cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PELATIHAN MUSCLE EXTENSION STRENGTH EXERCISE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HNP MASYARAKAT LANSIA DI KELURAHAN KARANGAYU KOTA SEMARANG Ashifa Quamila; Daniel Saka Pratama; Elsa Kurnia Sari; Endang Sulastri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.21720

Abstract

There are many disease conditions that we most often encounter in the presence of a disorder in the back area or commonly referred to as the Scientific Language of Medicine and Health, namely the Hernia Nucleus Pulposus (HNP), which is a condition in which there is a protrusion of the disc towards the posterior or posterolateral direction caused by suppression by the annular fibrosis. Muscle extension strength exercise increases muscle strength, maintains posture, and prevents excessive movement of the spine in the lumbar area. Physiotherapy plays an active role in providing home programming exercises to elderly community participants to prevent chronic pain and the occurrence of HNP. The purpose of this community service is to prevent HNP disease. The method carried out is presenting material about HNP, question and answer discussion sessions, examination and measurement, and workout. This community service activity was conducted on Saturday, October 23, 2021, at the Karangayu Village Office, Semarang City. The number of elderly community participants who attended the muscle extension strength exercise training activity was 30 participants. Furthermore, the monitoring and evaluation data collection process activities are carried out every month for two months, which is carried out every Saturday, October 27, and November 13, 2021. The monitoring and evaluation activity data results were obtained from as many as 22 participants who implemented the training. The results of the analysis showed that the odd ratio obtained was 0.36. The conclusion is that the elderly community in Karangayu Village, Semarang City, is running well and smoothly, but the short duration provides suboptimal data.  ---  Banyak nya suatu kondisi penyakit yang paling sering kita jumpai di adanya suatu gangguan pada daerah punggung belakang atau biasa disebut dengan Bahasa Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan yaitu Hernia Nucleus Pulposus (HNP) yang dimana suatu keadaan di mana terjadi penonjolan diskus ke  arah posterior atau postero lateral yang disebabkan adanya penekanan oleh fibrosus annulus. Muscle extension strength exercise berfungsi untuk meningkatkan kekuatan otot dan mempertahankan postur serta mencegah gerakan berlebihan tulang belakang pada area lumbar. Fisioterapi berperan aktif untuk memberikan latihan home programming pada peserta masyarakat lansia untuk mencegah nyeri kronik dan terjadi nya HNP. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk pencegahan penyakit HNP. Metode yang dilakukan adalah pemaparan materi tentang HNP, sesi diskusi tanya dan jawab, pemeriksaan dan pengukuran serta workout. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 berlokasi di Kantor Kelurahan Karangayu Kota Semarang. Jumlah peserta masyarakat lansia yang hadir dalam kegiatan pelatihan muscle extension strength exercise sebanyak 30 peserta. Selanjutnya, kegiatan proses pengambilan data monitoring dan evaluasi dilakukan setiap 1 bulan sekali selama 2 bulan yang dilakukan setiap hari Sabtu, 27 Oktober dan 13 November 2021. Hasil data kegiatan monitoring dan evaluasi diperoleh sebanyak 22 peserta yang menerapkan pelatihan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa odd ratio yang didapat sebesar 0,36. Kesimpulan nya adalah masyarakat lansia di Kelurahan Karangayu Kota Semarang berjalan dengan baik dan lancar, namun durasi yang singkat memberikan data yang kurang optimal.
INOVASI DAN DIVERSIFIKASI DANGKE SEBAGAI PANGAN LOKAL UNGGULAN BERBASIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF HULU-HILIR DI KELURAHAN MATARAN KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Ahmad Amir -; Samintang; Fakhiratunnisa Putri Oceani; Fadhilah Isnaeni; Munawwara Ildana; Marini Amalia Mansur; Sri Ulfa; Sarniati; Akbar Waddu; Abd. Gafur; Hartawan Ansar; Zalva Nur Afifah Tamsil; Salman Iskandar; Muh. Alfan Asmari; Muh Figri; Usman
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.21809

