peserta berturut-turut adalah 68,70 dan 84,00. Sebaran nilai tes akhir lebih homogen dibandingkan dengan nilai tes awal. Hal-hal tersebut mengindikasikan bahwa di akhir kegiatan, tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan selain lebih baik juga relatif lebih seragam. Dibandingkan dengan indikator keberhasilan kegiatan, yaitu 75%, maka nilai tes akhir lebih tinggi. Mutu makanan olahan tempe yang dihasilkan peserta, ditinjau dari parameter rasa, penampilan, tekstur, dan aroma pada praktik kedua lebih baik dibanding pada praktik yang pertama. Hal ini juga menunjukkan bahwa keterampilan menyiapkan olahan produk tempe peserta mengalami peningkatan.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO DI KAWASAN COBAN TARZAN KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Mohammad Noor Hidayat; Ferdian Ronilaya; Irwan Heryanto Eryk; Sapto Wibowo; Muhammad Fahmi Hakim
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20585

Abstract

The natural tourist area of ​​Coban Tarzan waterfall, Jabung District, Malang Regency, is ± 25 km from Malang City. Until now, the fulfillment of electricity needs is obtained from generator sets owned by residents. This area has not yet received an electricity supply from the State Electricity Company (PLN). To overcome these problems, one way that can be done is to utilize existing water resources in the area as a source of electrical energy through the application of a pico-hydro power plant system. The purpose of this community service program is to build a pico-hydro power plant in the natural tourist area of ​​the Coban Tarzan waterfall with a generating capacity of 270 watts. This activity starts from April to November 2021. In carrying out this community service program, there are two activity partners, namely the Coban Tarzan Waterfall Natural Tourism Area Manager and the Sukopuro Forest Management Resort (RPH), with 6 personnel. The method used in the community service program includes 2 aspects, namely the physical aspect in the form of the construction of a pico-hydro power plant and the non-physical aspect in the form of transferring knowledge and skills to work partners regarding the operation and maintenance of the power plant. The results of this community service program are installing and operating a pico-hydro power plant with a capacity of 270 watts. With this power plant, the electricity needs in the Coban Tarzan Waterfall Natural Tourism Area can be met with a total power of around 150 watts. For a pico-hydro power plant to operate according to its capacity, it is necessary that the operation and maintenance of system equipment be carried out correctly and on a scheduled basis.  ---  Kawasan wisata alam air terjun Coban Tarzan, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang berjarak ± 25 km dari Kota Malang. Sampai saat ini, pemenuhan kebutuhan listrik didapatkan dari genset (generator set) milik warga dikarenakan kawasan ini belum mendapatkan pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan sumber daya air yang ada di kawasan tersebut sebagai sumber energi listrik melalui penerapan teknologi pembangkit listrik tenaga piko hidro. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membangun suatu pembangkit listrik tenaga piko hidro di kawasan wisata alam air terjun Coban Tarzan dengan kapasitas pembangkit sebesar 270 watt. Kegiatan ini dimulai  pada bulan April sampai bulan November 2021. Dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat dua mitra kegiatan, yakni Pengelola Kawasan Wisata Alam Air Terjun Coban Tarzan dan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukopuro dengan total jumlah personel 6 orang. Metode yang dilakukan dalam program pengabdian kepada masyarakat meliputi 2 aspek, yakni  aspek fisik berupa pembangunan pembangkit listrik tenaga piko hidro dan aspek non fisik berupa transfer pengetahuan dan keterampilan kepada pihak mitra kerja mengenai pengoperasian dan perawatan pembangkit listrik tersebut. Hasil program pengabdian kepada masayarakat ini berupa pemasangan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga piko hidro berkapasitas 270 watt. Dengan adanya pembangkit listrik ini, maka kebutuhan listrik di kawasan Kawasan Wisata Alam Air Terjun Coban Tarzan dapat terpenuhi dengan total daya sekitar 150 watt. Agar pembangkit listrik tenaga piko hidro dapat beroperasi sesuai dengan kapasitasnya, maka perlu pengoperasian dan perawatan terhadap peralatan sistem haruis dilakukan secara benar dan terjadwal.
EDUKASI AKUNTANSI BAGI SISWA NON AKUNTANSI SEBAGAI SALAH SATU PERSIAPAN KURIKULUM MERDEKA Lucia Ari Diyani; Chita Oktapriana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20807