Abstract

Dangke is one of the prima donna local foods typical of Enrekang Regency. However, as times progressed, breeders faced many obstacles, especially in Mataran Village, Anggeraja District, and Enrekang Regency. This is motivated by the management of livestock pens that have not been optimal, product diversification that has not been maximized, the lack of penetration of digital marketing-based marketing and financial records for Micro, Small, and Medium Enterprises, and the lack of close multi-sectoral collaboration with relevant stakeholders. Therefore, a massive and sustainable community empowerment program is needed for farmer groups, Farmer Business Groups (KUT), Housewives/PKK, and Youth Organizations in Mataran Village as a real effort to improve the community economy based on the creative economy from upstream to downstream. This service activity was carried out for approximately six months in Mataran Village with a blended system (offline and online). This community service activity concludes that the "Dangke Mataran" business group's target audience, breeders, housewives, and youth organizations, are very interested and motivated to implement a sustainable livestock system from upstream to downstream regarding cage management, sanitation, and feed. Livestock, product diversification, digital marketing-based product sales system, and MSME-scale financial management to increase their productivity while increasing the bargaining power of dangke as a local cheese in Enrekang. --- Dangke merupakan salah satu pangan lokal primadona khas Kabupaten Enrekang. Namun, seiring berkembangnya zaman, ada serangkaian hambatan yang dihadapi oleh peternak khususnya di Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hal ini dilatarbelakangi oleh manajemen kandang ternak yang belum optimal, diversifikasi produk yang belum maksimal, kurangnya penetrasi pemasaran berbasis digital marketing dan pencatatan keuangan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan belum eratnya kerjasama multisektoral dengan stakeholder terkait. Oleh karena itu, diperlukan program community empowerment yang bersifat masif dan berkelanjutan bagi kelompok peternak, Kelompok Usaha Tani (KUT), Ibu Rumah Tangga, dan Karang Taruna di Kelurahan Mataran sebagai upaya riil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis ekonomi kreatif dari hulu ke hilir. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan di Kelurahan Mataran dengan sistem blended (luring dan daring). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok khalayak sasaran yang terdiri dari kelompok usaha “Dangke Mataran”, peternak, Ibu Rumah Tangga, dan karang taruna sangat berminat dan termotivasi untuk menerapkan sistem peternakan berkelanjutan dari hulu ke hilir baik dari aspek manajemen kandang, sanitasi, pakan ternak, diversifikasi produk, sistem penjualan produk berbasis digital marketing, pengelolaan keuangan berskala UMKM guna meningkatkan produktivitas mereka sekaligus menambah bargaining power dangke sebagai keju khas Enrekang.
PELATIHAN VAKSIN DAN KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI COVID-19 SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR Elly Lilianty Sjattar; Yuliana Syam; Abdul Majid; Indra Gaffar; Silvia Malasari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.21829

Abstract

Knowledge about vaccines and follow-up events after COVID-19 immunization is essential for the public to know. This reduces anxiety due to incorrect reporting. The results of interviews with the Covid-19 Surveillance and Korim (Immunization Coordinator) at Batua Health Center stated that the coverage of the 2nd vaccination was still lacking, there were still residents who were more than six months apart from the first and second vaccines, there were still residents who did not want to vaccinate. 2nd for fear of side effects from vaccines. Healthcare assistants are extensions of health workers who live in the community in the working area of the Health Center. The role of health care assistant. The role of cadres motivates residents to carry out vaccines and find out the reaction of AEFI after the COVID-19 vaccine, as well as report to the nearest health service center if there is an AEFI reaction in its citizens. The service was carried out at Batua Health Center with the preparation, implementation, and evaluation stages. Knowledge of health care assistants has increased after training; this is evidenced by the results of the pre-post test, which shows ability in the excellent category has increased by 30%, while the less type has decreased by 20%. The development of healthcare assistants is significant to advance knowledge in identifying signs and symptoms of follow-up events after COVID-19 immunization and motivating residents to vaccinate to create herd immunity. Therefore, it is hoped that healthcare assistants can report follow-up events after the COVID-19 immunization to the Batua Health Center if residents have symptoms after the COVID-19 vaccination.  ---    Pengetahuan tentang vaksin dan kejadian ikutan paska imunisasi Covid-19 sangatlah penting untuk diketahui oleh masyarakat, hal ini berfungsi untuk mengurangi kecemasan akibat pemberitaan yang tidak benar. Hasil wawancara terhadap Surveilans Covid-19 dan Korim (koordinator imunisasi) di Puskesmas Batua, menyatakan bahwa cakupan vaksinasi ke-2 masih kurang, masih terdapat warga yang sudah lebih dari 6 bulan jarak dari vaksin pertama dan vaksin ke-2, masih ada warga yang tidak mau melakukan vaksin ke-2 karena takut efek samping dari vaksin. Kader kesehatan merupakan perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan yang berdomisili ditengah-tengah masyarakat diwilayah kerja Puskesmas. Peran kader berfungsi untuk memotivasi warga disekitar untuk melaksanakan vaksin dan mengetahui reaksi KIPI Paska pemberian vaksin Covid-19, serta melaporkan ke pusat layanan kesehatan terdekat jika terdapat reaksi KIPI pada warganya. Pengabdian dilakukan di Puskesmas Batua dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengetahuan kader mengalami peningkatan setelah pelatihan, hal ini dibuktikan dengan hasil pre-pos tes yang memperlihatkan pengetahuan dengan kategori baik mengalami peningkatan sebanyak 30%, sedangkan kategori kurang mengalami penurunan sebanyak 20%. Pendampingan terhadap kader kesehatan sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengidentifikasi tanda dan gejala kejadian ikutan paska imunisasi Covid-19 dan memotivasi warga sekitar untuk melakukan vaksinasi, sehingga tercipta herd immunity. Olehkarena itu, diharapkan kader dapat melaporkan kejadian ikutan paska imunisasi Covid-19 ke Puskesmas Batua jika ditemukan warga yang memiliki gejala paska vaksinasi Covid-19.
PENINGKATAN NILAI PRODUK HARD CANDY JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC.) MELALUI PENDAMPINGAN PENGEMASAN DI DESA MURTAJIH, KECAMATAN PADEMAWU, KABUPATEN PAMEKASAN Iffan Maflahah; Darimiyya Hidayati; Cahyo Indarto; Muhammad Fuad Fauzul Mu`tamar; Sinar Suryawati; Burhan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.21891

Abstract

Ginger can be used as hard candy, which has excellent potential to be marketed in the Burunan Murtajih Integrated Tourism Village. The main problem by the community so that ginger complex candy products attract consumers' attention is the use of proper packaging. This service activity aims to assist and guide PKK women in Murtajih Village to carry out attractive packaging as a marketing medium that can increase consumer attractiveness. The method of community service as a form of community empowerment is socialization and training to design the right packaging for ginger complex candy products. The results of the service activities, namely socialization activities, can increase the knowledge of PKK Murtajih Village women about packaging and packaging functions as indicated by the results of the pretest (45) and the posttest results increase to 90. By being provided with mentoring activities, PKK Murtajih Village women can interestingly do product packaging for ginger candy. The process of assisting in selecting the type of packaging suitable for ginger hard candies produces cylindrical bottle packaging. The packaging design is equipped with brand, composition, expiration date, PIRT number, product manufacturer name, and storage method.  ---  Jahe dapat dimanfaatkan sebagai hard candy yang mempunyai potensi besar untuk dipasarkan di Desa Wisata Terpadu Burunan Murtajih. Permasalahan yang dihadapi masyarakat agar produk hard candy jahe menarik perhatian konsumen adalah penggunaan kemasan yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pendampingan dan pembinaan  kepada Ibu – Ibu PKK Desa Murtajih untuk melakukan pengemasan yang menarik sebagai media pemasaran yang mampu meningkatkan daya tarik konsumen. Metode pengabdian masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat adalah sosialisasi dan pelatihan mendesain pengemasan yang tepat untuk produk hard candy jahe. Hasil kegiatan pengabdian yaitu Kegiatan sosialisasi dapat meningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Murtajih tentang kemasan dan fungsi kemasan yang ditunjukkan dengan hasil pretest (45) dan hasil posttest meningkat menjadi 90. Dengan diberikan kegiatan pendampingan, Ibu-ibu PKK Desa Murtajih dapat melakukan pengemasan produk permen jahe secara menarik. Pengemasan produk permen jahe disertai dengan desain kemasan yang telah dilengkapi informasi tentang merk, komposisi, tanggal kadaluarsa, nomer PIRT, nama produsen produk dan cara penyimpanan.
WORKSHOP DESAIN AKTIVITAS BLENDED LEARNING UNTUK OPTIMALISASI SUMBERDAYA PEMBELAJARAN SMAN 1 KOTO BARU DHAMASRAYA Ulfia Rahmi; Winanda Amilia; Bayu Ramadhani Fajri; Silvia Rahmadini; Azrul Azrul
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.22046