Abstract

The Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia 2020 launched MBKM Program. The goal of MBKM is for someone to have the opportunity to study outside their study program so that they have other competencies outside the core competencies in their study program. The MBKM program gave rise to the idea of ​​accounting training for non-accounting students. The implementation of service with this service-learning method has achieved its goal; namely, the level of student understanding has increased, and the level of knowledge and insight has also increased. Eighty-three non-accounting students attended this training. The increase in understanding varies between 44-79% for each student, while the level of usefulness of the training, each student's answer shows the number 81-88% answered Very Useful, and the rest answered Usefully. From each question item in the satisfaction questionnaire, those who answered Very Satisfied ranged from 70-99%, and the rest answered Satisfied. While satisfaction with the implementation of the training as a whole, 90% of students answered Very satisfied, and 10% answered Satisfied. The last question concerns the following training material students are interested in; the highest number of enthusiasts, as much as 24%, chose Sharia Accounting.  ---  Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2020. Tujuan MBKM adalah agar seseorang mendapatkan kesempatan belajar diluar program studinya sehingga memiliki kompetensi lain diluar kompetensi inti yang ada pada program studinya. Program MBKM memunculkan gagasan pelatihan akuntansi bagi siswa non jurusan akuntansi. Kurikulum MBKM telah diterapkan di perguruan tinggi, namun untuk setingkat SMA dan SMK belum diterapkan. Pelaksanaan pengabdian dengan service-learning method ini telah tercapai tujuannya yaitu tingkat pemahaman siswa meningkat, tingkat pengetahuan dan wawasan juga meningkat. Pelatihan ini diikuti 83 siswa non jurusan akuntansi. Kenaikan pemahaman bervariasi antara 44-79% pada tiap siswa, sedangkan tingkat kebermanfaatan pelatihan, jawaban tiap siswa menunjukkan angka 81-88% menjawab Sangat Bermanfaat dan sisanya menjawab Bermanfaat. Dari setiap butir pertanyaan pada angket kepuasan, yang menjawab Sangat Puas berkisar antara 70-99% dan sisanya menjawab Puas. Sedangkan Kepuasan terhadap pelaksanaan pelatihan secara keseluruhan, 90% siswa menjawab Sangat puas dan 10% menjawab Puas. Pertanyaan terakhir adalah materi pelatihan selanjutnya yang diminati siswa, jumlah peminat tertinggi sebanyak 24% memilih Akuntansi Syariah.
PENDAMPINGAN LITERASI TERHADAP SISWA KELAS IV SDN 1 RUTENG ANAM: BIG BOOK, SKIMMING, AND SCANNING METHOD Maria Olga Jelimun; Raimundus Beda; Yulian Juita Ekalia
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20888