Abstract

The problem encountered at SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya is that teachers still need to develop the skills to design, compose, and provide for implementing blended learning. The problems faced by SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya were overcome by providing a blended learning activity design workshop for optimizing learning resources at SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya. This activity is designed for five months, from July to November 2022. The activity scenario consists of three steps. The first step is an introduction to the concept of blended learning activity design and the components that support it. Second, introducing the LMS platform as a communication medium between teachers and students while implementing blended learning, how the LMS system works, the available features, and steps to use the LMS. In the third step, the teachers submit a blended learning activity. The indicator of the workshop's success for teachers at SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya is that each teacher at least produces a blended learning activity plan and can simulate it. Based on the results of the pre-test and post-test, there is a difference in knowledge between before and after the workshop. This means that, through this training, teachers can design blended learning activities that can be utilized and applied in learning. Applying this activity design can create a learning atmosphere and actively increase student involvement.  ---  Permasalahan yang ditemui di SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya bahwa guru-guru belum memiliki keterampilan untuk merancang, mengkomposisikan serta menyediakan kebutuhan dalam penyelenggaraan pembelajaran secara blended learning. Permasalahan yang dihadapi oleh SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya diatasi dengan memberikan workshop desain aktivitas blended learning untuk optimalisasi sumberdaya pembelajaran di SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya. Kegiatan ini dirancang dalam waktu lima bulan, mulai dari Juli-November 2022. Skenario kegiatan terdiri dari tiga langkah. Langkah pertama adalah pengenalan konsep desain aktivitas blended learning dan komponen yang mendukungnya. Kedua, pengenalan platform LMS sebagai media komunikasi guru dengan siswa selama menerapkan blended learning dan bagaimana sistem kerja LMS, fitur-fitur yang tersedia dan langkah menggunakan LMS tersebut. Langkah ketiga, guru-guru menyerahkan rancangan aktivitas blended learning. Indikator keberhasilan workshop bagi guru-guru di SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya ini adalah setiap guru minimal menghasilkan sebuah rancangan aktivitas blended learning serta mampu mensimulasikannya. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan setelah workhshop. Ini berarti bahwa melalui pelatihan ini, guru-guru mampu merancang aktivitas blended learning yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam pembelajaran. Penerapan rancangan aktivitas ini mampu menciptakan suasana belajar dan meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif.
PEMBERDAYAAN SUSU KEFIR DI POSYANDU DESA CIPADANG KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Sutarto; Reni Indriyani; Siwi Meutia Sadewi; Cindi Pebrianti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.22204