Abstract

The low interest in reading and writing skills is the main reason for this activity to be carried out. The subjects of this activity were 40 students in fourth grade at SDN 1 Ruteng-Anam in Manggarai East Nusa Tenggara. Before carrying out the activity, several things were carried out. The first was to determine the theme that is suitable for the students. The second, making activities framework as a guide for the activity. The third, preparing the materials, doing observation, and determining the method used. This activity aims to support the fourth students at SDN Anam to be able to read the text and understand the text rapidly. To measure the result of the activity, pre-test and post-test were done. Furthermore, the students can write a text based on the instructions given. Results The use of skimming and scanning methods in reading has helped students to be able to read quickly and understand the information contained in the story text. In addition, the use of the Big Book has helped the fourth graders of SDN Anam feel trained to write a series of stories based on the pictures in the given ledger. Where before using the skimming and scanning method only 60% of the fourth-grade students of SDN ANAM could read but after using this method the student's ability increased from 18% to 78%. Furthermore, writing mentoring activities using Big Book has also helped students from only 50% of students being able to write an increase of 20% to 70%. ---  Rendahnya minat baca dan kemampuan menulis siswa merupakan alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Sasaran kegiatan adalah 40 siswa kelas IV di SDN Anam-Ruteng di Manggarai Nusat Tenggara Timur. Sebelum melaksanakan kegiatan pendampingan Literasi yang ada beberapa langkah yang dilakukan. Langkah pertama adalah menentukan tema atau topik yang cocok untuk diteliti dan dapat memberikan manfaat kepada subyek sasaran. Langkah kedua membuat kerangka kegiatan sebagai pemandu dalam proses pendampingan literasi. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan, survey lapangan dan menentukan metode yang digunakan. Terakhir melakukan analisis dan sintesis, dan membuat kesimpulan. Sesuai dengan topik, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: Kegiatan Pendampingan Literasi Membaca: Membantu mengembangkan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN Anam, melatih siswa kelas IV SDN Anam untuk dapat membaca cepat, membantu siswa Kelas IV SDN Anam mampu memahami isi teks dengan cepat. Kegiatan Pendampingan Literasi Menulis: Melatih siswa kelas IV SDN Anam untuk dapat beradaptasi dengan metode pembelajaran yang dapat membantu kemampuan menulis mereka. Hasil dari kegiatan ini diukur dengan menggunakan Pre-test dan post-test. Hasil Penggunaan metode skimming dan scanning dalam membaca telah membantu siswa mampu membaca dengan cepat dan memahami informasi yang ada dalam text cerita. Selain itu, penggunaan Big Book telah membantu siswa kelas IV SDN Anam merasa terlatih untuk menulis rangkaian cerita berdasarkan gambar yang ada dalam buku besar yang diberikan. Dimana sebelum menggunakan metode skimming dan scanning hanya 60% dari siswa kelas IV SDN ANAM yang bisa membaca tetapi setelah penggunaan metode ini kemampuan siswa meningkat 18% menjadi 78%. Selanjutnya, kegiatan pendampingan menulis dengan menggunakan Big Book juga telah membantu siswa dari hanya 50% siswa bisa menulis menigkat 20% menjadi 70%.  
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEWUJUDKAN BUDAYA SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SDN KANIGORO 03 KABUPATEN BLITAR Ida Putriani; Eva Nurul Malahayati; Mar’atus Sholihah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.21328

Abstract

Waste accumulation is a common problem in the community, including in the school environment. This problem occurs due to school residents' lack of knowledge and expertise in recycling waste. This activity aims to provide knowledge and practice in processing organic waste in the school environment into compost and MOL. The activity at SDN Kanigoro 03 Blitar with target partners of 20 students and two teachers. The activity stages are 1) presentation and discussion of materials about the types of waste and their processing, and 2) group practicum to process organic waste. The result of this community dedication is that it can improve students' understanding and ability to recycle organic waste by 82.19. Students and teachers can process organic waste into compost and MOL, as shown from the results of the response questionnaire with an indicator reaction level of 87.33%, learning level of 91.5%, and behavior level of 88.67%, and result level of 97%. The conclusion is that the understanding of students and teachers in processing organic waste increases and can process organic waste into compost and MOL. --- Penumpukan sampah di lingkungan sekolah menjadi masalah. Permasalahan ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan keahlian warga sekolah dalam mengolah sampah, sehingga proses pengolahan sampah organik perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan praktek mengolah sampah organik di lingkungan sekolah menjadi pupuk kompos dan MOL. Kegiatan dilakukan di SDN Kanigoro 03 Kabupaten Blitar dengan mitra sasaran sebanyak 20 siswa dan 2 guru. Metode kegiatan yang digunakan yaitu 1) presentasi dan diskusi materi tentang jenis-jenis sampah dan pengolahannya, dan 2) praktikum secara berkelompok mengolah sampah organik. Hasil pengabdian ini menunjukkan pengetahuan siswa dan guru dalam pengolahan sampah organik sebesar 82,19. Siswa dan guru dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan MOL yang ditunjukkan dari hasil angket respon dengan indikator reaction level sebesar 87,33%, learning level sebesar 91,5%, behavior level sebesar 88,67%, dan result level sebesar 97%. Kesimpulannya adalah pemahaman siswa dan guru dalam mengolah sampah organik meningkat dan dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan MOL.
PELATIHAN INOVASI PRODUK SNACK STIK BAWANG DI DESA KEDUNGWANGI Halimatus Sa`diyah; Uyun Auliya Tazkiya
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.21375

Abstract

Kedungwangi Village is a village in Lamongan Regency that has small and home business potential with snack products. The condition is supported by the presence of HR (housewives) who are not ashamed to work in the sector. Small and home businesses are important to be developed and adjusted towards market needs to provide economic improvement and resilience for the community. An effort to achieve this can be done through training. Training can increase economic knowledge and improvement. This has also encouraged snack innovation training for housewives in Kedungwangi Village. The training was conducted at TPQ Roudlotus Shibyan through lectures, discussion, and practice methods. It is hoped that the use of this method will be able to add insight and skills of the Kedungwangi villagers in innovating the snacks (onion sticks) produced. The results of this training show that public knowledge has increased by 75% from before attending the training. This data was obtained from the comparison of the pre-test and trainees' post-test values. In addition, after participating in training, people can make crispy snacks (onion) with varied flavors, make interesting packaging for snack products (onion sticks) and create Instagram accounts for marketing snacks (onion sticks) online. --- Desa Kedungwangi adalah desa di Kabupaten Lamongan yang memiliki potensi usaha kecil dan rumahan dengan produk snack. Kondisi itu didukung dengan adanya SDM (ibu-ibu) yang tidak malu untuk bekerja di sector tersebut. Usaha kecil dan rumahan penting untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar dapat memberikan peningkatan dan ketahanan ekonomi bagi masyarakat. Salah satu upaya untuk mencapainya dapat dilakukan melalui pelatihan. Dengan pelatihan, dapat menambah pengetahuan dan perbaikan ekonomi. Hal itu pula yang mendorong dilakukannya pelatihan inovasi snack (stik bawang) bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Kedungwangi. Pelatihan dilakukan di TPQ Roudlotus Shibyan melalui metode ceramah, diskusi dan praktik. Diharapkan dengan penggunaan metode ini mampu menambah wawasan dan keterampilan ibu-ibu warga Desa Kedungwangi dalam berinovasi terhadap snack (stik bawang) yang diproduksi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 75% dari sebelum mengikuti pelatihan. Data ini diperoleh dari perbandingan nilai pre-test dan pos-test peserta pelatihan. Selain itu, pasca mengikuti pelatihan, masyarakat memiliki kemampuan membuat snack (stik bawang) renyah, rasa yang variatif, membuat kemasan yang menarik untuk produk snack (stik bawang) dan membuat akun instagram untuk pemasaran snack (stik bawang) secara online.
PENCEGAHAN SEXUAL VIOLENCE PADA ANAK MELALUI UNDERWEAR RULE CAMPAIGN Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Endang Mei Yunalia; Sri Haryuni; Arif Nurma Etika; Kun Ika Nur Rahayu; Lisna Watie Geragam; Yohanes Tatan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.21454

Abstract

Sexual violence is any sexual activity (acts, comments, human trafficking for sexual purposes) against another person using coercion, carried out by anyone regardless of their relationship with the victim, and under any circumstances. Cases about sexual violence against children are overgrowing. The causes of sexual violence against children consist of several factors: family environmental factors, economics, relationships, technology and mass media, psychology, and lack of religious knowledge. Sexual violence against children has any impact not only physical but also psychological aspects of children. Prevention efforts can be made by providing sexual education to children. One method of sexual education in children is the Underwear Rule Campaign. This activity carried out in the form of counseling. Before counseling, respondents will be given a pre-test, and after counseling, respondents will be given a post-test. The result of pre-test and post-test scores were tested by paired t-test. This activity results in a significant difference in the average pre-test and post-test scores, with the post-test mean scores being higher than the pre-test scores.  ---  Sexual violence (Kekerasan seksual) didefinisikan sebagai setiap kegiatan seksual (tindakan, komentar, perdagangan manusia untuk tujuan seksual) terhadap orang lain dengan adanya paksaan, yang dilakukan oleh orang tidak memandang hubungannya dengan para korban, dan dalam situasi apapun. Kasus kekerasan seksual pada anak berkembang sangat pesat. Penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak terdiri dari beberapa factor, yaitu factor lingkungan keluarga, ekonomi, pergaulan, teknologi dan media massa, psikologi, dan kurangnya pendalaman agama. Kekerasan seksual pada anak memiliki dampak pada aspek fisik dan psikologi anak. Upaya pencegahannya bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan seksual pada anak. Salah satu metode pendidikan seksual pada anak adalah dengan menggunakan  Underwear Rule Campaign. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan. Sebeleum dilakukan penyuluhan, responden akan diberi soal untuk pre-test, setelah penyuluhan, responden diberikan soal untuk post-test. Rerata nilai pre-test dan post-test diuji dengan uji statistik T berpasangan. Hasil dari kegiatan ini adalah ada perbedaan signifikan rerata nilai pre-test dan post-test dengan rerata nilai post-test lebih tinggi bila dibandingkan nilai pre-test.

Filter by Year

2017 2025