Abstract

Kefir is a probiotic drink made from fermented milk at room temperature for health. Kefir is different from other fermented products. The benefits of kefir for health, especially as an immunomodulator, an immunomodulatory function to improve the immune system. The immune system works all the time; when the immune system decreases, it has the potential to get sick. Sick conditions will impact chronic nutrition, and regular food accompanied by illness complications is the direct cause of stunting. This community service aims to increase knowledge in the context of stunting prevention by empowering mothers of toddlers and health cadres to manufacture various kinds of kefir milk for MP-ASI for toddlers and MP-ASI in posyandu service activities. Technical implementation using counseling, measuring knowledge, and practice of making milk Kefir. The activities' performance was carried out on July 30, 2022, and continued monitoring on August 5-7, 2022. Characteristics of participants based on education level: 40% have high school education with a general age of 31-40 years (44%). Most of the participants, mothers of toddlers, had high school education, although three educated people did not graduate from elementary school. The level of knowledge made in 3 groups of values, after counseling for 2 hours of lessons (90 minutes) and discussion (question and answers) for 1 hour of classes (45 minutes) so that the tendency for groups with knowledge levels of values more than 80 to increase sharply and scores less than 80, tends to decrease drastically.  ---  Kefir adalah minuman probiotik dari fermentasi susu pada suhu kamar untuk kesehatan. Kefir berbeda dari produk fermentasi lainnya. Manfaat kefir bagi kesehatan, khususnya sebagai imunomodulator, fungsi imunomodulator untuk memperbaiki sistem imun. Sistem imun bekerja setiap saat, ketika imun turun berpotensi sakit, kondisi sakit akan berdampak pada gizi kronis, gizi kronis  yang disertai dengan komplikasi sakit merupakan penyebab langsung dari kejadian stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatan pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting dengan pemberdayaan ibu balita dan kader kesehatan pada pembuatan berbagai aneka susu kefir untuk MP-ASI balita dan MP-ASI pada kegiatan pelayanan posyandu. Teknis pelaksanaan dengan dengan cara penyuluhan, pengukuran pengetahuan dan praktik pembuatan susu Kefir. Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pada tanggal 30 Juli 2022 dan dilanjutkan monitoring pada 5-7 Agustus 2022. Karakteristik peserta berdasarkan tingkat pendidikan 40% berpendidikan SMA dengan usia umumnya 31-40 tahun (44%). Sebagian besar peserta ibu balita berpendidikan SMA, meskipun ada 3 orang berpendidikan tidak lulus pendidikan sekolah dasar. tingkat pengetahuan yang dibuat dalam 3 kelompok nilai, setelah dilakukan penyuluhan selama 2 jam pelajaran (90 menit) dan diskusi (tanya jawab) selama 1 jam pelajaran (45 menit) sehingga kecenderungan kelompok tingkat pengetahuan nilai lebih dari 80 meningkat tajam dan nilai kurang dari 80, cenderung turun drastis.
MONITORING KUALITAS AIR TAMBAK DENGAN WQ (WATER QUALITY) INTERPRETER Anita Diah Pahlewi; Damayanti; Creani Handayani; Dian Widiarti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.22298

Abstract

The Association of Panarukan Situbondo’s Shrimp Farmers at Panarukan Sub-district, Situbondo Regency, raises white vaname shrimp in a polyculture method in their ponds in a simple way, relying on instinct with their limited knowledge about the importance of IPAL and water quality monitoring for shrimp ponds. The problems in this community service activity are: 1) the IPAL technology has not been implemented; 2) it is quite difficult for farmers to monitor water quality due to limited information regarding the interpretation of the numbers/values ​​of the tested water quality parameters. Providing solutions to these problems, a technological innovation is designed in the form of a WQ (Water Quality) Interpreter application. This community service activity aims to assist farmers in monitoring the quality of their pond water by providing information related to interpreting the numbers/values ​​of the tested water quality parameters. Community service activities are carried out through the First Session, namely the socialization of the Implementation of IPAL at the Traditional Vaname Shrimp by using a PowerPoint presentation method. The second session was training and mentoring on using the WQ Interpreter application with a demonstration method by showing the steps of using the WQ Interpreter application. The socialization for implementing IPAL at the Traditional Vaname Shrimp Shrimp and using the WQ Interpreter application was attended by about ten traditional Vaname shrimp farmers. With this socialization, knowledge about the importance of implementing IPAL for the sustainability of their shrimp farming business will increase. The WQ Interpreter application design has been completed so that the farmers can apply and use it. ---  Himpunan Petambak Panarukan Situbondo (HPPS) di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo membesarkan udang vaname metode polikultur di tambak mereka secara sederhana, mengandalkan insting dengan keterbatasan pengetahuan mereka mengenai pentingnya IPAL dan monitoring kualitas air untuk tambak udang. Permasalahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) belum diterapkannya teknologi IPAL; 2) petambak cukup kesulitan memonitoring kualitas perairan karena keterbatasan informasi mengenai interpretasi angka/nilai parameter kualitas air yang diuji. Memberikan solusi atas permasalahan tersebut, maka dirancang inovasi teknologi berupa aplikasi WQ (Water Quality) Interpreter. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu petambak dalam memonitoring kualitas air tambaknya dengan menyediakan informasi terkait interpretasi angka/nilai parameter kualitas air yang diuji. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui Sesi Pertama yaitu kegiatan sosialisasi Penerapan IPAL Tambak Udang Vaname Tradisional dilakukan dengan metode presentasi menggunakan power point presentation; Sesi kedua yaitu pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi WQ Interpreter dengan metode demonstrasi dengan menampilkan langkah-langkah dalam penggunaan aplikasi WQ Interpreter. Kegiatan sosialisasi Penerapan IPAL Tambak Udang Vaname Tradisional dan Penggunaan aplikasi WQ Interpreter diikuti oleh sekitar 10 orang petambak udang vaname tradisional. Dengan adanya sosialisasi ini, pengetahuan mengenai pentingnya penerapan IPAL untuk keberlanjutan usaha tambak udang mereka menjadi bertambah. Perancangan aplikasi WQ Interpreter selesai dibuat hingga bisa diaplikasikan dan digunakan oleh para petambak.
PELATIHAN GURU DAN SISWA TENTANG PENGUKURAN EMISI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) DAN NITROGEN OKSIDA (NOX) PADA KENDARAAN BERMOTOR Abdul Wahid Wahab; Nursiah La Nafie; Paulina Taba; Yusafir Hala; Maming; Abdul Karim; Andi Muhammad Anshar; Triana Febrianti; Nuritasari Azis
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.22908

Abstract

Maros Regency is a crossing area to the city of Makassar. So, transportation facilities to support mobility and community activities in several places to the city of Makassar must go through the town of Maros. Therefore, the number of vehicles that pass through the city of Maros will continue to increase from year to year, which will cause pollution or air pollution for the environment. To achieve beautiful environmental conditions, especially at the location of Senior High School 1 Maros, it is necessary to hold community service by introducing, applying, and utilizing the PEM-9004 tool on motorized vehicles, especially vehicles belonging to students at Senior High School 1 Maros. The test results show that the emission levels of carbon monoxide (CO) gas from students' vehicles are 1.791%, the levels of nitrogen oxides (NOx) and nitrogen monoxide (NO) are seven ppm each, and the gas temperature is 45°C with a test time of 1 minute. The CO concentration is still below the threshold set by the government in the Regulation of the State Minister for the Environment No. 05 of 2006, which is the concentration of CO gas emitted by motor vehicles with gasoline fuel at idle conditions of ≤5.5%.  ---  Kabupaten Maros adalah daerah perlintasan menuju kota Makkassar. Sehingga sarana transportasi untuk menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat di beberapa daerah menuju kota Makassar harus melalui kota Maros. Oleh karena itu, jumlah kendaraan yang melewati kota Maros akan terus meningkat dari tahun ke tahun yang akan menimbulkan pencemaran atau polusi udara bagi lingkungan. Untuk menghasilkan kondisi lingkungan yang asri khususnya di lokasi SMA Negeri 1 Maros maka perlu diadakan pengabdian masyarakat dengan cara pengenalan dan pengaplikasian serta pemanfaatan alat PEM-9004 pada kendaraan bermotor khususnya kendaraan milik siswa di SMA Negeri 1 Maros. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar emisi gas karbon monoksida (CO) dari kendaraan milik siswa adalah 1,791 %, kadar nitrogen oksida (NOx) dan nitrogen monoksida (NO) adalah masing-masing 7 ppm dan temperatur gas 45°C dengan waktu pengujian 1 menit. Konsentrasi CO masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah di dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 yaitu konsentrasi gas CO yang diemisikan oleh kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin pada kondisi idle ≤5,5%.
PENINGKATAN KAPASITAS WARGA PESANTREN AL- MUNAWWARAH UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR TERINTEGRASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA Hasmina Tari Mokui; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; Mustamin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.23194

Abstract

Access to clean water and energy independence, which are part of Sustainable Development Goals (SDGs), are still the main problems faced by the Pesantren Al-Munawwarah. Therefore, the Pesantren, in collaboration with the Green Society Partnership (GSP) team, which is part of the Community Partnership Program, has built a clean water treatment system integrated with solar photovoltaic (PV).  This paper aims to describe the community partnership program by improving the capacity building of Pesantren Al-Munawwarah residents to ensure sustainable management of the established water treatment facility. The capacity building method is delivered in the form of knowledge and skills transfer to the residents of Pesantren Al Munawwarah, i.e.: (1) Focus Group Discussion (FGD), which is carried out before project commissioning; (2) Training on its operation and maintenance, carried out after project commissioning; (3) Providing tutorial video on the operation and maintenance of the clean water treatment system integrated with solar PV.  Based on the evaluation results, most trainees experienced increased knowledge and skills in managing the clean water treatment system integrated with solar PV. In addition, the trainees are satisfied with the capacity-building program implemented and hope that mentoring activities like this will continue to be carried out. --- Akses terhadap air bersih dan kemandirian energi yang merupakan bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs), masih menjadi masalah utama yang dihadapi oleh Pesantren Al-Munawwarah. Oleh karena itu, pihak Pesantren bekerja sama dengan Tim Green Society Partnership (GSP) yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) telah membangun sistem pengolahan air bersih yang terintegrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Paper ini bertujuan untuk menjelaskan program Kemitraan masyarakat berupa peningkatan kapasitas warga Pondok Pesantren Al-Munawwarah untuk menjamin keberlangsungan pengelolaan fasilitas pengolahan air tersebut. Metode peningkatan kapasitas ini berupa transfer pengetahuan dan keterampilan kepada warga Pesantren Al Munawwarah, yaitu: (1) Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan sebelum project commissioning; (2) Pelatihan tentang operasi dan pemeliharaannya yang dilaksanakan setelah project commissioning; (3) Penyediaan video tutorial tentang pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Bersih terintegrasi PLTS. Berdasarkan hasil evaluasi, mayoritas peserta mengalami peningkatan pengetahuan serta keterampilan terkait pengelolaan fasilitas pengolahan air tersebut. Selain itu, peserta pelatihan puas dengan program peningkatan kapasitas yang dilaksanakan dan berharap kegiatan pendampingan seperti ini akan terus dilakukan.
PENERAPAN TEKNOLOGI TRANSPLANTASI DAN RESTORASI KARANG UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA BAHARI MASYARAKAT PULAU KARANRANG, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN Paharuddin; Mauli Kasmi; Sulkifli; Irawan; Andi Ridwan Makulawu; Hadiratul Kudsiah; Ni Wayan Purnama Sari; Rikoh Managor Siringoringo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.23949

Abstract

The development of Integrated Coral Transplantation and Restoration Technology for Marine Tourism is a program aimed at increasing community creativity through the planned, high-quality replanting of coral reefs sustainably. The method involves dividing coral reefs into slices ready to be planted on ecological edges that form artificial coral reefs, which are then placed underwater to make them older than natural coral. This technology can be developed through community projects for sustainable cultivation and tourism. Its goal is to increase the quantity and quality of decorative coral reef resources and marine tourism and accelerate the recovery of damaged coral reef ecosystems caused by destructive fishing practices. By developing innovative ideas, products can be marketed to industries and communities. This technology is also a model for community empowerment for regional development  ---  Pengembangan teknologi Integrasi Transplantasi dan Restorasi Terumbu Karang untuk Wisata Bahari merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat melalui penanaman kembali terumbu karang yang terencana dan berkualitas tinggi, serta berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan membagi terumbu karang menjadi irisan karang yang siap ditanam di atas tepian ekologis yang membentuk terumbu karang buatan, kemudian ditempatkan di bawah laut agar lebih tua dari yang alami. Teknologi ini dapat dikembangkan melalui proyek masyarakat untuk budidaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya terumbu karang hias dan wisata bahari serta mempercepat pemulihan ekosistem laut terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan yang merusak. Dengan mengembangkan ide-ide inovatif, produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada industri dan masyarakat. Teknologi ini juga merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan daerah.

Filter by Year

2017 2025